Kamis, 30 April 2020

Food Preparation Simple Dan Mudah Ala 3 Emak.



Sudah lebih dari sebulan, ketentuan pemerintah untuk tetap #dirumahsaja. Melakukan pekerjaan di rumah, ibadah di rumah dan belajar di rumah. Nah, mendampingi anak-anak belajar di rumah ini yang awalnya bikin kalang kabut. Bisa setengah hari sendiri bersama mereka mengerjakan tugas dari bu guru. Tahu-tahu sudah waktunya makan siang dan belum masak. 
Jadi aku mulai lagi menerapkan food preparation agar nggak banyak waktu untuk masak. 

Ini tips sederhana ala aku ya. 


1. Belanja sayur seperti bayam, buncis, sawi, sayur sop dan sayur asam. Ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kesukaan masing-masing keluarga. Sayur sawi biasanya buat masak bakso. Bisa juga untuk pelengkap mie goreng Jawa. 
-siangi sayuran. Petik bayam, atau pilih sayur lain misal sawi yang agak layu. Kalau buncis saya bersihkan ujung-ujungnya. Setelah bersih lalu dicuci bersih kemudian diangin-anginkan. Jangan menyimpan sayuran dalam keadaan basah karena cepat layu. 

- wortel masih keadaan utuh. Bisa juga diserut atau dipotong kemudian diblansir. Setelah blansir bisa masuk ke freezer. Tapi kalau saya masih keadaan utuh. 
2. Tahu
Cuci bersih lalu kukus. Menyimpan dalam keadaan kukus lebih awet dan juga kokoh. Jika mau bisa di bacem atau diungkep. 

3. Daging sapi. 
Langsung masuk freezer tanpa dicuci. Cuci nanti kalau sudah mau dimasak. Jika membeli dalam jumlah banyak, pisah-pisah sebelum masuk freezer sesuai dengan kebutuhan setiap masak., agar setiap masak nggak perlu mengeluarkan semua stock dan mengembalikan sisa daging ke freezer lagi. Membekukan-mencairkan kemudian membekukan lagi dapat menurunkan kualitas daging. 
3. Daging Ayam.
Cuci bersih lalu ungkep. Setelah dingin baru masukkan ke dalam freezer. 

4. Ikan. 

Cuci bersih dalam keadaan sudah dipotong-potong lalu bumbuin dengan bumbu kuning. Nanti bisa tinggal goreng. Atau jika mau masak pedas , maka goreng setengah matang lalu masak bumbu pedas. 

5. Bikin bumbu dasar. 


Aku kalau bikin bumbu dasar sekalian tiga jenis yaitu bumbu dasar putih, kuning dan merah. Untuk bahannya banyak sekali macamnya di google ya. Pilih aja yang sesuai dengan selera. 
Kalau saya pilih yang simple aja misalnya bumbu kuning bahannya bawang merah, putih dan kunyit. Bumbu merah isinya bawang merah putih dan cabai merah. 

Tenang aja teman-teman, dengan cara ini kualitas dan nutrisi makanan tetap terjaga dan kondisi baik. Cara ini bikin dapur dan kulkas dalam keadaan rapi dan bersih. Kalau dapur bersih, walaupun ukurannya kecil tetap semangat masak dan nyaman ya. Food preparation juga membantuku mengatur waktu dengan baik. Nggak perlu berlama-lama di depan kompor. 

Apa cara teman-teman dalam food preparation. Sharing yuk... 

Anak Autis Rentan Perundungan, Inilah Yang Saya Lakukan



Assalamualaikum teman-teman apa kabar? Semoga yang membaca tulisan saya ini selalu diberikan kesehatan ya. Tetap semangat walaupun pandemi covid-19 masih tetap berlangsung. 

Masih di bulan April, pada tanggal 2 April lalu diperingati sebagai World Awareness Autis Day. Walaupun perayaannya nggak seheboh tahun kemarin, namun kami tetap ingat. Jika tahun lalu ada berbagai kegiatan untuk memperingati hari kepedulian autis seperti pameran hasil karya penyandang autis dan berbagai lomba. Tahun ini kami merayakannya dari dalam rumah. 

Memiliki anak berkebutuhan khusus bukan hal yang mudah. Anak pertamaku yang kini berusia 12 tahun sebagai penyandang autis banyak menerima ejekkan. Inilah kata-kata yang sering ditujukan saat Arfa, anakku berada di luar rumah
" Arfa itu otaknya cuma separuh, kalau kita otaknya penuh" Kata anak sebaya Arfa. 

" Cah kurang ajar" Kata anak umur 6 tahun saat berpapasan dengan Arfa yang lagi mondar-mandir dari lapangan ke rumah. 

" Cah pekok" 

Arfa sih cuma cuek aja, lha wong dia juga nggak mudeng diejek. Nggak bakalan bisa balas. Saya  cuma berpikir, ada anak umur 6 tahun sudah bisa menghina seperti itu, mungkin diajari oleh orang tuanya. Memang memiliki anak berkebutuhan khusus nggak hanya ujian bagi orang tua nya saja namun juga lingkungan sekitar. 

Apa yang saya lakukan saat itu. 
Saya cuma mbatin " suatu saat di keluarga itu akan merasakan mendapatkan titipan anak berkebutuhan khusus". Duh kok jadi malah mengumpat ya. Harusnya dijelaskan ya, mungkin teman-teman berpikir demikian. Namun nyatanya tak semudah itu untuk menerima penjelasan. Walaupun beberapa orang yang tak perlu penjelasan justru bisa menerima dengan baik keberadaannya. Ini beberapa verbal bullying yang kami terima di dunia nyata. 

Di dunia maya, anak autis juga masih sering jadi bahan ejekkan. 

" Mainan HP mulu, autis lo".
Teman-teman sudah sering kan membaca status begini. Dari beberapa tahun yang lalu sampai sekarang juga masih saja yang menulis begitu. Dari pemilik status yang terlihat pintar dan banyak memberi motivasi sampai anak remaja alay. Ternyata memang memupuk kepedulian terhadap penyandang autis membutuhkan waktu dan juga istiqomah. Terus menerus dilakukan. Karena ada saja masyarakat yang belum paham dan memiliki kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus, terlebih pada anak autis. 

Arfa, jika dilihat secara fisik nampak normal. Maksud saya dengan tangan dan kaki yang lengkap dan fisik yang sempurna. Namun setelah berinteraksi dengannya selama 5 menit saja sudah terlihat berbeda dengan anak normal lainnya. Di usia 12 tahun, Arfa belum bisa komunikasi dua arah secara baik, kosa kata yang dimiliki masih terbatas dan memiliki fokus pendek. 

Arfa memiliki dua adik bernama Barra berumur 8 tahun yang duduk di kelas dua Sekolah Alam Ar Ridho dan Caca yang berumur 6 tahun. Beberapa kali mereka mendengar sendiri kalau kakaknya sedang dibicarakan dengan teman-teman sepermainan. 'Barra, kakakmu Autis ya? " tanya teman. Lalu Barra jawab " Iya, dia jago matematika". Saya yang mendengar merasa haru dan bangga. Tak ada rasa minder , yang ada justru rasa bangga dan menonjolkan kelebihan kakaknya. Di mata Barra, Arfa lebih cepat berhitung dan lebih pandai dalam hal matematika. 

Peran orang tua memang sangat penting bagi tumbuh kembang anak, termasuk juga anak berkebutuhan khusus dan saudaranya. Kakak beradik yang memiliki saudara berkebutuhan khusus juga kadang mendapatkan pertanyaan atau perkataan yang mengejek. Saya rasa, jika anak-anak yang belum paham lebih enak dan lebih jelas jika yang menerangkan adalah teman sebaya. Lebih mudah dipahami bahasanya dan lebih nyambung. 
Semoga selamanya saling menyayangi dan menjaga
Arfa, mama dan kedua adiknya

Saya selalu mengatakan bahawa semua yang Allah ciptakan itu sempurna dan nggak ada yang cacat. Nggak ada yang salah dan buruk. Masing-masing anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, semuanya istimewa. Mas Arfa suka matematika, Barra suka manjat dan dek Caca suka mewarnai. Semua anak punya hal yang disukai dan kelebihannya sendiri-sendiri. Dan kalau menghina mahluk ciptaan Allah berarti yang menghina itu juga sedang menghina Sang Pencipta. 

