Minggu, 01 Februari 2009

Cup..cup sayang...

Beberapa minggu yang lalu Arfa mama ajak jalan2 ke rumah budhenya. Jalan-jalan sore mumpung mama ga ada kerjaan . Gak terlalu jauh sih, paling2 Cuma 300an meter aja. Sejak dia bayi udah akrab kok, budhenya udah sering gendong dia..
Tapi, begitu nyampai, langsung nangis kenceng, sampai semua orang bingung. Kenapa Nak…

Nah moms n dad yang pernah punya pengalama serupa nggak perlu panik. Ada tipsnya nih…
STRANGER ANXIETY
Stranger anxiety biasanya muncul pada umur 6 bulan ke atas dan bisa ‘bertahan’ sampai anak berumur 3 tahun. Biasanya, memuncak pada umur 1-1.5 tahun, kemudian mulai memudar.
Cara mengatasi :
• Saat mengenalkan anak dengan orang baru atau lingkungan baru, dekap bayi untuk membantu dia merasa aman
• Hormati perasaan bayi, jangan paksa dia untuk langsung berinteraksi dengan orang lain atau menyerahkan dia untuk digendong mereka. Paksaan akan menimbulkan ketakutan yang semakin besar dan trauma.
• Beri pengertian pada orang lain, bahwa bayi kita butuh waktu untuk merasa familiar. Kadang kala, ini justru yang paling susah, terutama jika mereka termasuk kerabat dekat. Bilang saja ‘iya nih, biasa, suka jual mahal dulu, ntar juga lama2 mau kok, sabar yah…’
• Alihkan perhatian bayi dengan mengajak bermain atau melihat2 sekitar.
• Cara paling efektif adalah membiarkan bayi untuk memulai kontak. Mungkin kita bisa bilang pada orang2 lain untuk ‘nyuekin’ si bayi dulu. Percaya deh, biasanya kalau di cuekin, bayi akan semakin penasaran !
• Ingat bahwa setiap bayi lahir dengan karakteristik yang berbeda. Ada bayi yang memang ‘dari sononya’ pemalu. Sekali lagi jangan paksakan !

SEPARATION ANXIETY
Ciri2 : Ngintil terus, nangis saat ortu nggak kelihatan, takut pada orang asing, bangun malem2 dan nangis pengen deket ortu, langsung diem tiap ortu deket/meluk.
Berpikirlah positif ! Separation anxiety merupakan hal yang sangat normal yang terjadi pada anak umur 7-18 bulan. Ini menandakan bahwa ikatan dan cinta yang kita berikan selama ini, diterima baik oleh bayi. Ini juga merupakan tanda bahwa bayi mulai pintar, dengan menyadari bahwa dia memiliki kebutuhan2 dan belum mampu untuk memenuhinya sendiri.
Cara mengatasi :
• Minimalkan kemungkinan berpisah
• Main ciluk ba atau sembunyikan barang, merupakan cara yang baik mengajarkan bayi untuk memahami bahwa sesuatu yang tidak kelihatan bukan berarti menghilang selamanya.
• Latihan untuk berpisah secara cepat. Sepanjang hari coba tinggal bayi selama beberapa saat, misalnya pergi ke ruangan lain. Ini akan mengajarkan bayi bahwa ‘mama pergi pasti kembali’. Selain itu membiarkan bayi bermain sendiri juga baik untuk membantu kreativitas dan kemandirian.
• Saat harus meninggalkan bayi, jangan kabur saat dia nggak liat, karena ini akan menimbulkan ketakutan yang lebih besar dan akhirnya si bayi akan ngintiiiil terus.
• Jangan buru2 berpisah, tapi juga jangan kelamaan. Bayi dapat merasakan kegelisahan kita, karena itu bantulah dia berpisah dengan cara yang lugas dan tenang. Kalau kita sendiri berpisah dengan deraian air mata, di jamin si bayi pasti akan lebih sedih lagi. Berpisahlah dengan senyum !
• Tinggalkan bayi dengan orang yang familiar buat dia dan kita percaya.
• Alihkan perhatian bayi
• Jika bayi mulai mobile, dan kadang pergi meninggalkan kita, biarkan dia bereksplorasi, tentunya kita tetap mengintip atau mendengarkan untuk memastikan dia aman.

Tidak ada komentar: