Senin, 18 Mei 2009

Pertumbuhan Gigi Anak


Pertumbuhan Gigi Pada Anak E-mail

Seorang bapak mengkhawatirkan pertumbuhan gigi anak laki-lakinya. Pada usia hampir satu setengah tahun, gigi si anak yang tumbuh baru empat buah, sedangkan teman-temannya yang seumuran bahkan lebih muda, gigi yang tumbuh sudah banyak. Faktor apakah yang mempengaruhi pertumbuhan gigi susu? Menurut drg. Iwan Dermawan, pertumbuhan gigi geligi pada anak-anak ditandai dengan pemunculan gigi, yaitu keluarnya mahkota gigi pada permukaan gusi, dan kemudian diikuti dengan perubahan posisi gigi dalam arah tegak dari dalam tulang pendukung gigi untuk kemudian menempati posisi fungsionalnya di dalam rongga mulut. Pertumbuhan ini menjadi maksimal bila gigi telah mencapai kontak dengan gigi antagonisnya (mentok dengan gigi lawannya atas-bawah). "Masa pemunculan gigi secara klinis ini merupakan suatu indeks kematangan seorang anak dan lebih berhubungan dengan sistim pencernaan. Proses kalsifikasi atau pematangan gigi dimulai pada janin berusia 7 bulan. Gangguan gizi dan penyakit yang berkepanjangan dapat mengganggu proses kalsifikasi pada gigi susu maupun gigi permanennya nanti," ujar Iwan Dermawan. Pembentukan struktur gigi yang sehat dan sempurna dimungkinkan dengan gizi yang cukup protein, kalsium, fosfat dan vitamin, terutama vitamin C dan D, selain juga hormon tiroid. Pemunculan gigi geligi dimulai dari geligi bawah kemudian baru gigi geligi atas. Pemunculan gigi anak perempuan lebih cepat dari anak laki-laki. Pada anak kurus juga memperlihatkan pemunculan yang lebih cepat daripada anak gemuk dan biasanya dipengaruhi faktor keturunan. Juga tak kalah pentingnya ketebalan jaringan tulang mempengaruhi proses pemunculan gigi dan juga faktor keturunan. "Pada umumnya gigi susu yang pertama muncul pada usia 6 bulan sesudah lahir dan seluruh gigi susu selesai muncul pada usia 2,5 tahun, yang ditandai dengan gigi geraham susu kedua akan mencapai kontak dengan gigi antagonisnya," katanya. Urutan-urutannya berdasarkan kebiasaan tumbuh adalah: urutan pertama gigi susu yang tumbuh adalah gigi seri susu rahang bawah, biasanya saat usia 6-9 bulan, kemudian disusul dengan gigi seri bagian atas. Gigi seri kedua, yaitu gigi yang biasa tumbuh di samping gigi seri pertama tumbuh saat usia 7-10 bulan. Kadang gigi seri kedua di rahang bawah tumbuh lebih dulu sebelum gigi seri kedua rahang atas. Lalu, satu gigi geraham depan tumbuh pada usia 16-20 bulan. Gigi taring juga mulai muncul pada usia yang sama. Gigi geraham kedua tumbuh pada usia 23-30 bulan. "Pada akhirnya, akar gigi susu terbentuk sempurna pada usia 3 tahun. Lalu, satu per satu gigi susu itu tanggal dan digantikan gigi permanen yang jumlahnya 32 buah, yang dimulai saat anak berusia 5-6 tahun sampai gigi geraham bungsu muncul pada usia 19-22 tahun. Tentang gigi keropos pada anak, ia menjelaskan, gigi keropos atau dalam istilah kedokteran gigi disebut karies adalah sebagai penyakit kronik dari jaringan keras gigi yang disebabkan demineralisasi email (lapisan keras/ luar gigi) oleh bakteri yang ada pada plak. Pada tahap akhir karies ini menyebabkan kerusakan, gigi berlubang. "Proses terjadinya karies gigi ini dimulai dengan adanya plak pada permukaan gigi, Sukrosa (gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (5,5) yang akan menyebabkan demineralisasi email, dan akan berlanjut menjadi karies gigi," katanya. Awalnya, lesi karies berwarna putih akibat dekalsifikasi, berkembang menjadi lubang yang berwarna coklat atau hitam yang mengikis gigi. "Pada anak-anak balita dapat dijumpai kerusakan gigi yang parah mengenai sebagian besar gigi geliginya, biasanya akibat pemberian susu atau cairan manis didalam botol atau ASI yang terlalu lama menempel pada permukaan gigi. Kejadian itu disebut Nursing-bottle Caries yang sering dijumpai sejak anak usia 12 bulan dengan kerusakan pada gigi seri atas, geraham dan gigi seri bawah," katanya. Usaha untuk mencegah kerusakannya tentunya tidaklah bijaksana dengan mengurangi pemberian susu atau ASI. Mengingat penyebab utama timbulnya karies gigi ini adalah plak, maka kita harus mengupayakan untuk membersihkan plak dari permukaan gigi. Upaya-upaya itu meliputi sikat gigi, kumur-kumur atau pembersihan gigi dengan kapas basah pada balita. Kebersihan gigi dan mulut hanya bisa dicapai dengan jalan menyikat gigi secara rutin dan teratur setiap hari terutama menjelang waktu sebelum tidur, agar permukaan gigi terbebas dari plak selama waktu tidur. "Untuk anak usia balita memerlukan peranan orang tua untuk membantu proses pembelajaran menyikat gigi secara rutin dan benar, karena dengan bimbingan dan penanaman kebiasaan menyikat gigi akan bermanfaat bagi pencegahan secara dini. Upayakan juga untuk memperkenalkan anak secara dini mengunjungi dokter gigi sejak usia 1 tahun. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam membiasakan dan mengatasi rasa asing/takut pada dokter gigi," ucapnya. (T-1)

Tidak ada komentar: