Senin, 07 Agustus 2017

Menyusui Bukan Pinta Siapapun, Melainkan Pinta Rabbku



Setiap tanggal 1-7 Agustus diperingati sebagai Pekan Asi Sedunia. Setiap individu berusaha untuk mengambil peranan dalam perayaan ini. Baik sebagai ibu menyusui atau ibu yang pernah menyusui, ayah asi, tenaga medis, pemimpin perusahaan, pemilik usaha, pemerintah dan juga aku.

Aku pernah melahirkan dan menyusui tiga orang anak hingga mereka berusia kurang lebih 2 tahun. Setelah berhenti menyusui, aku masih giat untuk mengkampayekan asi ekskusif kepada teman, tetangga, saudara ataupun siapa saja yang bisa aku dukung. Semangat untuk terus memberikan dukungan agar asi eksklusif ini bisa dirasakan oleh setiap bayi yang membuatku juga menghasilkan sebuah buku berjudul “ Buku Pintar Asi Eksklusif” yang diterbitkan oleh penerbit Salsabila-Al Kautsar pada tahun 2014 yang lalu.

Menyusui bayi memberikan manfaat yang besar bagi bayi dan ibu itu sendiri. Pada bayi sudah tidak diragukan lagi bahwa asi adalah nutrisi terbaik yang menunjang kecerdasan otak dan cairan emas bagi pertumbuhan bayi. Selain itu asi juga memberikan ikatan batin yang erat antara ibu dan bayi.

Memberikan asi bagi ibu dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara, mempercepat penurunan berat badan setelag melahirkan dan dapat juga sebagai alat konsentrasi alami pencegah kehamilan, yang dapat diterapkan dengan syarat ibu tidak mendapatkan menstruasi setelah masa nifas selesai.

Memberikan asi eksklusif dan dilanjutkan menyusui hingga dua tahun juga mampu menghemat pengeluaran keluarga. Para ayah tidak perlu mengeluarkan budget untuk memberi susu formula. Jika setiap bulan pengeluaran untuk membeli susu formula  minimal sebesar 600 ribu, maka dalam enam bulan masa asi eksekutif, ayah dapat menghemat kurang lebih 3 juta enam ratus ribu. Untuk itu perlu dukungan dari para ayah agar ibu dapat memberikan asi.
Dari semua alasan yang dikemukakan tentang pentingnya menyusui, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh muslimah, yaitu bahwa menyusui bukan hanya untuk dirinya sendiri, untuk bayinya,atas permintaan suami, atas permintaan nenek dan kakek sang bayi. Bukan...bukan sekedar untuk itu. Menyusui adalah untuk Allah, karena permintaan Allah Subhanahu Wa Taala.

Dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 233 disebutkan “Para Ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlag seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya. Dan seorang anak kerena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Semoga bermanfaat
#Onedayoneposting
#BloggerMuslimahIndonesia.

2 komentar:

Aisyah As-Salafiyah mengatakan...

Masya Allah, setuju kak..
Alhamdulillah umi menyusui aisyah hingga 2 tahun..

ina mengatakan...

Wow keren banget,
terima kasih sharingnya, bisa untuk disharingkan juga untuk ponakan nih.
salam kenal