Kamis, 19 Juni 2014

[REVIEW BUKU] RHAPSODY

judul : Rhapsody
Penulis :Mahir Pradana
Editor :Ayuning
Cetakan kedua :2014
ISBN : 979-780-656-1
Vii+322 hal ; 13x19cm
Penerbit : GagasMedia 2013

Beginilah jika seorang traveller menulis novel, hasilnya memuaskan pembaca dan sempurna! Cerita dengan setting Makassar, walaupun saya belum pernah kesana tapi saya mendapatkan kesan mendalam terhadap kota itu. Apalagi dengan percakapan antara tokoh utama bernama Al (Abdul Latif) dengan asistennya yang lemah gemulai bernama Bebi a.k.a Bambang :))

Saya sempat tertawa sejenak dengan dialek Makasar, yang disebut okkots, yang menambahkan huruf g jika kata terakhir n, seperti nonton jadi nontong, hujan menjadi hujang dan menghilangkan huruf g seperti ujung menjadi ujun :))

Dengan alur lompat, novel ini tidak membosankan saat pertama kali dibaca, apalagi berita di TV yang memberitakan kecelakaan kapal di Laut Sewu sehingga membuat Al, Bebi, dan Simon (tour guide) tersentak ketika salah satu nama disebutkan.Siapa dia?. Saya penasaran. Sungguh Penasaran!

Selain Makasar, Mahir juga menuliskan keindahan kota-kota di Eropa seperti Madrid, Praha dan Berlin.Dengan bumbu percintaan antara Al dengan Nadia yang kemudian putus karena Nadia selingkuh lalu Al dengan Sari Desiana, membuat novel Rhapsody terasa lebih hidup.

Al mengelola sebuah hostel dengan nama Makassar Paradise Hostel. Dalam 3 bulan pertama hanya beberapa tamu saja yang menginap,padahal seluruh tabungan Al diinvestasikan di hostel yang merupakan warisan almarhum ayahanda. Dalam keadaan putus asa karena hampir saja menutup hostel miliknya datang seorang warga negara asing bernama Miguel Luis Carrion Martinez.

Miguel mempunyai ide-ide yang membuat hostel semakin diminati para wisatawan. Al sempat bingung kenapa pria ini sangat tulus membantunya. Ternyata semua karena "banco de favores". Di akhir novel diceritakan Miguel akhirnya menikah dengan Siska, kakak perempuan Al dan mempunyai bayi.

Selain kisah cinta tokoh-tokoh didalamnya, novel ini juga menceritakan konflik jatuh bangun Makassar Paradise Hostel yang diberitakan menjadi tempat mesum dan perdagangan narkoba. Dengan bantuan Miguel, Al berhasil membersihkan nama baik hostel warisan keluarganya itu.

Tidak ada komentar: