Kamis, 28 Mei 2009

Melatih Anak Gosok Gigi


Gigi arfa sudah tumbuh 12, wahhhh banyak juga ya. Gigi seri 8 (4bawah-4 atas dan gigi geraham udah tumbuh 4). Kalo begini udah saatnya beralih ke sikat gigi, karena sebelumnya mama arfa kalo ngebersihin giginya pakai kapas atau kain kassa yang dibasahi dengan air hangat. Sudah beli sikat gigi untuk anak 1 tahun dan pasta giginya juga (aman bila ditelan), tapi saat pertama susahhhh banget buat buka mulut, kalaupun mau pasti kepalanya geleng2 jadi nya susah buat sikat gigi. Hari kedua dicoba buat ngenalin dl tanpa pakai pasta gigi, mau sihh tp cm bentar mungkin karna dia geli dan belum terbiasa. Tapi tetep semangad kok.


Berikut ini ada beberapa tips melatih anak sikat gigi. Semoga bermanfaat;

Q:dear moms,
mau sharing juga nih, anaku usianya 33 bln tapi saya kesulitan utk mengajari gosok gigi, gimana caranya agar anak tertarik utk gosok gigi, tks?
A1:
aku ngajarin anakku gosok gigi sejak giginya tumbuh 4 biji. memang awal2nya susah diajarin, kadang sampai nangis kejer.
tp terus dikasi tau klo ngga gosok gigi bisa rusak dan harus diobatin ke dokter gigi. dia jg nonton film finding nemo dan ada scene di dokter gigi. dia takut dan ga mau ke dokter gigi. makanya kalau pas waktunya sikat gigi (mandi pagi, mandi sore dan mau tidur) akhirnya kita blg kalo ga mau sikat gigi nanti dibawa ke dokter yg kayak di film nemo. lama2 dia mau…
aku ngajarin sekitar 3 bulan lebih baru dia mau disikatin giginya. kalau dia lagi nangis kejer banget kadang aku stop karena kasian. tp terus aku coba.. skrg siy udah mau buka mulut sendiri dan mau disikatin. anakku sukanya sama spongebob. kebetulan aku dapet sikat gigi spongebob yg bisa nyala2. itu jg membantu bikin dia mau sikat gigi..
mudah2an membantu..
A2:Anak saya dari belum umur 1 tahun sudah dibiasakan gosok gigi, apalagi dia sering melihat kakak dan orang tuanya menyikat gigi. Belikan sikat yang lembut sesuai usia, biasanya merk Oral B ada tertulis untuk usia berapanya. Dan sekarang ini saya suka bilang : gigi nya disikat supaya semut di gigi bersih karena semut suka makan sisa makanan. Anak saya sekarang 2 tahun sudah mengerti dan sudah bisa berkumur dan buang (kumur pakai air matang dan odol untuk Balita
Q: dear moms n dads…
mo tanya nih… baby-ku nadine (2,1 thn) kan udah seneng sikat gigi…
cuma waktu harus kumur2, dia blm bisa buang keluar, pasti ditelen (aku
pake air matang)..
yg aku mo tanyain… bahaya ga ya? hbs aku dah blng “dibuang ya de,
dibuang begini caranya (aku dah ksh contohnya, cuma ttp aja ditelen.)
pls sharingnya ya… coz dia bisa 3 kali sehari sikat gigi (mandi pagi,
mandi sore, jelang tidur malam).
thanks b4.
A: sabar aja ya bu. mungkin nanti lama kelamaan anak ibu akan ngerti dengan
sendirinya. dulu anaku juga seperti itu kok saat menggosok gigi airnya
malah ditelan tapi sekarang sudah bisa membuang air bekas kumur. (tapi
tetap aja masih khawatir jadi masih pakai air matang deh
kumurnya.he.he.he):-) itu semua karena dia kalau mandi suka bareng
tantenya yang berumur 4 tahun jadi saat gosok gigi dia melihat tantenya
jadi suka ditiru deh ma dia cara gosok gigi ma kumurnya. maaf lo bu kalo
ga berkenan.
http://bayikita.wordpress.com/2008/04/16/mengajari-anak-gosok-gigi/

Senin, 18 Mei 2009

Perawatan Gigi Susu


Gigi susu, sering disebut gigi sulung, gigi sementara, ataupun gigi
desidui, berjumlah 20 buah yang tersusun masing-masing 10 buah pada
rahang atas dan bawah.



Banyak orangtua beranggapan bahwa gigi susu kurang penting, karena
bersifat sementara dan akan digantikan oleh gigi permanen yang dalam
keadaan normal akan berada selamanya di dalam rongga mulut. Ternyata
anggapan itu keliru mengingat peran dan fungsi gigi susu yang sangat
penting.

Fungsi gigi susu

1. Untuk mengunyah guna membantu memudahkan pencernaan dan
penyerapan zat gizi makanan. Hal ini sangat penting mengingat masa
anak-anak adalah masa aktif pertumbuhan dan perkembangan.

2. Aktifitas mengunyah akan merangsang pertumbuhan tulang rahang.
Para orangtua hendaklah 'memberi contoh' dan mengajar anaknya cara
mengunyah makanan yang benar yaitu dilakukan pada kedua sisi rahang
(kanan dan kiri) untuk merangsang agar pertumbuhan tulang seimbang. Bila
anak berkebiasaan mengunyah hanya dengan satu sisi rahang saja, sisi
yang jarang terpakai tampak lebih kotor dibanding sisi yang sering
dipakai mengunyah.

3. Mempertahankan ruangan dalam lengkung gigi sebagai persiapan
pertumbuhan gigi permanen sekaligus menentukan arah pertumbuhan gigi
pengganti. Sebagai contoh gigi geraham susu mempunyai dua akar; di
antara dua akar gigi tersebut terletak benih gigi penggantinya. Arah
pertumbuhan gigi pengganti akan sejalan dengan arah atau jalan
tanggalnya gigi susu.

Apabila gigi susu karena suatu sebab terpaksa dicabut sebelum waktunya,
maka gigi yang terletak di depan ataupun di belakangnya akan bergeser ke
tempat bekas gigi yang dicabut. Ini mengakibatkan kekurangan ruang untuk
gigi permanennya kelak. Gigi pengganti akan kehilangan penuntun arah.
Dampaknya, gigi penggantinya tumbuh berjejal dan salah arah.

4. Berperan dalam pengucapan huruf-huruf tertentu. Kehilangan atau
kerusakan parah pada gigi seri dapat menimbulkan kesulitan pengucapan
huruf-huruf seperti; F, V, S, Z, Th. Namun dapat dikoreksi setelah gigi
penggantinya muncul.

5. Estetika. Bila gigi susu terawat baik punya andil menjaga
estetika; penampilan anak lebih lucu, lebih menarik, dan lebih sehat
kalau mereka tersenyum dengan geligi yang utuh dan bersih.

Kapan gigi susu tumbuh?
Banyak ibu merasa khawatir kalau bayinya telah berumur 6 bulan belum
memiliki gigi. Tumbuhnya gigi dipengaruhi banyak hal, antara lain
riwayat kehamilan dan kelahiran, apakah bayi lahir cukup umur dengan
berat dan panjang badan normal, riwayat kesehatan serta status gizi
bayi.

Menurut penelitian, bayi prematur dan atau berat badan lahir rendah,
pertumbuhan giginya lebih lambat. Bayi dengan status gizi kurang,
pertumbuhan gigi terhambat, karena berkaitan dengan pertumbuhan gigi dan
tulang rahang, sebagai bagian dari pertumbuhan anak secara umum.

Panduan perkiraan waktu tumbuh gigi susu (menurut Lunt & Law)

Rahang Atas

Rahang Bawah

Gigi seri pertama

8-12 bulan (rata-rata 10 bulan)

6-12 bulan (rata-rata 8 bulan)

Gigi seri kedua

9-13 bulan (rata-rata 11 bulan)

10-16 bulan (rata-rata 13 bln)

Gigi taring

16-22 bulan (rata-rata 19 bulan)

17-23 bulan (rata-rata 20 bln)

Gigi geraham pertama

13-19 bulan (rata-rata 16 bulan)

14-18 bulan (rata-rata 16 bln)

Gigi geraham kedua

25-33 bulan (rata-rata 29 bulan)

23-30 bulan (rata-rata 27bln)

Tanda gigi susu akan tumbuh pada bayi umumnya didahului oleh:

* keluarnya ludah yang berlebihan kadang-kadang sampai membasahi
baju
* anak cenderung ingin memasukkan jari-jari tangannya ke dalam
mulut
* anak terlihat gelisah, rewel, kadang nafsu makan menurun. Ini
disebabkan adanya rasa sakit pada gusi karena tertembus gigi yang baru
tumbuh.

Gusi tempat tumbuhnya gigi warnanya tampak lebih merah dibanding
sekitarnya. Rasa sakit, merangsang keluarnya air ludah secara
berlebihan. Hal ini bermanfaat, karena air ludah terkandung komponen
yang bersifat antibakteri guna membantu membersihkan rongga mulut,
sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi. Saat gusi pada
daerah tumbuhnya gigi diraba dengan jari terasa lebih keras, terlihat
warna putih, disertai bentuk gigi yang akan tumbuh.

Peristiwa tumbuhnya gigi susu adalah proses alami yang tidak mengganggu
kesehatan anak, kecuali ada hal lain terjadinya gangguan kesehatan. Yang
perlu diwaspadai adalah kebersihan rongga mulut dan jemari anak.

Memasukkan sesuatu kedalam mulut adalah bagian dari proses perkembangan
anak; sebaiknya jangan dihambat. Yang perlu diperhatikan adalah
keamananan dan kebersihan barang yang masuk dengan kata lain tidak
mencederai dan membawa kuman kedalam mulut penyebab infeksi.
Berkonsultasilah dengan doter anak dan dokter gigi secara berkala untuk
memantau tumbuh kembang anak termasuk giginya.

8 langkah agar gigi susu si kecil sehat

1. Kualitas gigi dan pembentukannya ditentukan sejak janin usia 6
minggu di dalam kandungan. Ibu hamil yang cukup asupan kalsium dan
protein umumnya pertumbuhan gigi dan tulang bayi baik.

2. Pengendalian karies antara lain makanan yang mengandung gula
dan menempel di gigi yang tidak dibersihkan akan menyebabkan kerusakan
gigi.

3. Hendaknya selalu membersihkan sisa makanan setiap anak habis
makan atau minum manis.

4. Bersihkan gigi dan gusi bayi dengan kapas/kasa steril yang
dibasahi air matang. Gosoklah perlahan sehabis menyusu dan diberi makan.

5. Bagi anak yang sudah mampu memegang sikat gigi, ciptakan
suasana menyikat gigi yang menyenangkan, meskipun akhirnya bantuan
orangtua tetap diperlukan.

6. Bimbing anak menyikat gigi dengan sikat gigi khusus anak yang
banyak tersedia di toko terkemuka. Bahkan ada sikat gigi "bertahap"
mulai dari awal tumbuh gigi sampai lengkap gigi susu. Gunakan air masak
untuk kumur agar aman bila tertelan. Bantu anak memegang sikat supaya ia
bisa menggosok bagian dalam dan belakang dengan nyaman dan aman, tidak
melukai pipi dan gusi pada waktu sikat digerakkan.

7. Di bawah usia 4 tahun sebaiknya jangan menggunakan pasta gigi,
dikhawatirkan akan tertelan.

8. Pengenalan pasta gigi dapat dilakukan bila anak telah pandai
berkumur, dengan pengawasan lekat. Beri contoh cara berkumur yaitu
menggerakkan kumuran dan mengeluarkannya dengan keras, tak hanya sekedar
dikeluarkan dari mulut.

Oleh: Prof. DR. Drg. Al. Supartinah, Sp.KGA
Sumber: Mc Donald, R.E & Avery, D.R. Dentistry for the child and
adolescent, Mosby., St Louis.

Pertumbuhan Gigi Anak


Pertumbuhan Gigi Pada Anak E-mail

Seorang bapak mengkhawatirkan pertumbuhan gigi anak laki-lakinya. Pada usia hampir satu setengah tahun, gigi si anak yang tumbuh baru empat buah, sedangkan teman-temannya yang seumuran bahkan lebih muda, gigi yang tumbuh sudah banyak. Faktor apakah yang mempengaruhi pertumbuhan gigi susu? Menurut drg. Iwan Dermawan, pertumbuhan gigi geligi pada anak-anak ditandai dengan pemunculan gigi, yaitu keluarnya mahkota gigi pada permukaan gusi, dan kemudian diikuti dengan perubahan posisi gigi dalam arah tegak dari dalam tulang pendukung gigi untuk kemudian menempati posisi fungsionalnya di dalam rongga mulut. Pertumbuhan ini menjadi maksimal bila gigi telah mencapai kontak dengan gigi antagonisnya (mentok dengan gigi lawannya atas-bawah). "Masa pemunculan gigi secara klinis ini merupakan suatu indeks kematangan seorang anak dan lebih berhubungan dengan sistim pencernaan. Proses kalsifikasi atau pematangan gigi dimulai pada janin berusia 7 bulan. Gangguan gizi dan penyakit yang berkepanjangan dapat mengganggu proses kalsifikasi pada gigi susu maupun gigi permanennya nanti," ujar Iwan Dermawan. Pembentukan struktur gigi yang sehat dan sempurna dimungkinkan dengan gizi yang cukup protein, kalsium, fosfat dan vitamin, terutama vitamin C dan D, selain juga hormon tiroid. Pemunculan gigi geligi dimulai dari geligi bawah kemudian baru gigi geligi atas. Pemunculan gigi anak perempuan lebih cepat dari anak laki-laki. Pada anak kurus juga memperlihatkan pemunculan yang lebih cepat daripada anak gemuk dan biasanya dipengaruhi faktor keturunan. Juga tak kalah pentingnya ketebalan jaringan tulang mempengaruhi proses pemunculan gigi dan juga faktor keturunan. "Pada umumnya gigi susu yang pertama muncul pada usia 6 bulan sesudah lahir dan seluruh gigi susu selesai muncul pada usia 2,5 tahun, yang ditandai dengan gigi geraham susu kedua akan mencapai kontak dengan gigi antagonisnya," katanya. Urutan-urutannya berdasarkan kebiasaan tumbuh adalah: urutan pertama gigi susu yang tumbuh adalah gigi seri susu rahang bawah, biasanya saat usia 6-9 bulan, kemudian disusul dengan gigi seri bagian atas. Gigi seri kedua, yaitu gigi yang biasa tumbuh di samping gigi seri pertama tumbuh saat usia 7-10 bulan. Kadang gigi seri kedua di rahang bawah tumbuh lebih dulu sebelum gigi seri kedua rahang atas. Lalu, satu gigi geraham depan tumbuh pada usia 16-20 bulan. Gigi taring juga mulai muncul pada usia yang sama. Gigi geraham kedua tumbuh pada usia 23-30 bulan. "Pada akhirnya, akar gigi susu terbentuk sempurna pada usia 3 tahun. Lalu, satu per satu gigi susu itu tanggal dan digantikan gigi permanen yang jumlahnya 32 buah, yang dimulai saat anak berusia 5-6 tahun sampai gigi geraham bungsu muncul pada usia 19-22 tahun. Tentang gigi keropos pada anak, ia menjelaskan, gigi keropos atau dalam istilah kedokteran gigi disebut karies adalah sebagai penyakit kronik dari jaringan keras gigi yang disebabkan demineralisasi email (lapisan keras/ luar gigi) oleh bakteri yang ada pada plak. Pada tahap akhir karies ini menyebabkan kerusakan, gigi berlubang. "Proses terjadinya karies gigi ini dimulai dengan adanya plak pada permukaan gigi, Sukrosa (gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (5,5) yang akan menyebabkan demineralisasi email, dan akan berlanjut menjadi karies gigi," katanya. Awalnya, lesi karies berwarna putih akibat dekalsifikasi, berkembang menjadi lubang yang berwarna coklat atau hitam yang mengikis gigi. "Pada anak-anak balita dapat dijumpai kerusakan gigi yang parah mengenai sebagian besar gigi geliginya, biasanya akibat pemberian susu atau cairan manis didalam botol atau ASI yang terlalu lama menempel pada permukaan gigi. Kejadian itu disebut Nursing-bottle Caries yang sering dijumpai sejak anak usia 12 bulan dengan kerusakan pada gigi seri atas, geraham dan gigi seri bawah," katanya. Usaha untuk mencegah kerusakannya tentunya tidaklah bijaksana dengan mengurangi pemberian susu atau ASI. Mengingat penyebab utama timbulnya karies gigi ini adalah plak, maka kita harus mengupayakan untuk membersihkan plak dari permukaan gigi. Upaya-upaya itu meliputi sikat gigi, kumur-kumur atau pembersihan gigi dengan kapas basah pada balita. Kebersihan gigi dan mulut hanya bisa dicapai dengan jalan menyikat gigi secara rutin dan teratur setiap hari terutama menjelang waktu sebelum tidur, agar permukaan gigi terbebas dari plak selama waktu tidur. "Untuk anak usia balita memerlukan peranan orang tua untuk membantu proses pembelajaran menyikat gigi secara rutin dan benar, karena dengan bimbingan dan penanaman kebiasaan menyikat gigi akan bermanfaat bagi pencegahan secara dini. Upayakan juga untuk memperkenalkan anak secara dini mengunjungi dokter gigi sejak usia 1 tahun. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam membiasakan dan mengatasi rasa asing/takut pada dokter gigi," ucapnya. (T-1)

Sabtu, 16 Mei 2009

Anak Laki atau Perempuan


Pada tips kali ini, memberikan kamu pilihan ingin mendapatkan anak laki-laki atau perempuan.Ada caranya untuk itu, simak tips berikut Yang sangat perlu kamu ketahui adalah, bahwa kedua belah pihak bibitnya harus sehat.
Karena sperma dari laki-laki adalah pembawa dua macam sperma yaitu sperma (Y) dan sperma (X). Sperma (X) bila bertemu dengan sel telur dan terjadi pembuahan maka akan menghasilkan anak PERMPUAN. Sperma (X) ini kalau dilihat dibawah mikroskop bentuknya agak lebih besar dari sperma (Y), lebih dapat bertahan hidup dalam vagina dan dalam suasana asam ( lebih tahan Asam ) Sedangkan sperma (Y) kalau dilihat bentuknya agal lebih kecil dan tidak tahan terhadap suasana asam ,bila membuahi sel telur akan menghasilkan anak laki - laki. Nah ..jadi dengan mengetahui sifat dari sperma X dan sperma Y , kita dapat mengatur (kalau boleh) untuk ingin mendapatkan anak laki -laki atau anak perempuan. Kata kuncinya adalah sperma (X) tahan Asam untuk anak PEREMPUAN dan sperma (Y) tidak tahan asam untuk anak LAKI - LAKI..! Maka dengan menentukan suasana Vagina maka kita dapat menentukan apakah sperma (X) atau sperma (Y) yang akan dapat membuahi sel telur . Untuk Anak Laki - laki : 1. Dianjurkan suami makan yang bersifat protein tinggi, seperti daging dan istri dianjurkan makan yang bersifat netral atau tidak asam seperti sayuran dsb nya. 2. Senggama dilakukan pada masa subur sebaiknya mulai pada hari ke 2 dari masa subur. 3. Lima belas sampai dua puluh menit sebelum senggama bilaslah vagina dengan campuran 1 sendok ( 15 cc ) Soda Kue dengan 200 cc air putih yang bersih. Untuk Anak Perempuan : 1. Dianjurkan suami makan banyak sayuran dan istri makan daging yang dapat memberikan suasana asam alamiah pada vagina. 2. Senggama dilakukan pada masa subur ,dianjurkan mulai hari ke 2 pada masa subur kamu. 3. Lima belas sampai dua puluh menit sebelum senggama, bilaslah Vagina dengan campuran satu sendok asam cuka dapur( 15 cc ) dengan 200 cc air putih bersih. Keberhasilan cara ini dapat mencapai 70 sampai 80 % , untuk meningkat kan angka keberhasilannya kamu dapat meminta dokter dan dokter akan melakukan pemisahan sperma X dan Y di laboratorium. SELAMAT MENCOBA Namanya juga usaha ..ya , jadi tak ada salahnya mencoba..!

Tips memprogram jenis kelamin Anak


Oleh Susi Andrini


Bagi sebagian orang atau etnis, jenis kelamin anak yang dilahirkan memegang peranan penting. Contohnya, bagi etnis Bali atau Batak bayi laki-laki adalah hal yang mutlak dimiliki bagi pasangan suami-istri. Hal itu karena, garis keturunan dilanjutkan oleh bayi laki-laki nantinya. Jika pasangan itu tidak mempunyai bayi laki-laki maka tamatlah garis keturunan mereka. Bagi masyarakat Bali yang tidak mempunyai anak laki-laki, garis keturunan itu bisa dilanjutkan jika ada menantunya (laki-laki) yang mau nyentana (diangkat anak).
Oleh karenanya berbagai upaya dilakukan bagaimana caranya agar mendapatkan anak laki-laki. Secara medis, kini sudah memungkinkan untuk memilih jenis kelamin bayi sesuai keinginan. Caranya dengan mengenali sifat sperma, maka upaya yang lebih praktis dapat dilakukan sendiri oleh suami-istri.

Saya jadi teringat pelajaran Biologi saat di SMU dulu, laki-laki dalam hal ini sel sperma, memiliki kromosom seks jenis dan Y. Sedangkan wanita punya dua kromosom seks yang sama yaitu X dan X. Bila dalam berhubungan intim, sperma X membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan (XX).

Sebaliknya bila sperma Y yang membuahi sel telur, maka kromosom Y akan bertemu kromosom X sehingga akan mendapat bayi laki-laki (XY). Jadi intinya, anak laki-laki bisa diperoleh jika sperma Y lebih dulu membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan maka sperma X yang harus lebih dulu membuahi sel telur.
Menurut sumber internet (www.google.com/ovulasi), laki-laki normal mengeluarkan sperma dua sampai lima semprotan setiap ejakulasi. Dalam durasi tersebut, sperma yang dihasilkan sekitar 2 - 5 cc. Sperma yang normal tiap cc mengandung 60- 200 juta spermatozoa. Jadi setiap seorang laki-laki mengalami ejakulasi, 120 sampai 1 milyar sperma dikeluarkan dari tubuhnya.

Hasil penelitian juga menunjukkan masing-masing kromosom memiliki karakter sendiri-sendiri. Sperma Y berbentuk bundar, ukurannya lebih kecil atau sekitar sepertiga kromosom X, bersinar terang, jalannya lebih cepat, dan usianya lebih pendek serta kurang tahan dalam suasana asam. Sedangkan sperma X ukurannya lebih besar, berjalan lamban, bentuknya lebih panjang, dan dapat bertahan hidup lebih lama serta lebih tahan suasana asam.

Dari data itu bisa disimpulkan jika ingin memperoleh anak laki-laki maka ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama hubungan intim harus dilakukan bertepatan atau segera setelah terjadi ovulasi (saat keluarnya sel telur dari indung telur atau masa subur). Dengan begitu, sperma Y yang masuk ke dalam rahim dapat langsung membuahi sel telur.

Kedua, bisa juga hubungan intim dilakukan pada saat atau sehari sesudah ovulasi. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim perempuan. Cara berikutnya adalah membasahi vagina dengan satu liter air yang terlebih dahulu telah dicampur dengan dua sendok soda kue. Selain itu mengonsumsi seafood dan daging juga sangat membantu proses ini. Dan yang paling penting dari rangkaian usaha di atas adalah, sang suami harus mengeluarkan sperma sedekat mungkin dengan mulut rahim. Hal ini diharapkan mempercepat Y melakukan perjalanannya membuahi sel telur.
Sedangkan untuk memperoleh anak perempuan juga harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, sebaiknya hubungan intim dilakukan sebelum ovulasi terjadi. Misalnya, ovulasi diperkirakan terjadi pada tanggal 10, maka hubungan intim sebaiknya dilakukan tiga hari sebelumnya sehingga pada saat ovulasi terjadi tinggal sperma X yang masih hidup dan membuahi sel telur. Metode ini memang tidak praktis karena pasangan harus tahu saat tepat berlangsungnya ovulasi. Padahal untuk mengetahui hal itu seorang wanita harus mengukur suhu basal tubuhnya selama tiga bulan berturut-turut. Proses pengukurannya pun tidak boleh salah, yakni dengan meletakkan termometer khusus di mulut setiap pagi sebelum turun dari tempat tidur.
Kedua, ada beberapa syarat lain, seperti suhu ruang harus normal dan wanita tidak dalamkeadaan sakit. Lalu, hasil pengukuran itu dicatat dalam sebuah tabel. Bila suatu hari, suhu tubuh menunjukkan peningkatan dibanding suhu basal, berarti saat itulah ovulasi sedang terjadi.

Ketiga, dengan menghitung masa ovulasi atau puncak masa subur seorang perempuan yaitu dengan mengetahui tanggal awal masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan. Misalnya setiap tanggal 5. Diketahui tanggal akhir masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 27. Rumusnya: (tanggal awal setiap bulannya) - (tanggal akhir setiap bulannya) dibagi 2 = n. Kemudian n + tanggal awal masa bersih dari seorang perempuan = masa ovulasi atau puncak masa suburnya seorang perempuan penerapan. Hitungannya adalah (27-05) dibagi 2 = 11. Kemudian 5 + 11 = 16. Setiap hari ke-16 dari sejak awal bersihnya seorang perempuan adalah puncak masa subur dari seorang perempuan atau masa ovulasi. Sayangnya, bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur, hal ini tentu sulit dilakukan. Keakuratan metode ini juga rendah karena biar bagaimana pun kita tidak tahu apakah sperma X atau Y yang berhasil membuahi sel telur.

Keempat, lakukan hubungan intim 2 hingga 3 hari sebelum masa ovulasi. Langkah selanjutnya, sebelum berhubungan badan, sang istri bisa membasuh vagina dengan satu liter air yang dicampur dengan satu sendok air cuka. Larutan ini tidak membahayakan. Larutan asam dalam air cuka bermanfaat untuk melumpuhkan sperma Y yang berperan besar membentuk gen laki-laki. Selain itu sebaiknya sang calon ayah mengeluarkan sperma tidak seperti cara di atas, melainkan agak mengambil jarak dengan mulut rahim. Cara ini memungkinkan untuk mendapatkan bayi perempuan. Mengkomsumsi makanan yang mengandung asam seperti yoghurt, buah dengan rasa asam, sayur segar dan kacang-kacangan juga membantu proses.
Jadi, jika Anda saat ini menginginkan atau mau memprogram jenis kelamin bayi Anda, tidak ada salahnya mencoba tips-tips ini. Meskipun semua keputusan tergantung pada Yang Maha Kuasa, tak ada salahnya mencoba kan? Semoga berhasil. [b]

Susi Andrini, ibu rumah tangga dengan tiga anak, penggiat seni budaya dan pendidikan. Tulisan ini hanya untuk berbagi pengalaman pribadi. Pengalaman yang unik dan berbeda bisa terjadi pada masing-masing individu.

Selasa, 12 Mei 2009

Mengajar Bayi Membaca” – Glenn Doman


Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca.


Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun dan mereka menyukainya.

Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian “Bagaimana otak anak-anak berkembang?”. Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak.

Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca.

Penelitian tentang Otak Anak
Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia ‘melihat’ atau ‘mendengar’ sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami.

Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur penglihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.

Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:

1. Sikap dan pendekatan orang tua
Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali.

Belajar adalah:
- Hadiah, bukan hukuman
- Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja
- Bersenang-senang, bukan bersusah payah
- Suatu kehormatan, bukan kehinaan

2. Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.

Bahan yang sesuai:
a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)
b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar
c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten

Tahap-tahap mengajar:
TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)
Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.

1. Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm
2. Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf berjarak kira-kira 1,25 cm
3. Huruf berwarna merah
4. Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)
5. Buatlah hanya 15 kata, misal : IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK (ABI/PAPA/AYAH)
6. Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak.

Hari Pertama
Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
1. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
2. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
3. Katakan dengan jelas ‘ini bacaannya IBU/AYAH’
4. Jangan jelaskan apa-apa
5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
6. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
7. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
8. Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok
9. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam

Hari Kedua
1. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
2. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
3. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
4. Jangan lakukan test, belum waktunya !

Hari Ketiga
1. Lakukan seperti hari ke-2
2. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran

Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.

Hari Ketujuh
Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
1. Pilih kata kesukaannya
2. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas ‘ini apa?’
3. Hitung dalam hati sampai sepuluh, Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.

Ancaman
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan. “Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat”

Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.
2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.
TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata ‘diri’ karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.
1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
3. Huruf dan warna seperti tahap pertama
4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut
lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir
5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing-masing 5 kata

7. Jadi sekarang anda memiliki:
- 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru
- 2 kelompok kata baru dari tahap kedua
- total 5 kelompok kata = 25 kata
8. Lakukan seperti tahap pertama
9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.
10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing satu dalam setiap
kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.

TIPS:
1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya ‘lidah’ dengan ‘lutut’
2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara
3. Ingat, membaca bukan berbicara
4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.

TAHAP KETIGA : (kata-kata ‘rumah’)
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.
1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2
suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga,
jendela, dll
5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah
5 kata baru dari tahap ke tiga
6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas,
topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk,
berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll
8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil
menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakana ‘Ibu
melompat’, ‘kakak melompat’, dsb

TAHAP KEEMPAT :
1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm
3. Huruf kecil, warna hitam
4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya
‘ini’ dan kata ‘bola’ menjadi ‘ini bola’.
5. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.
TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
1. Pilihkan buku sederhana dengan syarat :
Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata
Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm
Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah.
Carilah yang mendekati persyaratan tersebut

2. Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu ’susunan kata-kata’ sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar.

3. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat.
4. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
5. Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
6. Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.
7. Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.
TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.

Kunci Keberhasilan
1. Jangan membosankan anak
2. Jangan memaksa anak
3. Jangan tegang
4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
5. Bergembiralah
6. Ciptakan cara baru
7. Jawablah semua pertanyaan anak
8. Berilah buku bacaan yang bermutu

Penutup
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.

Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
1. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan
menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.
2. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun
emosional serta rasa ingin tahu yang besar.
3. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya
pertanyaan yg diajukannya.
4. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya
suka membaca.
5. Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana
untuk membaca yang tidak lepas dari buku.

Jadi, dengan buku yg merupakan “JENDELA ILMU”, anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan.
“Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !”
Sumber: Buku “Mengajar Bayi Membaca” – Glenn Doman

Biar Puting nggak Lecet Saat Menyusui



Menyusui tidak semestinya sakit. Menyusui diharapkan menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan dan dapat dinikmati oleh Anda dan bayi Anda.

Puting lecet paling sering disebabkan oleh posisi bayi yang tidak tepat pada payudara.

Berikut adalah langkah-langkah dasar yang akan membantu mencegah puting lecet :
  1. Posisi diri Anda senyaman mungkin dengan bantuan sandaran punggung, bantal yang menyangga lengan dan bantal di pangkuan, serta sandaran kaki.Posisi bayi dekat dengan Anda, dengan pinggulnya menekuk sehingga ia tidak harus menengokkan kepala untuk mencapai payudara Anda. Mulut dan hidungnya harus mengahadap puting. Jika mungkin, minta bantuan untuk memberikan bayi kepada Anda saat Anda sudah merasa nyaman untuk menyusui.
  2. Sangga payudara Anda sehingga tidak menekan dagu bayi.
  3. Lekatkan bayi pada payudara Anda. Dorong ia untuk membuka lebar mulutnya dengan menyentuhkan bibirnya dengan puting dan berkata, ayo, buka” Angkat ia agar lebih dekat dengan menyangga punggungnya (bukan belakang kepalanya) agar dagunya mengarah ke payudara Anda. Hidungnya akan menyentuh payudara Anda. Tangan Anda berfungsi sebagai leher kedua” bagi bayi Anda.

Nikmatilah! Jika Anda tidak merasa nyaman, ganti posisi bayi Anda.

Puting lecet dapat juga disebabkan oleh hal lain seperti:

Puting datar atau puting masuk: ibu dengan puting pada kategori ini dapat menyusui dengan sukses tanpa nyeri. Puting datar tidak menjadi tegak ketika dirangsang atau jika dingin. Puting masuk biasanya justru tertarik daripada menonjol keluar ketika daerah sekitar puting ditekan. Memakai breast shell selama kehamilam dapat membantu menarik keluar puting Anda. Saat bayi Anda sudah lahir, Anda dapat menggunakan pompa payudara untuk menarik puting Anda segera sebelum melekatkan bayi Anda ke payudara.

Bengkak: Payudara yang penuh dan keras dapat terjadi pada hari-hari awal menyusui. Hal ini dapat mengakibatkan puting datar yang akan mempersulit bayi untuk latch on. Untuk menhindari kondisi ini pastikan ASI Anda dikeluarkan secara teratur. Jika bayi Anda tidak disusui tiap 2 jam atau lebih, perahlah atau gunakan pompa untuk menghindari bengkak.

Memakai pompa payudara: sama seperti menyusui itu sendiri, menggunakan pompa seharusnya juga tidak sakit. Anda mungkin perlu mencoba-coba untuk menemukan pompa payudara yang nyaman untuk Anda. Pada umumnya, jika puting Anda terletak di tengah-tengah dinding pompa dan pemompaan dilakukan dengan lembut maka cedera dapat dihindari.

Melepaskan bayi dari payudara Anda: Lakukan perlahan dan selembut mungkin! Banyak ibu menyadari bahwa begitu anaknya sudah kenyang, ia akan melepaskan payudaranya. Jika bayi harus dilepaskan sebelum hal ini terjadi, cobalah memasukkan jari ke sudut mulut bayi, tarik ke bawah atau tekan payudara ke bawah di dekat mulut bayi untuk melepaskan perlekatan.

Penggunaan empeng atau botol: Jika bayi Anda mendapat empeng atau botol, suatu kondisi yang dinamakan bingung puting dapat terjadi. Hal ini dikarenakan teknik yang sangat berbeda yang digunakan bayi saat menyusu dibanding dengan mengisap puting buatan. Hal ini dapat menyebabkan bayi Anda menyusu dengan tidak tepat dan menyebabkan lecet.

Thrush: Jika bayi Anda sudah semakin bertambah usianya dan Anda tiba-tiba mengalami puting lecet atau nyeri payudara yang dalam, Anda mungkin terkena thrush (infeksi jamur).

Dengan belajar selama masa kehamilan Anda dapat meningkatkan pengalaman menyusui Anda. Jika bayi Anda sudah lahir, menentukan penyebab lecetnya puting Anda adalah langkah pertama dalam menyembuhkan puting Anda dan kemudian melanjutkan pengalaman menyusui bebas nyeri.

sumber tulisan: http://www.sehatgroup.web.id/