Sabtu, 15 Agustus 2009

Tumbuh Kembang Anak




I. TUMBUH KEMBANG REFLEK 0 – 5 TH

A. NEONATAL
crossed ekstensor : natal – 2 bulan
flexor withdrawal: natal – 2 bulan
extensor thrust : natal – 2 bulan
moro : natal – 6 bulan
walking reflek : natal – 6 bulan
grasp reflek : natal – 6 bulan

B. POSTURAL
Supporting reaction : natal – 2 bulan
Tonic labyrinthine : natal – 6 bulan
ATNR : 2 bulan – 6 bulan
STNR : 4 bulan – 10 bulan

C. RIGHTING & PROTECTIVE
Neck : natal – 6 bulan
Labyrinthine : 2 bulan – akhir hayat
Landau : 3 bulan – 2 tahun
Optical : 7 bulan – akhir hayat
Body on body : 7 bulan - akhir hayat
Protective extention foward : 6 bulan – akhir hayat
Protective extention sideways : 8 bulan – akhir hayat
Protective extention backward : 10 bulan – akhir hayat
Prone Equilibrium : 6 bulan – akhir hayat
Supine & sitting Equilibrium : 7 bulan – akhir hayat
All-four Equilibrium : 9 bulan – akhir hayat
Standing Equilibrium : 12 bulan – akhir hayat

II. TUMBUH KEMBANG GROSS MOTOR
ü 0 – 4 minggu
~ didominasi posisi flexi
~ gerak didominasi reflek primitif (moro, grasp, walking reflek, dll. )

ü 1 – 2 bulan
~ posisi flexi menurun
~ mulai bisa mengangkat kepala sendiri

ü 2 bulan
~ angkat kepala pada posisi tengkurap15 - 45 derajad

ü 3 bulan
~ angkat kepala sendiri pada posisi tengkurap 45 - 90 derajad

ü 4 bulan
~ angkat kepala pada posisi tengkurap dengan tumpuan lengan bawah
~ tangan ke midline
~ pull to sitting, kepala segaris dengan leher
~ tengkurap sendiri, kadang bisa telentang sendiri

ü 5 bulan
~ angkat kepala pada posisi tengkurap dengan baik
~ angkat panggul pada posisi tengkurap
~ berguling, miring
~ tengkurap, angkat badan dengan lurus
~ tengkurap – telentang sendiri
~ menggapai dengan 1 tangan pada posisi tengkurap

ü 6 bulan
~ duduk dengan kedua tangan menumpu di depan
~ berguling dari tengkurap ke telentang
~ membawa kedua kaki ke mulut
~ helps pull self to sitting
~ posisi airplane

ü 7 bulan
~ berputar dan mendorong diri ke belakang untuk telentang
~ bangkit duduk dengan kepala tegak
~ merayap

ü 8 bulan
~ merangkak
~ duduk tanpa support
~ belajar berdiri

ü 9 – 10 bulan
~ menggapai benda pada posisi duduk
~ berdiri dengan pegangan

ü 10 – 12 bulan
~ bangun sendiri untuk berdiri
~ belajar berjalan dengan dipegangi
~ dapat duduk sendiri

ü 12 bulan
~ berdiri ke duduk
~ berjalan dengan pegangan
~ merambat

ü 13 bulan
~ berjalan sendiri, high guard

ü 15 bulan
~ bangkit sendiri untuk berdiri
~ turun dari kursi dengan menghadap kursi
~ merambat naik ke kursi
~ berlutut dengan pegangan

ü 17 – 19 bulan
~ berjalan dengan baik
~ naik tangga dengan berpegangan
~ berlutut tanpa menyangga

ü 19 – 24 bulan
~ berdiri
~ naik turun tangga
~ menendang bola ke depan

ü 2 – 2,5 tahun
~ loncat di tempat dengan kedua tungkai bersamaan
~ melempar bola

ü 2,5 – 3 tahun
~ naik – turun trap dengan kedua tungkai bergantian
~ naik sepeda roda tiga

ü 3 tahun
~ berdiri sesaat dengan satu tungkai
~ berjaln dengan sempurna
~ melompat satu-satu

ü 4 tahun
~ berdiri satu tungkai 3-10 detik
~ melompat dengan satu kaki
~ lompatan lebar

ü 5 tahun
~ melompati tali setingggi lutut
~ menangkap bola
~ berjalan jinjit

III. TUMBUH KEMBANG FINE MOTOR
ü 1 bulan
~ bereaksi terhadap bel
~ tangan saling bersentuhan
~ tangan menggenggam, ibu jari bebas
~ menjatuhkan benda yang dipegang

ü 2 bulan
~ menggenggam pada posisi pronasi (memutar tangan / lengan ke arah dalam )

ü 2 – 3 bulan
~ memegang mainan kuat
~ melepas mainan yang dipegang secara involunter
~ melihat kedua tangan

ü 3 bulan
~ mempertahankan kericikan yang dipegang
~ mengguncangkan mainan
~ memegang botol minumannya
~ menghisap jari

ü 4 bulan
~ menjangkau dengan dua tangan
~ mendekapkan kedua tangan
~ melihat manik-manik
~ mengambil benda

ü 5 bulan
~ menjatuhkan / melempar benda yang dipegang
~ memegang kubus
~ benda yang dilihat akan diambil

ü 6 bulan
~ menggenggam botol dengan palmar grasp
~ jangkauan penglihatan langsung

ü 7 bulan
~ menggenggam benda pada posisi supinasi
~ menggenggam dengan wrist lurus
~ bermain dengan kedua tangan
~ duduk mencari benang
~ duduk mengambil 2 benda
~ dapat mengambil manik-manik

ü 8 bulan
~ memindahkan benda ke tangan yang lain
~ melampar benda
~ mengambil benda menyilang dalam posisi rendah

ü 9 bulan
~ mengeluarkan benda dari wadah yang besar
~ melepas mainan dan melihatnya
~ memegang dengan ibu jari dan ke 4 jari

ü 10 – 11 bulan
~ memegang benda sejalan dengan penglihatan
~ membenturkan 2 benda yang dipegang

ü 12 – 15 bulan
~ mengambil benda dengan menjimpit
~ membuat menara dari 2 kubus

ü 15 – 18 bulan
~ memegang pensil dengan kaku
~ mencoret – coret
~ mengeluarkan manik-manik dari botol dengan contoh
~ menutup dan mebuka botol

ü 18 bulan – 2,5 tahun
~ memegang pensil dengan posisi pronasi
~ meniru garis vertikal
~ menyusun balok sampai 8 buah
~ membuat 2 garis sejajar

ü 2,5 – 3 tahun
~ dapat menggunting
~ mencontoh lingkaran
~ membuat jembatan

ü 4 tahun
~ merangkai tasbih
~ membedakan garis pendek dan panjang
~ meniru garis menyilang

ü 5 tahun
~ memegang pensil dengan tripod yang dinamis
~ menggambar orang, 3 bagian
~ meniru menggambar segi empat

IV. TUMBUH KEMBANG KETERAMPILAN MANIPULATIF
ü 15 bulan
~ menyusun 2 kubus dengan contoh

ü 18 bulan
~ menyusun 3 kubus

ü 2 tahun
~ meniru membuat garis vertikal
~ menyusun 6 kubus

ü 2,5 tahun
~ meniru membuat garis horizontal

ü 3 tahun
~ meniru membuat lingkaran
~ menyusun 9 kubus

ü 3,5 tahun
~ menyusun jembatan dari 3 kubus

ü 4 tahun
~ meniru garis menyilang

ü 5 tahun
~ meniru menggambar segi empat

ü 5,5 tahun
~ meniru membuat segitiga

ü 7 tahun
~ meniru membuat diamond (segi enam)

V. TUMBUH KEMBANG BAHASA
ü 1 bulan
~ mengoceh

ü 2 bulan
~ mengetahui arah bunyi / melokalisir sumber bunyi

ü 3 – 4 bulan
~ tertawa
~ berteriak
~ menoleh ke sumber suara
~ tertarik pada suara

ü 5 – 6 bulan
~ mulai mengenal intonasi suara
~ sensitif pada intonasi dan musik
~ meniru suara / kata-kata

ü 6 – 9 bulan
~ memperhatikan dan menyimak suara
~ mengucap da-da ma-ma

ü 9 – 12 bulan
~ mengetahui arah sumber suara yang tidak terlihat
~ mengucapkan “papa, mama“ berpengertian

ü 15 bulan
~ mengucapkan 2-6 suku kata tunggal

ü 18 bulan
~ mengenal 20-22 kata

ü 2 tahun
~ mengikuti irama
~ mengikuti mengucap sajak anak-anak
~ menyebut 1 bagian tubuh
~ menyebut 1 gambar
~ menikuti perintah ( 2 dari 3 )

ü 3 tahun
~ menggunakan kata ganti dan kata majemuk
~ bertanya dengan “apa, siapa dan dimana”
~ menggunakan kata kerja
~ menyebut nama dan nama anggota keluarga

ü 4 – 5 tahun
~ bisa bercerita
~ memainkan peran suatu cerita
~ mengenal warna
~ mengetahui lawan kata ( 2 dari 3 )

ü 5 tahun
~ lancar berbicara
~ mengartikan kata
~ mengarang

VI. TUMBUH KEMBANG VISUAL
ü 1 bulan
~ mata dan kepala bergerak bersama
~ melihat garis hitam, tebal 0,3 cm, jarak 25 cm

ü 1,5 bulan
~ mengikuti bayangan benda kecil, jarak 22-30 cm

ü 2 – 4 bulan
~ menatap tantgan
~ mata mengikuti gerakan benda 180 derajad
~ tertarik pada warna terang dan cahaya
~ penglihatan meneropong
~ mengenal anggota keluarga, jarak 182 cm

ü 5 – 6 bulan
~ ada asosiasi antara sentuhan dan penglihatan
~ menggunakan mata untuk eksplorasi
~ menggunakan mata secara bebas tanpa gerakan kepala
~ mengenal orang lain, jarak 6 m
~ mampu melihat lingkaran berdiameter 5 cm, jarak 3 m
~ mampu melihat garis hitam setebal 0,04 cm, jarak 25 cm

ü 9 – 12 bulan
~ mengikuti gerakan benda

ü 12 – 18 bulan
~ menghasilkan bentuk tetap

ü 4 tahun
~ menghubungkan konsep benda keseluruhan


Reference :
Denver Developmental Screening Test, terjemahan Soatjiningsih. 1978
Takarini, Nawangsasi. Perkembangan Bahasa. 2008.
Takarini, Nawangsasi. Perkembangan Keterampilan Melempar. 2008.
Takarini, Nawangsasi. Perkembangan Keterampilan Tangan. 2008.
Takarini, Nawangsasi. Tahapan Tumbuh Kembang Normal. 2008.
Wahyono, Yulianto. FT Pediatri D-4. 2008.

Cara Memijat Bayi


Sejak Umur Berapa Pijat Bayi Dimulai?


Pemijatan Bayi dapat dilakukan, segera setelah bayi lahir, sesuai dengan keinginan orang tua. Semakin dini pemijatan dilakukan, semakin banyak keuntungan yang bakal didapat. Sedangkan waktu yang terbaik untuk melakuan pemijatan adalah pada saat pagi hari atau malam hari. Beberapa persiapan yang penting sebelum memijat bayi:
1. tangan bersih dan hangat.
2. kuku dan perhiasan jangan sampai menggores kulit bayi.
3. ruangan pemijatan diupayakan tidak pengap.
4. upayakan bayi sudah selesai makan/tidak sedang lapar.
5. perlu waktu sekitar 15 menit untuk melakukan seluruh tahapan pemijatan.
6. duduklah dalam posisi yang nyaman.
7. baringkan bayi di atas permukaan kain yang rata.
8. siapkanlah handuk, popok, baju ganti dan baby oil.
9. mintalah izin kepada bayi sebelum melakukan pemijatan.

Penjelasan Detail dibawah ini:

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pemijatan bayi tak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara dan rambu-rambu yang mesti diperhatikan. Berikut adalah cara atau pedoman pemijatan pada bayi.

* Pijatan di wajah untuk melemaskan otot wajah.
Tekan jari-jari pada kening bayi, pelipis, dan pipi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit daerah di atas alis. Dengan tekanan lembut, tarik garis dengan ibu jari dari hidung ke arah pipi bayi. Gunakan kedua ibu jari untuk memijit sekitar mulut, tarik hingga bayi tersenyum. Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah ke samping seolah membuat bayi tersenyum. Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.

* Pijatan di dada untuk memperkuat paru-paru dan jantung.
Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi dan gerakkan ke atas, kemudian ke sisi luar tubuh dan kembali ke ulu hati tanpa mengangkat tangan seperti membentuk hati. Lalu, dari tengah dada bayi, pijat menyilang dengan telapak tangan ke arah bahu seperti membentuk kupu-kupu.

* Pijatan pada perut untuk meningkatkan sistem pencernaan dan mengurangi sembelit.
Lakukan gerakan memijat di atas perut bayi seperti mengayuh sepeda dari atas ke arah bawah perut. Kemudian, angkat kedua kaki bayi dan tekan lututnya perlahan-lahan ke arah perut. Buatlah bulan separuh terbalik dengan tangan kanan, mulai dari kiri ke kanan searah jarum jam. Saat tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah dan berputar mengikuti arah jarum jam membentuk lingkaran penuh seperti matahari.

* Pijatan tangan dan kaki untuk menghilangkan ketegangan dan memperkuat tulang.
Pegang lengan bayi dengan kedua telapak tangan seperti memegang pemukul softball. Dengan gerakan seperti memerah, pijat tangan bayi dari bahu ke pergelangan. Lakukan gerakan sebaliknya, dari pergelangan ke arah pangkal lengan. Tarik lembut jari-jari bayi dengan gerakan memutar. Dengan kedua ibu jari secara bergantian, pijat seluruh permukaan telapak tangan dan punggung tangan bayi. Gunakan kedua telapak tangan untuk membuat gerakan seperti menggulung. Untuk kaki, ikuti cara yang sama seperti teknik memijat tangan.

* Pijatan punggung untuk memperkuat otot yang menyangga tulang belakang. Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggung bayi, luncurkan salah satu telapak tangan dari leher sampai ke pantat bayi dengan sedikit tekanan. Buat gerakan melingkar dengan jari-jari, terutama pada otot di sebelah tulang belakang. Buat pijatan memanjang dengan telapak tangan dari leher ke kaki untuk mengakhiri pijatan.

sumber : .: Selamat datang di website Keluarga Sehat :.

Berat Badan Kurang

Bulan ini Arfa ada jadwal imunisasi ulangan. HiB,DPT dan Polio... untuk artikel vaksin dibahas ntar aja ya, karna sekarang ingin berbagi mengenai berat badan anak. Di usia ke 18 bulan BB/PB Arfa 10,4 kg/83 cm. Hmm.. sepertinya agak kurusan ya :( pengin banget deh liat Arfa ndhut kek mamahnya..he3. Padahal doyan makan,ngirit sufor. Apa karena itu ya penyebabnya? Apalagi kalo ada yg bilang Arfa kurus... sebelll, keki banget. !!

Tapi dia aktif dan lincah banget. udah pandai manjat kursi, naik 20 trap tangga lantai dan bisa lari ngejar pus :D

Nah bunda yang mengalami permasalahan serupa dapat berbagi tips dan pengalaman disini...

ACUAN KURUS


Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar.

Nah, pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 - 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan.

Acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. “Kurang dari ini, BB nya bisa disebut rendah atau ia termasuk bayi kurus.”

Bayi kurus adalah yang saat lahir BB-nya rendah atau di bawah 2.500 gram. “Penyebabnya dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan. Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai.”

BERAT MANDEK

Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. “Pada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat.” Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat, “Tapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan.”

Bila pertambahan BB bayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, “Perlu dilihat penyebabnya,” terang Alinda. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. “Penyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik.”

Selain itu, bayi kurus juga bisa mengindikasikan kekurangan gizi. Ini umumnya karena kebiasaan di keluarga di mana kadang ibu tak cermat memberi nutrisi yang tepat untuk bayi. Padahal,bayi perlu asupan nutrisi yang seimbang. Bisa juga karena si bayi bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan akhirnya emoh makan.”Di sisi lain, kondisi psikis bayi menentukan pula keinginannya untuk makan. Kalau ia merasa tertekan karena sering dipaksa, misalnya, bisa saja nafsu makannya berkurang.”

“Bila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter.”

Soalnya, lanjutnya, “Untuk mengembalikannya menjadi normal kita harus melihat apa yang menjadi sebabnya.” Bila karena penyakit, harus disembuhkan dansambil menyembuhkan penyakitnya, kita pun harus melakukan konsultasi gizi untuk mengetahui gizi yang tepat bagi bayi.

KIAT MENGATASI

Jika memang penyebabnya karena penyakit, tak ada cara lain, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks.

Ciri-ciri bayi malnutrisi, jelas Alinda, bisa dilihat dari fisiknya. “Bila parah hanya tinggal kulit dan tulang saja.” Pemberian gizi tidak hanya satu segi saja, tetapi harus seimbang antara pemberian protein, karbohidrat, lemak, kalori, dan vitamin. Sumbernya pun tidak harus yang mahal, lebih baik dari yang murah. “Seperti protein, tak harusdari hewani saja. Dari nabati pun bisa. Misalnya anak diberitahu dan tempe.”

Sumber : dr. Alinda Rubiati, Sp.A, via www. balita-anda.com