Minggu, 22 November 2015

Menggairahkan Perekonomian dengan Revaluasi Asset



Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid V yang salah satunya berisi tentang revaluasi asset. Menurut Zeti Arina, seorang konsultan pajak bahwa revaluasi asset mempunyai tujuan agar perekonomian lebih bergairah. Perlambatan ekonomi yang terjadi membuat perusahaan-perusahaan skala kecil maupun besar mengalami kerugian bahkan ada yang modalnya negatif. Maka dengan adanya revaluasi asset ini diharapkan posisi neraca lebih bagus karena adanya penyesuaian nilai asetnya yang semula dari nilai perolehan menjadi nilai pasar. Sedangkan tujuan lainnya dengan adanya paket kebijakan ini adalah pemerintah mendapat penerimaan pajak yang betambah. Untuk saat ini target pajak masih jauh dari target, maka pemerintah akan mengeluarkan lagi kebijakan-kebijakan ekonomi baru untuk menggerakkan perekonomian.

Lebih lanjut lagi dijelaskan oleh Zeti Arina bahwa dengan adanya revaluasi asset akan mengakibatkan dampak-dampak yang berbeda pada tiap-tiap perusahaan. Seperti yang telah diketahui bahwa dengan adanya revaluasi asset maka maka nilai asset bertambah sehingga biaya penyusutan juga bertambah. Untuk perusahaan yang biaya penyusutannya sudah nol, dampaknya akan menambah biaya sehingga laba berkurang, selanjutnya karena laba berkurang maka pajak yang disetorkan juga akan menjadi lebih kecil. Bagi para pemegang saham juga akan mendapatkan tambahan pajak yang bukan dari PPh, sehingga akan mengakibatkan penghasilannya jika dilihat secara fiskal akan lebih kecil daripada tahun sebelumnya. Untuk perusahaan yang akan go publik atau merger, Zeti Arina memberikan saran agar menaikkan nilai saham sebelum merger.

Paket kebijakan ekonomi jilid V yang berisi revaluasi asset ini merupakan fasilitas yang boleh digunakan boleh tidak digunakan. Asset yang termasuk adalah semuanya bisa direvaluasi termasuk property. Jika perusahaan tidak mau melakukan revaluasi asset juga tidak masalah, jika dikhawatirkan akan mengalami kerugian, dimana kompesasi kerugian tersebut tidak dapat dicover selama lima tahun kedepan. Masih bingung tentang perlu tidaknya revaluasi asset? Teman-teman dapat mengubungi Zeti Arina yang merupakan konsultan pajak profesional untuk membuat tax planning.

Tidak ada komentar: