Jumat, 04 September 2009

Mengajak Arfa Mudik


Agar Bayi Tetap Sehat Saat Mudik

Mudik tentu saja merepotkan, apalagi bila kita harus membawa bayi. Mereka masih sangat rentan terhadap penyakit. Nah, bagaimana mempersiapkan kesehatan bayi agar kesehatannya tetap terjaga.

Mudik, bagi sebagian keluarga Indonesia sudah merupakan 'tradisi', apalagi kegiatan mudik umumnya dilakukan saat menjelang hari raya tiba. Namun, mengajak bayi mudik, harus dilakukan dengan hati-hati. Perjalanan jauh dan lingkungan yang tidak selamanya sehat selama perjalanan, bisa menyebabkan si kecil menjadi kelelahan dan daya tahan tubuhnya menurun.

Menurut Dr. Syarif Rohimi, Sp.A, dokter anak di RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, diare bisa saja terjadi tiba-tiba dalam perjalanan mudik. Ini disebabkan masuknya kuman atau bakteri ke dalam tubuh bayi atau balita. Akibatnya, anak buang-buang air atau diare sepanjang perjalanan. Penyakitnya akan menjadi semakin parah jika si kecil mengalami dehidrasi tingkat tinggi (kekurangan cairan dalam jumlah besar).

Perhatikan Faktor Kenyamanan

Menurut Syarif, selain faktor kelelahan akibat perjalanan yang jauh, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kesehatan bayi dan balita. Misalnya faktor lingkungan yang berbeda, memungkinkan si kecil terserang kuman atau virus lain yang berbeda, dimana tubuh bayi belum mempunyai daya tahan terhadap kuman atau virus tersebut.

Penyakit-penyakit yang mungkin menyerang bayi pada saat mudik, umumnya adalah, demam, batuk, pilek, diare, kejang, dan pusing. Kecuali, jika sebelumnya anak mengidap penyakit tertentu, seperti asma, TBC, jantung, epilepsi, maag atau lainnya. Jika memang si kecil mengalami hal seperti ini, orangtua harus lebih siap saat membawanya mudik.

Di sisi lain, tidak semua bayi akan mengalami sakit bila diajak mudik atau melakukan perjalanan jauh. "Sepanjang vitalitas (kekuatan) anak memang baik, serta keamanan dan kenyamanan di perjalanan cukup terjamin, bisa saja si kecil tidak mengalami gangguan kesehatan, baik dalam perjalanan 'pulang kampung' ataupun saat ia balik nanti," tuturnya.

Unsur paling penting, lanjut Syarif, adalah terjaminnya faktor kenyamanan saat perjalanan sehingga vitalitas si kecil tidak menurun. Faktor kenyamanan ini, bisa mengenai alat transportasi yang digunakan atau pun penginapan di perjalanan dan juga rumah yang ditinggali saat melakukan mudik di kampung halaman.

"Tapi bila kenyamanan selama perjalanan dan saat di kampung halaman tidak terjamin, akan sangat mungkin anak mengalami penurunan daya tahan tubuh," tukasnya. Selain itu, perbedaan cuaca juga sangat berpengaruh bagi daya tahan tubuh anak. Oleh sebab itu, ada baiknya si kecil selalu berada dalam keadaan terlindung. "Jika udara dirasa cukup dingin, mereka harus tetap nyaman dalam kehangatan. Sebaliknya jika udara panas menyengat, tubuh mereka juga tidak boleh sampai mengalami serangan panas."

Kelengkapan Penunjang
Membawa bayi mudik - terutama dengan perjalanan yang jauh, yang perlu diperhatikan pula adalah faktor kelengkapan penunjang lainnya. Misalnya, makanan untuk si kecil. Bagi Syarif, makanan untuk bayi dan balita ada baiknya jangan sampai terlupakan. "Usahakan memberi makan bayi atau balita, makanan yang memang sudah ia kenal sehari-hari."

Bila bayi masih harus diberi ASI, sebaiknya tetap diberikan. Tapi bila ia sudah disapih, kita bisa memberinya bubur susu atau nasi tim. "Jangan sekali-sekali memberi bayi makanan yang dibeli di luar, sebab kebersihannya belum tentu terjamin," ungkapnya. Memberi bayi makanan di luar, bisa meningkatkan resiko si kecil terserang berbagai macam penyakit.

Perlengkapan baju yang cukup, juga menjadi salah satu pendukung dalam menjaga kesehatan bayi selama mudik. Perbedaan temperatur udara maupun cuaca di kampung halaman, membuat tubuhnya harus beradaptasi. Agar tubuhnya tidak 'kaget', maka orangtua harus mengantisipasinya dengan pakaian yang mendukung.

Apabila daerah tujuan atau kampung halaman mempunyai cuaca yang lebih dingin dibanding tempat tinggal kita, upayakan si kecil menggunakan pakaian yang hangat dan tebal untuk menjaga kehangatan tubuhnya. Sebaliknya, bila iklimnya lebih panas, maka usahakan untuk memakaikan pakaian yang mampu menjaga kelembaban tubuhnya dan mampu meresap keringat untuk menghindari terjadi ruam.

Begitu pun saat memandikan bayi. Meski terlihat jernih dan bersih, namun belum tentu air tersebut tidak mengandung kuman yang bisa menyebabkan penyakit. Jadi, tak ada salahnya untuk menggunakan sabun antiseptik atau kesehatan kulit. Untuk berjaga-jaga kalau kulit si kecil tidak cocok dengan air ditempatnya yang 'baru'. Dengan sabun antiseptik, akan membantu membunuh kuman dari air yang menempel pada kulitnya.

Bila Si Kecil Sakit
Apabila segala usaha telah dilakukan untuk menjaga kesehatan si kecil saat mudik, telah dilakukan. Namun bila daya tahan tubuh si kecil menurun, maka berbagai penyakit masih bisa masuk ke tubuhnya. Nah, bila ternyata si kecil sakit, ada baiknya orangtua tetap tenang sambil berusaha agar penyakit yang diderita si kecil tidak berlarut-larut atau semakin memburuk.

Bila si kecil terserang diare, terang Syarif, yang perlu dilakukan adalah dengan memberikannya minum yang cukup dan tetap memberi ia makanan - asal yang lunak, misalnya bubur susu. "Jangan berikan makanan yang bisa memperparah diare, seperti sayuran atau buah-buahan. Selain itu juga jangan lupa memberinya larutan oralit, atau larutan gula dan garam agar tidak dehidrasi."

Untuk penanganan anak yang mengalami demam atau suhu tubuh yang meningkat, orangtua bisa memberikan obat penurun panas khusus anak-anak. Selain itu, karena demam panas bisa menyebabkan dehidrasi ringan, sebaiknya anak diberi banyak minum sehingga ia mengeluarkan air seni dan berkeringat. "Ini akan membantu menurunkan suhu tubuh, karena air seni dan keringat akan membawa keluar serta panas tubuh.

Jika gangguan kesehatan makin parah - misalnya anak yang diare makin sering buang air atau muntah, atau anak yang demam panasnya makin tinggi disertai kejang-kejang - alangkah baiknya jika perjalanan dihentikan di kota terdekat untuk mendapatkan pertolongan dokter. Siapa tahu, si kecil benar-benar membutuhkan perawatan serta suplai obat-obatan yang cukup serius dari tenaga medis.

Seandainya sudah sampai di tempat tujuan, sebaiknya orangtua langsung mendatangi dokter terdekat. Kalau tidak ada, jangan tunda untuk mencari ke kota terdekat untuk mendapat pertolongan. Jangan takut, di rumah-rumah sakit kota kecil sekalipun, biasanya ada dokter jaga di Hari Raya atau hari besar.

Untuk menghindari kondisi yang lebih serius, jangan lupa untuk membawa persediaan obat sebelum melakukan perjalanan. Kotak obat ini bisa berupa bermacam-macam obat untuk P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) dan obat penurun panas, obat batuk dan lainnya, yang bisa Anda dapatkan di toko bebas atau meminta dari dokter. "Gunanya bila bayi mengalami gangguan selama perjalanan, bisa segera ditangani."

