Sabtu, 24 Februari 2018

Lunpia Cik Me Me, Hadir Dengan Inovasi Terdepan dan Cita Rasa Juara.

Semarang terkenal sebagai kota apa hayoo? Tebak yuk teman-teman. Yes. Kalau ada yang bilang Semarang kota lunpia itu benar sekali. Nggak heran ya, kalau aku bilang, belum ke Semarang kalau belum makan lunpia. Walaupun teman-teman sudah jalan-jalan keliling kota Semarang, menikmati pemandangan dan kuliner yang ada namun belum afdhol kalau belum merasakan lezatnya lunpia cik Meme.

Merasa nggak asing kan dengar kata lunpia Cik Meme?. Kalau teman-teman belum tahu, tenang saja minta diantar driver ojek online, pasti diantar sampai tujuan. Seperti pengalamanku kemarin waktu mau menuju ke lunpia cik Me Me, aku justru di kasih arahan sama driver-ku. Mas driver ini bahkan menyimpan brosur dan bilang kalau lunpia Delight yang terkenal itu sama aja kok dengan lunpia Cik Meme. Oke deh, ternyata driver ojek online juga harus selalu update ya. Trus apa iya sih lunpia Delight itu sama aja dengan lunpia Cik Meme.

Brosur yang aku dapat dari driver ojek online


Perubahan Nama Yang Tak Merubah Rasa, tetap Juara!. 

Lokasi lunpia Cik Me Me memang sama dengan lunpia Delight yang sudah terkenal itu, yaitu di Jalan Gajahmada No 107. Perubahan nama ini, merupakan hal yang wajar bagi para pelaku usaha. Banyak hal yang mendasari perubahan nama dan logo suatu merk, karena ingin menambah hoki, lebih terlihat familiar atau alasan lainnya, termasuk salah satunya lunpia cik Me Me ini. Pada tanggal 20 Februari 2011, saat perayaan ulang tahun lunpia Delight yang pertama, Bapak Setda Kota Semarang Drs. Adi Trihananto, MSi menyarankan penggunaan nama yang lebih membumi dan sesuai dengan kebudayaan nusantara. Usul dari pejabat kota Semarang ini, direspon dengan baik oleh Ibu Meliani Sugiarto, yang akrab dipanggil Cik Me Me beserta management Lunpia Cik Me Me untuk perlahan mengganti nama dan logo. Tentu saja perubahan ini tidak bisa dilakukan secara frontal namun perlahan-lahan agar customer setia lunpia delight tidak merasa kehilangan kuliner favorit mereka. Yang awalnya berarti “lunpia yang menyenangkan” menjadi “lunpia menyenangkan milik cik Me Me. 

Tempat Luas dan Nyaman.

Saat masuk ke Resto lunpia Cik Me Me yang ada di jalan Gajahmada no 107 ini aku sudah merasa nyaman banget. Jika gerai lain dengan kondisi yang sempit dan panas, di sini pengunjung akan mendapatkan tempat yang luas dan nyaman untuk menikmati lunpia. Di lantai 1, pengunjung dapat memilih menu dan melihat secara langsung penyajiannya. Ada beberapa tempat duduk yang disediakan untuk membuat pengunjung santai saat menunggu lunpia baik di makan di tempat atau “take away”. Oiya, lunpia Cik Me Me menyediakan layanan delivery ya, dengan pemesanan minimal 10 buah, bisa satu rasa ataupun campur.


Saat menuju lantai 2 di sana ada ruang meeting dan play ground untuk anak-anak. Buat tamu yang datang dari luar kota atau menikmati lunpia saat jam salat, tak perlu kuatir karena di lantai 2 ini disediakan tempat wudhu dan mushola yang nyaman juga bersih. 

Lunpia Dengan 6 Cita Rasa Yang Juara

Lunpia cik Me Me merupakan pelopor lunpia Semarang yang mempunyai 6 cita rasa terbanyak yang tak dimilikki oleh gerai lunpia manapun. Sungguh ini, inovasi yang keren dan membuat saya yang saat pertama kali menikmati lunpia cik Me Me menjadi terpana. What?! lunpia isi kambing jantan muda. Wow, kok bisa hehehe... selama ini yang saya tahu lunpia itu isi rebung, telur dan udang saja. Keterkejutan saya nggak hanya disitu saja, karena ada lunpia dengan isi jamur dan kacang mede dan menjadi menu favorit anak muda dan disebut dengan Raja Nusantara. 

Di gerai lunpia Cik Me Me tersedia 6 pilihan rasa yaitu plain isi rebung saja yang disediakan untuk pelanggan vegetarian dengan harga sepuluh ribu rupiah, original isi rebung, telur dan udang dengan harga lima belas ribu rupiah. Kemudian ada spesial dengan isian fish kakap, crab, kambing jantan muda serta raja nusantara dengan harga per item 22 ribu rupiah. 

Banyak customer loyal lunpia cik Me Me yang dari kota Semarang maupun luar kota. Jika mereka ingin mengunjungi kerabat di lain daerah pasti ingin membawakan kuliner khas kota Asal, dan menjatuhkan pilihan mereka pada lunpia Cik Me Me. Jangan khawatir mengenai ketahanan lunpia ini karena lunpia goreng mampu bertahan selama 24 jam, dan yang basah 8 jam. Hal ini dapat saja terjadi karena lunpia digoreng melalui cara deep frying dengan minyak 25 liter sehingga seluruh permukaan lunpia dalam keadaan kering dan matang sempurna namun tidak berminyak.




Rebung yang menjadi bahan utama lunpia, dipilih dengan kualitas terbaik. Jika lunpia di tempat lain terkadang masih berbau “pesing” namun hal ini tak mungkin ditemui di lunpia cik Me Me,karena rebung dimasak selama berjam-jam untuk menghilangkan kadar air dan memunculkan rasa kaldu yang sesuai. Karena dimasak selama 3 jam ini, rebung isian lunpia Cik Me Me tak mungkin berbau “pesing”. 

Cik Me Me sendiri bukanlah sosok baru dalam hal kuliner khas kota Semarang ini. Ayahnya adalah senior maestro chef Tan Yok Tjay pencipta dan founder lunpia Semarang. Cik Me Me sendiri keturunan asli dan merupakan generasi ketiga lunpia Mataram. Sejak kecil Cik Me Me sudah berkecimpung dalam hal ini, oleh karena kecintaannya terhadap lunpia, cik Me Me ingin terus mempertahankan kuliner khas ini dan terus berinovasi dalam karya.

Inovasi yang menjadi gebrakan dari lunpia Cik Meme adalah lunpia yang mempunyai sertifikasi halal MUI. Sudah tempat nyaman, cita rasa juara dan halal. Sempurna kan sebagai tempat favorit wisata kuliner di Semarang.



2 komentar:

Dani Ristyawati mengatakan...

Ini lunpia favorit..favorit keluarga..teman dan kolega juga :)

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Asyik ya kalau nongkrong di Lunpia Cik Me Me bawa anak kecil. Anak-anak bisa asyik sendiri mainan dan ibunya bisa asyik rumpi hehehee....