Selasa, 23 Juni 2015

Tiga Hal Yang Dilakukan saat Ramadan

"Hore....libur tlah tiba" teriak girang anak-anak. Beberapa hari menjelang Ramadan, sekolah sudah membagi raport. Artinya libur panjang sudah didepan mata. Libur kenaikkan kelas bersamaan dengan libur Ramadan sungguh panjang. Lamanya kurang lebih 30 hari atau sebulan. Saya sudah menyiapkan daftar kegiatan agar anak-anak tetap merasa asyik walaupun liburan dirumah saja. Apalagi Ramadan kali ini nenek mereka akan melewatkan Ramadan bersama mereka. Inilah kegiatan libur Ramadan di rumah saya yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. 

Pertama membaca buku. Hobi saya mengoleksi buku bacaan akan bermanfaat jika saat libur seperti ini. Bercerita, mendongeng atau membacakan buku (read a loud) jadi hal yang menyenangkan untuk anak. Saya memilihkan buku cerita Islami yang berisikan tentang cerita tokoh Islam atau perbuatan atau akhlak baik. Dulu ibu juga senang mendongeng untuk saya. Dongeng cerita khas nusantara seperti Timun Mas, Kancil Yang Cerdik dan Keong Mas. Kadang saat membaca buku dengan suara keras, Ibu akan duduk mendekat. Mendengarkan dan ikut menyimak. Nah, mendongeng bukan hanya untuk anak-anak saja kan, ibu saya juga suka. Buktinya beliau terkadang duduk dan tahu-tahu mata sudah terpejam tidur. :-)

Kedua pesantren kilat Ramadan. Pesat atau pesantren kilat saat Ramadan marak diadakan saat ini. Di Masjid, sekolah dan komunitas-komunitas muslimah dengan antusisas mengadakan pesat. Selain mengisi libur sekolah, pesat juga diharapkan mencetak anak yang cerdas dan bertakwa. Didekat tempat saya, Ramadan kali ini ada pesat khusus. Namanya Sekolah Ibu. Dari namanya pasti sudah terbaca jika khusus untuk para ibu. Materi sekolah ibu ini sungguh keren. Dari fiqh tentang Thoharoh atau bersuci, kesehatan gigi, perawatan dan pijat bayi serta tata cara pengurusan jenazah. Diharapkan ilmu yang didapat akan bermanfaat untuk para ibu dan seluruh anggota keluarga. Jika dulu, ibu mengantar saya ke Taman Pendidikan Al Quran untuk ikut pesat, maka kali ini saya mengajak beliau dan menemani beliau di acara Sekolah Ibu. Pernah saya menawarkan pada beliau ke Jakarta untuk ikut acara live show Mamah Dede. Ustadzah kesukaan ibu. Semoga ada kesempatan silaturahmi ke sana ya bu..Aamiin.

Ketiga belanja dan memasak bersama. Ini nih yang paling saya suka. Ibu paling suka belanja untuk mengisi kulkas yang selalu hampir kosong. Alasan klasiknya untuk Arfa, Barra dan Caca, cucu kesayangan ibu. Belanja dan masak bersama ibu sungguh menyenangkan. Di meja makan saya, menunya jadi lebih komplit. Selama ini hanya sop dan variasi tumis saja. Saat ada ibu, saya bisa masak rendang, rawon dan opor tanpa harus tanya oom google dulu. Ibu juga suka dengan nugget ayam keju bikinan saya.



Kata beliau nugget ayam kejunya enak dan gurih. Ibu memang selektif dalam memilih menu makanan. Makanan asin dihindari karena menyebabkan hipertensi. Kata beliau, kreasi nugget saya enak sekali. Nugget ayam keju ini bisa sebagai stok makanan dan awet disimpan di freezee kulkas selama lebih dari sebulan. Jika bangun telat saat sahur, cukup goreng nugget ayam keju ini. Nggak lebih dari lima menit, sudah bisa disantap. Ibu juga suka sahur di saat menjelang subuh. Beliau menyampaikan jika mengakhirkan waktu sahur itu merupakan sunnah. Nah, pas banget kan kalau sahur praktis dan bergizi dengan nugget ayam keju. Sahur yuk dengan nugget ayam keju. Udah mau Imsyak nih.


1 komentar:

Ayu mengatakan...

Fotonya bikin ngiler, deh...