Rabu, 04 Oktober 2017

Gelar Karya Batik oleh 1000 Anak Disabilitas


Hari ini, ada kegiatan yang tak biasa di sekitar kompleks kota lama Semarang, tepatnya di polder tawang depan stasiun tawang. Kegiatan ini dalam rangka gelar karya seribu anak disabilitas membatik, untuk memperingati hari batik yang jatuh pada setiap tanggal 2 Oktober. Selain itu, acara ini diharapkan juga dapat memecahkan rekor MURI. Gelar karya 1000 anak disabilitas membatik diselenggarakan oleh BinaBunda Sahabat Disabilitas Semarang dibawah naungan Avantie Foundation. 
Anne Avantie

Jika membicarakan Anne Avantie tentu saja, teman-teman banyak yang mengenal sosok beliau sebagai salah satu tokoh perancang busana yang mengenalkan batik dan kebaya dan mempopulerkannya. Bukan hanya bergerak di bidang fashion saja, tetapi beliau juga memiliki yayasan sosial. Anne Avantie juga merupakan aktivitis sosial yang mempunyai rumah singgah untuk anak disabilitas.

Sekolah tempat dimana anakku menuntut ilmu juga mendapatkan undangan untuk ikut serta berpartisipasi dalam acara ini. Dari beberapa siswa, dipilih 7 anak termasuk mas Arfa.
Tamim dan Fakhri

Arfa dan Mas Daffa

Arfa in Action


Sebagai mamah yang baik yang ingin selalu mendampingi putranya saat belajar diluar akupun ikut serta dalam kegiatan ini. Ehm...tapi sebenarnya tujuan utama aku ikut biar bisa jalan-jalan dan refreshing sih, hehehe :-D
Piknik tipis-tipis

Pukul 8 pagi, aku beberapa orang tua yang ikut mendampingi, para siswa beserta bapak dan ibu berangkat dari sekolah menuju kompleks kota lama. Beberapa ruas jalan di kota Semarang ini memang sedang dalam perbaikkan, sehingga dimana-mana pasti ditemui alat berat, tumpukkan material dan sisi jalan yang dikeruk untuk pelebaran jalan atau perbaikkan jalan. Lumayan tersendat perjalanan pada hari ini. Akhirnya setelah 45 menit dalam perjalanan kami sampai di tempat tujuan.

Di tempat ini, bapak dan ibu guru mempersiapkan segala keperluan untuk membatik. Antara lain menyusun pipa menjadi bentuk segi empat, membentangkan kain dan menyiapkan cat untuk membatik.


Menyiapkan peralatan batik ciprat

Pukul 10 wib acara dimulai, anak-anak SLB-C yayasan autisma Semarang sangat antusias sekali bisa membatik. Mereka membatik dengan cara batik ciprat. Batik ciprat adalah karya khas anak-anak disabilitas, karena relatif lebih mudah bahkan anak-anak yang menggunakan kursi roda bisa membatik dengan cara batik ciprat ini. Ada beberapa cara membatik yang digunakan, selain batik ciprat, ada juga batik canting dan batik totol. Batik canting ini butuh ketelitian, ketekunan dan kerapian karena saat menggunakan batik canting bila mblobor sedikit saja bisa dihilangkan saat proses pencelupan, pewarnaan dan penggunaan malam. Yang ketiga yaitu batik totol, cara ini juga relatif mudah yaitu kain dikaretin dan ditotol-totol dengan cat untuk membatik. Begitu kain dibuka dan digelar akan terbentuk batik sesuai yang sudah dikerjakan tadi.
Batik Totol

Di panggung utama ada perempuan luar biasa hebat yang tidak mempunyai kedua tangan namun memiliki kelebihan dapat membatik dengan kakinya. Namanya mbak Trimah berusia 27 tahun. Perempuan berpawakan mungil yang murah senyum ini nampak sudah lihat membatik dengan kakinya dan hasilnya sangat rapi. Beliau juga dengan ramah, mau meluangkan waktu untuk foto bersama dengan para pengunjung.

Mbak Trimah membatik dengan kaki

Gelar batik karya anak disabilitas ini diikuti oleh anak disabilitas di Jawa tengah. Stand sebelah tempat sekolah anak saya berasal dari Temanggung yang sudah mempunyai beberapa karya untuk dijual kepada para pengunjung. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa membuktikan bahwa anak-anak disabilitas juga mampu menghasilkan karya yang indah.

Hasil Karya anak-anakSLB-C YAS, keren euy


Semoga bermanfaat.

Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Posting yang diadakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.

2 komentar:

Farida mengatakan...

Wow seru banget acaranya. Hasil batiknya baguuussss

Marita Ningtyas mengatakan...

Seru banget acaranya.. semangat2 ya mbak. Jadi malu kalau nglokro hidupnya, mereka saja keren banget semangatnya.

Aah, mas Arfa pinter bangeeet :)