Rabu, 10 Februari 2016

Dua Jam Bersama Abah Ihsan Baihaqi : Pendidikan Bersuci dan Adab Pergaulan


Kapan Waktu Yang Tepat Mengajarkan Pendidikan Seks Yang  Pada Anak. Hmm... tema yang menarik ya dan banyak dinanti oleh para orang tua. Apalagi jika yang menyampaikan adalah Abah Ihsan Baihaqi. Tema ini beliau sampaikan pada acara Silaturahmi anggota HSMN ( Home Schooling Muslim Nusantara) Semarang.

Menurut Abah, panggilan akrab beliau, dalam agama Islam,pembahasan tentang pendidikan seks ini lebih lengkap dan lebih terstruktur serta dalam bahasa santun dan mudah dipahami. Bila dunia pendidikan Barat mengartikan pendidikan seks ini berarti kesehatan reproduksi saja yang ujung-ujungnya adalah pengenalan dan penggunaan alat kontrasepsi. Maka dalam Islam lebih dikenal dengan pendidikan bersuci dan pergaulan.

Anak-anak wajib untuk mengenal dirinya sendiri, mengenali perasaannya sebelum mengenal lawan jenis. Dengan demikian diharapkan dapat menghargai. Karena anak akan menghargai orang lain jika ia juga diperlakukan dengan baik. Perlakuan, pendidikan yang baik akan menjadi anak menjadi solih atau anak bermanfaat .


Menurut Abah, bahwa sex itu adalah

Hal yang alamiah : mau nggak mau, suka ngga suka harus dibicarakan tentang tubuhnya sendiri. Jika tidak dibicarakan maka anak akan mencari tahu atau tahu dengan sendirinya. Anak laki-laki cenderung ingin tahu tentang alat kelamin lawan jenis jika anak perempuan cenderung ingin tahu atau yang berhubungan dengan perasaan.

Masih menurut abah, bahwasanya Seks adalah hal tabu, tabu dalam hal ini adalah tidak boleh dibicarakan di luar rumah. harus dengan ayah dan ibu.

Yang ketiga, masih menurut abah, Seks harus terintegrasi. Bukan hanya kesehatan reproduksi saja.

Dalam Islam ada yang namanya Adab Pergaulan meliputi

a.       Kesehatan Reproduksi

b.      Jannabah didalamnya meliputi Tubuh yaitu laki-laki dan perempuan, mimpi basah dan haid.

c.       Istidza

d.      Hijab

Jannabah, agar lebih runut akan dijelaskan sebagai berikut ;

·         Jiwa feminim dan maskulitas. Dalam rentang umur 0-7 tahun, pengenalan jenis kelamin. Katakan saja penis untuk alat kelamin pria, dan vagina untuk alat kelamin perempuan. Jika ada pertanyaan dari mana datang bayi, please ya jangan dijawab dari burung terus turun dikasihkan kerumah kita Nak. Basi buu... jawab saja sesuai bahasa anak. Adanya bayi karena sperma dan ovum bertemu. Sperma dari mana? Dari alat kelamin laki-laki. Kalo ovum? Dijawab jujur itu adalah sel telur perempuan. Lalu bertemunya dimana mah? Mereka bertemu karena saling menempel. Saat menempel inilah ada rasa nyaman. Nanti setelah kamu dewasa dan menikah, akan tahu nak. J

·         Memiliki rasa malu dengan tubuhnya. Pada umur 2 tahun sebaiknya anak dicebokin dengan yang sesuai jenis kelaminnya. Jika anak perempuan ya dengan ibunya, dan anak laki-laki dengan ayahnya.

·         Saat anak berumur 7 tahun sudah harus bisa cebok sendiri. Terbiasa disentuh akan mengakibatkan anak jadi merasa nyaman dan jadi kebiasaan yang kurang baik. Jadi Anak tidak boleh disentuh kecuali bila sedang sakit.

·         Umur 7 tahun ini adalah masa kritis. Anak sudah diajarkan sholat, dipisah tempat tidurnya, berhijab dan berpakaian sesuai gendernya.

·         Berpakaian sesuai gender, ini penting sekali ditegaskan. Anak laki-laki tidak menyerupai anak perempuan dan anak perempuan tidak menyerupai laki-laki. Sama sekali nggak boleh, walaupun tujuannya hanya untuk bercanda.

·         Pada saat usia 10 tahun, pelajaran tentang mimpi basah dan haid sudah selesai diberikan. Termasuk didalamnya bersuci dan menjaga kemaluan.

Hmm... masih banyak PR yang belum tuntas dikerjakan nih dan PR semakin menumpuk saat abah menjelaskan tentang Istidza. Dalam Quran surat An Nur ayat ke 13, dijelaskan bahwa semua anak wajib meminta ijin saat masuk ke kamar orang tua pada waktu Subuh, tengah hari dan selepas Isya.

Nah, minta ijin masuk kamar orang tua, jadi kamar anak dan orang tua dan anak harus pisah ya. juga kamar anak laki-laki dan perempuan dipisah. Jika memiliki anak laki-laki lebih dari satu, mereka bisa dalam satu kamar TAPI TIDAK SATU SELIMUT. Pisahkan tempat tidurnya. Hal ini bisa dilakukan dalam rentang usia 3-10 tahun.

Tentang Hijab, abah menjelaskan lebih lanjut jika secara fisik untuk laki-laki dari pusar sampai lutut sedangkan untuk perempuan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sebaiknya ibu saat dirumah juga menjaga aurat di depan anak-anak. Pakai gamis atau daster panjang sih, tapi selesai cuci piring ujung gamis buat ngelap muka. Jadi terlihat dong auratnya. Dijaga ya bu, didepan anak dari leher sampai lutut.... #iya bah sambil tutup muka pakai apron :-D

Hijab pergaulan, lebih lanjut dijelaskan oleh abah dengan memberi contoh jika ada tamu laki-laki sedangkan suami tidak berada dirumah, jangan boleh masuk rumah ya. Silakan temui di luar rumah. kalau ada yang nyinyir ya dijawab saja ini perintah Alloh. Dan jangan khalwat atau berdua-dua dengan lawan jenis di ruang pribadi seperti kamar hotel, mobil, bangku taman dll.  #Siap bah.

Waktu dua jam ngga terasa telah berlalu. Masih belum puas euy. Ingin menggali lagi ilmu-ilmu parenting dari abah Ihsan. Semoga saja bulan depan, ada kesempatan untuk belajar lagi bersama beliau dalam PROGRAM SEKOLAH PENDIDIKAN ANAK(PSPA). Aamiin . #doa kenceng J

FOTO DOKUMENTASI PRIBADI