Minggu, 15 Februari 2015

Perencanaan Keluarga : Memilih Alat Kontrasepsi yang Pas

 

 Teman-teman, saya ingin sharing mengenai sesi parenting bulanan kali ini. Oiya acara ini diadakan oleh Griya Asik (Penitipan Anak dan Paud) yang berada di Perumahan Bukit Emerald Jaya. Jalan Emerald Asri Utama B1 no 1. Semarang. Diskusi kali ini dengan tema "Perencanaan Keluarga" yang disampaikan oleh Virdian Tri S., S.Psi dari Badan Perberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana Kabupaten Demak. Apa sih yang terlintas pertama saat mendengar BKKBN? Beberapa dari kita pasti akan mengatakan KB atau Keluarga Berencana. Padahal ruang lingkupnya tidak melulu hanya seputar alat kontrasepsi Apa saja tugas dari Bapermas dan KB; 

 1. Bina Keluarga Balita. Pembinaan dilakukan terhadap orangtua yang memiliki balita (bawah lima tahun). Apa saja mengenai masalah kesehatan anak dan tumbuh kembang anak.

 2 Bina Keluarga Remaja dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Jika BKR maka orang tua yang mendapatkan pembinaan. Pembinaan ini meliputi kesehatan reproduksi, napza dan ims atau infeksi menular seksual. Kesehatan reproduksi seperti ;Bagaimana remaja putri saat mendapatkan menstruasi pertama kali, menjaga kebersihan alat reproduksi, berapa kali ganti pembalut dan tentang sex atau jenis kelamin. Untuk remaja putra ; persiapan mimpi basah. Sebaiknya orang tua menjadi tempat bertanya bagi anak-anaknya sehingga anak remaja ini tidak mencari informasi dari temannya atau dari internet. 

 3. Bina Keluarga Lansia. Pembinaan ditujukan kepada mereka yang memiliki orang tua yang sudah memasuki masa lanjut usia. Usia 49 tahun disebut pra lansia . Merawat lansia diperlukan kesabaran dan informasi yang benar bagaimana merawat mereka, menyediakan nutrisi dan kesehatan seputar lansia. 

 Usia menikah menurut UU Pernikahan adalah 16 tahun, tetapi usia yang pas saat melahirkan adalah sekitar 25 tahun. Karena pada saat itu organ reproduksi sudah matang dan siap. Dan stop di usia 35 tahun karena melahirkan di usia tersebut berisiko tinggi. Jarak ideal kelahiran anak adalah 3 tahun, kenapa? Karena pada saat itu anak sudah dapat mandiri.

 Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi

  Untuk mengatur jarak kelahiran ada yang namanya alat kontrasepsi.

 Dilihat dari dari jenisnya ada yang hormonal dan non hormonal.

 Alat kontrasepsi hormonal tidak dianjurkan untuk yang menderita penyakit darah tinggi, jantung dan varieses. 

Dilihat dari metodenya ada alat kontrasepsi sederhana dan kekinian.

 Alat Kontrasepsi Jangka Pendek ; *Kondom ; dapat dengan mudah di apotek dan mini market terdekat. Tersedia dengan berbagai aroma dan variasi. Bahkan kini juga ada kondom hetar. Cocok digunakan untuk yang berumur 50tahun keatas. Tanpa banyak gerakan biarkan kondom yang bekerja.. #eeaa :-) 

 *Pil kontrasepsi : pil ini wajib di minum rutin dan disiplin. Jika minum jam 7 pagi maka disarankan setiap harinya untuk minum di waktu yang sama. Pil KB terdiri dari dua macam yaitu kombinasi (hormon estrogen dan progesteron) dan yang hanya mengandung estrogen saja. Pada ibu yang menyusui agar tidak mengganggu produksi asi dianjurkan untuk minum pil kb estrogen saja. 

 *Suntik KB : ada dua macam yaitu suntik 1 bulan dan 3 bulan. Bagian yang disuntik di pantat. Alat kontrasepsi Jangka Panjang ; 

 *IUD : dulunya adalah spiral (sesuai dengan bentuknya) , sekarang lebih dikenal sebagai iud dengan bentuk T. Dipasang di rahim melalui jalan lahir. IUD dapat bertahan selama 10 tahun dan merupakan 

KB Non hormonal. Cara kerjanya : menghalangi bertemunya sprema dan sel telur. Jika menggunakan alat kontrasepsi ini dapat mengakibatkan menstruasi lebih banyak dan lebih lama.  
*Susuk KB : dipasang di bawah kulit pada bagian lengan. Dapat digunakan selama 3 sampai 5 tahun. Susuk KB bekerja secara hormonal. 

 *Steril ; pemotongan saluran tuba falopii yang menghasilkan sel telur. Steril dengan cara pembedahan (operasi). 

 Mitos seputar alat kontrasepsi

1. Memakai susuk dapat mengakibatkan alat ini berjalan kemana-mana. FAKTA : susuk KB dipasang dibawah kulit melalui bedah minor. Jika pemakai susuk KB berjalan ke pasar, apa susuknya ditinggal? Pastinya juga ikut berjalan-jalan ke pasar dong hehe.

 2. Pemasangan IUD dapat menyebabkan IUD berpindah ke organ pencernaan atau usus. FAKTANYA organ reproduksi terpisah dengan organ pencernaan. Jika iud yang berbentuk chopper T telah terpasang maka akan terus menetap disana. Pemasangan iud dapat dilakukan setelah menstruasi dan rutin dilakukan pemeriksaan atau kontrol secara rutin seminggu setelah pasang iud, sebulan, tiga bulan , enam bulan lalu setiap tahun. IUD dapat bertahan selama 10 tahun. 

 3. Jika dilakukan pemasangan iud tetapi tetap hamil, nanti iud ini akan menempel di kening bayi dan dapat membahayakan bayi. FAKTANYA pemasangan iud dapat mencegah kehamilan sebesar 99 % dan kemungkinan hamil masih saja bisa terjadi. Jika hamil dan ada IUD didalam rahim maka tetap disana , nantinya akan keluar bersamaan dengan kelahiran. IUD yang diambil saat terjadi kehamilan justru membahayakan janin dan menyebabkan keguguran .

 4. Steril pada laki-laki menyebabkan hilangnya kejantanan . FAKTANYA steril ini dilakukan dengan cara memutuskan saluran telur yang berada di testis. Jadi suami yang melakukan steril masih bisa melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik. 

 5. Steril pada wanita menyebabkan ibu sakit-sakitan dan tidak mampu mengangkat barang berat. FAKTANYA ; steril dilakukan dengan cara operasi dan memerlukan masa pemulihan. Setelah pulih ibu dapat melakukan kegiatan sehari hari dan masih tetap dapat melakukan kewajiban sebagai istri. Kategori angkat berat : angkat suami :)) yang tidak melakukan sterilpun tetap ga boleh angkat berat. Iya tho? Dari Bapermas dan KB telah menyediakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tentu saja halal untuk digunakan. 

 Nah sudah mantap ingin memakai alat kontrasepsi? Silakan dipilih yang nyaman dan cocok bagi suami dan istri.

 Foto Dokumentasi Pribadi

2 komentar:

Mebel jepara mengatakan...

Artikel yang cukup membuat pengetahuanku tentang kontrasepsi semakin banyak.Nanti akan aku sarankan buat istriku.Terima kasih sharenya gan.

Dewi Rieka mengatakan...

banyak mitos seputar kontrasepsi ya mba bikin ini itu jadi orang maju mundur mau pakai, tfs ya mba hapsari :*