Senin, 09 Juli 2018

Asas Pemilu, Masih LUBER dan JURDIL.

Assalamualakikum teman-teman apa kabar? Aku di Semarang, baru saja memilih Gubernur yang baru lho. Di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu yang lalu memang secara serempak menyelengarakan pemilihan kepada daerah atau yang biasa disingkat pilkada.

Alhamdulillah, pilkada di propinsi tempat aku tinggal berlangsung aman dan lancar. Tidak ada isu money politik, atau isu SARA yang bisa memecah kerukunan warga. Tapi biasalah, yang memanas justru timeline di facebook dan media sosial lainnya dari masing-masing pendukung calon gubernur.

Kalau di timeline media sosialku memang adem ayem sih, karena yang bikin rusuh sudah aku tendang ...eh 😀. Sejauh ini yang aku amati, yang pilih calon pasangan no 1, yang heboh adalah emak-emaknya. Tahu kan siapa pasangan calon gubernur Jawa Tengah. Iyes, beliau adalah Bapak Ganjar Pranowo yang sekarang masih menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah. Sedangkan lawan tandingnya adalah Bapak Sudirman Said dan Ibu Ida.

Aku sendiri memilih untuk tidak terlalu heboh mengkampanyekan calon gubernur pilihanku. Beberapa kali hanya share status seorang teman yang aku nilai berbobot dan tidak menjatuhkan lawan politiknya. Tonjolkan kelebihan diri sendiri, tanpa perlu mencari-cari kesalahan atau aib orang lain. Aku rasa lebih anggun dengan cara begitu. Aku juga lebih suka berkampanye secara langsung kepada keluarga atau tetangga sekitar rumah dengan cara kerja nyata, bukan koar-koar di dunia maya. Dih, cari aman ya mak?. Ah, enggak juga. Justru aku merasa aku sedang menggunakan hak ku sebagai warga negara, yaitu rahasia dalam menentukan hak politiknya. 

Di era milenial seperti saat ini rasanya apa saja diungkapkan di sosial media ya mak, termasuk aib rumah tangga sendiri. Dih, jangan sampai ya mak. Dan beberapa kali melewati pemilihan presiden pun tetap saja netizen tak mampu membendung hasrat kampanyenya di media sosial mereka. Ada beberapa yang berdalih, kampanye di sosial media milik mereka sendiri lebih cepat menyampaikan aspirasi dan memberikan nilai lebih pada calon pasangan pilihan mereka.

Jika Mak Umi memberikan ulasan politik yang enak dibaca namun berbobot dengan judul sambel politik, maka saya hanya ingin menambahkan sedikit saja bahwa jangan lupa jaga rahasia pilihan politik anda. Masih  ingat asas LUBER, kan?.  Sejak order baru asas pemilu adalah Luber yang berarti langsung, umum, bebas dan rahasia.

"LUBER" yang merupakan singkatan dari "Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia". Oiya Asas "Luber" sudah ada sejak zaman era orde baru dan sejak era reformasi dikembangkan menjadi luber jurdil. 

"Langsung" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya secara langsung dan tidak boleh diwakilkan."Umum" berarti pemilihan umum dapat diikuti seluruh warga negara yang sudah memiliki hak menggunakan suara."Bebas" berarti pemilih diharuskan memberikan suaranya tanpa ada paksaan dari pihak manapun."Rahasia" berarti suara yang diberikan oleh pemilih bersifat rahasia hanya diketahui oleh si pemilih itu sendiri.

Asas "Jurdil" yang merupakan singkatan dari "Jujur dan Adil". "Jujur" mengandung arti bahwa pemilihan umum harus dilaksanakan sesuai dengan aturan untuk memastikan bahwa setiap warga negara yang memiliki hak dapat memilih sesuai dengan kehendaknya dan setiap suara pemilih memiliki nilai yang sama untuk menentukan wakil rakyat yang akan terpilih. Asas "adil" adalah perlakuan yang sama terhadap peserta pemilu dan pemilih, tanpa ada pengistimewaan ataupun diskriminasi terhadap peserta atau pemilih tertentu. 

Semoga bermanfaat.




1 komentar:

Sugi Siswiyanti mengatakan...

Di zaman Orde Baru, hanya ada asas luber. Setelah reformasi, barulah ditetapkan asas jurdil.