Kamis, 05 Oktober 2017

Pengalaman Bedah Hipospadia Menggunakan BPJS Kesehatan Kelas Tiga



Sejak dari lahir, anak keduaku sudah didiagnosa oleh dokter memiliki kelainan di alat kelaminnya. Lubang uretra (lubang kencing) tidak pada tempatnya. Yang seharusnya dalam keadaan normal berada di ujung tengah, namun pada diri anakku berada di bawah alat kelaminnya. Kondisi ini jika dalam istilah medis disebut Hipospadia. Kelainan ini aku ketahui sesaat setelah anakku lahir.

Pada saat itu, dokter anak menjelaskan jika kondisi anakku harus selalu dipantau. Kelainan hipospadia ini juga diikuti oleh beberapa kondisi yang menyertai, seperti adanya tarikkan kulit di pangkal alat kelamin. Saat itu disarankan untuk dilakukan pembedahan atau operasi sebelum anak masuk sekolah dasar.

Selama ini, kondisi anak keduaku yang mempunyai nama panggilan Barra, baik-baik saja. Alhamdulillah. Tidak ada gangguan saat buang air kecil, tidak pernah mengalami fimosis atau infeksi saluran kemih. Jadi dalam kurun waktu hampir 6 tahun, aku seperti terlena dan tidak pernah memeriksakan kembali kondisi alat kelaminnya. Ditambah lagi keadaanku sebagai orang tua tunggal hampir 2 tahun ini, sedikit mengabaikan nasihat dokter untuk melakukan pembedahan sebelum masuk sekolah dasar.

Setelah anakku yang pertama khitan pada bulan Juli yang lalu, aku sudah mempunyai gambaran bagaimana cara perawatan paska khitan dan seperti mempunyai niat yang kuat untuk segera melakukan repair hipospadia pada Barra. Jika sudah ada niat, ingin dilaksanakan pada saat itu juga, karena mengingat aku sudah menunda pemeriksaan selama bertahun-tahun.
Baca juga ;

Pada bulan Agustus aku melakukan pemeriksaan awal ke dokter spesialis anak, saat itu juga dokter merujuk pada spesialis bedah anak. Keesokkan harinya aku mendatangi dokter bedah anak di Rumah Sakit Nasional Diponegoro, yang terletak di kawasan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Saat itu aku masih sebagai pasien umum, bukan pengguna bpjs kesehatan. Dokter yang aku temui bernama dokter Agung Aji, Sp.BA langsung menyarankan melakukan operasi karena memang itu satu-satunya cara untuk memindahkan lubang uretra dan membuat saluran kencing yang baru. Operasi kecil apa operasi besar? Dokter mengatakan operasi besar dan diperkirakan akan rawat inap selama kurang lebih lima hari.

Operasi repair hipospadia ini bisa dilakukan di rumah sakit yang aku datangi dan aku pilih dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Alhamdulillah, aku mengucapkan syukur tak terhingga karena dengan begitu biaya yang akan dikeluarkan masih bisa terjangkau. Saat itu, ketiga anakku belum terdaftar dan belum memiliki kartu BPJS Kesehatan. Tidak ingin menunda terlalu lama aku segera mengurus syarat administrasi untuk pendaftaran BPJS Kesehatan untuk Arfa, Barra dan Caca.

Aku mendaftarkan anak-anak sebagai peserta baru di kantor pusat BPJS Kesehatan di jalan Sultan Agung Semarang dengan membawa berkas berupa kartu keluarga dan akta kelahiran baik fotocopi maupun asli. Ya, hanya itu saja yang dibutuhkan untuk pendaftaran peserta baru. Ternyata mudah, bisa dikerjakan sendiri dan tidak membutuhkan waktu yang lama jika kita sudah tahu prosedurnya. Oiya sebelumnya aku telah terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS kelas satu dan saat mendaftarkan anak-anak, aku turun kelas ke kelas tiga.

Setelah mendaftar, aku harus melakukan pembayaran yang pertama kali untuk mengaktifkan kartu. Jarak antara mendaftar dan kartu aktif sekitar 14 hari ya, jadi ada waktu tunggu kurang lebih dua minggu. Setelah 14 hari, aku mengambil kartu di tempat yang sama, dan pada hari itu juga langsung bisa digunakan. Malam harinya aku segera melakukan pemeriksaan ke dokter keluarga yang aku pilih dan mendapatkan surat rujukkan untuk pemeriksaan kembali ke dokter spesialis bedah anak di Rumah Sakit Nasional Diponegoro. Dokter lalu memberikan surat perintah rawat inap, dan operasi dapat dilaksanakan saat aku dan Barra sudah siap.

Seminggu sebelum rawat inap aku sempat galau ingin naik kelas atau tetap dikelas 3 sesuai yang aku ikuti. Aku mendapatkan banyak saran dan masukkan untuk tetap mengambil ruang sesuai kelas BPJS Kesehatan yang aku ikuti saja. Saat rawat inap jika naik kelas bukan hanya membayar selisih biaya kamar saja, namun jika naik kelas maka selisih biaya yang dikeluarkan berupa grouping diagnosa atau penyakit yang diderita. Saat itu aku mendapatkan informasi dari rekan jika kalau ingin naik kelas maka budget yang dipersiapakan untuk repair hipospadia sekitar satu juta lima ratus hingga tiga juta rupiah. Wow, besar juga ya, maka akupun memutuskan untuk tetap di kelas tiga saja.

Hari minggu siang aku mulai menemani anakku, Barra opname atau mondok di rumah sakit. Bedah atau  operasi dilaksanakan pada hari Senin dan perawatan pasca operasi dilakukan selama 3 hari. Selama 4 hari di rumah sakit dan menggunakan fasilitass BPJS Kesehatan kelas tiga aku merasakan kenyaman dan kepuasaan dengan pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis dan pihak rumah sakit. Kamar selalu bersih dan wangi,  makanan untuk pasien selalu on time, enak dan bergizi.  Perawat dan dokter yang menangani anakku juga baik dan cekatan.  Jadi jika ada yang bilang pasien BPJS Kesehatan kelas tiga disia-siakan dan diperlakukan dengan buruk oleh rumah sakit itu hanya hoax ya teman-teman.



Semoga bermanfaat
Tulisan ini diikutsertakan dalam program one day one posting Blogger Muslimah Indonesia


7 komentar:

Marita Ningtyas mengatakan...

Alhamdulillah, mas Barra udah sehat ya.. Pasti sudah kangen sama teman-teman di sekolah ya..

Setuju mbak, sekarang rumah sakit baik yang negeri ataupun swasta banyak yang sudah memperbaiki layanannya kok. Seringkali yang masih mengeluh, karena mereka belum paham prosedurnya. Kalau sudah paham insya Allah, nikmat2 saja pakai BPJS. Aku juga terbantu sekali dengan BPJS, kalau nggak.. lahiran sesar dua Kali entah deh habis berapa :) Alhamdulillah rizkiminallah ya, mbak.

Virgorini Dwi Fatayati mengatakan...

Alhamdulillah ternyata, awal baca saya udah sangka buruk, kirain pelayanannya sebaliknya. Seĺamat ya Mbak, ujiannya udah terlewati 😊

Rahma Mocca21 mengatakan...

Alhamdulillah semua telah terlampaui y mba hap.. semoga ananda sehat2 selalu.. mba hapsari dan anak2 snantiasa dlm lindunganNYA. aamiin

Irfa Hudaya mengatakan...

Semoga Barra sehat terus ya mbaaak

Farida mengatakan...

Alhamdulillah sdh selesai dengan layanan yang baik ya :)

Muna Sungkar mengatakan...

Bara... Semoga sehat2 terus ya nak

Vita Pusvitasari mengatakan...

Sehat-sehat terus ya dek Barra 😊