Ceritain yuk, adakah pengalaman teman-teman dengan anak berkebutuhan khusus? 





Minggu, 19 April 2020

10 Hal Yang Ingin Dilakukan Setelah Pandemi Corona Berakhir


Assalamualaikum teman-teman apa kabar? Ramadan sebentar lagi datang menjelang, sebelumnya ijinkan untuk menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin ya. 

Ramadan kali ini sepertinya akan berbeda dengan Ramadan - Ramadan sebelumnya. Pandemi Corona yang melanda hampir di seluruh dunia membuat kita harus belajar di rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah. Termasuk juga nanti salat Tarawih di rumah. Tanpa ada buka bersama, ngaji bersama dan kegiatan lainnya yang semarak seperti sebelumnya saat Ramadan. Sedih pastinya, tapi jika ini demi kebaikkan kita bersama makan harus taat ya dengan himbauan pemerintah dan ulama. 

Pandemi covid-19 ini diprediksi akan berakhir pada akhir Mei 2020, namun dengan syarat semua patuh melakukan physical distancing. Tentunya kita semua berharap pandemi akan segera berakhir dan kita semua bisa melakukan hal-hal yang sudah dirindukan selama masa pandemi. Inilah 10 hal yang ingin aku lakukan dan tetap dilakukan after covid-19 ;

1. Piknik Bareng Anak
Jalan-jalan bersama anak-anak menjadi hal pertama yang ingin aku lakukan. Kangen travelling bersama mereka walaupun di dalam kota saja. Berpergian dengan rasa aman dan bahagia tanpa rasa cemas takut virus. Beberapa waktu lalu sebelum Corona melanda, pernah menjanjikan kepada anak-anak untuk bermain di wahanan permainan baru di kota Semarang. Selain itu, aku juga ingin mengajak mereka ke Jogja naik kereta api. 

2. Renang
Kalau dulu tiap seminggu sekali aku biasa berenang. Habis olahraga di air ini rasanya segar dan badan lebih fit. Biarpun saat pandemi tetap melakukan olahraga ringan di rumah, tapi renang tetap jadi olahraga favorit dan wajib dilakukan setelah pandemi berakhir. 

3. Pengajian. 
Dulu setiap seminggu sekali bisa datang ke majelis taklim atau acara pengajian di kompleks perumahan. Sekarang ngajinya secara online lewat youtube. Bisa sambil rebahan bahkan dasteran. Namun, mendatangi taman Surga yang ada di dunia ini bikin kangen. Semoga setelah pandemi bisa ikut atau bahkan mengadakan pengajian di rumah. 

4. Mengantar anak sekolah
Selama beberapa minggu belajar dari rumah, membuat saya merindukan saat mengantar anak sekolah lalu nongkrong dengan para emak. #eh. Memang ya, ketika anak sekolah dan para emak nongkrong cantik gini bikin kangen. Bukan club emak-emak sosialita sih, kita emak-emak seperjuangan. 

5. Terapi Wicara 
Sejak stay atau home, Arfa sudah berhenti sementara untuk terapi wicara dan okupasi si RD Diponegoro. Langkah ini memang aku ambil untuk meliburkan dulu terapinya. Mengikuti hinbauan jika tidak dalam keadaan gawat darurat sebaiknya tidak membawa anak ke rumah sakit. 

6. Pulang kampung. 
Walaupun lahir dan besar di kota Semarang, namun kota kelahiran ibu ada di Solo. Beberapa keluarga besar juga berdomisili di Colomadu, Surakarta. Setiap tahun, saat lebaran selalu mudik ke sana. Lebaran tahun ini nggak mudik karena ibu juga di Semarang. Jadi nanti selesai pandemi dan diberikan kesehatan pengen mudik dan bersilaturahmi dengan saudara di Solo. 

7. Food Preparation. 
Selama stay at home, aku belanjanya seminggu sekali. Kalau biasanya sih tiap hari belanja karena Mbak Parni, penjual sayur di kompleks perumahan tiap hari selalu bawa sayur segar. Lokasi jualannya juga dekat dari rumah. Karena mengurangi keluar rumah, jadi belanja sekaligus untuk seminggu. 

Dengan cara begini, jadi nambah ilmu bagaimana menyimpan sayuran segar dan ikan segar. Inilah tips food preparation ala aku. 

- untuk sayur segar ; siangi atau pilih sayuran yang segar dan lagu, atau bersihkan dari koraran atau tanah yang menempel. Cuci bersih lalu angin-anginkan. Menyimpan sayur segar yang masih fresh bikin sayur cepat layu dan kuning. Simpan di wadah rapat. Letakkan di kulkas bawah. 

_ untuk daging dan ikan segar ; cuci bersih lalu beri bumbu . Aku biasanya membumbui dengan garam, ketumbar bubuk dan kunyit bubuk. Simpan dalam wadah tertutup dan letakkan di freezer.

Semoga kebiasaan ini tetap berlanjut sampai selesai pandemi karena memang lebih praktis dan nggak boros. 

8. Rajin Cuci Tangan
Sejak pandemi jadi rajin jaga kebersihan diri, khususnya jadi rajin cuci tangan sesuai dengan 6 langkah yang dianjurkan oleh badan kesehatan dunia (WHO) . Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Nggak hanya virus yang menyebabkan Corona, tapi cara ini juga ampuh melindungi diri dari bakteri dan penyakit lainnya. 

9. Semangat Gotong Royong. 
Dua minggu yang lalu, di grup whatsapp pengajian yang saya ikuti di kompleks perumahan mengadakan kegiatan saling membantu tetangga sekitar. Untuk warga yang tidak WDH dan mengalami kesulitan ekonomi. 


Alhamdulillah banyak yang bergerak dan ikutan. Dana yang terkumpul dibelikan sembako untuk kemudian kepada warga sekitar. 

Adalagi kegiatan serupa di kota ini seperti rak peduli. Berisi sembako yang siapa yang boleh mengisi dan siapa saja boleh mengambilnya sesuai kebutuhan. Semangat gotong royong lainnya tercermin dari teman-teman yang mengumpulkan donasi untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. 

10. Semakin menyadari Allah Maha Kuasa. 
Adanya pandemi ini semakin menyadarkan diriku bahwa Allah Maha Kuasa Atas Segala Segalanya. Saat Corona melanda Wuhan, Cina di akhir tahun 2019 dan Januari 2020, kita yang berada di Indonesia merasa bakal aman dan tak tersentuh virus ini. Namun, sejak 16 Maret 2020 dinyatakan bahwa kita bersama berperang melawan Corona. 

Awalnya saya mengalami fase frutasi. Sedih, cemas dan takut yang berlebihan. Rasanya hal yang wajar ya. Setelah curhat dengan beberapa teman, akhirnya kita saling menguatkan dan saling mendoakan. 

Segala sesuatu yang kita hadapi saat ini merupakan ketetapan dari Sang Penggenggam hidup. Segala doa telah dilangitkan dan ikhtiar sekuat tenaga, semoga Allah memberikan kepada kita kesehatan dan perlindungan yang sempurna. 

Inilah 10 hal yang ingin aku lakukan setelah pandemi berakhir, semoga dalam waktu dekat ini bisa terkabul ya.. Aamiin. 

Rabu, 08 April 2020

3 Hal Agar Selalu Happy Saat Pandemi Corona



Beberapa waktu terakhir ini, tepatnya sekitar 3 minggu lebih, aku patuh untuk di rumah saja. Himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing yang kemudian diganti menjadi physical distancing, adalah untuk mencegah penyebaran covid-19. Walaupun berjauhan dan menjaga jarak namun tetap bisa melakukan komunikasi dan bersosialisasi dengan kawan atau saudara. 

Hari-hari pertama rasanya enjoy banget di rumah saja. Tiga anak libur sekolah sejak tanggal 16 Maret 2020 dan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara online. Minggu demi minggu semakin  'mencekam" Karena selain menyediakan banyak cemilan juga kudu siap energi untuk selalu membersamai mereka. Oiya, yang belum begitu mengenalku, aku punya tiga anak dengan usia 12 tahun, 8 tahun dan 6 tahun . Kudu tetap waras agar suhu di dalam rumah tetap adem dan stabil. 

Keadaan pandemi corona seperti ini awalnya juga membuat saya dipenuhi kekhawatiran dan kecemasan. Rasanya wajar ya, karena kita menghadapi wabah yang nggak terlihat mata namun nyata dampaknya. Sempat nangis, takut, dan emosi jadi nggak stabil. Kadang marah, kadang nangis sendiri dan kayak stress. Takut belanja, takut pegang uang dan jadi parno kalau mau keluar rumah. Alhamdulillah, semua sudah terlewati. Fase semacam ini wajar sih karena namanya juga manusia. Iya kan? Hehe... Setelah melalui fase ini kemudian aku sudah merasa lebih tenang dan rileks. Biar tetap happy selama masa di rumah saja, aku mau bagiin tips ala-ala aku ya. 

Yang pertama lakukan olahraga. Olahraga ringan aja seperti senam, yoga atau aerobik yang videonya bisa dilihat di youtube. Banyak pilihan mau yang low impact atau yang high impact. Mau yang menurunkan berat badan atau mengencangkan bagian badan. Aku milih yoga dan kadang diselingi dengan tabata workout. Suka-suka aja jadwalnya, yang penting badan gerak dan berkeringat. Beberapa hari terakhir aku suka joging keliling kompleks perumahan. Sambil menghirup udara pagi yang segar dan dapat keringat juga. Fresh banget rasanya olahraga rutin. Olahraga juga sangat baik untuk men ingatkan imun tubuh. Teman-teman olahraganya apa nih selama masa di rumah saja?. 

Tips kedua ala aku yaitu perawatan kulit. Eits, jangan salah ya, walaupun di rumah tetap kudu jaga kebersihan dan kesehatan kulit. Tetap pakai sunscreen kalau pagi hari. Apalagi jam 10an aku rutin jemur di depan rumah.
Jemur badan jam 10 pagi selama 15 menit


Walaupun nggak keluar rumah, sinar matahari tetap bisa masuk menembus kaca jendela. Jadi usahakan tetap pakai sunscreen ya, kalau nggak, bukannya tambah putih karena di dalam rumah saja, malah kulit nanti jadi makin kusam. Trus kalau merasakan kulit jadi sehat, segar dan bersih, perasaan makin bahagia. 

Melakukan sesuatu yang disukai jadi tips yang ketiga. Yang hobi masak, masa seperti ini bisa untuk mengembangkan resep masakkan dan menunjukkan kebolehan memasaknya. Sepertinya sekarang ini lebih banyak di depan kompor dan lebih banyak cucian piring gelasnya dibandingkan sebelumnya. Iya kan... Apalagi banyak resep baru kekinian yang langsung ngehits. Kayak dolgana coffee. Aku juga sudah dua kali bikin. Jadi hobi yang menyenangkan



Yang seneng jajan bakso dan mie ayam juga rajin browsing resep mie ayam untuk dibuat sendiri. Duh kangen jajan kan jadinya... 


Beberapa temanku yang hobi menjahit, buka orderan masker kain dan orderan yang masuk juga lumayan lho. Pemerintah memang sudah menghimbau untuk memakai masker saat keluar rumah. Masker kain digunakan untuk keluar rumah, sedangkan masker medis dan N95 dipakai untuk tenaga kesehatan. Dari hobi menjahit baju untuk anak sendiri ternyata bisa menjadikan hobi yang menghasilkan. Apalagi semakin meningkatnya pesanan masker kain, makin banyak pundi-pundi yang yang dikumpulkan. Jadi dalam kondisi sesulit apapun, insya Allah selalu ada jalan keluar. 
Tetap semangat ya semuanya. 
Stay safe and stay healthy.