Kamis, 23 Maret 2017

Suplemen ASI Ya ASI Booster Tea


Proses menyusui antara ibu yang satu tentu saja berbeda dengan ibu yang lainnya. Masing-masing punya tantangan dan kisah masing-masing. Bukan hanya antara satu ibu dengan yang lainnya, tetapi bagi satu ibu bisa berbeda ketika menyusui anak yang satu dengan anak kedua dan selanjutnya. Jika saat menyusui anak pertama berjalan dengan lancar, bukan jaminan saat menyusui anak kedua akan sama.

Menyusui adalah proses yang alami dan mudah dan setiap ibu pasti bisa melakukannya dengan gampang, begitu pendapat orang. Dalam pandangan masyarakat bahwa menyusui itu tinggal menyodorkan payudara ke mulut bayi. Akan tetapi dalam kenyataannya banyak ibu yang mengalami kendala. Kendala ini bisa seperti puting datar, air susu ibu (ASI) tidak keluar di awal-awal setelah melahirkan, puting lecet, payudara bengkak dan saluran asi yang tersumbat.

Kendala pemberian asi ini bisa menyebabkan ibu menyusui resah bahkan bisa  jadi stress. Apalagi bagi ibu yang kurang mendapatkan support dari suami atau keluarga terdekat. Padahal tips paling manjur agar asi berjalan lancar adalah ibu harus “happy”. Asi akan mengalir lancar ketika hormon oksitosin bekerja dan hormon ini dipengaruhi oleh keadaan ibu yang bahagia.

Ibu menyusui membutuhkan dorongan atau “support” dari berbagai pihak. Diawali dengan niat dan keyakinan yang kuat bahwa bisa memberikan asi, dukungan dari suami juga mampu menguatkan mental ibu. Ibu yang kelelahan setelah melahirkan dan saat menyusui  akan terbantu dengan suami yang mau membantu mengasuh bayi.

Jika ibu kelelahan, stress atau tidak rileks dapat menyebabkan produksi asi menjadi turun dan bayi tidak mendapatkan cukup asi. Beberapa tanda bayi cukup mendapatkan asi adalah tidur nyenyak dan segar saat terbangun. Bayi yang sering terbangun saat tidur dan rewel membuat ibu merasa bahwa asi tidak mampu membuat bayi kenyang. Lalu ibu mulai mengkonsumsi makanan tertentu untuk membuat asinya melimpah.

Beberapa makanan dan minuman dipercaya mampu meningkatkan produksi asi dan wajib dikonsumsi saat menyusui. Sebut saja sayur katuk, yang sudah melegenda karena khasiatnya yang dipercaya memperbanyak asi. Lalu ada juga kacang panjang, jagung, marning dan minuman jamu serta suplemen asi.

Sebelum ibu memilih suplemen asi, wajib mengenali suplemen yang digunakan. Informasi ini  bisa diperoleh melalui buku maupun situs-situs yang dapat dipercaya. Salah satu situs yang bisa dibaca dan terpercaya ada disini. Ada suplemen asi yang berbeda dengan yang sudah ada yaitu asi booster tea.
 

Asi booster tea merupakan teh pelancar ASI alami pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% dalam waktu 24 jam. Sebuah angka yang mengagumkan dan tentu saja ini merupakan produk unggulan. Asi booster tea diracik secara tidak main-main, dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi sehingga begitu ampuh untuk membuat asi menjadi melimpah. Asi booster tea juga aman bagi ibu dan bayinya.

Beberapa keunggulan asi booster tea yaitu mampu melancarkan asi hingga 900% dalam waktu 24-72 jam dan mengandung bahan herbal 100% sehingga aman dikonsumsi serta sudah digunakan oleh jutaan ibu menyusui.

Asi booster tea adalah sebuah suplemen tanpa kandungan daun teh yang mampu membuat asi lancar dibuat dari bahan alami (herbal) dengan komposisi fenugreek seek, fenugreek powder, fennel seeds, fennel powder, anise, cinnam venum, alpina powder dan habbatussauda.

Asi booster tea ini sudah dipercaya oleh ibu menyusui dari berbagai kalangan dan berbagai daerah. Beberapa testimoni dari ibu yang sudah merasakan khasiat asi booster tea.

Bayi saya, saya tinggal ke Inggris selama 3 minggy, disana dan di pesawat sudah memeras tapi tetap jadi sedikit asinya. Sampai di Indonesia, anak juga tidak mau minum lagi. Perasan asi hanya tinggal sedikit, 1 sendok hasilnya tapi saya usaha terus dan minum teh ASI, Alhamdulillah sekarang sudah mengalir lancar lagi. ( Maftuhah Nurbeti, MPH- Dokter dan dosen Fakultas Kedokteran UII Yogyakarta).

 

Alhamdulillah, bisa dapat 500 ml tiap hari meres di kantor. Bahkan saya pernah membuang asi perah sebanyak 28 botol ( Fajarwati- Sidoarjo)

 semoga bermanfaat

 

 

 

Tidak ada komentar: