Minggu, 15 November 2009

Tips membereskan mainan anak

1. Sedikan alat khusus untuk menyimpan mainan (kotak plastik/rak) yang mudah dijangkau oleh anak.


2. Beri contoh setiap kali anda melihat mainanya trcecer. Katakan 'Tadi siapa yang memainkan ini yah, yuk kita bereskan bersama-sama'


3. Katakan terima kasih jika anak meletakkan mainannya ditempatnya. untuk menyimpan mainan (kotak plastik/rak) yang mudah dijangkau oleh anak.


4. Persiapkan konsekuensi untuk tidak menolong


Selasa, 03 November 2009



Perkembangan Janin Usia 8 Bulan
. Semua indera pada janin sudah mulai berfungsi. Gerakan-gerakan janin mulai terasa dengan jelas. Janin telah terbentuk sempurna dan posisi kepala berada di bawah (cephalic). Paru-parunya sudah sempurna dan plasenta mencapai kematangan. Panjang janin saat ini sekitar 45-50 cm dan beratnya 1,8 kg. Dengan panjang tersebut, wajar jika kantung ketuban (amnion) mulai terasa sempit. Cairan amnion akan mencapai volume optimal, dan kemudian akan mengalami pengurangan.
Saat janin mencapai usia 33 minggu, kuku jari tangannya akan mulai tumbuh. Kelopak mata yang telah dapat membuka dan menutup sudah ditumbuhi bulu mata. Oksigen yang dibutuhkan janin masih disuplai oleh ibu, karena janin belum mampu bernafas dengan sempurna (paru-paru dan ginjal belum berfungsi sempurna). Pada masa ini, aktivitas janin sudah mulai mempelajari bahasa yang sederhana, yaitu suara sang ibu dan orang-orang di sekitarnya. ika ibu sering membacakan cerita bagi janin, maka setelah lahir, si janin akan mudah terlelap bila dibacakan cerita yang sama sebagai pengantar tidur.
Pada bulan ini, perkembangan otak janin terus berkembang pesat, dan fungsi otak dalam menghantarkan rangsangan syaraf semakin baik. Pada bulan kedelapan, aktivitas janin sudah mulai menyesuaikan dengan aktivitas ibunya. Janin akan banyak beraktivitas pada siang hari, dan pada malam harii ia akan beristirahat.

Perkembangan Janin Minggu ke-29

Posisi janin pada saat ini mempersiapkan diri seperti posisi lahir dengan kepala ke arah bawah. Jaringan lemak terus terbentuk. Beratnya sekitar 1250 gram dengan panjang rata-rata 37 cm. Kelahiran prematur mesti diwaspadai karena umumnya meningkatkan keterlambatan perkembangan fisik maupun mentalnya. Bila dilahirkan di minggu ini, ia mampu bernapas meski dengan susah payah. Ia pun bisa menangis, kendati masih terdengar lirih. Kemampuannya bertahan untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan paru-parunya belum sempurna. Meski dengan perawatan yang baik dan terkoordinasi dengan ahli lain yang terkait, kemungkinan hidup bayi prematur pun cukup besar

Perkembangan Janin Minggu ke-30

Beratnya mencapai 1400 gram dan kisaran panjang 38 cm. Puncak rahim yang berada sekitar 10 cm di atas pusar memperbesar rasa tak nyaman, terutama pada panggul dan perut seiring bertambah besar kehamilan. Bagilah kebahagiaan saat merasakan gerakan si kecil pada suami dengan memintanya meraba perut Anda. Mulai denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk yang menimbulkan rasa nyeri. Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan membentuk simpul-simpul. Bila sampai membentuk simpul mati tentu sangat membahayakan karena suplai gizi dan oksigen dari ibu jadi terhenti atau paling tidak terhambat. Janin mengisi hampir seluruh ruang di rahim. Ketika janin menendang atau mendorong, anda dapat melihat kaki atau tangannya bergerak di bawah kulit perut. Otak berkembang sangat cepat

Perkembangan Janin Minggu ke-31

Berat Janin sekitar 1600 gram dengan taksiran panjang 40 cm. Waspadai bila muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala maupun penglihatan berkunang-kunang. Terutama bila disertai tekanan darah tinggi yang mencapai peningkatan lebih dari 30 ml/Hg. Itu sebab, pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan pada setiap kunjungan ke bidan/dokter. Cermati pula gangguan aliran darah ke anggota tubuh bawah yang membuat kaki jadi bengkak. Pada gangguan ringan, anjuran untuk lebih banyak beristirahat dengan berbaring miring sekaligus mengurangi aktivitas, bisa membantu. Janin makin bertumbuh besar, jadi ruangan rahim menjadi lebih sedikit, sehingga gerakan Janin akan berkurang. Janin kemungkinan dalam posisi melengkungkan badan dengan dengkul dilipat, dagu didadanya serta tangan dan kaki saling bersilang.

Perkembangan Janin Minggu ke-32



Janin berada dalam posisi kepala di bawah sampai nanti lahir. Janin akan tetap menendang, gerakannya rata-rata sehari meningkat 375 kali per hari, tapi anda tidak akan merasakan semuanya ini. sepuluh gerakan yang anda rasakan dalam sehari sudah normal. Pada usia ini berat janin harus berkisar 1800-2000 gram dengan panjang tubuh 42 cm. Mulai minggu ini biasanya kunjungan rutin diperketat/lebih intensif dari sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali. Umumnya hemodilusi atau pengenceran darah mengalami puncaknya pada minggu ini. Untuk ibu hamil dengan kelainan jantung, hipertensi dan preeklampsia, mesti ekstra hati-hati. Sebab dengan jumlah darah yang makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada mereka yang mengalami gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula peluang terjadi penjepitan di pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih lanjut adalah tekanan darah meningkat. Gangguan semacam ini tak hanya berbahaya pada ibu, tapi juga si janin, hingga biasanya dipertimbangkan untuk dilahirkan. Terlebih bila terjadi perburukan kondisi, semisal tekanan darah tak kunjung turun.

Senin, 28 September 2009

Kehamilan Usia 7 Bulan



Perkembangan Janin Usia 7 Bulan. Lemak mulai menumpuk,dan sebuah zat lemak yang disebut verinix menutupi kulit janin, sehingga janin tidak basah di dalam cairan amnionnya dan tubuhnya merasa hangat. Fungsi otak janin sudah mulai berkembang dengat sangat pesat. ermukaan otak menjadi berkerut-kerut,yang berguna bagi perkembangan selanjutnya. Sekitar lima hari setelah proses pengerutan dimulai, sel-sel syaraf akan dilapisi oleh lapisan lemak yang membuat proses penyampaian rangsangan dari jung-ujung sel syaraf menjadi lebih cepat, mudah,dan lebih efisien. Perlu diketahui, otak manusia akan mengalami masa keemasan pada saat janin berusia 7 bulan dalam kandungan hingga berusia 5 tahun.

Perkembangan Janin Minggu ke-25

Berat janin kini mencapai sekitar 700 gram dengan panjang dari puncak kepala sampai bokong kira-kira 22 cm. Sementara jarak dari puncak rahim ke simfisis pubis sekitar 25 cm. Bila ada indikasi medis, umumnya akan dilakukan USG berseri seminggu 2 kali untuk melihat apakah perkembangan janin terganggu atau tidak. Yang termasuk indikasi medis di antaranya hipertensi ataupun preeklampsia.

Perkembangan Janin Minggu ke-26

Pembuluh darah kapiler dibawah jaringan kulit janin mulai dialiri darah. Permukaan kulit yang tadinya keriput perlahan-lahan menjadi semakin halus dan licin. Mata telah terbentuk sempurna. Begitu pula telinga yang telah mampu mendengarkan. Kepala janin menjadi lebih kecil ketimbang tubuhnya (kepala telah proporsional dengan ukuran tubuh).
Di usia ini berat janin diperkirakan hampir mencapai 850 gram dengan panjang dari bokong dan puncak kepala sekitar 23 cm. Denyut jantung sudah jelas-jelas terdengar, normalnya 120-160 denyut per menit.
Sementara rasa tak nyaman berupa keluhan nyeri pinggang, kram kaki dan sakit kepala akan lebih sering dirasakan si ibu. Begitu juga keluhan nyeri di bawah tulang rusuk dan perut bagian bawah, terutama saat bayi bergerak. Sebab, rahim jadi makin besar yang akan memberi tekanan pada semua organ tubuh. Termasuk usus kecil, kantung kemih dan rektum. Tak jarang ibu hamil jadi terkena sembelit, namun terpaksa bolak-balik ke kamar mandi karena beser.

Perkembangan Janin Minggu ke-27

Matanya sudah terbuka dan melihat sekelilingnya untuk pertama kalinya. Janin terlihat seperti bernafas tetapi sebenarnya janin mengambil air bukan udara. Ini merupakan latihan yang baik untuk paru-parunya.
Janin kini beratnya melebihi 1000 gram. Panjang totalnya mencapai 34 cm dengan panjang bokong ke puncak kepala sekitar 24 cm. Di minggu ini kelopak mata mulai membuka. Sementara retina yang berada di bagian belakang mata, membentuk lapisan-lapisan yang berfungsi menerima cahaya dan informasi mengenai pencahayaan itu sekaligus meneruskannya ke otak.

Perkembangan Janin Minggu ke-28

Testis bayi laki-laki akan turun ke kantung skrotum. Jaringan otak berkembang. Sekarang janin anda dapat bermimpi. Puncak rahim berada kira-kira 8 cm di atas pusar. Gerakan janin makin kuat dengan intensitas yang makin sering, sementara denyut jantungnya pun kian mudah didengar. Tubuhnya masih terlihat kurus meski mencapai berat sekitar 1100 gram dengan kisaran panjang 35-38 cm. Kendati dibanding minggu-minggu sebelumnya lebih berisi dengan bertambah jumlah lemak di bawah kulitnya yang terlihat kemerahan. Jumlah jaringan otak di usia kehamilan ini meningkat. Begitu juga rambut kepalanya terus bertumbuh makin panjang. Alis dan kelopak matanya pun terbentuk, sementara selaput yang semula menutupi bola matanya sudah hilang.

PESAN

  • Periksakan kehamilan minimal 1 kali pada bulan ke 7 dengan tujuan untuk mengetahui posisi kepala bayi apakah sudah benar atau tidak (persentasi kepala). Bila persentasi belum benar, ibu dinasehatkan melakukan upaya-upaya yang bisa membetulkan posisi, misalnya : ibu sering nungging.
  • Memperhatikan kosumsi makanan (kwalitas dan kwantitas) mengingat pada posisi kecil harus lebih sering karena perut ibu sudah terdesak rahim yang membesar.
  • Ibu dan keluarga dinasehatkan untuk merencanakan tempat persalinan dimana dan biaya yang diperlukan bila saat melahirkan memerulukan rujukan siapa yang memutuskan, transportasi dan lain-lain]
  • Ibu mulai berlatih mengejan.
Sumber : www.bidanku.com

Kehamilan Usia 6 Bulan



Janin
masih sangat kecil. Garis-garis sudah tampak pada telapak tangan dan ujung-ujung jarinya. Sistem pendengaran mulai berkembang walau belum sepenuhnya berfungsi. Proses pembentukan tulang terus berlanjut sehingga tulang janin semakin kuat. Panjang janin 33 cm dan beratnya 570 gram.
Janin sudah tidak bisa bergerak leluasa, karena seluruh ruangan dalam rahim telah terisi/penuh. Janin akan berada alam posisi meringkuk, dengan tangan didepan dagu dan kaki di depan dada. Walaupun sistem organ belum berfungsi sepenuhnya, namun janin mampu mendengarkan suara-suara dari luar, dan mampu merasakan apa yang dirasakan ibu. Bila ibu merasa stress, cemas, kesal sedih atau bahagia,janin akan merasakan hal yang sama. Kondisi ini disebabkan hormon adrenalin yang diproduksi ibu dapat menembus plasenta sehingga mempengaruhi kondisi emosi bayi. Si ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh janin yang berlainan dengan menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan kadang ibu merasakan sakit di bagian perut.

Perkembangan Janin Minggu ke-21

Pada minggu ini, berbagai sistem organ tubuh mengalami pematangan fungsi dan perkembangan. Dengan perut yang kian membuncit dan keseimbangan tubuh yang terganggu, bukan saatnya lagi melakukan olahraga kontak yang kemungkinan terjatuhnya besar. Hindari pula olahraga peregangan ataupun yang bersikap kompetitif. Anda akan merasakan lebih banyak gerakan janin sekarang karena bayi makin aktif.

Perkembangan Janin Minggu ke-22

Janin mulai sadar akan lingkungannya dan janin akan merasa tenang ketika mendengarkan suara dan sentuhan anda di perut. Tubuh Janin mulai memproses sel darah putih. ini penting untuk Janin dalam melawan penyakit dan infeksi.
Di usia ini pula kelopak mata mulai menjalankan fungsinya untuk melindungi mata dengan gerakan menutup dan membuka. Jantung janin yang terbentuk di minggu ke-5 pun mengalami “modifikasi” sedemikian rupa dan mulai menjalankan fungsinya memompa darah sebagai persiapannya kelak saat lahir ke dunia.

Perkembangan Janin Minggu ke-23

Panjangnya sekitar 23 cm. Sekarang ukuran kepalanya sudah sesuai dengan tubuhnya. Saat ini janin terlihat sama seperti akan lahir, tapi lebih kecil dan kurus. Anda dapat mendengarkan detak jantung bayi anda dengan stetoskop.(letakkan stetoskop langsung di perut).pertumbuhan otak saat ini sangat cepat.
Kulitnya masih tampak keriput karena kandungan lemak di bawah kulitnya tak sebanyak saat ia dilahirkan kelak. Namun wajah dan tubuhnya secara keseluruhan amat mirip dengan penampilannya sewaktu dilahirkan nanti. Hanya saja rambut lanugo yang menutup sekujur tubuhnya kadang berwarna lebih gelap di usia kehamilan ini.

Perkembangan Janin Minggu ke-24

Pendengaran Janin sudah terbentuk sempurna. Janin akan bergerak dengan suara musik dari luar. Begitu juga ia akan menunjukkan respon khas saat mendengar suara-suara bising atau teriakan yang tak disukainya. Janin membentuk pola kapan saat tidur dan saat bangun. Anda aka merasakan saat janin bergerak terus, dan saat terdiam. Kelopak-kelopak matanya kian sempurna dilengkapi bulu mata

sumber : www.bidanku.com

Kehamilan Usia 5 Bulan



Pada bulan ini,janin mulai bisa mengenali lingkungan sekitarnya. Janin pun mulai merasakan berbagai sensasi. Alis mata dan rambut halus di kulit kepala mulai tumbuh, yang ini bersifat sementara. Dua minggu setelah bayi lahir, rambut-rambut ini akan rontok. Jadwal kegiatan janin relatif teratur. Pada pagi hari hingga menjelang sore hari, janin akan beristirahat. Karena itu pada rentang waktu ini, janin melakukan gerakan yang relatif sedikit. Pada malam hari, janin beraktivitas aktif, sehingga kadang mengganggu kegiatan tidur ibu. Pada usia lima bulan, janin memiliki panjang badan 25 cm.

Perkembangan Janin Minggu ke-17

Kulit janin berkembang dan transparan. Terlihat merah karena pembuluh darah masih terlihat jelas. Telinga sudah terbentuk sempurna dan berada pada posisi akhir. Meski matanya terpejam, janin dapat menangkap cahaya yang terang. Dengan berat sekitar 120 gram, hingga bentuk rahim terlihat oval dan bukan membulat. Akibatnya, rahim terdorong dari rongga panggul mengarah ke rongga perut. Otomatis usus ibu terdorong nyaris mencapai daerah hati, hingga kerap terasa menusuk ulu hati.
Pertumbuhan rahim yang pesat ini pun membuat ligamen-ligamen meregang, terutama bila ada gerakan mendadak. Rasa nyeri atau tak nyaman ini disebut nyeri ligamen rotundum. Oleh karena itu amat disarankan menjaga sikap tubuh dan tak melakukan gerakan-gerakan mendadak atau yang menimbulkan peregangan.

Perkembangan Janin Minggu ke-18

Sekarang Janin sudah dapat mendengarkan suara dari luar tubuh anda. Janin akan bergerak atau melompat ketika mendengarkan suara keras. Otot Janin sudah dapat berkontraksi dan relaks, Janin sudah dapt menendang, meninju dan bergerak sangat aktif. Dalam minggu ini mungkin anda sudah dapat merasakan gerakan putarannya untuk pertama kali.
Taksiran berat janin sekitar 150 gram. Rahim dapat diraba tepat di bawah pusar, ukurannya kira-kira sebesar buah semangka. Pertumbuhan rahim ke depan akan mengubah keseimbangan tubuh ibu. Sementara peningkatan mobilitas persendian ikut mempengaruhi perubahaan postur tubuh sekaligus menyebabkan keluhan punggung. Keluhan ini makin bertambah bila kenaikan berat badan tak terkendali. Untuk mengatasinya, biasakan berbaring miring ke kiri, hindari berdiri terlalu lama dan mengangkat beban berat. Selain itu, sempatkan sesering mungkin mengistirahatkan kaki dengan mengangkat/mengganjalnya pakai bantal.
Mulai usia ini hubungan interaktif antara ibu dan janinnya kian terjalin erat. Tak mengherankan setiap kali si ibu gembira, sedih, lapar atau merasakan hal lain, janin pun merasakan hal sama.

Perkembangan Janin Minggu ke-19

Sekarang panjang janin sekitar 23 cm dengan berat 200 gr. Jika belum juga merasakan gerakan janin, mungkin minggu ini anda akan mulai merasaka gerakannya. Otak janin telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Sistem saraf janin yang terbentuk di minggu ke-4, di minggu ini makin sempurna perkembangannya, yakni dengan diproduksi cairan serebrospinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan. Nah, jika lubang yang ada tersumbat atau aliran cairan tersebut terhalang oleh penyebab apa pun, kemungkinan besar terjadi hidrosefalus/penumpukan cairan di otak. Jumlah cairan yang terakumulasi biasanya sekitar 500-1500 ml, namun bisa mencapai 5 liter! Penumpukan ini jelas berdampak fatal mengingat betapa banyak jumlah jaringan otak janin yang tertekan oleh cairan tadi.

Perkembangan Janin Minggu ke-20

Kulit yang menutupi tubuh janin mulai bisa dibedakan menjadi dua lapisan, yakni lapisan epidermis yang terletak di permukaan dan lapisan dermis yang merupakan lapisan dalam. Epidermis selanjutnya akan membentuk pola-pola tertentu pada ujung jari, telapak tangan maupun telapak kaki. Sedangkan lapisan dermis mengandung pembuluh-pembuluh darah kecil, saraf dan sejumlah besar lemak.

Seiring perkembangannya yang pesat, kebutuhan darah janin pun meningkat tajam. Agar anemia tak mengancam kehamilan, ibu harus mencukupi kebutuhannya akan asupan zat besi, baik lewat konsumsi makanan bergizi seimbang maupun suplemen yang dianjurkan dokter. Otot Janin semakin kuat setiap minggu. Jika masih belum dapat merasakan gerakannya, anda pasti akan merasakan gerakannya sekarang. Mungkin saja anda mengartikan gerakannya pertama kali seperti angin, karena terasa seperti letupan gelembung-gelembung di dalam. Janin bergerak sekitar 200 kali sehari, tapi anda hanya merasakan sedikit dari semua gerakan ini.

Selasa, 15 September 2009

Kehamilan Usia 4 Bulan




Perkembangan Janin Minggu ke-13

Retina, kornea, iris (selaput pelangi), serta lensa mata sudah dapat berfungsi. Janin mengedipkan mata dan peka terhadap cahaya. Tumbuh kembang janin didukung oleh plasenta, yang menghubungkan antara ibu dan janin dalam hal makanan, pembuangan sisa metabolisme, serta menyaring zat-zat berbahaya. Kulit, otot dan anggota tubuhnya telah terbentuk dan berada pada posisinya. Pada minggu ini, janin telah mampu merasakan detak jantung ibunya. Panjang bayi sekitar 7,5cm dengan trakea, paru-paru, perut, hati, pankreas, dan usus berkembang ke fungsi terakhir. Pita suara mulai terbentuk, dan tunas gigi muncul dengan 20 gigi bayi. pada minggu ini jari tangan dan telapak kaki mulai terlihat.

Perkembangan Janin Minggu ke-14

Telinga janin menempati posisi normal di sisi kiri dan kanan kepala. Demikian pula mata mengarah ke posisi sebenarnya. Leher pun terus memanjang sementara dagu tak lagi menyatu ke dada. Sedangkan alat-alat kelamin bagian luar juga berkembang lebih nyata, sehingga pada minggu ini organ seks bayi sudah dapat di bedakan antara laki dan perempuan. Denyut jantung janin berdetak kuat (detak jantung hampir 2 kali lebih cepat daripada anda) dan anda dapat mendengarkannya saat pemeriksaan dengan dokter anda. karena sudah memberi respons terhadap dunia di luar rahim ibu, janin mungkin akan bergerak bila anda mengusap perut, tapi mungkin anda masih belum dapat merasakannya.

Perkembangan Janin Minggu ke-15

Bayi sudah mulai dapat mendengarkan ibunya, mendengarkan denyut jantung, suara perut, dan juga suara anda. Sekarang bayi sudah mulai mempunyai rambut di kepalanya, juga bulu mata dan alis. ukurannya sekarang sekitar 114 gram dengan panjang sekitar 15 cm. Kehamilan makin terlihat, hingga demi kenyamanan si ibu maupun janinnya, amat dianjurkan mulai mengenakan baju hamil. Sebab, kulit dan otot-otot, terutama di sekitar perut akan melar karena mengalami peregangan luar biasa guna mengakomodasi pembesaran rahim. Garis-garis regangan yang disebut striae umumnya muncul di daerah perut, payudara, bokong dan panggul.

Perkembangan Janin Minggu ke-16

Panjang janin bertambah dengan sangat cepat dan gerakan-gerakannya lebih kuat. Ibu dapat merasakan gerakan-gerakan janinnya dengan meraba perut. Rambut halus tumbuh diseluruh dipermukaan tubuh janin, yang disebut lanugo. Plasenta terbentuk dan berfungsi sepenuhnya. Panjang janin saat ini 16 cm dan beratnya 135 gram. Jika melakukan USG saat ini mungkin anda dapat mengetahui jenis kelamin. Otot janinsudah berkembang dan menjadi kuat. Gerakannya semakin aktif. Ia sudah mulai menghisap ibu jarinya, menguap, merenggangkan tubuhnya, sudah menelan kencing, dan cegukan. Pada minggu ini jika sinar terang di letakkan di perut anda, bayi akan menggerakan tangan ke arah matanya. Sistem pencernaan janin pun mulai menjalankan fungsinya. Dalam waktu 24 jam janin menelan air ketuban sekitar 450-500 ml. Hati yang berfungsi membentuk darah, melakukan metabolisme hemoglobin dan bilirubin, lalu mengubahnya jadi biliverdin yang disalurkan ke usus sebagai bahan sisa metabolisme.

sumber : www.bidanku.com

Kehamilan Usia 3Bulan




Perkembangan Janin Minggu ke-9
Pada minggu ini bila jenis kelaminnya laki-laki, di usia ini sudah bisa jelas dipastikan, sementara perempuan masih sesekali meragukan. Mulut dan hidung janin sudah terlihat dengan jelas. Tungkai dan lengan mulai tumbuh. Janin sudah bisa membuka dan menutup mulutnya, dan ia mulai berlatih melakukan gerakan menelan dan menghisap. Aktivitas menelan janin, rata-rata sebanyak 25 kali dalam satu jam. Tangan janin pun mulai bergerak bebas. Dalam arti, tak lagi tergantung pada gerakan tubuh. Sebentuk kuku pada setiap jari tangan dan kakinya muncul di minggu ini. Pada minggu ini janin memiliki panjang sekitar 39 mm dengan berat 20 gram. Pada minggu ini perut dan rongga dada sudah terpisah dan otot mata dan bibir atas terbentuk. Pembentukan kulit dan fungsinya berkembang menuju penyempurnaan.

Perkembangan Janin Minggu ke-10

Pada minggu ini jenis kelamin perempuan dapat teridentifikasi dengan jelas. Tulang sudah menggantikan kartilago (tulang muda). Diafragma memisahka jantung dan paru-paru dari perut. Otot leher terbentuk. Otak berkembang cepat dalam bulan terakhir ini sehingga proporsi kepala lebih besar dari pada tubuh. Sistem otot dan saraf sudah mencapai tingkat kematangan. Selain telah mampu pula mengirim dan menerima pesan dari otak. Dengan mulai berfungsinya sistem saraf, janin sudah mampu melakukan gerak refleks. Bahkan kaki sudah mampu melakukan gerakan menendang. Pembentukan telinga berakhir. Janin telah mampu menekuk tangannya menjadi setengah kepalan.

Perkembangan Janin Minggu ke-11

Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Organ seks luar sudah terbentuk, juga folikel-folikel rambut dan gigi. Bayi sudah dapat menelan cairan amnion dan mengeluarkannya kembali (kencing). Mata sudah terbentuk lengkap, jaringan tangan dan kaki tumbuh, meskipun belum disatukan oleh jaringan kulit.
Gerakan demi gerakan janin kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.

Perkembangan Janin Minggu ke-12

Ukuran Janin sekarang sekitar 8 cm. semua organ vital bayi sudah terbentuk. Dengan signal dari otak, otot akan merespons dan bayi sudah dapat menendang. Akhir trimester pertama, organ-organ tubuh bayi sudah terbentuk. rasa mual dan lelah anda biasanya sudah berkurang atau hilang. perkembangan selanjutnya
akan terlihat pertumbuhan bayi (dan juga anda) yang semakin membesar. Janin usia tiga bulanakan mengalami cegukan,yang normal terjadi. Cegukan terjadi dengan frekuensi hingga 90 kaki cegukan dalam satu jam. Cegukan pada janin berfungsi untukmemperkuat otot-otot pada bagian organ pernafasan.
Bila diinginkan, di minggu ini pun bisa diagnosa penyakit keturunan semisal thalassemia dan sindroma Down, yang bisa dilakukan lewat pemeriksaan Chorion Villus (CVS) guna memastikan ada-tidak kerusakan pada kromosom. Caranya dengan mengambil sampel sel-sel plasenta yang bisa dilakukan secara transabdominal melalui perut atau leher rahim/transervikal.
Kelainan kromosom dapat terjadi karena ada kelainan kromosom pada orang tua. Atau akibat pengaruh virus, bakteri, penyakit maupun zat berbahaya lain yang menyerang sel-sel embrio.

PESAN

  • Karena pada triwulan I adalah fase terbentuknya organ-organ vital lainnya dan perkembangan otaknya, maka jangan sampai kurang mengkonsumsi zat pembangun, zat tenaga, zata pengatur, vitamin dan mineral utamanya zat besi. Makan makanan yang beraneka ragam dengan cukup kwalitas dan kwantitas dengan porsi kecil-kecil tetapi sering.
  • Bila keluhan-keluhan hamil muda belum bisa di atasi, segeralah menghubungi petugas kesehatan terdekat.
  • Dapatkan suntikan imunisasi TT – 2 dengan selang suntikan TT1+TT2 4-g Mg perikasa kehamilan minimal 1 kali selama triwulan I
  • Bahaya pada triwulan I adalah keguguran.
  • Pada wanita yang mudah keguguran, sebaiknya dinasehatkan supaya jangan melakukan bersenggama pada hamil muda dan dilakukan harus dengan hati hati.
sumber :www.bidanku.com

Rabu, 09 September 2009

Kehamilan Usia 2 Bulan

Perkembangan Janin Minggu ke-4

Saat si zigot kecil menemukan tempat di dalam rahim. dengan berakhirnya minggu ini, anda tidak mendapat menstruasi, dan menjadi tanda pertama kemungkinan kehamilan. beberapa wanita mengalami sedikit pendarahan atau flek kecokelatan yang disalahartikan sebagai menstruasi, padahal sebenarnya pendarahan yang sedikit itu terjadi karena adanya implantasi zigot ke dinding rahim anda. setelah terjadi implantasi atau menempelnya zigot pada dinding rahim, akan mulai terjadi pelepasan hormon HCG (untuk menilai tes kehamilan).

Perkembangan Janin Minggu ke-5

Ukuran bayi anda sekarang kira-kira sebesar biji apel dan pada minggu ini di sebut sebagai embrio. Bayi anda sudah mempunyai detak jantung sendiri. Plasenta dan tali pusat sudah bekerja sepenuhnya pada minggu ini. vesikel-vesikel otak primer mulai terbentuk, dan sistem saraf mulai berkembang. benjolan tangan dan kaki janin mulai terlihat. Selain sel pada benjolan tangan janin akan mengalami kematian sehingga akan membentuk jari-jari tangan. Pembentukan telinga makin sempurna dengan terbentuknya duktus endolimfatikus, yakni saluran untuk menyalurkan cairan yang terdapat dalam selaput labirin telinga dalam. Demikian pula sistem pencernaan makin sempurna dengan terjadi pembedaan yang kian nyata antara cikal-bakal usus besar dan usus buntu. Bahkan cikal-bakal ginjal dan hati pun sudah terbentuk. Begitu juga struktur muka secara keseluruhan mulai bisa “terbaca”.

Perkembangan Janin Minggu ke-6

Saat ini bayi sudah berbentuk embrio dengan panjang kurang lebih 1/17 inci. Embrio terlihat seperti berudu. Pada minggu ini dapat mengenali kepala, ekor, tangan dan anggota badan masih seperti tunas atau benjolan. Pada minggu ini terjadi pembentukan awal hati, pankreas, paru-paru, kelenjar tiroid, dan jantung. Pembuluh-pembuluh nadi di bagian kepala kian jelas terbagi-bagi menurut tugas masing-masing. Di minggu ini rongga mulut sudah tampak. Begitu juga struktur mata sudah terbentuk meski masih berjauhan letaknya. Di tengah-tengah wajah muncul tonjolan hidung. Ruas-ruas tulang belakang sudah terbentuk meski masih terlihat samar.

Perkembangan Janin Minggu ke-7

Di minggu ini embrio diperkirakan berukuran sekitar 11-17 mm. Jantung sudah terbentuk lengkap dan lebih sempurna. Saraf dan otot bekerja bersamaan untuk pertama kalinya. Bayi mempunyai refleks dan bergerak spontan (anda belum dapat merasakannya). akhir minggu ini otak akan terbentuk lengkap. Bagian hidung, bibir, lidah dan gigi mulai terbentuk, begitupula cikal bakal mata yang terlihat berwarna hitam tanpa kelopak. Tunas-tunas lengan sudah menyiku, sementara jari-jari tangan pun sudah mengarah terpisah satu sama lain. Sedangkan pemisahan jemari kakinya samar terlihat, meski telapak kakinya masih rata. Tunas tangan yang lebih cepat tumbuh ketimbang tunas kaki inilah yang agaknya bisa menjawab pertanyaan mengapa bayi kelak lebih dulu belajar memegang benda-benda di sekitarnya ketimbang belajar berjalan.

Perkembangan Janin Minggu ke-8

Embrio sekarang berukuran panjang sekitar 25-30 mm. Kepalanya membulat dan wajah polos kekanak-kanakan mulai tampak nyata dengan tertariknya bagian antara dahi dan pangkal hidung ke arah dalam. Lengan dan kaki sudah terbagi menjadi komponen paha, kaki, tangan, lengan, dan bahu. organ reproduksinya mulai terbentuk begitu juga dengan kartilago dan tulang. Telinga luar sudah terbentuk sempurna, dan mata membentuk pigmen. Pada akhir minggu ini, janin sudah mampu mendengar. Didalam otak, jaringan saraf berhubungan dengan lobi penciuman di otak. jantung sudah memompa dengan kuat dan irama teratur.
Pergerakan pertama janin dapat dideteksi melalui USG. Tubuh yang ringkih ini pun mulai bisa bergerak secara tak teratur, yang jika dijumlahkan rata-rata sebanyak 60 kali gerakan dalam sejam. Pada minggu ini, perut dan ronga dada sudah terpisah dan otot mata serta bibir bagian atas terbentuk. Jaringan kulit, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak mulai terbentuk. Jantung berdetak dengan frekuensi 120 kali/menit. Ronga mulut, cikal bakal gigi dan lidah, alat kelamin, serta sel-sel pembentuk bulu mata mulai berkembang. Seluruh organ internal janin sudah terbentuk.

PESAN

  • Pada saat ibu menyadari tentang kehamilan ini, calon bayi sudah tumbuh cukup lama sehingga ibu perlu mengejar pemasukan zat gizi yang diperlukan antara lain : zat pembangunan, zat tenaga, zat pengatur/vitamin dan mineral utamanya zat besi.
  • Sebelum turun dari tempat tidur, makan sesuai, misalnya makan kue biskuit.
  • Makan porsi kecil tetapi sering, mudah dicerna tidak terlalu berbumbu dan banyak minum air buah segar
  • Pemberian zat besi tablet

Mengatasi keluhan hamil muda antara lain:

  • Dengan menyadari peristiwa kehamilan , adalah hal yang kodrati yang dialami oleh semua perempuan dan mohon kepada Tuhan semoga proses kehamilan berjalan lancar, selamat sampai masa persalinan dan nifas.
  • Hati-hati dengan pemberian obat-obatan yang dimakan untuk mengatasi keluhan pusing-pusing, pana dan sebagainya seperti : antalgin, tetracilin dan sebagainya, karena obat-obatan tersebut dapat berakibat pada pembentukan organ-organ tubuh vital.
sumber : www.bidanku.com

Selasa, 08 September 2009

Kehamilan Usia 1 Bulan




Perkembangan Janin Usia 1 Bulan. Pada mingu pertama terjadi pembuahan sel telur oleh sperma, di mana terjadi juga proses pertukaran kromosom dari sel sperma dan sel telur yang mengandung gen pembawa sifat bagi janin. Bersamaan dengan itu, kadar hormon estrogen dan progesteron terus meningkat, yang menimbulkan perubahan-perubahan dalam struktur dan metabolisme tubuh ibu untuk mendukung menumbuhkembangkan janin.Sel t elur yang telah dibuahi akan bergerak menuju rahim. Dalam perjalanan dari ovarium menuju ke rahim, sel telur ini akan terus membelah diri membentuk suatu massa sel, yang disebut blastosis. Setelah tiba di rahim, blastosis akan menempel (implantasi) di dinding rahim. Dengan berakhirnya ini, Ibu tidak akan mendapat haid.

Juga terjadi perdarahan, yang kebanyakan perempuan mengartikannya sebagai darah haid. Perdarahan yang terjadi adalah dampak dari implantasi sel telur pada dinding rahim. setelah terjadi implantasi atau menempelnya zigot pada dinding rahim, akan mulai terjadi pelepasan hormon HCG (untuk menilai tes kehamilan). Bagian embrio yang tidak melekat pada rahim akan tumbuh. Tulang belakang, tulang ekor, tulang iga,dan sistem syaraf pusat mulai terbentuk. Begitu pula jantung dan jaringan pembuluh darah. Akan terbentuk dua buah lubang pada wajah pada janin. Lubang ini akan terisi oleh mata. Pada mingu kelima ukuran bayi anda sekarang kira-kira sebesar biji apel dan pada minggu ini di sebut sebagai embrio. bayi anda sudah mempunyai detak jantung sendiri.

plasenta dan tali pusat sudah bekerja sepenuhnya pada minggu ini. vesikel-vesikel otak primer mulai terbentuk, dan sistem saraf mulai berkembang. Jantung mulai berfungsi dan berdetak, memompakan darah ke seluruh bagian tubuh janin. Sel-sel mulai membentuk cikal bakal organ seperti cikal bakal ginjal, rahang bawah, tulang-tulang leher, wajah, tangan, serta kaki. Pada akhir minggu keempat, ukuran janin yang berbentuk 1.000 kaki lebih besar daripada sel telur yang dibuahi.

Pesan

Pada bulan pertama ini, ibu hamil harus menjaga janin sebaik mungkin. Janin yang masih dalam proses pembentukan awal memiliki kondisi yang lemah. Karena itu, masa ini disebut masa kritis.
Untuk persiapan mental; pertama yakinkan dan beri dukungan dulu suami kepada isteri bahwa sekarang telah menerima anugerah yang sungguh luar biasa dari Tuhan (ingatlah kepada pasutri yg bertahun-tahun belum dikarunia), yang harus dipelihara dijaga dan dirawat dengan baik (tentunya hal ini banyak memerlukan pengorbanan, dan ingatkan pengorbanan ini nggak gampang, kedepannya ibu hamil akan banyak mengalami perubahan-perubahan), untuk suami, beri dia dukungan dan perhatian lebih dari biasanya, serta ciptakan suasana rumah anda yang harmonis, bahagia dan tenteram. Jaga atau bantu isteri ketika menghadapi berbagai macam tekanan dan permasalahan. Ingatkan terus, bahwa dia sekarang sedang berbadan dua, artinya psikologis ibu akan mempengaruhi janin yg sedang dikandungnya. Terus Jangan lupa berdoa. Perubahan emosi yang labil sudah mulai terlihat. Calon ibu kadang marah/bahagia/sedih secara tiba-tiba tanpa alasan jelas. Lingkungan sekitar ibu hamil sebaiknya memahami dan mengerti kondisi ini. Buatlah kondisi yang nyaman bagi bu hamil, dan jangan sampai kondisi emosional ibu yang labil menjadi semakin buruk.
Untuk persiapan fisik, mulai sekarang jaga stamina ibu hamil jangan terlalu capek juga jangan terlalu diam. Banyaklah makanan bergizi terutama sayuran dan buah-buahan, banyak minum air putih, minum susu untuk ibu hamil (kalo bisa 2x sehari), minumlah multivitamin selama kehamilan. Pada masa kritis ini sebaiknya ibu menjaga fisik engan baik dan jangan sampai mengalami stress. Jangan pernah memukul bagian perut secara lembut, apalagi keras.
Makan makanan bergizi, dan mulailah berkonsultasi dengan dokter kandungan ataupun bidan.

Terjadinya Kehamilan...


Terjadinya Kehamilan


Terjadinya kehamilan. Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan hamil (Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur yang telah matang. seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma. Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi).

Jika perempuan tersebut berada dalam masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang, maka terjadilah pembuahan.Pada proses pembuahan, hanya bagian kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel telur.Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat dibuahi oleh satu sperma.

Inti sel telur yang sudah dibuahi akan mengalami pembelahan menjadi dua bagian setelah 30 jam. 20 jam kemudian inti sel telur ini akan kembali membelah menjadi empat bagian. Tiga sampai empat hari setelah pembuahan, sel akan sampai di bagian uterus.Dalam jangka waktu satu minggu setelah perubahan, akan dihasilkan suatu massa sel yang berbentuk ola sebesar pentol jarum, yang disebut (blastocyt). Dalam proses selanjutnya, yaitu sekitar 5 hari berikutnya, blastosis akan menempel dan terimplantasi kedalam endometrium.


Selama dua hingga empat minggu pertam perkembangan, blastosis medapatkan nutrien dari endometrium. Pada masa perkembangan ini, akan berbentuk plasenta. Plasenta merupakan organ berbentuk cakram yang mengandung pembuluh darah maternal (ibu) dan embrio. Melewati plasenta inilah, embrio akan mendapatkan nutrisi dari maternal. Melalui lasenta ini juga terjadi pertukaran gas-gas respirasi dan pembuangan limbah metabolisme embrio. Darah dari embrio mengalir ke plasenta melalui arteri tali pusar dan kembali melalui vena pusat dan melewati hati embrio.

sumber : www.bidanku.com

Sabtu, 05 September 2009

KB alami


KB Alami adalah salah satu metode KB berdasarkan
timing (waktu) berhubungan seks sesuai dengan siklus haid wanita. Istilah lainnya "rythm methode", "safe periode", "abstinence" atau akhir2 ini disebut sebagai "fertility awareness". Mengingat begitu banyaknya keluhan wanita pemakai KB yang ada saat ini maka tidak ada salahnya untuk mencoba metode ini. Metode ini tidak hanya satu cara saja melainkan terdiri atas 5 cara:
1. Metode Suhu Basal tubuh
2. Metode lendir cervix/ovulasi
3. Methode Sympthotermal
4. Metode Kalender
5. Amenorea Laktasi (tidak haid selama menyusui)
Apapun methode yang dipakai, ada 2 hal yang terpenting yaitu: minta petunjuk/latihan profesional dan konsisten dalam menjalani metode yang dipilih.

Metode Suhu Basal Tubuh
Suhu basal adalah suhu tubuh sebelum ada aktifitas apapun, biasanya diambil pada saat bangun tidur dan belum meninggalkan tempat tidur. Suhu basal tubuh akan meningkat setelah ovulasi. Pencatatan suhu dilakukan setiap hari pada sebuah tabel/kertas grafik
Contohnya grafiknya seperti ini :

Metode Lendir Serviks
Metode berdasarkan lendir serviks yang muncul dalam siklus wanita. Lendir ini dicek di vagina. Sesudah haid vagina biasanya kering. Setelah itu muncul lendir yang lengket (sticky). Sesaat sebelum ovulasi, lendir berubah menjadi basah dan licin (wet and slippery). Hari terakhir basah karena lendir ini biasanya bersamaan dengan ovulasi.

Metode Sympthotermal
Metode ini menggabungkan kedua metode diatas. Selanjutnya wanita disuruh mencari tanda tanda ovulasi lainnya yaitu: nyeri perut (cramps), spotting dan perubahan posisi serta konsistensi serviks. Metode ini sedikit lebih unggul karena mengkombinasi berbagai variabel. Tetapi tetap juga memiliki keterbatasan.

Methode Kalender
Sudah pernah dijelaskan dengan memakai gadget (BACA DISINI). Kalau kebetulan nggak punya komputer yang ada internetnya, dapat melakukan penghitungan secara manual. Tetapi sebelumnya harus dicatat siklus haid selama 6 bulan. Yang paling normal haid adalah 28 hari, tetapi masih dianggap normal jika antara 21-35 hari. Masa subur awal didapatkan dengan siklus terpendek dikurangi 18 dan akhir masa subur adalah siklus terpanjang dikurangi 11. Misalnya siklus terpendek 25 hari dan terpanjang 35 hari, maka waktu subur adalah antara hari ke 7 s/d 24.

Metode Amenorea Laktasi
Pada periode menyususi sering wanita menjadi tidak haid akibat hormon laktasi. Ternyata disamping haid, ovulasi juga ikut terhambat. Supaya methode ini bekerja dengan baik, ibu2 harus memberikan ASI saja (eksklusif). Interval menyusui pada malam hari tidak melebihi 6 jam dan interval siang tidak lebih 4 jam. Semakin sering dan lama bayi menyusui maka semakin kecil ovulasi akan timbul. Dalam 6 bulan pertama jika diterapkan dengan benar angka kehamilannya hanya 2 %. Jika perdarahan (haid) muncul maka kemungkinan hamil semakin muncul.

Terakhir Metode KB Alami hanya akan bekerja dengan baik jika pasangan selalu menerapkannya dengan tepat. Pastikan anda mengerti betul akan metode yang akan dipilih.

Sebagai tambahan metode ovulasi sekarang dapat di cek dengan test kit prediksi ovulasi. Jadi gunanya bisa untuk mempermudah kehamilan juga bisa untuk menghindari kehamilan.
Sumber : ACOG

Makanan untuk Anak 2 Tahun


Aneka resep untuk Balita





1. Nasi tim ayam
Bahan:
80 gr nasi aron (setengah matang)
100 gr wortel di parut
50 gr tomat diiris
50 gr daging ayam giling
1 butir kuning telur
garam secukupnya air secukupnya
Cara memasak
Campurkan semua bahan menjadi satu
Masukkan ke dalam mangkuk tahan panas dan beri air sampai semuanya terendam
Masukan mangkuk tadi kedalam risopan dan tertutup lalu tim sampai Matang.
Siap untuk disajikan

2. Nasi tim hati tempe
Bahan :
80 gr nasi aron (setengah matang)
100 gr labu kuning ,diiris kecil
50 gr tomat masak diiris kecil
50 gr hati ayam diiris kecil
50 gr tempe diiris kecil
garam secukupnya
Cara membuatnya Sama dengan yang di atas

3. Tim tahu lezat
Bahan :
50 gr wortel diparut
50 gr tahu dihancurkan
50 gr tepung beras merah atau putih
garam secukupnya
500 cc air
20 gr daun bayam diiris halus
50 gr tomat diiris kecil
Gula pasir secukupnya
Cara memasaknya
Masukkan wortel.tahu, tepung beras,dan air dalam mangkuk tahan panas
kemudian ditim Selama
ditim mangkuk harus tertutup, sambil sekali- kali isinya diaduk,setelah
setengah masak masukkan
bayam lalu aduk lagi masak sampai tim betul2 lunak ,lalu angkat dan haluskan
dengan blender kalau
ada kemudian saringlah dan hidangkan dengan air tomat
Cara membuat air tomat
Rendam tomat dalam air panas yang baru mendidih kira2 10 menit,lalu Angkat
hancurkan dan saring, tambahkan 100 cc air dan sedikit gula balita dibawah
usia 6 bulan dapat disaring / dihaluskan terlebih dahulu

4 Rawon
Bahan : daging sapi ( jangan yang berlemak),
daun sop,
kecambah (yangpendek)
Bumbu :
ketumbar, bawang merah,putih, cabe merah( buang bijinya),kemiri,sereh,daun
jeruk, lengkuas
dan tentunya kluwak ( warna hitam )
Caranya :
* Daging direbus hingga empuk, terus potong dadu.
* Semua bumbu dihaluskan kecuali sereh, daun jeruk, lengkuas, kemudian di
tumis pakai
minyak sedikit, masukkan lengkuas,sereh, daun jeruk.
* Masukkan bumbu pada kaldu daging dan masukkan dagingnya. Tambahkan gula
sedikit
sebagai ganti penyedap.
* Kalau sudah matang masukkan daun so yang sudah diiris kasar.
* Setelah matang sajikan bersama kecambah dan tempe goreng.
Tips : bawang putihnya hanya digeprek biar aromanya terasa, jangan ditumbuk
halus.

5. Orak arik buncis / kubis
Bahan ; buncis/kubis, telur ayam, bakso
Bumbu : merica, bawang putih,
Caranya :
* Buncis/kubis diiris lembut sekali.bakso diiris kasar
* Tumis semua bumbu, masukkan bakso dulu + sedikit air setelah matang baru
sayurnya .
Kalau sudang matang beri kocokan telur, aduk-aduk sampai rata.Sesudah matang
taburi
dengan bawang goreng. Sajikan dengan nugget ayam.

6. Terik tahu
Bahan : tahu kulit, daging sapi, telur puyuh, santan kelapa
Bumbu : bawang merah,putih,ketumbar, kemiri, salam, laos, gula merah sedikit
Caranya :
* Rebus daging higga empuk, potong-potong melintang. Ambil kaldu yang
sudahdingin,
masukkan dalam kelapa.
* Bagi santan menjadi 2, yang encer & kental.
* Tumis bumbu,masukkan santan encer sedikit bersama dengan daging, tahu
telur, biarkan
sampai meresap.
* Pakai api kecil), setelah meresap tambahkan sisa santan encer, terakhir
santan kental.Sajikan
bersama lalap ketimun dan kemangi.

7. Rolade daging
Bahan : daging cincang, ati cincang,telur, roti tawar buang kulitnya.
Bumbu : lada, bawang putih,bawang bombay cincang
Caranya :
* Semua bahan dicampur jadi satu masukkan bumbu, siapkan plastik/kertas
roti/daun pisang
untuk membungkus. taruh semua adonan dalam alas daun pisang,kemudian gulung,
semat
ujungnya dengan lidi.Kukus sampai matang. Setelah dingin,masukkan dalam
kulkas. Setelah
mengeras potong-potong.
* Siapkan telur, kocok lepas, masukkan rolade daging ke dalam kocokan telur,
goreng .
* Rolade ini bisa disajikan sebagai semur, atau dimakan dengan pasta tomat.
* Untuk membuat rolade ikan atau sayur caranya sama,cuma kalau ikan
* Bumbunya lebih lengkap al ketumbar, bawang putih, kencur,sedikit jahe.
* Sajikan hangat-hangat dengan bermacam-macam sayur tumis.

8. Tahu isi telur.
Bahan : tahu cina, daging cincang, telur puyuh.
Bumbu : mrica, bawang putih.
Caranya ;
* Masak daging cincang hingga matang, tambahkan bumbu ketumbar + salam.
biarkan sampai
airnya habis.
* Tahu dihaluskan sampai lembut, beri mrica+garam. Campur dengan daging
cincang.
* Ambil cetakan ( terserah mau bentuk apa ), olesi cetakan dengan
minyak/mentega, masukkan
adonan tahu dan ditengahnya dihiasi telur puyuh, kukus hingga matang.
setelah dingin,
keluarkan dari cetakan dan masukkan ke kulkas.Setelah keras, gulingkan dalam
kocokan telur
dan goreng.Bisa disajikan dengan pasta tomat dan berbagai macam sayur tumis.
sumber : bunda-online

Selamat berkreasi...

Jumat, 04 September 2009

Persiapan mengajak bayi jalan2


Bayi juga bisa jenuh, lo, kalau di rumah terus. Sesekali ia perlu diajak bepergian. "Itu penting untuk pengenalan lingkungan. Dia bisa beradaptasi dengan orang dan alam sekitar. Baik itu lingkungan tetap maupun yang bergerak," ujar dokter spesialis anak RSIA Hermina Podomoro, dr. Erita Ilyas, Sp.A.

Meski begitu, anak usia di bawah 28 hari, tak disarankan untuk diajak bepergian. Alasannya, bayi seusia itu masih riskan beradaptasi dengan lingkungan luar. "Idealnya, sejak ia menginjak usia 6 bulan. Di umur itu, bayi sudah mendapat sejumlah imunisasi untuk daya tahan tubuhnya. Ia juga sudah bisa melihat dan mengenal benda-benda di lingkungannya, di samping sudah bisa didudukkan, berlatih jalan, atau bicara," terang Erita.

Memang, lanjutnya, bayi umur 1-2 bulan juga sudah boleh diajak bepergian. Cuma, kemungkinan ia ketularan penyakit, misalnya, amat besar. "Misalnya, ketemu orang, lalu dipegang-pegang dan pulangnya jadi pilek atau batuk. Kita, kan, tak tahu persis, ia ketularan orang tadi atau ada virus yang menyebar," jelasnya. Jadi, simpul Erita, kalau di rumah ada yang menjaga si kecil, "Lebih baik ditinggal di rumah saja."

Nah, agar bepergian dengan bayi jadi menyenangkan dan aman, tentu perlu perencanaan dan persiapan matang. Apa saja?

TUJUAN & KESEHATAN
Meski cuma belanja ke mal atau ke tempat rekreasi, tentukan jarak dan waktu tempuhnya. Sedapat mungkin, hindari bepergian pada jam sibuk sehingga terhindar dari kemacetan.

Perhitungkan pula berapa lama akan berada di tempat tujuan. Ingat, ada si kecil yang harus diperhatikan jadwal hariannya, seperti jam tidur atau jam makan. Jika kita molor, otomatis jadwal si kecil jadi terganggu. Akibatnya, ia jadi rewel dan acara jalan-jalan pun jadi tak menyenangkan.

Begitu pula jika ingin mengajaknya ke luar kota atau bahkan ke luar negeri. Perhatikan jarak, lama, dan kegiatan apa saja yang bakal dilakukan. Dengan demikian kita bisa menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan, terutama bagi si bayi.

Jangan lupa cek kesehatannya. Kalau kondisinya sedang turun, sebaiknya tunda atau urungkan perjalanan. Pemeriksaan yang lebih teliti dengan bantuan ahli (dokter), amat disarankan jika si kecil akan diajak bepergian jauh. Konsultasikan tentang apa saja yang harus Anda perhatikan sebagai bekal selama bepergian.

Jika ada obat yang harus dimakan si bayi, pastikan Anda mempunyai cukup obat untuk selama perjalanan. Sediakan salinan resepnya untuk menjaga kemungkinan jika cadangan obat tersebut hilang atau tumpah. Bila ada obat yang harus disimpan di lemari es, tanyakan pada dokter apakah ada obat pengganti yang tak perlu disimpan di lemari es.

Mintalah obat pertolongan pertama untuk menjaga kemungkinan si bayi sakit. Ada baiknya Anda mempunyai nama dan alamat dokter anak di tempat tujuan, terutama untuk perjalanan panjang.

MAKANAN
Kalau cuma ke mal atau pasar swayalan, tentu tak perlu repot-repot bawa makanan serba lengkap. Apalagi bila di tempat itu kita bisa dengan mudah menemukan makanan yang cocok untuk si bayi. Yang pasti, susu (bila menyusu dari botol) dan makanan ringan perlu disediakan.

Untuk perjalanan jauh, bawalah cadangan makanan lebih banyak daripada yang Anda perhitungkan. Jangan beranggapan, "Ah, di perjalanan juga pasti ada." Selain susu, bawalah makanan padat maupun ringan seperti biskuit. Bisa juga menyiapkan makanan dalam kemasan seperti bubur susu atau bubur tim yang mudah diolah.

Jangan lupa peralatan minum dan makan si bayi. Siapkan minimal dua botol susu, jika bayi tak menyusu ASI. Satu botol untuk diminum dan satunya lagi untuk persediaan. Taruh di tempat penghangat susu. Ada baiknya membawa sejumlah sendok plastik ukuran kecil untuk menyuapi bayi di perjalanan. Jika tak ada sarana untuk mencucinya, Anda dapat langsung membuangnya.

