Sabtu, 11 Maret 2017

Percayalah Aku Mencintaimu Nak


Salah satu hal yang paling ditunggu disetiap bulan ketika menjadi wali murid di sekolah alam Ar Ridho adalah adanya seminar parenting. Bukan hanya ananda saja yang belajar, para ayah dan ibu wajib belajar untuk senantiasa menjadi orang tua yang lebih baik lagi bagi putra-putrinya.

Seminar parenting pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 ini disampaikan oleh Ibu Mia Inayati Rachmania selaku Direktur Sekolah Alam Ar Ridho. Sebelum materi disampaikan, sebelumnya diisi oleh penampilan siswa-siwi termasuk dari kelas A2 dimana ananda belajar.

Setiap ibu pasti mencintai anaknya, adalah hal yang wajar karena sifat Alloh yang rahman dan rahim ( pengasih lagi penyayang) ini menjadikan manusia juga memiliki sifat penyayang. Dalam sebuah hadist juga disebutkan Man laa yarham laa yurham yang artinya barang siapa tidak sayang maka tidak akan disayang. Sebuah hadist yang pastinya sudah diajarkan dan dihafalkan oleh sekolah Islam sejak taman kanak-kanak.

Hal tentang kasih sayang juga telah diajarkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam. Pada suatu saat Rasulullah sedang mengunjungi rumah, dan disana beliau melihat seorang tuan yang sedang memukuli budaknya. Rasulullah kemudian menegur “ janganlah kemarahanmu melebihi rasa sayangmu, sesungguhnya yang paling berhak untuk marah adalah Allah, akan tetapi rahmat dan kasih sayang Allah lebih besar”.

Pada suatu kisah, saat Nabi dan para sahabat tengah duduk-duduk didalam masjid, datang seorang dari suku badui yang buang hajat ( buang air kecil) di dalam masjid. Para sahabat sudah bersiap ingin memarahi orang tersebut tapi dicegah oleh Rasulullah, dan membiarkan orang tersebut menyelesaikan keperluannya. Setelah itu baru ditegur oleh Rasul dengan cara yang lembut. Akhirnya orang tersebut memeluk Islam dan mendoakan Rasul.

Demikian juga bila ananda berbuat salah jangan langsung dimarahi. Itu karena dia belum tahu atau belum mengerti. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimegerti. Apalagi dengan anak-anak usia taman kanak-kanak. jangan sampai ananda merasa tidak dicintai hanya karena selalu dimarahi.

Dalam sebuah ilmu psikologi disebutkan 4 bahasa cinta yaitu

1.       Bahasa verbal

2.       Bahasa non verbal atau sentuhan

3.       Hadiah

4.       Waktu berkualitas

 

Oiya, bahasa cinta ini memang bukan berasal dari ilmuwan muslim, akan tetapi ayat Alloh berupa ayat Qauli yang terdapat dalam Al Quran dan ayat kauni yang tersebar di alam semesta. Selama tidak bertentangan, tentu saja dapat digunakan.

 

-          Bahasa verbal ini paling mudah dilakukan oleh ibu. Memuji  anaknya dengan kata-kata pintar, hebat tentu akan membuat hati ananda menjadi senang dan bangga. Pujilah ananda ketika mau mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, walaupun debu dan kotoran berserakan tapi dengan memujinya bisa menjadikan kedekatan hubungan batin. Di sebuah film berdasarkan kisah nyata berjudul “ Lion” dikisahkan seorang anak berusia lima tahun di India yang tersesat kemudian diadopsi oleh seseorang dari negara Autralia. 25 tahun kemudian, anak tersebut yang telah tumbuh dewasa ingin mencari ibunya di India. Keinginan tersebut karena selalu terbayang wajah sang Ibu dikala dirinya kecil yang selalu memuji dengan wajah berseri. Diceritakan jika anak tersebut anak yatim sederhana dan bekerja membantu ibunya mengumpulkan batu. Setiap dia mendapatkan batu kemudian memberikan kepada ibunya, maka sang ibu akan berkata : “kamu hebat, nak”. Lalu anak tersebut mencari batu dan memberikan ke ibunya dan ibunya akan memujinya lagi. Bahasa cinta ini akan terrekam di ingatan anak dan membuat hubungan batin yang erat antara ibu dan anak

-          Bahasan non verbal atau sentuhan.

Di dalam ilmu pengetahuan modern disebutkan jika ternyata 4 kali pelukkan setiap hari akan membuat kuat , 8 kali pelukkan dapat membuat bertahan hidup dan 12 kali pelukkan untuk tumbuh dan kembang. Tidak perlu dihitung berapa kali kita memeluk anada, tapi semakin sering akan semakin bagus. 10 detik pelukkan akan dapat mengalirkan hormon oksitosin.

Hormon oksitosin adalah hormon relaks, happy, nyaman dan bahagia,sedangkan lawannya adalah hormon stress atau kortison. Anak yang semakin sering dipeluk, mendapatkan sentuhan kasih sayang akan kuat, tidak mudah patah dan sehat jiwanya. Ciri salah satu jiwa yang sehat adalah mudah menetralisir keadaan.

Jika ananda sudah beranjak remaja dan menolak untuk dipeluk karena perasaan malu dan sebagainya, bahasa sentuhan ini bisa dilakukan dengan mengusap kepalanya, tangan , lengan atau dengan berjabat tangan.

-          Berikan hadiah untuk menunjukkan kasih sayang. Hadiah dilakukan tanpa syarat, jika dilakukan setelah ananda berhasil melakukan sesuatu atau dengan syarat ini namanya reward. Setiap orangtua mempunya salah satu bahasa cinta yang lebih mendominasi. Tidak mengapa, yang penting adalah bahasa cinta tersebut sampai kepada ananda.

-          Untuk waktu berkualitas seperti meluang waktu untuk berkumpul bersama, mengobrol, makan di luar bersama walaupun hanya makan bakso J

 

Di dalam sebuah hadis disebutkan Anas ra mengatakan kepada Rasulullah jika ia mencintai saudaranya, kemudian Rasul berkata “ jika kau mencintainya, maka katakanlah”. Jika orangtua mencintai ananda atau bahkan dengan pasangan, maka katakanlah kepadanya. Hal yang mudah bagi para ibu (perempuan), tetapi kadang jadi hal yang tak mudah bagi para bapak. Tetapi tidak ada salahnya untuk belajar mengatakannya.  Jadi keempat bahasa cinta yang telah disampaikan dapat dirasakan oleh anak walau hanya salah satu saja yang lebih sering dilakukan.

Semoga bermanfaat.

 

 

5 komentar:

Dewi Rieka mengatakan...

Wah terima kasih sharingnya say, bermanfaat banget, semoga lebih sabar jadi emaks..

Nyi Penengah Dewanti mengatakan...

Betapa seorang ibu diberi ujian sabar ya Mba, saya pun berkaca dan bercermin pada ibu. Pengen bisa belajar sesabar beliau.

Vita Pusvitasari mengatakan...

Itulah kenapa surga itu di telapak kaki ibu, walau belum punya anak, sudah merasakan kasih sayang mamah dan almarhumah nenek yang luar biasa sebagai seorang ibu

Alley Hardhiani mengatakan...

Mau lebih sering lagi peluk Kenzie ah... sebelum si bocil beranjak gede dan nggak mau lagi di peluk... :D

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Anak cowok seringnya udah gak mau dipeluk begitu masuk usia 13 atau 14 tahun, hahahaa, maluuu katanya