Senin, 23 November 2015

Resensi Buku : 5 Guru Kecilku Oleh Kiki Barkiah


Judul Buku : 5 Guru Kecilku (Bagian I)

Penulis : Kiki Barkiah, S.T.

Editor : Aditya Irawan

Cetakan ke : 1, Oktober 2015

ISBN : 978-602-73274-0-5

Penerbit : CV. Mastakka Global informa

Harga : Rp. 65.000,-


Jodoh bisa bertemu dimana saja, termasuk di media sosial. Teman-teman penulis yang saya kenal bertemu “jodohnya” di media sosial. Seorang teman “berkicau” di twitter dan tiba-tiba ada penerbit yang tertarik untuk menerbitkan kicauannya. Woow, karya mereka menemukan jodohnya (penerbit) di media sosial. Hal ini jugalah yang dialami oleh Kiki Barkiah. Status-statusnya tentang pengasuhan anak mendapatkan respon positif dari followernya. 3000 lebih follower mendukung agar status-status tersebut dibukukan.

Buku ini berisi 35 kisah pengalamannya dalam mengasuh anak serta membangun hubungan yang harmonis dengan suami yang semuanya sarat dengan hikmah. Diawali dengan Niatmu kekuatanmu, Kiki barkiah ingin memberikan motivasi bagi para ibu saat mengalami kelelahan atau kepenatan menghadapi anak-anak. Pada halaman 4 dicantumkan sebuah hadist tentang bagaimana Islam memandang keutamaan memiliki keturunan yang sholeh. Dari Abu Hurairah R.A bahwa Rasulullah SAW bersabda , “ Satu Qintar sama dengan 12 Uqiyah. Tiap Uqiyah adalah sesuatu yang lebih baik daripada semua yang berada diantara langit dan bumi. Dan kemudian Rasulullah bersabda “ Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga kelak, hingga ia akan bertanya bagaimana mungkin semua ini dapat tercapai?. Maka dikatakan kepadanya ini semua disebabkan Istighfar (permohonan ampun kepada Allah) yang diucapkan oleh anakmu untukmu.

Di kisah selanjutnya Kiki barkiah masih tetap ingin memberikan motivasi bagi para ibu bahwa hamil dan melahirkan adalah penuh perjuangan yang begitu istimewa. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, selanjutnya adalah menyusui bayi selama dua tahun yang pastinya juga penuh perjuangan. Jika semua hal tersebut dipandang sebagai bentuk ibadah, maka kita akan menyikapinya dengan penuh bijaksana. Tanpa keluhan dan dijalani dengan penuh rasa ikhlas serta syukur. Jika kita melakukannya sebagai bentuk ibadah, insya Allah akan mendapatkan pahala. Aamiin. Kisah selanjutnya mengenai memiliki balita berusia dua tahun itu we o we banget deh. Iya, saya juga pernah mengalaminya. Apalagi jika memiliki saudara yang rentang umurnya tidak berbeda jauh. Rebutan dan perkelahian antar saudara adalah makanan sehari-hari. Maklum balita belum mengerti arti kepemilikkan. Semua adalah miliknya hahaha. Teh Kiki, begitu beliau akrab disapa memberikan tips untuk tetap sabar dan istiqomah mengajarkan bagaimana seharusnya anak-anak bersikap. Anak-anak belum bisa mengungkapkan dengan kata-kata maka bentuk nyatanya adalah berupa kemarahan. Sebagai orangtua khususnya ibu perlu membantu mereka untuk belajar mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Kalimat-kalimat bijak penuh dengan doa selalu ada disetiap lembar buku ini. tapi membacanya sangat ringan dan menyentuh sampai ke hati, tidak seperti sedang diceramahi. Karena sesungguhnya ketika sedang menulisnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Dan ketika menulisnya dengan hati akan sampai ke hati juga.

Memiliki lima orang anak dan tinggal di negera Amerika, jauh dari saudara dan tanpa asisten rumah tangga membuat Teh Kiki dan suaminya begitu kompak menjalankan perannya. Tips yang juga keren bagaimana membagi waktu mengajarkan homeschool bagi putranya dan mengasuh tanpa stress. Adanya standart pagi, siang dan malam membuat saya ingin juga menirunya. Hehehe. Saya suka sekali ketika dialog-dialog teh Kiki sedang menelpon suami dan mengatakan betapa dia sangat mencintai suaminya. Diujung telepon suami tertawa dan menggoda ada kejadian heboh apa dirumah. Sungguh bahwa cinta, semangat dan canda tawa suami, pengertian dan bimbingannya adalah sangat berarti bagi istri, yang juga berarti bagi pengasuhan anak. Kisah ini dibagikan di “Apa Niatmu Menikah “ (hal 187). Niat menikah karena ibadah maka segala sesuatunya akan menjadi indah dan begitu indah.

Membaca kisah-kisah yang dituliskan oleh Kiki barkiah tentang pengasuhan kelima anaknya benar-benar memberikan angin segar bagi diri saya. Penuh inspirasi tentang ilmu parenting. Bukan hanya itu saja, tapi juga bernafaskan Islam. Bagaimana teh Kiki memberikan pengertian kepada Ali, putra sulungnya untuk belajar Islam ditengah-tengah  jadwal sekolah yang padat. Mengorbankan sedikit waktunya bermain dan bersantai. Karena betapa mereka ingin berkumpul bersama-sama di Surga kelak. 35 kisah dibagian I buku ini sangat indah dan tidak sabar menunggu kisah-kisah berhikmah lainnya yang akan dibagikan.

Tidak ada komentar: