Senin, 09 Desember 2013

Menuju Sehat Milik Semua Rakyat Indonesia

Tetap sehat murah harganya, menjadi sehat mahal harganya. Istilah tersebut memang benar apa adanya. Karena untuk tetap sehat, “hanya” dibutuhkan pola makan yang baik, istirahat teratur dan olah raga. Sedangkan untuk menjadi sehat ( dari sakit jadi sehat) tentu dibutuhkan lebih banyak hal. Seperti ; kunjungan ke dokter (bisa rawat inap atau rawat jalan), konsumsi obat dan atau suplemen atau vitamin bila diperlukan. Biaya dokter spesialis tentunya lebih mahal daripada dokter umum, karena keahliannya dan juga ketrampilan yang dimiliki berbeda. Belum lagi berbagai macam obat-obatan yang mendukung kesembuhan perlu di konsumsi selama beberapa hari sesuai dengan anjuran dokter. Obat dengan logo generik harganya lebih terjangkau, akan tetapi beberapa kali periksa, dokter “lebih suka” memberikan obat non generik, kecuali bila pasien tidak lupa untuk meminta resep dengan obat generik. Tapi pasien (contohnya saya sendiri) selalu lupa minta obat generik.
 
Menjadi sehat mahal harganya. Mahal dan tidak terjangkau adalah keluhan masyarakat miskin yang ingin berobat. Maka tidak heran bila pengobatan alternatif di negeri ini tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Pengobatan alternatif yang rasional atau bahkan mistis dan tidak masuk akal akan ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mencari kesembuhan. Praktik perdukunan di daerah terpencil maupun di kota besar tetap ada walaupun dkemas dengan cara yang lebih Islami, seperti memakai nama Kyai, Tabib, Habib dan Ustad. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan sekali, karena hanya demi kesehatan, masyarakat rela menggadaikan aqidah mereka.
Alhamdulillah, sejak berkiprah pada tahun 2001, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa turut andil memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dhuafa. Selama 12 tahun telah tercatat 25.000 kepala keluarga yang telah terdaftar untuk mendapatkan haknya. LKC Dompet Dhuafa menggunakan dana zakat, Infaq, Sedekah dan Waqaf (ZISWaf) dan kerjasama dengan berbagai perusahaan melalui program CSR untuk memberikan layanan kesehatan yang Ramah, Amanah dan Profesional.
Kenapa biaya kesehatan bisa mahal? Pemerintah dituding tidak peduli dengan pembangunan bidang kesehatan. Alokasi anggaran pemerintah untuk kesehatan hanya 2,1% dari APBN. Presentase ini sama dengan tahun 2012. Lantaran akan menggelar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014. Alokasi anggaran pada tahun ini meningkat menjadi 44,8 miliar atau 2,4% dari APBN ( Metrotv.news 13 Oktober 2013). Tentu saja jumlah anggaran ini sangat sedikit dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2013 untuk kementrian Agama sebesar Rp 41,73 Triliun, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Rp66 trilun bahkan kementrian Pertahanan alokasi belanjanya mencapai 77,27 triliun ( Viva.co.id 10 Desember 2013). Wow sangat besar sekali perbandingannya. Padahal kesehatan masyarakat Indonesia sangat penting untuk pembangunan di bidang lainnya.
Harapan saya dengan menulis ini, banyak penggiat blog yang menyuarakan pendapatnya agar anggaran untuk kesehatan dapat ditingkatkan lagi. Semakin besar anggaran kesehatan untuk rakyat maka semakin mudah seluruh rakyat terutama rakyat miskin mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai dan mudah di akses. Semoga pemerintah dapat meningkatkan anggaran kesehatan dalam APBN di tahun 2014 dan tahun-tahun yang akan datang.
 
Oiya, Belum lama ini Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengeluarkan pernyataan kontroversional yaitu terkait dengan label halal / haram untuk obat dan vaksinasi. Menteri Kesehatan meminta agar obat diperlakukan tidak sama dengan makanan dan minuman, karena proses pembuatan obat bersinggungan dengan lemak babi. Pernyataan ini tentu saja mengejutkan seluruh masyarakat terutama umat muslim. Karena bagi muslim sangat jelas sekali hukumnya yaitu dosa apabila memakan barang haram. Lalu bagaimana bila kita sakit dan ingin sembuh? Apa yang harus kita makan dan apa yang kita lakukan. Menurut pendapat saya,di Indonesia sangat banyak sekali aneka jenis tanaman obat. Dari bahan yang sangat mudah di dapat di sekitar rumah seperti bawang merah dan bawang putih. Bawang putih mengandung anti bakteri, antioksidan, anti radang dan dapat mencegah kanker . Itu baru sebatas bawang putih saja belum aneka jenis tanaman herbal yang lainnya. kalau saya jika sakit ringan seperti flu, batuk atau pilek cukup dengan minum madu dan istirahat yang cukup. Khasiat madu sudah disebutkan dalam Al Quran Surat An Nahl ayat 69 “ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda kebersaran Tuhan bagi orang-orang yang memikirkannya. Subhanallah...
Harapan saya yang lain akan ada penelitian lebih lanjut tentang tanaman herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan dengan dosis yang tepat. Selama ini pengobatan alternatif dengan tanaman herbal belum digunakan oleh kalangan medis karena belum ada penelitian jadi belum bisa digunakan seberapa tepat takaran yang sesuai untuk suatu jenis penyakit. Tanaman herbal yang tersebar di seluruh daerah ini tentunya akan menjadi obat yang murah dan minim efek samping. 
Selamat Milad LKC Dompet Dhuafa yang ke-12 dan Selamat Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 november ,  semoga sehat milik semua dapat segera terwujud nyata.
 


Artikel MenujuSehat milik semua Rakyat Indonesia ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Sehat Milik Semua.
 

Tidak ada komentar: