Sabtu, 11 Juli 2020

Cekrek Makanan Tradisional dan Upload, Begini Cara Melestarikanya


Semarang Kota Tercinta

Semarang merupakan kota yang unik. Perpaduan tiga budaya yang semuanya menyatu dengan harmonis. Peninggalan budaya dari Belanda , Hinda dan Cina masih terus terawat dan dilestarikan dengan sangat baik, Semuanya ada di Kawasan kota lama. Ada gereja Blenduk, masjid besar Kauman juga klenteng Tay Kak Sie. Selama hampir 40 tahun tinggal di sini sejak bayi, kota Semarang menjadi kota yang nyaman juga kota yang aman.



Kota lama merupakan Kawasan di Semarang yang saat ini popular sekali. Nggak hanya untuk kalangan kawula muda saja, yang berumur setengah baya juga suka mengunjungi tempat ini. Setelah dipercantik dan mengalami perbaikkan pada tahun 2018-2019, sekarang kota lama menjadi tempat wisata heritage dengan wajah baru. Nggak hanya terkenal di dalam kota saja, kota lama Semarang sudah popular di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan rombongan blogger Semarang mendapat kesempatan untuk puter-puter Kawasan kota lama Semarang. Seingat saya, perjalanan ini di tahun 2018. Sudah lama ya, tapi kenangannya masih melekat karena berkesan sekali. Jalan kaki sejauh 3,5 km namun nggak terasa capek karena kita melihat bangunan-bangunan tua yang tetap megah. Nggak hanya sekedar jalan-jalan saja, namun juga tahu tentang sejarah bangunan-bangunan yang ada di Kawasan ini. Ingin rasanya mengulang lagi, semoga pandemic corona ini segera berakhir. Aamiin.

Kebudayaan yang beraneka ragam juga memunculkan keanekaragaman kuliner. Apa aja sih kuliner khas Semarang;

Lumpia Semarang



Sebagai kota lumpia, rasanya belum disebut ke Semarang jika belum mengicipi makanan ini. Makanan yang memiliki kulit dari adonan tepung ini memiliki isian rebung yang diiris halus. Perpaduan makanan khas Tiongkok dan Jawa, membuat lumpia sangat populer baik di kota Semarang sendiri maupun di berbagai daerah. Kuliner Indonesia yang juga terken sampai luar negeri ini punya dua variasi basah dan goreng. Isiannya tidak hanya rebung saja, banyak variasi yang membuat lumpia digemari berbagai kalangan.
 Berbagai restoran dan took oleh-oleh khas Semarang banyak yang menyediakan lumpia halal dengan isian daging ayam, udang dan kambing muda. Wow, banyak ya variasinya dan yang pastinya rasanya juga lezat sekali. Lumpia biasanya disajikan dengan pelengkap acar, cabai rawit hijau dan juga tunas daun bawang. Makannya bisa juga dicocol dengan saos.

Tahu Gimbal


Selintas nama ini unik sekali ya. Yang belum pernah makan dan nggak tahu makanan tradisional ini sering dikira tahu gimbal itu karena yang jual, rambutnya gimbal. Nama gimbal ada karena adonan udang yang digoreng dengan tepung sehingga bentuknya keriting-keriting mirip dengan rambut gimbal. Tahu gimbal terdiri dari tahu yang digoreng ditambah dengan irisan sayuran kol, tauge, udang gimbal kemudian disiram dengan bumbu kacang. Bila suka dan ingin lebih kenyang bisa ditambah dengan lontong nasi.
Tahu gimbal khas Semarang sudah ada sejak abad ke-19 dan masih digemari banyak orang.  Jika suka pedas maka bisa pesan bumbu kacangnya dengan cabai sesuai selera. Lebih nikmat jika  tahu disajikan hangat.

Tahu Petis Semarang


Tahu yang digoreng dan ditengah-tengahnya disisipi olesan petis ini ternyata makanan khas Semarang. Selama ini hanya tahu sering dijual di tukang gorengan yang tersebar di pinggir jalan Bersama dengan jajanan gorengan lain seperti mendoan, tahu isi, pisang goreng dan bahwan.
Tahu petis khas Semarang merupakan makanan yang terdiri dari tahu pong yang dibelah kemudian tengahnya diolesin petis. Petis dengan aroma udang dengan rasa yang asin juga manis ini memang enak dan menggugah selera. Beberapa restoran dan toko oleh-oleh khas Semarang memasukkan makanan ini kedalam daftar menu mereka. Variasi petis juga sekarang beraneka ragam, ada yang original, pedas dan juga ekstra pedas. Menikmati kuliner satu ini bisa dengan cabai rawit hijau dan dijamin nggak bakal berhenti kalua belum habis.

Masih ada banyak lagi makanan khas Semarang yang tentu saja enak sekali dan menggugah selera. Ada soto Semarang. Oiya saya masih ingat sekali tentang soto semarang ini ketika makan dengan teman dari luar kota. Mangkoknya kecil sekali, dibandingkan dengan soto Lamongan, mangkok soto Semarang hanya setengahnya saja. Makan satu mangkok soto Semarang rasanya kurang karena disajikan dengan kuah bening yang segar juga beberbagai pelengkap seperti perkedel, sate kerang, sate puyuh juga kerupuk. Beberapa makanan khas Semarang lainnya yaitu  bandeng presto, nasi ayam Semarang, tahu pong, garang asem, pisang planet, mie kopyok dan masih banyak yang lainnya.

Kebudayaan dan kuliner Semarang yang beraneka ragam ini harus tetap dilestarikan. Agar nanti anak cucu kita masih bisa merasakan kelezatannya. Saya juga masih sering bernostalgia dengan cara menikmati makanan khas Semarang yang sejak kecil sudah saya nikmati. Sekarang juga dengan mudah menemukan kuliner khas kota tercinta. Walaupun jauh letak tempat penjualnya namun dengan layanan ojek online, berbagai makanan lezat sudah bisa tersaji di meja makan. 

Oiya sebelum makan, selalu saya sempatkan untuk memotretnya dan mengupload di social media yang saya punya. Dengan begini saya bisa pamer, eh enggak ya…bisa ikut menyebarkan dan melestarikan makanan khas Semarang.



Rabu, 01 Juli 2020

Pengalaman Pertama Travelling Sebagai Ibu Tunggal, Tancap Gas Keluar Kota



Menjadi Ibu Tunggal

Tahun 2016 saya menjalani kehidupan baru sebagai seorang ibu tunggal. Suami tercinta meninggal di bulan Februari disebabkan kena serangan jantung. Saya harus belajar mandiri. Mengasuh anak sendiri, mengurus rumah sendiri dan kemana-mana sendiri karena sudah nggak ada lagi yang bisa mengantar.  Bukan hal yang mudah karena kepergiannya sungguh mendadak. Begitulah kematian datang menyapa, tanpa permisi, yang ditinggalkan belum menyatakan kesiapan. Saya harus belajar banyak hal, termasuk ketika untuk keluar rumah Bersama anak-anak termasuk dengan si bungsu yang saat itu masih berumur 1,5 tahun.

Sekitar 2 bulan sebelum hari raya Idul Fitri di tahun 2016 saya mulai menyusun rencana agar nanti bisa pulang ke Solo dengan mengendarai mobil sendiri. Padahal waktu itu belum bisa nyetir mobil. Jangankan nyetir, manasin mobil saja belum berani. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya kursus stir mobil. Saya ambil kursus di UKI, saat itu buka cabang baru di dekat rumah. Tentang memilih tempat kursus stir mobil saya pernah menuliskannya di sini.

Kursus Stir Mobil


Saya ambil paket 300 ribu rupiah untuk 5 kali pertemuan, setiap pertemuan belajar mengemudi selama1 jam. Jadi setelah lima jam saya dinyatakan lulus. Lalu saya mengambil paket tambahan untuk melancarkan kemampuan mengemudi selama 5 jam.  Jadi total selama 10 jam kursus stir membuat saya dengan rasa percaya diri mengemudikan mobil sendiri ke luar kota. Ini benar-benar permata pengalaman yang nggak akan bisa dilupakan.  

Buat teman-teman, khususnya ibu-ibu yang ingin belajar stir mobil, saya ada beberapa tips biar lancar mengemudikan kendaraan roda empat ;

1. Niat Kuat

Niat memang jadi alas an kita untuk melakukan suatu. Niat saya waktu itu, harus bisa stir mobil sendiri karena sebagai single mom yang harus kemana-mana dengan membawa anak bertiga. Beberapa teman perempuan mengemukakan niat berbeda. Ada yang saying atau eman-eman ada mobil nganggur di garasi, ada yang biar bisa kemana-mana tanpa harus tergantung pada suami atau biar bisa mandiri. Apapun niat ingin kursus stir mobil, niat kuat untuk bisa ya.


       2. Hilangkan kecemasan, keraguan dan ketakutan.
S   Saat punya mobil pertama kalinya, tahun 2011, suami pernah menawarkan apa saya mau belajar stir mobil. Saya jawab nggak perlu. Sebenarnya alasan agar bisa bermanja-manja dan biar bisa diantar kemana-mana hanya alasan kesekian. Saya takut menabrak orang. Jauhkan pikiran-pikiran buruk tentang kecelakaan, menabrak orang atau kendaraan lain atau hal buruk lainnya. Saya saat mendaftarkan diri untuk kursus justru tidak pernah mempunyai pikiran buruk. Yang saya pikirkan adalah bisa mengemudikan mobil, asiknya traveling berempat Bersama anak-anak dan hal-hal indah yang lainnya.

3.      3.  Jam terbang.
Pengalaman mengemudi di jalan raya akan menambah kelancaran dan mengasah ketrampilan. Jangan ragu-ragu untuk menjajal kemampuan mengemudi di tanjakkan, macet saat di tanjakkan, masuk ke jalan tol dan parkir. Semuanya merupakan tantangan seru, yang bikin deg-degan dan keringetan. Saya pernah menjajal sendiri tanpa instruktur menghentikan mobil di tanjakkan dan hasilnya mobil melorot beberapa meter. Untungnya saat itu jalanan sepi . Fiuuuhhh, rasanya benar-benar mendebarkan. Jam terbang tinggi juga membuat pengemudi semakin mengenal kendaraannya.

4.      4.  Penumpang

Penumpang, menurut saya juga sangat mempengaruhi konsentrasi dan mood driver. Saat kursus stir, anak-anak masih berusia 8, 5 dan si bungsu hamper berumur 2 tahun. Heboh pastinya. Sedikit tips dari saya adalah usahakan agar penumpang tenang dan mengerti tentang kondisi sopir yang butuh ketenangan dan konsentrasi, Anak-anak waktu itu saya kondisikan dengan sudah kenyang dan semuanya sehat serta happy. Alhamdulillah perjalanan-perjalanan Bersama anak-anak berjalan dengan lancar.

Traveling pertama dengan mengemudikan mobil sendiri memang mendebarkan dan berkesan. Sayangnya waktu itu tidak banyak foto-foto yang bisa diabadikan. Nggak lupa saya pernah upload dan update status saat pertama kali ke Solo dan melalui jalan tol. Insya Allah, di lain waktu pengalaman ini berulang kembali. Aamiin.





Senin, 22 Juni 2020

Sesak Nafas, Gejala GERD Yang Mirip Covid



Sesak Nafas

Hari Kamis, 28 Mei 2020 saya terbangun pukul 3 dini hari dengan keadaan sakit. Perut dan dada serasa tertindih benda berat dan sesek sekali rasanya. Anak perempuan saya yang berumur 6 tahun, saat saya terjaga dia juga terjaga. Saya perlahan menanyakan apa dia baru saja menduduki badan saya dan dia menjawab tidak. Saya bangun dengan perasaan gelisah dan dicekam kecemasan. Sungguh saya merasa takut sekali. Saya merasa saat menarik nafas terasa berat dan “nyesek”. Pikiran saya saat itu, jangan-jangan saya sedang mengalami gejala covid-19. Ya Allah…

Ambulans Hebat 


Saya teringat layanan gawat darurat 112, segera saya menghubungi dan cepat terhubung. Saya menceritakan keadaan saya. Saya mulai batuk-batuk, tarikan nafas berat dan seperti demam!. Petugas di ujung telepon segera menanyakan data seperti tempat tinggal dan apa baru saja melakukan perjalanan luar kota. Saya menjelaskan bahwa saya tidak pergi kemana-mana, hanya saja saya menerima tamu dari dalam kota Semarang dan juga saudara dari Tegal. Petugas akan menghubungkan dengan ambulan hebat dan saya diminta untuk stand by jika ada telepon masuk. Bagi teman-teman di kota Semarang sepertinya nggak asing dengan nama ambulance hebat, namun akan saya jelaskan sedikit bagi yang belum paham. Ambulance hebat adalah layanan ambulans emergensi untuk mengatasi kegawatdaruratan di Kota Semarang. Sebelumnya saya pernah menggunakannya saat ibu terserang stroke. Layanan ini gratis dan dan dibawah asuhan dinas kesehatan kota Semarang.

Petugas Dengan APD Lengkap


Tak menunggu waktu lama ambulance hebat datang dengan petugas yang dilengkapi dengan APD (Alat Perlindungan Diri). Bisaanya saya hanya melihat di media social atau di televisi, ini saya melihat langsung dihadapan. Rasanya takut, cemas dan perasaan campur aduk lainnya. Saat petugas saya kira saya akan mendapat bantuan oksigen, ternyata tidak seperti seperti yang saya sangka dan ada prosedur yang harus dijalani. Petugas dengan sigap memeriksa suhu tubuh, saturasi oksigen dan tekanan darah. Sesaat kemudian diagnosa yang saya terima adalah penyakit asam lambung. Apa?. Asam Lambung? Saya masih belum percaya rasanya, karena selama ini sakit maagh yang saya alami sebatas hanya rasa kembung, sebah dan rasa tak nyaman di sekitar perut. Namun gejala yang saya rasakan saat itu adalah merasa demam, batuk, sesak dan dada berdebar-debar. Namun saya bersyukur dan menangis lega karena diagnosa asam lambung ini, bukan covid-19. Petugas memberikan obat lambung untuk saya minum saat itu juga dan resep yang harus saya beli sendiri di apotik. Tak berapa lama kemudian mereka meninggalkan rumah saya. Entah apa yang saya pikirkan saat itu karena memang saya belum pernah mengalami kejadian sakit seperti ini dan timbul rasa cemas yang berlebihan.

GERD



Beberapa waktu kemudian saya baru tahu saya sakit GERD yang memang gejalanya bisa bermacam-macam. Gerd (gastroesophageal reflux disease) adalah naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan. Jika sakit lambung yang yang rasakan sebelumnya adalah kelebihan produksi asam lambung sehingga perut kembung, bergas dan tak nyaman namun jika gerd, cairan lambung sudah naik. Akibatnya seperti yang saya rasakan saat hari Kamis di tanggal 28 Mei, yaitu sesak nafas, batuk dan nyeri di daerah dada.

Rasa nyeri di dada karena asam lambung yang sudah naik. Untuk memastikan jantung saya dalam keadaan baik, saya  melakukan cek jantung dan Alhamdulillah hasilnya dalam keadaan baik. Dokter spesialis penyakit dalam yang memeriksa saya memberikan obat untuk memblok asam lambung saja. Dan sebuah pesan singkat dengan senyum hangat " Jangan banyak pikiran ya bu"


Halodoc


Gejala gerd hampir mirip ya dengan covid-19. Selama ini yang saya ketahui, covid-19 menyerang saluran pernafasan dengan gejala batuk, pilek dan demam. Buat teman-teman yang mau tahu tentang gejala gerd atau covid-19 karena barangkali sedang merasakannya atau sekedar ingin menambah pengetahuan bisa berkunjung ke halodoc. Situs ini lengkap banget membahas tentang kesehatan. Jadi kalau mengalami gejala sakit yang lainnya atau ada yang menganggu kesehatan bisa langsung deh buka webnya. Banyak hal yang bermanfaat termasuk bisa melakukan covid test. Lengkap banget kan, jadi sekarang nggak perlu lagi cemas berlebihan dan pastinya sudah merasa nyaman dan lebih aman.

Mulai sekarang, saya lebih memperhatikan pola hidup sehat yaitu dengan cara menjaga pikiran tetap tenang dan jangan sampai stress, karena stress ini bisa memicu produksi asam lambung berlebihan. Selain itu saya juga harus menjaga pola makan dengan tidak makan makanan yang pedas dan berlemak. Padahal ini makanan favorit saya. Pola hidup sehat lainnya yaitu banyak minum air putih, istirahat cukup dan rutin olahraga. Rasanya sama ya dengan cara menjaga kesehatan di saat sekarang ini.

Nah, teman-teman semoga kita semua dalam keadaan sehat-sehat saja ya.

Selamat menyambut new normal life.
Keep safe and keep healthy


Sabtu, 20 Juni 2020

10+1 Tips Dari Dokter Reisa Subroto Menghadapi New Normal Life



Dokter Reisa, Jubir Baru Covid-19

Sejak Senin 8 Juni 2020, ada sesuatu yang baru ketika kita ingin update berita tentang covid-19. Jika sebelumnya ada Bapak Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan covid di Indonesia, sekarang bertambah dengan hadirnya dr. Reisa Broto Asmoro. Wanita cantik ini bertugas di tim komunikasi gugus tugas COVID-19.

Dokter Reisa Broto Asmoro memang sering muncul di layar televisi. Sebelumnya, pernah menjadi pemandu acara kesehatan di stasiun televisi dengan program yang bernama Dr Oz. Rupanya sering tampil di layar televisi membuat dokter cantik ini sudah dikenal oleh masyarakat. Dengan demikiam semoga makin banyak masyarakat yang peduli dengan kesehatan dan pesan-pesan new normal yang disampaikan oleh pemerintah.

Dokter Reisa Broto Asmoro ternyata pernah menjadi model dan runner up Puteri Indonesia tahun 2010. Perempuan cantik berusia 34 tahun ini juga membawakan program Ibu Pintar yang tayang di TransTV.

Tanggapan Netizen

Kehadiran dokter Reisa sebagai jubir baru Covid-19 mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Ada yang menyambut antusias dengan kehadirannya namun adapula yang sebaliknya. Yang menyambut positif memberikan pendapat seperti membawa kesegeran baru di saat jubir Achmad Yurianto terlihat kelelahan. Beberapa warganet juga menyambut baik dan memberikan selamat atas tugas barunya untuk dokter Reisa.

Netizen yang menganggapi negatif atas bergabungnya dr. Reisa juga ada. Mereka memberikan komentar hanya sebagai pengalih atas ketidakberhasilan pemerintah menurunkan kurva covid-19 di Indonesia. Saat ini angka penderita covid-19 terus bertambah dan mencapai angka 45.029 atau ada kenaikkan sejumlah 1.226 per hari. Apapun tanggapan dari masyarakat, saya secara pribadi menyatakan ini jika disikapi dengan baik semoga kedepannya membawa perubahan-perubahan baik yang kita harapan, yaitu menurunnya kurva penderita covid-19 di Indonesia dan pandemi ini segera berakhir. Aamiin.

10 Tips Menghadapi New Normal Life

Dokter Reisa Broto Asmoro, selain menemani Bapak Achmad Yurianto dalam memberikan informasi mengenai perkembangan terbaru terkait corona juga sering memberikan informasi mengenai new normal life. Seperti yang telah kita ketahu bersama bahwa perkantoran sudah mulai aktif kembali . Dokter Reisa memberikan 10 tips bagi para pekerja di tempat kerja, Inilah ke 10 tips tersebut ;


Pertama dengan cara physical distancing. Menjaga jarak minimal 1-2 meter 
Kedua dengan cara memastikan tempat kerja memiliki ventilasi yang baik
Ketiga dengan cara cuci tangan selama 20 detik setelah memegang benda yang digunakan bersama-sama
Keempat dengan cara menjaga kebersihan di tempat kerja dan melaksanakan disinfektan secara rutin.
Kelima dengan cara menggunakan masker dengan baik dan benar. yaitu sempurna menutup area hidung dan mulut. Jangan sembarangan melepas masker saat di tempat kerja. Selain itu jika merasa kurang sehat sebaiknya tidak masuk kerja.
Keenam dengan cara menerapkan etika batuk dan bersin. 
Ketujuh dengan cara mencuci tangan sebelum menyentuh apapun.
kedelapan dengan cara memberikan jarak minimal untuk tempat duduk. Jika memungkinkan memberikan sekat.
Kesembilan dengan cara memperhatikan pengaturan pintu masuk dan keluar agar tidak terjadi penumpukkan orang.
Kesepuluh dengan cara memperhatikan semua hal ini baik di tempat kerja, restoran, ruang istirahat dan ruang pertemuan.

Tips Jaga Kesehatan


Ternyata banyak sekali yang yang harus diperhatikan para pekerja saat bertugas. Bukan hanya bagi para pekerja. masyarakat yang ingin keluar rumah untuk belanja kebutuhan pokok atau keperluan penting lainnya juga harus memperhatikan hal ini. selain kesepuluh tips tersebut ada tips nih yang mau saya bagikan dari dokter Reisa karena ini juga penting banget. Tips ini adalah bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh dalam menghadapi new normal. Dokter Reisa menyarankan untuk menerapakan pola hidup sehat dengan cara mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, istirahat cukup dan teratur, perbanyak minum air putih, mengurangi stress serta olahraga rutin. olahrga yang lagi populer saat pandemi dan yang disarankan adalah olahraga yang bisa dilakukan di rumah. Teman-teman bisa melakukan senam bersama keluarga. Selain olahraga juga bisa meningkatkan hubungan batin antar anggota keluarga.

Nah, tetap patuhi protokol kesehatan saat keluar rumah dan keep healthy ya teman-teman

Rabu, 10 Juni 2020

Self Love dan Support System, Membuatku Tetap Kuat Menjadi Ibu Tunggal


Keluarga. 

Kemarin,  aku berpikir dan berusaha untuk menghadirkan orang lain untuk melengkapi kehidupan kami.  

Kemarin,  aku berpikir dengan adanya seorang ayah maka kehidupan akan semakin baik,  sempurna dan penuh cinta. 

Kemarin,  aku menggantungkan kebahagiaan pada orang lain. 

Tapi itu kemarin. 

Sekarang... 
Aku cintai diriku seutuhnya sehingga aku tak terlalu berharap cinta yang lain selain cintaNya. 
Saat aku mencintai diri sendiri aku bisa lebih mencintai anak-anak lebih banyak. 

Kadangkala kita terlalu fokus pada hal-hal yang hilang,  yang pergi,  yang hanya singgah dan yang tak jadi kita miliki sehingga melupakan kebahagiaan yang nampak di depan mata dan justru lebih indah. 

Mencintai kalian selamanya. 



Tulisan di atas merupakan status facebook di tanggal 24 Juni 2019. Setahun telah berlalu, namun aku masih mengingat dengan baik alasannya sampai aku menulisnya. Selama perjalanan "karier' menjadi ibu tunggal, aku bertemu dengan banyak orang dengan berbagai karakter yang berbeda. Salah satunya adalah laki-laki manipulatif yang tega mempermainkan perasaan dan menipuku. 

Sekitar akhir Februari 2019 aku kenal dengan seorang duda berumur 42 tahun. Sebut saja namanya WA, mengaku sebagai auditor yang sedang dinas di kota Semarang. Entah bagaimana aku sangat mempercayainya dan dalam waktu sebulan aku sudah bersedia membantunya ketika WA mengalami kesulitan finansial. Janji uang yang dipinjam akan dikembalikan dalam waktu 1-2 minggu ternyata hanya alasan untuk melarikan diri. Hingga akhirnya aku sadar kalau dia penipu ulung yang memanfaatkan wanita lemah, seperti aku. Data pekerjaan dan identitas diri yang diberikan ternyata palsu dan ini adalah pukulan terberatku selama menjadi ibu tunggal.

Setahun lalu, saat kejadian itu, aku memang merasa ada yang kosong. Kekosongan ini ternyata bukan karena persoalan ekonomu, yang biasanya dihadapi oleh para ibu tunggal. Kekosongan ini lebih kepada keinginan hadirnya pasangan hidup setelah 4 tahun menjanda. Walaupun kami hidup dengan sederhana, Alhamdulillah Allah menyukupkan rejeki anak-anak dengan perantara orang-orang baik disekeliling kami. Setiap orang menjalani jalan ujiannya masing-masing dan aku merasa lemah, kosong dan hampa tanpa ada cinta dari yang lainnya hingga aku sangat butuh sosok laki-laki yang bisa mengisi kehampaan dalam hatiku. Ketika ada yang datang, akupun merasa bahagia walaupun pada ahirnya yang terjadi justru berakhir tragis.

Aku ingin cerita kisah lainnya ya. Ini sebuah berita yang aku baca. Kisah seorang wanita berasal dari negara Thailand yang berkenalan dengan laki-laki India. Laki-laki ini mengaku seorang pengusaha kaya dan bermaksud menikahi wanita Thailand ini. Dikisahkan sang wanita dalam keadaan miskin dan merasa senang ketika ada laki-laki kaya yang akan menikahi dan membuat hidupnya lebih baik. Jarak ribuan kilometer ditempuh dan ternyata suami barunya seorang petani/peternak yang kehidupannya juga tak kalah menyedihkan. Wanita Thailand ini akhirnya sadar ia telah ditipu. 

Kira-kira ada pelajaran apa ya yang bisa diambil dari kisahku dan kisah wanita dari Thailand. Kita sama-sama tak mencintai diri  sendiri sehingga sangat mengharapkan cinta orang lain. Kita sama-sama mengharapkan orang lain untuk mengubah keadaan untuk menjadi lebih baik. Padahal, pada awalnya semuanta justru dalam keadaan baik-baik saja. Coba kalau wanita Thailand ini menerima keadaan dirinya kemudian bersyukur dan menjalani kehidupannya dengan bekerja sepenuh hati, tentu tak akan mudah goyah jika ada ada iming-iming atau rayuan. Begitu pula denganku, jika aku sudah merasa penuh cinta, penuh bahagia dan penuh syukur, aku juga tak akan mudah untuk terjebak dalam cinta yang datang sesaat dan semu belaka.

Sejak kejadian itu, aku terus belajar dan terus mengupayakan kebahagianku sendiri dan juga anak-anak. Aku belajar untuk terus mengenali diriku dan mencintai diri sendiri. Selama ini ya kita berusaha untuk mengerti keadaan orang dan berusaha mencintai orang lain apa adanya. Namun sudahkan kita mencintai diri sendiri. Inilah konsep self love menurutku.

Memaafkan diri sendiri

Ketika orang lain melakukan kesalahan terhadap diri kita, dengan mudahnya kita bisa memaafkan orang tersebut. Berusaha memahami kondisinya dan memaafkan kesalahan-kesalahannya karena kita ingin menjadi orang yang welas asih dan mudah memaafkan. Namun sudah bisakah kita dengan mudah memaafkan diri sendiri.

Saat kejadian yang menimpaku itu terjadi, aku tak henti-hentinya menyalahkan diri sendiri. Aku memaki diri sendiri sebagai wanita bodoh dan berbagai hinaan lain yang aku tujukan untuk diriku sendiri. Aku menyesali kenapa kejadian itu bisa terjadi. Rasanya aku menghukum diri sendiri terlalu berat. 

Pada suatu titik aku menyadari bahwa aku juga bisa melakukan suatu kesalahan. Aku juga manusia biasa yang pernah salah dan khilaf. Aku mulai berdamai dengan keadaan yang terjadi. Aku memaafkan kesalahan-kesalahan yang aku lakukan, memaafkan tindakan-tindakan yang saat itu tidak aku pikirkan dengan matang. Aku memaafkan diriku sendiri.

Berterima kasih  Pada Diri Sendiri


Mampu memaafkan diri sendiri ternyata membawa manfaat yang begitu besar. Aku mulai bangkit lagi setelah beberapa bulan terpuruk dalam kesedihan. Saat mulai bangkit ini aku melakukan hal-hal yang aku sukai. 

Lakukan apa yang aku sukai.

Apa saja yang menjadi hobi dan membuatku happy aku lakukan. Dari latihan make up, berenang, berkumpul sama teman-teman. Sesuatu yang aku sukai dan tentu yang bermanfaat ya. Tidak menyakiti diri dan orang-orang yang aku sukai.

Melakukan sesuatu yang disukai tapi ternyata menyakiti  diri namanya bukan love self ya. Misalnya suka banget dengan namanya makanan berlemak, berkalori tinggi kemudian makan tanpa batasan dengan alasan suka makanan tersebut sehingga timbul gangguan kesehatan. Mencintai diri sendiri ya disiplin juga menerapkan pola hidup sehat dan menjaga pola makan dan pola hidup dengan baik. Jangan sampai karena lagi gandrung dengan drama korea hingga tidur larut malam dan keesokkan harinya jadi pusing. Hehehe...Aku menulisnya untuk menasehati diri sendiri. Cinta sama diri berarti memberikan yang terbaik untuk diri sendiri.

Aku bersyukur dengan masa lalu yang begitu banyak memberikan pelajaran dan nasihat. Aku memang harus mengalami kejadian nahas tersebut untuk menjadi pengingat di masa sekarang dan di masa depan.

Support System


Aku juga sangat bersyukur memiliki saudara dan sahabat yang baik sebagai support system. Tentu saja, yang paling utama adalah sosok ibu dan ketiga anak-anakku. Mereka penguatku saat aku merasa lelah dan hampir menyerah. Doa ibu juga yang membuatku tetap kuat hingga sampai saat ini sanggup berdiri dengan tegap.


Dan tak lupa untuk komunitas single mom yang selalu menguatkanku. Dengan keberadaan mereka mereka semua yang tak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dari keluarga dekat, teman, sahabat, tetangga yang baik dan teman-teman single mom di sekitarku dengan berbagai dukungan, doa, perhatian dan kebaikkan-kebaikkannya sehingga aku dapat menjalani hidup sebagai ibu tunggal dengan anak-anak dengan baik. Sampai detik ini pendidikan anak-anak berjalan dengan baik. Kehidupan kami tak pernah mengalami kelaparan dan kekurangan. Kami berlimpah kasih sayang. Kami penuh cinta. Cinta karena sudah merasa utuh dan penuh.

Sabtu, 30 Mei 2020

5 Cara Menumbuhkan Minat Membaca Pada Anak



Buku merupakan jendela dunia. Pepatah yang sudah sangat populer ini memang tak terbantahkan. Dengan hanya duduk di rumah bisa berkeliling dunia dengan membaca buku. Mengetahui keindahan pariwisata di berbagai daerah atau berita dari luar negeri dengan membaca. Dengan membaca  maka kita bisa mendapatkan banyak manfaat.


Buku Kain Untuk Bayi


Begitu penting dan banyaknya manfaat dari membaca, maka sebaiknya dari dini memperkenalkan buku kepada anak-anak. Hal ini sudah saya lakukan pada anak-anak sejak mereka masih bayi. Barangkali timbul pertanyaan, apa bisa bayi membaca? Bisa kok, mereka akan belajar menyerap informasi apapun yang diberikan oleh orang tua dalam bentuk visual maupun audio. Memperkenalkan buku, bukan mengajarkan mereka membaca sejak dini. Ini dari segi parenting berbeda jauh ya teman-teman. Karena bagi saya, mereka nanti bisa belajar membaca saat usia 7 tahun ketika belajar di Sekolah Dasar. 

Inilah cara pertama saya mengajarkan kepada anak agar mereka nantinya memiliki minat baca yang tinggi. Buku untuk bayi sekarang sudah beraneka ragam bentuknya dan lucu-lucu. Saya membelikan buku kain yang bisa dicuci bila kotor terkena makanan ataupun debu. Buku kain ini juga memiliki gambar serta tulisan yang berwarna-warni sehingga menarik perhatian anak. Selain itu buku kain ini ada mainannya yang bisa bunyi dan pernak-pernik yang bisa dimainkan.

Meluangkan waktu untuk membacakan buku.


 Ini merupakan cara kedua ala saya. Selama 30 menit sehari, saya menemani mereka untuk menceritakan kisah-kisah di dalam buku anak. Punya waktu khusus ini membantu sekali jadi semacam jadwal harian yang harus dipatuhi. Dicentang di daftar to do list ketika rampung. Waktu khusus untuk membaca tidak harus sama dalam setiap keluarga. Bisa jadi 15 menit per hari atau bisa juga 30 menit per dua hari. Lakukan saja senyamannya antara orang tua dan anak. Punya waktu khusus ini juga bisa mendekatkan ikatan batin antara orang tua dan anak. Saya dan anak-anak jadi lebih banyak ngobrol, apalagi saat membacakan buku pasti banyak pertanyaan yang timbul. Jadinya dari membaca terus kami jadi ngobrol dan diskusi.


Meluangkan budget untuk membeli buku.


 

Rasanya jika ingin anak memiliki minat baca maka orang tua juga wajib memiliki anggaran untuk membeli buku. Nggak harus buku baru dan buku mahal. Saya lebih sering membeli buku second yang masih bagus atau beli buku ketika ada diskon. Yang penting anak-anak punya buku berkualitas. Ini saya lakukan bahkan ketika anak-anak belum bisa membaca sendiri. Mereka dulu suka memilih buku yang menarik kemudian meminta saya membacakan untuk mereka. Beberapa koleksi buku anak ini merupakan pemberian teman-teman saya yang merupakan penulis buku anak. Alhamdulillah ya. Semoga teman-teman penulis semakin produktif menghasilkan buku yang laris dan makin sukses yaa...

Pojok Baca Di Kelas


Anak saya yang nomer dua, Barra namanya, sekarang kelas dua di sekolah alam Ar Ridho. Sejak kelas 1 baru mulai belajar membaca. Menurut saya, bukan terlambat. Pas kalau menurut saya. Dia sangat enjoy dan antusias sekali belajar membacanya. Di kelas ada pojok baca, dimana setiap siswa membawa buku favoritnya masing-masing dan diletakkan di pojok baca untuk kemudian di baca saat istirahat. Bisa juga dibaca nyaring oleh seorang siswa dan yang lainnya menyimak. Dengan begini para siswa akan semangat untuk belajar membaca. 

Senang sekali rasanya ketika guru-guru anak  begitu perhatian akan minat baca pada anak didiknya. Jadi harapan orang tua di rumah agar anak memiliki minat baca yang tinggi.


Pekan Literasi Di Sekolah


Pada setiap akhir bulan Oktober, sekolah anak-anak mengadakan acara parenting berupa puncak tema Pekan Literasi. Pada tahun 2019 yang lalu diadakan pada tanggal 20-26 Oktober. 

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa (wikipedia).

Pekan Literasi di sekolah alam Ar Ridho bukan hanya kemampuan membaca  buku namun juga membaca puisi, story telling yang disampaikan siswa kelas 1. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan launching cerpen antalogi persembahan siswa kelas V. Wow keren yak, anak-anak usia 11 tahun sudah mempunyai buku sendiri. Menjadi penyemangat nih buat saya juga untuk terus produktif dan menghasilkan karya. Selain itu tentu saja akan berpengaruh positif kepada adik-adik kelasnya untuk gemar membaca sehingga banyak ilmu yang didapat termasuk bisa menulis cerpen atau cerita yang bisa dibukukan. Ini akan jadi hal yang membanggakan dan membahagiakan. 

Ini pengalaman saya dalam menumbuhkan minat membaca pada anak-anak. Teman-teman punya cerita apa ini tentang minat baca pada putra putrinya. Sharing yuk...





Rabu, 27 Mei 2020

3 Langkah Kecil Dimulai Dari Kita Untuk Antisipasi Bencana Kekeringan



"Caca, kalau cuci tangan, airnya jangan besar-besar ya. Secukupnya saja yang penting cukup untuk cuci tangan"

"Nak, kalau cuci gelas dan piring, saat sabunan, air kran dimatiin dulu ya. Ntar kalau mau bilas baru deh dinyalain lagi"

"Kak, kalau air di kamar mandi udah penuh, dimatiin dong, jangan sampai luber. Sayang lho airnya jadi kebuang-buang"

"Hayo, mainan airnya udahan ya. Kita harus hemat air. Sayangi bumi"



Begitulah kecerewetan saya setiap hari, setiap saat. Mengingatkan anak-anak untuk hemat air harus dilakukan secara konsisten. Anak-anak memang suka mainan air ya. Saat menyiram tanaman, memang bisa sambil main semprot-semprot air. Saat cuci piring, asik mainan air. Mandi kadang kalau nggak diingatkan bisa lama di kamar mandi, eh tahu-tahu air di bak mandi sudah hampir habis. Anak-anak jika dikasih tahu secara lembut dan terus menerus juga mengerti kok kalau mereka harus menjaga bumi dengan cara menghemat air. Ini juga yang sering diajarkan di sekolah. 

Sekolah alam Ar Ridho Semarang, merupakan sekolah yang istiqomah untuk menjaga kelestarian lingkungan. Setiap tahun, Anak-anak saya yang belajar di sini memperingati hari bumi di bulan April. Nggak hanya acara bulanan saja, siswa juga setiap hari belajar bagaimana menjaga bumi yang kita tempati dengan cara sederhana. Salah satunya adalah dengan membawa bekal dari rumah berupa makanan sehat tanpa kemasan plastik. Setiap bulan juga diadakan acara parenting yang mengangkat tema tentang menjaga bumi. Salah satu acara yang pernah dilaksanakan adalah seminar dan parenting "Rumah Minim Sampah" yang diadakan bulan Juni tahun 2019. Sampah rumah tangga yang berupa plastik kemasan ini ternyata banyak banget ya. Jumlahnya setara dengan dua candi. Ini karena terlalu banyak dan menumpuk seperti gunung. 



Beberapa waktu lalu kita juga mendengar berita seekor paus yang mati terdampar di pantai ditemukan ratusan sampah plastik dan botol kemasan di perutnya. Sedih sekali dengar berita seperti ini.



Banyak sekali dampaknya bila kita abai terhadap lingkungan. Hilangkan pikiran jika "ini cuma sampah plastik kecil yang nggak berpengaruh buat bumi". Jika satu orang berpendapat demikian maka bagaimana jika jutaan penduduk berpendapat yang sama. Bumi sudah penuh dengan sampah plastik dan juga berpengaruh terhadap perubahan cuaca. 

Plastik kemasan,  sedotan plastik dan botol plastik yang sering kita beli sekali pakai itu ternyata mengandung  metana dan etilena, dua zat yang merupakan gas rumah kaca paling berbahaya. Gas ini keluar saat terkena sinar matahari kemudia plastik rusak. Plastik yang terurai sendiri ternyata juga berbahaya. Walaupun dalam jumlah relatif kecil, namun jika tak terkendali dapat menyebabkan dampak yang merugikan bagi kehidupan umat manusia. 

Rumah kaca sering sekali kita dengar terkait dengan perubahan iklim. Rumah kaca adalah sebuah bangunan yang seluruh dinding dan atap terbuat dari kaca, dimana sinar matahari yang masuk terperangkap di dalamnya, sehingga seluruh ruangan di rumah kaca menjadi hangat sepanjang hari. Efek rumah kaca merupakan istilah dimana bumi sudah ditutupin oleh zat-zat berbahaya sehingga sinar matahari terus terperangkap di dalam armoafer bumi. Akibatnya, bumi semakin tahun semakin hangat. Bahkan saat malam hari, seharusnya dengan suhu sejuk namun sekarang lebih terasa gerah/panas. Inilah yang disebut pemanasan global. 

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C selama seratus tahun terakhir. (Wikipedia). Bisa dibayangkan jika bumi semakin panas juga akan berpengaruh terhadap iklim. Hal ini sudah kita rasakan ya. Musim kemarau panjang yang membuat tanah dan sumber air kekeringan. Jika biasanya 4 bulan, sekarang kemarau panjang bisa sampai 6 bulan. Kita akan semakin sulit mendapatkan air bersih, padahal air adalah kebutuhan utama bagi makhluk hidup.


Bahaya Kemarau Panjang
Musim kemarau selain menyebakan kita merasakan panas dan gerah ternyata juga mengakibatkan hal-hal yang membahayakan lho teman-teman. Seperti ini ya ;
1. Kekurangan air bersih untuk hidup
Air jadi kebutuhan utama makhluk hidup ya. Kita minum setidaknya 8 liter per hari. Jika tidak ada air bersih untuk minum, apa mau minum air kotor yang nggak sehat. Malah nanti bikin penyakit ya. Jika kekeringan di saat musim kemarau panjang mengakibatkan pasokan air bersih berkurang maka kita bisa dehidrasi. 

2. Nggak bisa menyuci dan bersih-bersih rumah. 
Mau mandi butuh air bersih, mau cuci piring butuh air bersih , mau nyuci baju juga butuh air bersih. Banyak banget ya kebutuhan kita akan air bersih. Kalau nanti nggak bisa dapat air bersih karena terjadi kekeringan maka kita nggak bisa mandi akibatnya badan jadi kotor dan timbul penyakit kulit. Nggak mau deh hal kayak gini terjadi sama kita. 

3. Hewan-hewan bisa mati kehausan. 
Binatang yang nggak bisa menemukan sumber air bersih bisa mati karena kehausan. 
4. Timbul penyakit. 
Selain karena nggak mandi karena nggak ada air bersih, rumah jadi kotor karena nggak pernah dipel. Hewan peliharaan juga nggak pernah dimandiin karena nggak ada air bersih. Penyakit yang timbul saat musim kemarau panjang bisa jadi bahaya bagi kesehatan kita. 
5. Bahaya kelaparan. 
Para petani yang tidak mendapatkan air bersih maka sawah mereka akan kekeringan dan terjadi gagal panen. Di sektor perkebunan dan perikanan juga terancam karena kesulitan mendapatkan air bersih. Ini bisa menjadi bencana kelaparan yang dimana-mana

Langkah Kecil Selamatkan Bumi 
Kekurangan air bersih, suhu yang semakin panas, musim kemarau panjang dan berbagai pencemaran udara merupakan ancaman nyata di depan mata. Ini juga nggak hanya berbahaya bagi kesehatan namun juga keselamatan kita, termasuk anak-anak kita nantinya. Semuanya pasti ingin anak-anak tumbuh sehat dan baik di lingkungan yang sehat. Bahaya kekeringan juga saya uraikan ya di tulisan ini. 

Yuk, mulai sekarang, kita bisa kok menjaga bumi dengan langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan bersama keluarga. 

1. Kurangi menggunakan plastik kemasan atau botol sekali pakai. Jika memungkinkan bawa botol sendiri untuk membeli minuman atau tepak untuk membeli makanan. Sedikit ribet barangkali di awal-awal, namun ternyata langkah kecil ini bisa mengurangi sampah dan menjaga kelestarian bumi. Selain itu masih ada banyak contoh lainnya seperti tidak menggunakan sedotan plastik atau bila terpaksa membeli botol plastik maka jangan di buang tapi diolah kembali. Pengolahan botol plastik sudah banyak dilakukan baik oleh perorangan atau kelompok. Ecobric namanya, dimana plastik kemasan dimasukkan ke dalam botol dan nantinya bisa dijadikan meja, kursi atau bentuk lainnya.



2. Hemat air. 
Seperti yang saya lakukan diawal tulisan ini. Mematikan kran air setelah selesai mandi atau keluar dari kamar mandi. Saya bahkan pernah mengajarkan pada anak-anak untuk menggunakan maksimal 10 gayung saat mandi. Jadi nggak terlalu banyak air yang digunakan, namun badan sudah bersih. 

3. Menanam


"Buang biji buah di tanah" Ini adalah nasihat yang bagus dan sudah saya terapkan. Biji-biji buah yang saya buang ke tanah, bukan di tempat sampah. Taman saya yang nggak begitu luas, gini sudah dipenuhi dengan 5 pohon pepaya. 

Menanam pohon selain bisa dipanen nantinya juga bisa menghasilkan oksigen bagi makhluk hidup disekitarnya. 1 pohon bisa mengeluarkan oksigen untuk 2 orang, jadi jika ada 4 anggota keluarga di rumah, setidaknya kita harus punya dua pohon ya. Semakin banyak juga semakin bagus karena rumah jadi sejuk dan udara lebih bersih. 

Jangan khawatir ya kalau misal teman-teman nggak punya lahan untuk menanam. Sekarang sudah banyak cara dikembangkan cara menanam dengan lahan sempit seperti misalnya dengan teknik hidroponik. 

Yuk teman-teman kita mulai dari hal yang terlihat sepele namun memiliki manfaat besar untuk lingkungan di sekitar kita dan untuk bumi tercinta.



Saya sudah berbagi pengalaman soal climate change. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog " Climate Change" Yang diselenggarakan oleh KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-ibu Doyan Nulis.  Syaratnya bisa Anda lihat disini: 
https://bit.ly/LombaBlogPerubahanIklimKBRIxIIDN



Selasa, 12 Mei 2020

Writing Is Healing, Menulis Menyembuhkan Dan Menguatkanku


Wanita Kuat Itu... 


"Mbak Hapsari itu kuat. Wanita yang tegar" begitu kalimat yang sering aku dengar, diucapkak oleh teman atau tetangga. Mereka menganggapku kuat karena masih terlihat baik-baik saja sejak meninggalnya suami 4 tahun yang lalu. Selain itu, aku juga memiliki putra berkebutuhan khusus. Selama 12 tahun umurnya, aku menjadi caregiver bagi anak pertamaku yang autis.

Sebenarnya, aku nggak sekuat itu. Aku nggak setegar yang terlihat oleh teman-teman atau tetangga. Aku sebenarnya juga terluka, sedih, rapuh dan ambyarrr. Tahun-tahun pertama menjadi ibu tunggal, aku telah menghabiskan waktu selama berminggu-minggu konseling dengan seorang sahabat yang berprofesi sebagai coach dan konselor keluarga. Aku juga banyak mengikuti kelas-kelas yang bermanfaat untuk menyembuhkan diri. Salah satunya adalah writing to healing.

Menurut aku, wanita kuat bukanlah yang tak pernah menangis dan bersedih. Wanita kuat bukanlah yang bisa menanggung semua ujian sendirian. Wanita kuat adalah yang setelah menangis dia berusaha untuk tetap tersenyum dan melangkah... 

Writing is healing 


Menulis bisa menyembuhkan luka. Barangkali sebagian teman-teman sudah mengetahuinya dan sebagian lagi belum tahu. Menulis, sesuatu yang barangkali terlihat sepele ternyata memiliki manfaat besar, bisa menyembuhkan luka di masa lalu ataupun trauma dan juga perasaan galau. 

Dengan menulis, kelas yang saya ikuti wakti itu menulis tangan maka kita bisa menyalurkan hal-hal yang dirasakan dalam bentuk tulisan melalui bolpoint dan kertas. Jika setelah menulis sesuatu yang membuat kita sedih, malu atau marah dan tak ingin diketahui orang lain maka bisa disobek dan dibuang. Jika dirasakan nanti ingin dibaca lagi maka bisa menuliskan di buku. Oiya, menulis diary juga bermanfaat banget lho untuk meluapkan perasaan-perasaaan. Biar nggak terpedam dan jadi bom waktu. 

Writing is healing sudah aku rasakan manfaatnya. Aku memang tak menunjukkan kesedihan dan rasa sakit dihadapan teman-teman di lingkungan sekitar ataupun melalui  akun media sosial. Aku meluapkan semuanya melalui tulisan. Pernah saat menulis, dada menjadi sesak, tangisan pecah, kertas juga berlubang karena saat menulis aku menekan begitu kuat,dan saat itu juga mentor kelas menulis meminta untuk berhenti menulis. Sampai seperti itu efek yang aku rasakan saat menuliskan perasaan-perasaan yang aku rasakan. 

Menulis dapat menyembuhkan luka memang benar adanya. Aku dan beberapa ibu tunggal lainnya pernah tergabung dalam sebuah komunitas dan kami berniat membukukan cerita-cerita kami. Ada yang menjadi janda karena suaminya meninggal dan ada juga yang karena perceraian. Semuanya memiliki kisah sendiri-sendiri dan perjuangan masing-masing. Semuanya hebat dan kuat dengan takdirnya masing-masing. 

 Self Healing


Menulis sebagai self healing juga membantuku lebih jernih dalam berpikir dan mengambil keputusan. Dengan menulis, memaksa otak untuk mengingat kejadian yang telah lampau dan juga memaksa berpikir. Biasanya dengan menulis justru pandangan jadi lebih jernih dan bisa menyelesaikan masalah dengan lebih bijak. 

Inilah pengalamanku menyembuhkan luka dengan menulis. Apakah teman-teman juga punya pengalaman sama atau self healing dengan cara berbeda? Ceritain yuk...

Minggu, 10 Mei 2020

5 Hal Yang Dirindukan Saat Ramadhan Ditengah Pandemi




Ramadhan Mubarak. 

Ramadhan bulan mulia. Bulan penuh ampunan dan rahmat. Bulan seribu bulan walaupun tahun ini tanpa tarawih berjamaah... 

Selesai tarawih aku menangis tersedu. Ada rasa haru dan sedih yang menyesakki dada. Tarawih hari pertama aku lakukan di rumah. Rasanya lebih sepi dibandingkan Ramadhan tahun 2016, saat aku puasa pertama tanpa suami. 

Ramadhan tahun 2020 ini memang tak sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada banyak kerinduan yang dirasakan anak-anak. Barra, sejak seminggu sebelum masuk bulan Ramadhan sudah tahu jika nanti tak ada salat Subuh berjama'ah, salat Tarawih dan buka bersama. Namun terkadang ia masih saja merengek ingin melakukannya. " Aku mau salat Subuh di masjid mah, seru... Habis salat bisa jalan-jalan barang teman-teman". Saya jawab singkat saja " Maaf, belum bisa Barra, masih ada virus corona". Diapun memahami karena memang sudah 2 bulan ini kami tak ke mana-mana.  

Sehari sebelum puasa, biasanya di kompleks perumahan mengadakan tarhib atau pawai keliling kompleks sambil bershalawat. Anak-anak membawa manggar dan beberapa membunyikan kaleng berisi kerikil. Seru sekali karena itu adalah wujud kegembiraan kami dalam menyambut bulan mulia ini.




Tahun ini, dalam menyambut Ramadhan, persiapan Ramadhan yang kami lakukan yaitu bersih-bersih dan menghias rumah. Seperti mengelap kaca jendela, beberes mainan, menggosok lantai dan juga membuat hiasan menyambut Ramadhan. Inilah hasil kreasi anak-anak sehari sebelum Ramadhan tiba. Mereka antusias dan gembira sekali ketika selesai dan menempel nya di dinding rumah. 


Walaupun dalam suasana Ramadhan yang berbeda, Ramadhan tetap bulan penuh pahala dan keberkahan. Kami melakukan salat berjamaah di rumah. Aku sebagai imam, karena Barra masih belum bisa menjadi imam. Dengan 3 makmum kecil dan nenek yang sedang terbaring sakit, kami melakukan salat jamaah di ruang tamu. Suasana berbeda, namun aku merasakan banyak pengalaman. Sebagai imam yang bacaan surat pendeknya 3 Qul diulang-ulang membuatku harus lebih belajar untuk menghafalkan lebih banyak lagi surat pilihan. Malu ah, hafalannya lebih banyak daripada Caca yang sebentar lagi mau masuk SD. Caca sudah hafal sampai Al Zalzalah. 

Ramadhan tahun ini, kami juga tak pernah mengadakan buka bersama. Kalau tahun lalu, banyak grup alumni membuat wacana bukber tapi hanya satu yang terlaksana, tahun ini nggak ada wacana sama sekali.  Mau bukber online, tapi rasanya kurang seru. Ya Allah, kangen juga sama teman-teman dan juga tetangga sekitar saat kami buka bersama. Masing-masing membawa makanan berbeda dan nanti dikumpulkan untuk dimakan bersama. Sederhana namun penuh kekeluargaan. 

Sepertinya nanti, setelah selesai Ramadhan, nggak ada salat Idul Fitri. Membayangkannya, mata rasanya sudah berkaca-kaca. Rindu sekali ya Allah... Kemarin saya membaca status seorang sahabat bahwa  para kepala keluarga harus mempersiapkan diri untuk menjadi imam salat Idul Fitri. Ini menjadi salah satu persiapan lebaran yang sangat berbeda dengan lebaran sebelumnya. 

Suasana Ramadhan yang berbeda sekali, namun semangat berbagi nya masih tetap sama, bahkan mungkin lebih. Saat pandemi sekaligus di bulan Ramadhan ini, semangat berbagi kebaikkan yang kurasakan justru semakin besar. Aku sekali lagi tak dapat menahan rasa haru atas kebaikkan orang-orang. Kami telah menerima banyak sekali bingkisan dan juga hidangan untuk berbuka. 

Ramadhan Mubarak. 
Apa cerita teman-teman ketika menjalani Ramadhan saat pandemi seperti sekarang ini...