Gangguan Kesehatan Selama Mudik
Demam
Demam biasanya merupakan gejala infeksi kuman. Siapkan fisik anak dengan makanan bergizi seimbang sebelum berangkat. Pastikan ia tidak kekurangan vitamin, karena vitamin mencegah infeksi. Bawa persediaan air minum yang cukup, dan obat turun panas (yang mengandung parasetamol) yang biasa diberikan dokter untuk anak. Siapkan pakaian tipis yang menyerap keringat dalam jumlah cukup.

Diare
Berikan anak makan yang cukup dan bergizi sebelum berangkat. Hindari jajan sembarangan sepanjang perjalanan. Bawa bubuk garam oralit. Sekarang di apotek juga sudah ada oralit dalam kemasan siap minum. Kalau tidak ada, bersiaplah dengan larutan garam dan gula. Siapkan makanan yang lunak dan mudah dicerna (bukan makanan berserat).

Mual dan Muntah
Sediakan kantung plastik untuk menampung muntahnya sewaktu-waktu, tisu (atau tisu basah) untuk menyeka percikan muntahnya, sumber bau-bauan segar (eau de toilette), tisu penyegar, buah jeruk, atau minyak angin/balsem (kalau suka), untuk menghilangkan mualnya. Siapkan obat antimual/mabuk, tanyakan kepada dokter kemungkinan penggunaannya pada si kecil.

Kalau bisa, ajari anak untuk berkonsentrasi melihat pemandangan yang indah, atau melihat benda-benda yang letaknya sangat jauh dari pandangan. Benda-benda yang dekat dengan pandangan akan melintas dengan cepat dan efek visualnya menimbulkan rasa pusing. Apalagi benda yang melintas secara berulang, misalnya jajaran tiang listrik.

Gangguan Kulit
Biang keringat, ruam popok, sampai kulit yang alergi dengan air atau udara, bisa membuat si kecil gelisah selama perjalanan. Pastikan bedak dan sabun mandi si kecil tidak tertinggal. Kalau perlu, bawa obat antigatal. Cukupkan persediaan popoknya. Diapers atau popok sekali pakai memperkecil risiko alergi air atau dingin karena si kecil harus bolak-balik dibasuh setelah pipis. Tapi kalaupun tidak memakai diapers, jangan biarkan si kecil basah atau kotor terlalu lama oleh ompol atau kotorannya. Ingat, bakteri bisa membuat kulit yang gatal mengalami infeksi.

Gangguan Pendengaran
Umumnya terjadi jika perjalanan dilakukan dengan pesawat terbang. Siapkan permen, botol susu, dot atau apa saja yang bisa membuat si kecil mengulum dan menelan selama pesawat tinggal landas. Gangguan pendengaran ringan lantaran suara kelewat bising juga bisa terjadi saat si kecil ada di stasiun kereta api, terpapar langsung oleh suara mesin kereta yang memekakkan. Siapkan sumbat telinga, atau topi tebal yang bisa menutupi kepala dan telinga si kecil sekaligus.

Asma
Anak yang mengidap penyakit asma, kadang suka kambuh pada malam hari. Pastikan tidak lupa membawa obat-obatnya dan selalu menjaga agar anak mendapatkan udara (oksigen) dalam jumlah cukup dan segar. Kalau perlu, buka jendela kendaraan.

Epilepsi
Anak yang mengidap epilepsi harus mendapatkan cukup oksigen selama perjalanan. Usahakan ia tidak menggunakan baju yang ketat, agar tidak kambuh saat dalam perjalanan.

Tindakan Tepat di Saat Mendesak
Jika anak mengalami gangguan kesehatan selama mudik, lakukan segera tindakan berikut ini:

  1. Kenali gejala penyakit dan perkirakan penyebabnya.

  2. Stop dan jauhkan anak dari penyebab penyakitnya. Lalu, berikan pertolongan pertama untuk mengurangi penderitaannya.

  3. Jika masih dalam taraf ringan, atasi dengan persediaan obat-obatan yang ada, dan silakan teruskan perjalanan.

  4. Jika semakin parah dan obat-obatan tidak mempan lagi, sebaiknya hentikan perjalanan di kota terdekat untuk mendapatkan pertolongan dokter.
Sumber: Tabloid Ibu Anak




Tidak ada komentar: