Kamis, 22 Maret 2018

Mau Wisata Ala Backpacker Di Solo, Perhatikan Strategi Backpacking Berikut Ini

Dari sekian banyak destinasi wisata budaya Indonesia, Solo selalu menjadi pilihan untuk dijelajahi. Kotanya tidak terlalu besar, dengan sekian banyak tempat wisata di Solo yang semuanya menarik dan harus dijelajahi. Tapi kalau kamu ingin backpacking ke Solo, ada strategi khusus biar nggak boros di pengeluaran dan bisa bawa pulang oleh-oleh khasnya ke rumah. Mau tahu apa saja yang harus dipikirkan?
Transportasi Umum Lebih Akrab dengan Warga Solo


sumber:wartasolo.com
Tidak berbeda dengan Yogyakarta, ada keakraban yang kental dari warga Solo yang menyambut tamu yang datang ke sana. Namun seperti tempat wisata lainnya, warga Solo pasti akan menaruh respek bila ada tamu yang mau mengikuti kebiasaan mereka. Soal transportasi misalnya, keliling saja dengan sepeda kayuh atau angkutan umum di sana. Selain murah dan sehat, kamu juga bisa ngobrol akrab dengan warga setempat. Ingat, jangan keburu pesan taksi kecuali waktunya sudah mepet. 

Hotel Nanti Saja, Lihat-Lihat Guest House-nya

sumber:traveloka.com
Memilih tempat penginapan di Solo kalau bisa sih dekat tempat wisatanya. Atau pilih saja di pusat kota, lebih hemat dan dekat ke mana-mana. Ada banyak guest house yang bisa jadi pilihan. Soal makanan, cari saja di sekitar tempat menginap. Biasanya ada gudeg seperti di Yogyakarta, atau angkringan dan tempat mie godog yang jadi andalan di Solo.

Jangan Main di Mal, Melipir Saja ke Museum Batik 

sumber:piknikdong.com

Daripada menghabiskan waktu melihat-lihat tempat belanja kekinian, ingatlah Solo memiliki produsen batik yang usianya lewat setengah abad yang disimpan apik di Museum Batik Danar Hadi. Museum Batik Danar Hadi berada di dalam kompleks yang dikenal dengan nama nDalem Wuryaningratan. Koleksinya menakjubkan, menyentuh jumlah sekitar 15 ribu lembar kain batik!
Kain yang dipajang di Museum Batik Danar Hadi amat beragam. Salah satu koleksinya yang paling diminati adalah batik Belanda yang dibuat oleh  orang-orang Belanda yang menetap di Indonesia pada zaman kolonial. Pada dasarnya, museum ini memang baru dibuka pada tahun 2002. Selain terdapat museum, di nDalem Wuryaningratan ada produksi batik tulis dan restoran.
sumber:usemayjourney.wordpress.com
Nama Danar Hadi sendiri diambil Santoso Doellah sang pendiri usaha batik pada tahun 1967 dari nama sang istri, Danarsih Hadipriyono. Dipadukan dengan nama depan bapak mertuanya, jadilah Batik Danar Hadi sebagai merek batik produksinya. Hingga hari ini telah tercipta ribuan motif batik Danar Hadi yang disimpan dengan baik di dalam museum. Bayangkan kamu bisa berkelana hingga ke jaman colonial di dalam museum Batik Danar Hadi tanpa menghabiskan biaya, bukan?

Hitung Ulang Anggaran Setiap Harinya
Semua terasa murah di Solo. Tapi jangan mentang-mentang merasa apa-apa di Solo semua barang dan makanan lebih murah, lalu anggaran tidak diatur lagi. Selalu ingat untuk menghitung ulang anggaran pengeluaran saat liburan di Solo, biar nggak sampai bikin dompetmu menangis. Perhitungkan juga rutemu dengan mengikuti saran Aktivitas &Rekreasi Traveloka. Dijamin kamu akan lebih menikmati liburanmu di Solo.