Jumat, 26 September 2014

Sabar dan Kuatkanlah kesabaranmu

Tumben nih daku nulis isi pengajian, iya soalnya temanya jleb banget. kena di hati para jamaah yg anggotanya ibu-ibu :-) Penyampaian ustadzahnya jugaa enak. Smangat tapi ademm, iya nggak ibu-ibu pengajian Choirunnisaa Bukit Emerald yang kece-kece

Tanda orang yang mendapat rahmat (kasih sayang) dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala ada 3 yaitu
1. Mendapatkan fasilitas/sarana/peluang untuk melakukan kebaikkan. Contohnya adalah ketika datang seorang pengemis, kita akan memberikannya sedekah atau mengusirnya. Pengemis itu didatangkan Alloh kepada kita. Ga perlu kita bertanya-tanya nanti uang yang kita kasih dipakai untuk apa. Karena datangnya pengemis juga peluang untuk melakukan kebaikkan. Bila ada peluang kebaikkan maka itu datangnya dari Allah dan sikap kita untuk mengambil peluang tersebut atau tidak.Ingat ya,PELUANG . kata ini sempat jadi trendsetter di sini hehehe
2. Mendapatkan waktu untuk melakukan kebaikkan. contohnya seorang ibu ketika dalam sehari pekerjaannya dalam rumah tangga selesai tepat waktu dan bisa melakukan ibadah-ibadah (salat wajib, salat dhuha, tilawah dll) maka Alloh sedang merahmatinya.
3. Mendapatkan keadaan/suasana untuk melakukan kebaikkan. contohnya adalah ketika keluarga ingin pergi/wisata kok ternyata anak rewel, kemrungsung atau ga tenang, suasana tidak nyaman maka Allah belum merahmatinya.Pingin happy2 malah yang ada suami-istri bermuka cemberut semua. Maluu dong sama kucing...meong...meong...meong.

Sabar itu tidak mengeluh/berkeluh kesah.
Dalam Al'Quran disebutkan "bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu". Jika kita merasa kesabaran telah habis maka lebih dan kuatkan kesabaran.

Perintah sabar juga terdapat di dalam Al'Quran sama seperti perintah salat, puasa, haji . Akan tetapi jika salat ada waktu datangnya begitu juga puasa saat Ramadhan tetapi sabar tidak diketahui kapan datangnya . Siaga setiap saat.
Dikisahkan saat ibu Hajar berada diantara bukit Shofa dan Marwah beliau mencari air demi putranya Ismail yang sedang kehausan. Berlari di shofa hanya ada gurun pasir yang tandus, maka beliau kembali berlari ke marwah disana juga hanya ada gurun yang panas dan tandus. Jika kembali lagi ke shofa, menurut nalar manusia juga tidak akan menemukan apa-apa. Akan tetapi ibu Hajar kembali lagi ke shofa, ke marwah begitu seterusnya sampai tujuh kali dan saat itu sudah tidak kuat lagi berlari dan jatuh terduduk di dekat putranya. Maka Alloh kemudian mengalirkan air zam-zam di kaki Ismail. (#daku sampai disini udah mbrebes mili lhoooo....beneran. Ingat anak lanang tercinta. Apa slama ini belum berusaha sekuat tenaga ya, tapi masih banyak mengeluhnya :-(. Baiklah mulai saat ini sabar dan berusaha sampai maksimal. Semangat! Ibu-ibu jamaah pas bagian ini juga banyak yang ngangguk-angguk. entah setuju atau karena ngantuk ya hehee ). Yuk lanjut lagi. Jadi jika saat itu ibu Hajar bolak-balik shofa - marwah hanya 4 kali dan sudah berhenti, mengeluh capek mungkin barangkali Allah tidak akan mengalirkan zam-zam yang setiap detiknya bisa mencapai 19 liter dan terus mengalir sepanjang masa. Subhanallah...
Sabar itu adzannya saat terjadi musibah dan indikator keberhasilannya adalah Ikhlas.

Dalam Al Quran surah Al Insan (76) ayat ke2 : Sesungguhnya kami telah menciptakan setetes mani yang telah bercampur yang Kami hendak mengujinya dengan perintah dan larangan, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Ujian itu bisa melalui mata dan telinga. Maka disarankan kaum laki-laki ketika bicara dengan lawan jenis untuk menundukkan pandangan. Bahasa kerennya ghaddul bashor.

Sama juga sih kayak saya, seneng melihat barang yang indah apalagi kalo ada diskon *kekep dompet. Haduh kalo diuji seperti ini harus banyak sabar. kalo nggak uang belanja sebulan melayang hahaha..