Jumat, 25 September 2015

Mengenal Lebih Dekat Aldi Ferdian Sang Pengusaha


Jika ditanya tentang hobi maka saya atau sebagian besar teman-teman yang saya akan kenal akan menjawab membaca, travelling, makan atau nonton tv. Nggak salah kan, karena hobi itu sesuatu yang kita senangi. Tapi jika pertanyaan itu dilontarkan kepada sosok Aldi Ferdian, maka pria kelahiran Bandung ini akan mejawab jika dia suka sekali bekerja, bertemu dengan orang-orang baru dan kemudian menciptakan peluang usaha. Wow...sebuah “hobi” yang unik dan tak biasa.  Aldi Ferdian memang bukan pemuda biasa karena dengan visi dan misi yang mulia yaitu ingin membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka. Dan perjalanan kisah hidup pria yang lahir pada tanggal 11 Desember 1979 ini bisa menjadi motivasi bagi siapa saja.

Aldi Ferdian sejak remaja sudah terlihat bakatnya menjadi seorang entrepreneur. Di usia 17 tahun sudah bekerja sebagai sopir antar jemput untuk anak sekolah dasar, menjadi crew service delivery Mc Donald Kings Plaza- Bandung hingga menjadi entertainment di sebuah event organizer di Semarang dan Jidar Enterprize,  EO milik Miko Protenema. Pria lulusan Universitas Pasundan jurusan Teknik Industri ini berhasil menyelesaikan studinya setelah sebelumnya menjadi supervisor entertainment di Frame Station Cafe dan mengurusi banyak band serta artis besar yang ingin launching karya mereka di kafe tempatnya bekerja. Lika-liku pekerjaan yang dilakoninya membawa Aldi Ferdian ke dunia perbankan, dari mulai Reksadana, Bank Permata, Bank Niaga, Commonwealth Bank dan Bank UOB Jakarta. Bekerja di bank merupakan titik awal bagi Aldi Ferdian memahami dunia perbankkan dan memberikan pencerahan baginya untuk menjadi seorang pengusaha.

Langkah pertama Aldi Ferdian menjadi pengusaha saat bersama kolega mendirikan Vizwerk yang bergerak di bidang production house. Vizwerk semakin berkembang pesat , karyawan yang dimilikinya berjumlah 15 orang. Aldi Ferdian juga ingin membantu para pekerjanya untuk memiliki usaha. Niat baiknya dibuktikan dengan mendirikan koperasi dana usaha, dimana karyawan atau nasabah mendapatkan pinjaman untuk pembiayaan usaha mereka. Maka berdirilah Grinta dan jasa tour and travel yang bernama Travella Tour. Aldi Ferdian juga sudah membantu pembiayaan sebuah proyek pengembangan sumur minyak tua di Malo sejak tahun 2013 dan sekarang sudah sudah memasuki proyek sumur yang ketiga. Kesuksesan Aldi Ferdian sebagai seorang pengusaha dan  bidang usaha tak perlu diragukan lagi. Banyak proyek yang telah didanainya antara lain ; Kingkong Jasa Media, kampung n’De, Danus, Fox One Media Pratama, Individwa, Dwa Cipta dan lain-lain. Semua proyek tersebut bergerak dalam berbagai bidang antara lain lain media promotion, property, jamur tiram, cabe, media digital dan energi. Keterlibatan Aldi Ferdian sebagai pengusaha tak tanggung-tanggung lagi , bahkan pengembang yang ada di Jakarta dan Seminyak-Bali sudah didanainya dalam proyek Quo Sapece Soho dan  Paditeras Condotel. Kini Aldi Ferdian sudah mendirikan perusahaan induk dengan nama Cakradhara. Dari hobi menciptakan peluang usaha hingga visi dan misi membantu orang lain mewujudkan mimpi mereka dengan Transformasi Jiwa dan Raga, Aldi Ferdian sukses sebagai seorang pengusaha dan pakar bidang usaha. Selamat ya bung Aldi.



1 komentar:

Dedew mengatakan...

wah keren yaaa, jago investasi mas aldi...