Ingatlah, bawa bayi bepergian setelah ia makan. "Kita harus mengikuti jadwal makan bayi, bukan jadwal makan kita!" tukas Erita. Bila si bayi belum waktunya makan, berilah makanan ringan. Perhatikan pula jadwal makan bayi selama bepergian. "Jika tidak, si bayi bisa kedinginan dan akan cepat jatuh sakit," tukasnya.

PAKAIAN
Berapa banyak pakaian yang harus dibawa, sesuaikan dengan tempat tujuan dan lamanya bepergian. Jika hanya bepergian ke swalayan atau mal, cukup membawa beberapa diapers dan pakaian ganti. "Jangan lupa kenakan topi ke mana pun ia diajak pergi. Soalnya, ubun-ubunnya masih terbuka dan tipis," kata Erita.

Jika bayi akan diajak ke daerah panas, bawa pakaian dari bahan yang menyerap keringat. Sebaliknya, jika ke daerah dingin, jangan lupa membawa baju hangat, selimut, kaos kaki, topi, dan jaket. "Kalau bagian kepala, tangan, dan kaki ditutupi, bayi tak cepat terkena dingin. Juga mencegah pengeluaran panas berlebihan dari tubuhnya, sehingga panasnya tetap di dalam tubuh bayi," terang Erita.

Bawalah diapers dalam jumlah cukup untuk satu kali perjalanan. Ditambah beberapa cadangan untuk kemungkinan perjalanan tertunda atau jika bayi mengalami sakit perut yang sering terjadi dalam perjalanan.

KENDARAAN
Bepergian dengan sepeda motor, menurut Erika, kurang dianjurkan. Sebab, selain berbahaya karena terutama kemungkinan terjadi kecelakaan, bayi akan terkena banyak debu dan bisa menyebabkannya masuk angin.

"Kalau bisa, hindari pula kendaraan umum seperti bis atau kereta api," anjurnya. Sebab, di angkutan umum, bayi akan bertemu banyak orang. Dikhawatirkan ia tertular penyakit karena daya tahan tubuhnya tak seperti orang dewasa. Organ tubuhnya pun masih belum sempurna, belum stabil, dan sedang dalam pembentukan. "Kita, kan, enggak tahu apakah orang-orang itu berpenyakit atau tidak. Bisa saja bayi terkena virus yang cepat tersebar dari bersin orang, misalnya, sehingga si bayi terserang influensa," tuturnya.

Sebaiknya, anjur Erita, pakailah mobil pribadi. Selain lebih aman untuk kesehatan si bayi, di dalamnya memuat si bayi bersama orang-orang yang sudah dikenalnya seperti orangtua atau keluarga dan babysitter-nya. Juga, perjalanan dengan kendaraan pribadi membuat Anda bisa mengatur waktu. "Bila jarak yang ditempuh cukup panjang, usahakan berhenti setiap dua jam sekali. Lalu bawa si bayi keluar mobil sekadar untuk membuatnya bergerak bebas atau beri susu," anjurnya.

Erita juga mengingatkan, "Jangan pernah meninggalkan bayi di dalam mobil yang diparkir. Berbahaya sekali!" Bahkan dengan jendela yang terbuka sekalipun. Karena mobil dapat segera memanas menjadi seperti oven yang dapat mematikan.

Kalau terpaksa naik kereta api, sebaiknya pesan tiket beberapa hari sebelumnya agar dapat memilih gerbong dan tempat duduk yang nyaman bagi si bayi. Jangan lupa pilih gerbong yang bebas rokok. Jika kereta apinya padat penumpang dan perjalanan akan panjang, lebih baik Anda juga membeli tiket tempat duduk untuk si bayi.

Untuk mengatasi rasa bosan si bayi karena perjalanan yang panjang, selain memberinya mainan, Anda dapat mengajaknya melihat ke luar jendela kereta. Tunjukkan dan beri tahu apa saja pemandangan di sana, entah rumah-rumah penduduk, pepohonan, orang-orang, maupun binatang.

Jika oleh suatu sebab Anda hanya pergi berdua saja dengan si bayi, jangan pernah menitipkannya pada orang tak dikenal (sesama penumpang). Jangan pula meninggalkan si bayi sendirian, apalagi bila sudah mendekati stasiun perhentian. Apa alasannya, Anda tentu sudah paham.

Perjalanan dengan pesawat akan lebih cepat sampai ketimbang naik kereta api. Hanya perlu diperhatikan pengaruh tekanan udara yang tinggi terhadap telinga. Untuk mengurangi tekanan udara, beri si bayi empeng dot. Ia juga perlu diberi minum banyak selama perjalanan untuk menghindari kekeringan, mengingat perjalanan udara sifatnya mengeringkan. Jika Anda menyusui, Anda pun harus banyak minum.

Selama di perjalanan, akan lebih baik jika si bayi tetap berada dalam pangkuan atau dekapan Anda. Selain akan memberinya rasa hangat, secara psikologis si bayi akan merasa aman dan terlindungi. Ia merasa tenteram dalam kasih sayang ibu. "Jangan taruh bayi di keranjang atau diberikan pada babysitter. Tapi perlakukan ia senormal dan sealami mungkin bahwa Anda memberikan kasih sayang pada anak," kata Erita.

TEMPAT MENGINAP
Sebaiknya pesan tempat jauh-jauh hari kendati bukan di musim liburan. Jadi Anda bisa punya banyak waktu untuk mencari informasi dan memilih hotel yang baik. Ingat, Anda mengajak si kecil.

Yang terpenting, hotelnya harus bersih. Kalau tidak, dikhawatirkan terjadi penularan penyakit, terutama penyakit kulit. Bisa lewat handuk, selimut, seprei, dan sabun. Biasanya penginapan yang baik akan memperhatikan faktor kebersihan. Bila mungkin, carilah hotel yang mempunyai layanan untuk keperluan keluarga.

Perhatikan keamanan kamar hotel begitu Anda tiba, terutama benda-benda tajam atau gelas yang bisa pecah dan stop kontak listrik. Apalagi jika si bayi sudah merangkak atau mulai berjalan. Selalu gunakan alas setiap kali Anda hendak mengganti popok/diapers maupun kala si bayi tidur atau bermain di lantai kamar hotel.

IKLIM
Biasanya bayi akan gelisah begitu tiba di tempat baru. Ia menjadi rewel atau cengeng. Ini wajar saja, karena ia harus menyesuaikan diri. Apalagi jika ia mengalami perubahan iklim/cuaca dari panas ke dingin atau sebaliknya. "Kira-kira 1-2 hari bayi akan gelisah. Mulanya mungkin ia akan menangis, tapi lama-lama tidak lagi. Setelah itu ia bisa menyesuaikan diri," terang Erita.

Nah, agar si bayi mudah beradaptasi dengan lingkungannya yang baru, bantulah ia. Misalnya, jangan sampai si bayi kedinginan atau kepanasan. Erita mengingatkan, perubahan iklim bisa menyebabkan bayi alergi seperti bersin-bersin dan pilek, kendati tak secara langsung. Maksudnya, jika daya tahan tubuh bayi menurun karena perubahan iklim tersebut, maka ia akan mudah jatuh sakit. Nah, untuk mempertahankan daya tahan tubuhnya, si bayi harus diberi makanan bergizi yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin.

Khusus perubahan ke daerah dingin, asupan makanan pada bayi harus benar-benar diperhatikan. Kalau tidak, bayi akan mengalami kedinginan sementara tubuhnya tetap melakukan pembakaran. Akibatnya, si bayi jatuh sakit. Sebaliknya di daerah panas, kebutuhan cairannya lebih banyak. Bayi harus diberi banyak minum.

"Sebenarnya bayi mudah, kok, menyesuaikan diri di tempat baru," ujar Erita. Yang sulit justru menyesuaikan dengan orang baru, terutama pada bayi usia di bawah 3 bulan. Tapi hal ini dapat segera teratasi asal si bayi dibiasakan mengenal orang baru tersebut. Nah, selamat jalan-jalan!
Dedeh Kurniasih-nakita

Mengajak Arfa Mudik


Agar Bayi Tetap Sehat Saat Mudik

Mudik tentu saja merepotkan, apalagi bila kita harus membawa bayi. Mereka masih sangat rentan terhadap penyakit. Nah, bagaimana mempersiapkan kesehatan bayi agar kesehatannya tetap terjaga.

Mudik, bagi sebagian keluarga Indonesia sudah merupakan 'tradisi', apalagi kegiatan mudik umumnya dilakukan saat menjelang hari raya tiba. Namun, mengajak bayi mudik, harus dilakukan dengan hati-hati. Perjalanan jauh dan lingkungan yang tidak selamanya sehat selama perjalanan, bisa menyebabkan si kecil menjadi kelelahan dan daya tahan tubuhnya menurun.

Menurut Dr. Syarif Rohimi, Sp.A, dokter anak di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, diare bisa saja terjadi tiba-tiba dalam perjalanan mudik. Ini disebabkan masuknya kuman atau bakteri ke dalam tubuh bayi atau balita. Akibatnya, anak buang-buang air atau diare sepanjang perjalanan. Penyakitnya akan menjadi semakin parah jika si kecil mengalami dehidrasi tingkat tinggi (kekurangan cairan dalam jumlah besar).

Perhatikan Faktor Kenyamanan

Menurut Syarif, selain faktor kelelahan akibat perjalanan yang jauh, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kesehatan bayi dan balita. Misalnya faktor lingkungan yang berbeda, memungkinkan si kecil terserang kuman atau virus lain yang berbeda, dimana tubuh bayi belum mempunyai daya tahan terhadap kuman atau virus tersebut.

Penyakit-penyakit yang mungkin menyerang bayi pada saat mudik, umumnya adalah, demam, batuk, pilek, diare, kejang, dan pusing. Kecuali, jika sebelumnya anak mengidap penyakit tertentu, seperti asma, TBC, jantung, epilepsi, maag atau lainnya. Jika memang si kecil mengalami hal seperti ini, orangtua harus lebih siap saat membawanya mudik.

Di sisi lain, tidak semua bayi akan mengalami sakit bila diajak mudik atau melakukan perjalanan jauh. "Sepanjang vitalitas (kekuatan) anak memang baik, serta keamanan dan kenyamanan di perjalanan cukup terjamin, bisa saja si kecil tidak mengalami gangguan kesehatan, baik dalam perjalanan 'pulang kampung' ataupun saat ia balik nanti," tuturnya.

Unsur paling penting, lanjut Syarif, adalah terjaminnya faktor kenyamanan saat perjalanan sehingga vitalitas si kecil tidak menurun. Faktor kenyamanan ini, bisa mengenai alat transportasi yang digunakan atau pun penginapan di perjalanan dan juga rumah yang ditinggali saat melakukan mudik di kampung halaman.

"Tapi bila kenyamanan selama perjalanan dan saat di kampung halaman tidak terjamin, akan sangat mungkin anak mengalami penurunan daya tahan tubuh," tukasnya. Selain itu, perbedaan cuaca juga sangat berpengaruh bagi daya tahan tubuh anak. Oleh sebab itu, ada baiknya si kecil selalu berada dalam keadaan terlindung. "Jika udara dirasa cukup dingin, mereka harus tetap nyaman dalam kehangatan. Sebaliknya jika udara panas menyengat, tubuh mereka juga tidak boleh sampai mengalami serangan panas."

Kelengkapan Penunjang
Membawa bayi mudik - terutama dengan perjalanan yang jauh, yang perlu diperhatikan pula adalah faktor kelengkapan penunjang lainnya. Misalnya, makanan untuk si kecil. Bagi Syarif, makanan untuk bayi dan balita ada baiknya jangan sampai terlupakan. "Usahakan memberi makan bayi atau balita, makanan yang memang sudah ia kenal sehari-hari."

Bila bayi masih harus diberi ASI, sebaiknya tetap diberikan. Tapi bila ia sudah disapih, kita bisa memberinya bubur susu atau nasi tim. "Jangan sekali-sekali memberi bayi makanan yang dibeli di luar, sebab kebersihannya belum tentu terjamin," ungkapnya. Memberi bayi makanan di luar, bisa meningkatkan resiko si kecil terserang berbagai macam penyakit.

Perlengkapan baju yang cukup, juga menjadi salah satu pendukung dalam menjaga kesehatan bayi selama mudik. Perbedaan temperatur udara maupun cuaca di kampung halaman, membuat tubuhnya harus beradaptasi. Agar tubuhnya tidak 'kaget', maka orangtua harus mengantisipasinya dengan pakaian yang mendukung.

Apabila daerah tujuan atau kampung halaman mempunyai cuaca yang lebih dingin dibanding tempat tinggal kita, upayakan si kecil menggunakan pakaian yang hangat dan tebal untuk menjaga kehangatan tubuhnya. Sebaliknya, bila iklimnya lebih panas, maka usahakan untuk memakaikan pakaian yang mampu menjaga kelembaban tubuhnya dan mampu meresap keringat untuk menghindari terjadi ruam.

Begitu pun saat memandikan bayi. Meski terlihat jernih dan bersih, namun belum tentu air tersebut tidak mengandung kuman yang bisa menyebabkan penyakit. Jadi, tak ada salahnya untuk menggunakan sabun antiseptik atau kesehatan kulit. Untuk berjaga-jaga kalau kulit si kecil tidak cocok dengan air ditempatnya yang 'baru'. Dengan sabun antiseptik, akan membantu membunuh kuman dari air yang menempel pada kulitnya.

Bila Si Kecil Sakit
Apabila segala usaha telah dilakukan untuk menjaga kesehatan si kecil saat mudik, telah dilakukan. Namun bila daya tahan tubuh si kecil menurun, maka berbagai penyakit masih bisa masuk ke tubuhnya. Nah, bila ternyata si kecil sakit, ada baiknya orangtua tetap tenang sambil berusaha agar penyakit yang diderita si kecil tidak berlarut-larut atau semakin memburuk.

Bila si kecil terserang diare, terang Syarif, yang perlu dilakukan adalah dengan memberikannya minum yang cukup dan tetap memberi ia makanan - asal yang lunak, misalnya bubur susu. "Jangan berikan makanan yang bisa memperparah diare, seperti sayuran atau buah-buahan. Selain itu juga jangan lupa memberinya larutan oralit, atau larutan gula dan garam agar tidak dehidrasi."

Untuk penanganan anak yang mengalami demam atau suhu tubuh yang meningkat, orangtua bisa memberikan obat penurun panas khusus anak-anak. Selain itu, karena demam panas bisa menyebabkan dehidrasi ringan, sebaiknya anak diberi banyak minum sehingga ia mengeluarkan air seni dan berkeringat. "Ini akan membantu menurunkan suhu tubuh, karena air seni dan keringat akan membawa keluar serta panas tubuh.

Jika gangguan kesehatan makin parah - misalnya anak yang diare makin sering buang air atau muntah, atau anak yang demam panasnya makin tinggi disertai kejang-kejang - alangkah baiknya jika perjalanan dihentikan di kota terdekat untuk mendapatkan pertolongan dokter. Siapa tahu, si kecil benar-benar membutuhkan perawatan serta suplai obat-obatan yang cukup serius dari tenaga medis.

Seandainya sudah sampai di tempat tujuan, sebaiknya orangtua langsung mendatangi dokter terdekat. Kalau tidak ada, jangan tunda untuk mencari ke kota terdekat untuk mendapat pertolongan. Jangan takut, di rumah-rumah sakit kota kecil sekalipun, biasanya ada dokter jaga di Hari Raya atau hari besar.

Untuk menghindari kondisi yang lebih serius, jangan lupa untuk membawa persediaan obat sebelum melakukan perjalanan. Kotak obat ini bisa berupa bermacam-macam obat untuk P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan obat penurun panas, obat batuk dan lainnya, yang bisa Anda dapatkan di toko bebas atau meminta dari dokter. "Gunanya bila bayi mengalami gangguan selama perjalanan, bisa segera ditangani."

Gangguan Kesehatan Selama Mudik
Demam
Demam biasanya merupakan gejala infeksi kuman. Siapkan fisik anak dengan makanan bergizi seimbang sebelum berangkat. Pastikan ia tidak kekurangan vitamin, karena vitamin mencegah infeksi. Bawa persediaan air minum yang cukup, dan obat turun panas (yang mengandung parasetamol) yang biasa diberikan dokter untuk anak. Siapkan pakaian tipis yang menyerap keringat dalam jumlah cukup.

Diare
Berikan anak makan yang cukup dan bergizi sebelum berangkat. Hindari jajan sembarangan sepanjang perjalanan. Bawa bubuk garam oralit. Sekarang di apotek juga sudah ada oralit dalam kemasan siap minum. Kalau tidak ada, bersiaplah dengan larutan garam dan gula. Siapkan makanan yang lunak dan mudah dicerna (bukan makanan berserat).

Mual dan Muntah
Sediakan kantung plastik untuk menampung muntahnya sewaktu-waktu, tisu (atau tisu basah) untuk menyeka percikan muntahnya, sumber bau-bauan segar (eau de toilette), tisu penyegar, buah jeruk, atau minyak angin/balsem (kalau suka), untuk menghilangkan mualnya. Siapkan obat antimual/mabuk, tanyakan kepada dokter kemungkinan penggunaannya pada si kecil.

Kalau bisa, ajari anak untuk berkonsentrasi melihat pemandangan yang indah, atau melihat benda-benda yang letaknya sangat jauh dari pandangan. Benda-benda yang dekat dengan pandangan akan melintas dengan cepat dan efek visualnya menimbulkan rasa pusing. Apalagi benda yang melintas secara berulang, misalnya jajaran tiang listrik.

Gangguan Kulit
Biang keringat, ruam popok, sampai kulit yang alergi dengan air atau udara, bisa membuat si kecil gelisah selama perjalanan. Pastikan bedak dan sabun mandi si kecil tidak tertinggal. Kalau perlu, bawa obat antigatal. Cukupkan persediaan popoknya. Diapers atau popok sekali pakai memperkecil risiko alergi air atau dingin karena si kecil harus bolak-balik dibasuh setelah pipis. Tapi kalaupun tidak memakai diapers, jangan biarkan si kecil basah atau kotor terlalu lama oleh ompol atau kotorannya. Ingat, bakteri bisa membuat kulit yang gatal mengalami infeksi.

Gangguan Pendengaran
Umumnya terjadi jika perjalanan dilakukan dengan pesawat terbang. Siapkan permen, botol susu, dot atau apa saja yang bisa membuat si kecil mengulum dan menelan selama pesawat tinggal landas. Gangguan pendengaran ringan lantaran suara kelewat bising juga bisa terjadi saat si kecil ada di stasiun kereta api, terpapar langsung oleh suara mesin kereta yang memekakkan. Siapkan sumbat telinga, atau topi tebal yang bisa menutupi kepala dan telinga si kecil sekaligus.

Asma
Anak yang mengidap penyakit asma, kadang suka kambuh pada malam hari. Pastikan tidak lupa membawa obat-obatnya dan selalu menjaga agar anak mendapatkan udara (oksigen) dalam jumlah cukup dan segar. Kalau perlu, buka jendela kendaraan.

Epilepsi
Anak yang mengidap epilepsi harus mendapatkan cukup oksigen selama perjalanan. Usahakan ia tidak menggunakan baju yang ketat, agar tidak kambuh saat dalam perjalanan.

Tindakan Tepat di Saat Mendesak
Jika anak mengalami gangguan kesehatan selama mudik, lakukan segera tindakan berikut ini:

  1. Kenali gejala penyakit dan perkirakan penyebabnya.

  2. Stop dan jauhkan anak dari penyebab penyakitnya. Lalu, berikan pertolongan pertama untuk mengurangi penderitaannya.

  3. Jika masih dalam taraf ringan, atasi dengan persediaan obat-obatan yang ada, dan silakan teruskan perjalanan.

  4. Jika semakin parah dan obat-obatan tidak mempan lagi, sebaiknya hentikan perjalanan di kota terdekat untuk mendapatkan pertolongan dokter.
Sumber: Tabloid Ibu Anak




Cara Menyapih Anak


Menyapih anak kerap kali merepotkan bagi sang ibu. Anak jadi rewel dan sang ibu kadang merasakan sakit pada payudara karena ASI nya masih produksi namun tidak diberikan kepada sang bayi.

Berikut beberapa cara bagi ibu untuk menyapih anak :
Ada waktu untuk menyesuaikan diri Ibu berpedoman pada pemberian ASi Ekslusif selama 6 bulan. Bayi diatas 6 bulan sebetulnya sudah bisa disapih. Disapih bukan berarti lepas memberikan ASI sama sekali namun mengurangi pemberian ASI ibu kepada bayi. ASI tetap menjadi asupan utama tapi bayi juga perlu asupan MPASI untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Untuk itu pemberian ASi kepada bayi dikurangi perlahan-lahan agar bayi dapat beradaptasi bahwa sekarang dia tidak sepenuhnya hanya mengkonsumsi ASI saja, namun sudah ada asupan lainnya.

Konsisten
Bayi yang disapih kadang nafsu makannya akan terganggu dan anak menjadi rewel. Dengan kondisi ini ibu sering tidak tega ataupun tidak sabar dan akhirnya kembali memberikan hasil. Tentu saja hal ini akan mengganggu proses penyapihan. Untuk itu ibu harus konsisten, kurangi jam-jam pemberian ASi dan berikan MPASI yang lebih bervariasi.

Sabar
Harus sabar ya bu… bila anak disapih tentu anak itu sendiri pun merasa tidak nyaman ataupun merasa ada sesuatu yang kurang untuk itu diperlukan pendekatan psikologis terhadap anak dan kesabaran yang tinggi dari sang ibu. Jangan cepat marah dan menyakiti secara fisik hal ini justru akan membuat anak tidak mau makan ataupun minum sama sekali.

Gantikan minum dengan dot
Ini untuk memberikan kemiripan minum melalui puting susu. Namun jangan sampai anak suka ngedot sampai usia 2 tahun. Usahakan usia 2 tahun anak sudah tidak minum dengan dot lagi.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Tumbuh Kembang Anak




I. TUMBUH KEMBANG REFLEK 0 – 5 TH

A. NEONATAL
crossed ekstensor : natal – 2 bulan
flexor withdrawal: natal – 2 bulan
extensor thrust : natal – 2 bulan
moro : natal – 6 bulan
walking reflek : natal – 6 bulan
grasp reflek : natal – 6 bulan

B. POSTURAL
Supporting reaction : natal – 2 bulan
Tonic labyrinthine : natal – 6 bulan
ATNR : 2 bulan – 6 bulan
STNR : 4 bulan – 10 bulan

C. RIGHTING & PROTECTIVE
Neck : natal – 6 bulan
Labyrinthine : 2 bulan – akhir hayat
Landau : 3 bulan – 2 tahun
Optical : 7 bulan – akhir hayat
Body on body : 7 bulan - akhir hayat
Protective extention foward : 6 bulan – akhir hayat
Protective extention sideways : 8 bulan – akhir hayat
Protective extention backward : 10 bulan – akhir hayat
Prone Equilibrium : 6 bulan – akhir hayat
Supine & sitting Equilibrium : 7 bulan – akhir hayat
All-four Equilibrium : 9 bulan – akhir hayat
Standing Equilibrium : 12 bulan – akhir hayat

II. TUMBUH KEMBANG GROSS MOTOR
ü 0 – 4 minggu
~ didominasi posisi flexi
~ gerak didominasi reflek primitif (moro, grasp, walking reflek, dll. )

ü 1 – 2 bulan
~ posisi flexi menurun
~ mulai bisa mengangkat kepala sendiri

ü 2 bulan
~ angkat kepala pada posisi tengkurap15 - 45 derajad

ü 3 bulan
~ angkat kepala sendiri pada posisi tengkurap 45 - 90 derajad

ü 4 bulan
~ angkat kepala pada posisi tengkurap dengan tumpuan lengan bawah
~ tangan ke midline
~ pull to sitting, kepala segaris dengan leher
~ tengkurap sendiri, kadang bisa telentang sendiri

ü 5 bulan
~ angkat kepala pada posisi tengkurap dengan baik
~ angkat panggul pada posisi tengkurap
~ berguling, miring
~ tengkurap, angkat badan dengan lurus
~ tengkurap – telentang sendiri
~ menggapai dengan 1 tangan pada posisi tengkurap

ü 6 bulan
~ duduk dengan kedua tangan menumpu di depan
~ berguling dari tengkurap ke telentang
~ membawa kedua kaki ke mulut
~ helps pull self to sitting
~ posisi airplane

ü 7 bulan
~ berputar dan mendorong diri ke belakang untuk telentang
~ bangkit duduk dengan kepala tegak
~ merayap

ü 8 bulan
~ merangkak
~ duduk tanpa support
~ belajar berdiri

ü 9 – 10 bulan
~ menggapai benda pada posisi duduk
~ berdiri dengan pegangan

ü 10 – 12 bulan
~ bangun sendiri untuk berdiri
~ belajar berjalan dengan dipegangi
~ dapat duduk sendiri

ü 12 bulan
~ berdiri ke duduk
~ berjalan dengan pegangan
~ merambat

ü 13 bulan
~ berjalan sendiri, high guard

ü 15 bulan
~ bangkit sendiri untuk berdiri
~ turun dari kursi dengan menghadap kursi
~ merambat naik ke kursi
~ berlutut dengan pegangan

ü 17 – 19 bulan
~ berjalan dengan baik
~ naik tangga dengan berpegangan
~ berlutut tanpa menyangga

ü 19 – 24 bulan
~ berdiri
~ naik turun tangga
~ menendang bola ke depan

ü 2 – 2,5 tahun
~ loncat di tempat dengan kedua tungkai bersamaan
~ melempar bola

ü 2,5 – 3 tahun
~ naik – turun trap dengan kedua tungkai bergantian
~ naik sepeda roda tiga

ü 3 tahun
~ berdiri sesaat dengan satu tungkai
~ berjaln dengan sempurna
~ melompat satu-satu

ü 4 tahun
~ berdiri satu tungkai 3-10 detik
~ melompat dengan satu kaki
~ lompatan lebar

ü 5 tahun
~ melompati tali setingggi lutut
~ menangkap bola
~ berjalan jinjit

III. TUMBUH KEMBANG FINE MOTOR
ü 1 bulan
~ bereaksi terhadap bel
~ tangan saling bersentuhan
~ tangan menggenggam, ibu jari bebas
~ menjatuhkan benda yang dipegang

ü 2 bulan
~ menggenggam pada posisi pronasi (memutar tangan / lengan ke arah dalam )

ü 2 – 3 bulan
~ memegang mainan kuat
~ melepas mainan yang dipegang secara involunter
~ melihat kedua tangan

ü 3 bulan
~ mempertahankan kericikan yang dipegang
~ mengguncangkan mainan
~ memegang botol minumannya
~ menghisap jari

ü 4 bulan
~ menjangkau dengan dua tangan
~ mendekapkan kedua tangan
~ melihat manik-manik
~ mengambil benda

ü 5 bulan
~ menjatuhkan / melempar benda yang dipegang
~ memegang kubus
~ benda yang dilihat akan diambil

ü 6 bulan
~ menggenggam botol dengan palmar grasp
~ jangkauan penglihatan langsung

ü 7 bulan
~ menggenggam benda pada posisi supinasi
~ menggenggam dengan wrist lurus
~ bermain dengan kedua tangan
~ duduk mencari benang
~ duduk mengambil 2 benda
~ dapat mengambil manik-manik

ü 8 bulan
~ memindahkan benda ke tangan yang lain
~ melampar benda
~ mengambil benda menyilang dalam posisi rendah

ü 9 bulan
~ mengeluarkan benda dari wadah yang besar
~ melepas mainan dan melihatnya
~ memegang dengan ibu jari dan ke 4 jari

ü 10 – 11 bulan
~ memegang benda sejalan dengan penglihatan
~ membenturkan 2 benda yang dipegang

ü 12 – 15 bulan
~ mengambil benda dengan menjimpit
~ membuat menara dari 2 kubus

ü 15 – 18 bulan
~ memegang pensil dengan kaku
~ mencoret – coret
~ mengeluarkan manik-manik dari botol dengan contoh
~ menutup dan mebuka botol

ü 18 bulan – 2,5 tahun
~ memegang pensil dengan posisi pronasi
~ meniru garis vertikal
~ menyusun balok sampai 8 buah
~ membuat 2 garis sejajar

ü 2,5 – 3 tahun
~ dapat menggunting
~ mencontoh lingkaran
~ membuat jembatan

ü 4 tahun
~ merangkai tasbih
~ membedakan garis pendek dan panjang
~ meniru garis menyilang

ü 5 tahun
~ memegang pensil dengan tripod yang dinamis
~ menggambar orang, 3 bagian
~ meniru menggambar segi empat

IV. TUMBUH KEMBANG KETERAMPILAN MANIPULATIF
ü 15 bulan
~ menyusun 2 kubus dengan contoh

ü 18 bulan
~ menyusun 3 kubus

ü 2 tahun
~ meniru membuat garis vertikal
~ menyusun 6 kubus

ü 2,5 tahun
~ meniru membuat garis horizontal

ü 3 tahun
~ meniru membuat lingkaran
~ menyusun 9 kubus

ü 3,5 tahun
~ menyusun jembatan dari 3 kubus

ü 4 tahun
~ meniru garis menyilang

ü 5 tahun
~ meniru menggambar segi empat

ü 5,5 tahun
~ meniru membuat segitiga

ü 7 tahun
~ meniru membuat diamond (segi enam)

V. TUMBUH KEMBANG BAHASA
ü 1 bulan
~ mengoceh

ü 2 bulan
~ mengetahui arah bunyi / melokalisir sumber bunyi

ü 3 – 4 bulan
~ tertawa
~ berteriak
~ menoleh ke sumber suara
~ tertarik pada suara

ü 5 – 6 bulan
~ mulai mengenal intonasi suara
~ sensitif pada intonasi dan musik
~ meniru suara / kata-kata

ü 6 – 9 bulan
~ memperhatikan dan menyimak suara
~ mengucap da-da ma-ma

ü 9 – 12 bulan
~ mengetahui arah sumber suara yang tidak terlihat
~ mengucapkan “papa, mama“ berpengertian

ü 15 bulan
~ mengucapkan 2-6 suku kata tunggal

ü 18 bulan
~ mengenal 20-22 kata

ü 2 tahun
~ mengikuti irama
~ mengikuti mengucap sajak anak-anak
~ menyebut 1 bagian tubuh
~ menyebut 1 gambar
~ menikuti perintah ( 2 dari 3 )

ü 3 tahun
~ menggunakan kata ganti dan kata majemuk
~ bertanya dengan “apa, siapa dan dimana”
~ menggunakan kata kerja
~ menyebut nama dan nama anggota keluarga

ü 4 – 5 tahun
~ bisa bercerita
~ memainkan peran suatu cerita
~ mengenal warna
~ mengetahui lawan kata ( 2 dari 3 )

ü 5 tahun
~ lancar berbicara
~ mengartikan kata
~ mengarang

VI. TUMBUH KEMBANG VISUAL
ü 1 bulan
~ mata dan kepala bergerak bersama
~ melihat garis hitam, tebal 0,3 cm, jarak 25 cm

ü 1,5 bulan
~ mengikuti bayangan benda kecil, jarak 22-30 cm

ü 2 – 4 bulan
~ menatap tantgan
~ mata mengikuti gerakan benda 180 derajad
~ tertarik pada warna terang dan cahaya
~ penglihatan meneropong
~ mengenal anggota keluarga, jarak 182 cm

ü 5 – 6 bulan
~ ada asosiasi antara sentuhan dan penglihatan
~ menggunakan mata untuk eksplorasi
~ menggunakan mata secara bebas tanpa gerakan kepala
~ mengenal orang lain, jarak 6 m
~ mampu melihat lingkaran berdiameter 5 cm, jarak 3 m
~ mampu melihat garis hitam setebal 0,04 cm, jarak 25 cm

ü 9 – 12 bulan
~ mengikuti gerakan benda

ü 12 – 18 bulan
~ menghasilkan bentuk tetap

ü 4 tahun
~ menghubungkan konsep benda keseluruhan


Reference :
Denver Developmental Screening Test, terjemahan Soatjiningsih. 1978
Takarini, Nawangsasi. Perkembangan Bahasa. 2008.
Takarini, Nawangsasi. Perkembangan Keterampilan Melempar. 2008.
Takarini, Nawangsasi. Perkembangan Keterampilan Tangan. 2008.
Takarini, Nawangsasi. Tahapan Tumbuh Kembang Normal. 2008.
Wahyono, Yulianto. FT Pediatri D-4. 2008.