Sabtu, 30 Mei 2020

5 Cara Menumbuhkan Minat Membaca Pada Anak



Buku merupakan jendela dunia. Pepatah yang sudah sangat populer ini memang tak terbantahkan. Dengan hanya duduk di rumah bisa berkeliling dunia dengan membaca buku. Mengetahui keindahan pariwisata di berbagai daerah atau berita dari luar negeri dengan membaca. Dengan membaca  maka kita bisa mendapatkan banyak manfaat.


Buku Kain Untuk Bayi


Begitu penting dan banyaknya manfaat dari membaca, maka sebaiknya dari dini memperkenalkan buku kepada anak-anak. Hal ini sudah saya lakukan pada anak-anak sejak mereka masih bayi. Barangkali timbul pertanyaan, apa bisa bayi membaca? Bisa kok, mereka akan belajar menyerap informasi apapun yang diberikan oleh orang tua dalam bentuk visual maupun audio. Memperkenalkan buku, bukan mengajarkan mereka membaca sejak dini. Ini dari segi parenting berbeda jauh ya teman-teman. Karena bagi saya, mereka nanti bisa belajar membaca saat usia 7 tahun ketika belajar di Sekolah Dasar. 

Inilah cara pertama saya mengajarkan kepada anak agar mereka nantinya memiliki minat baca yang tinggi. Buku untuk bayi sekarang sudah beraneka ragam bentuknya dan lucu-lucu. Saya membelikan buku kain yang bisa dicuci bila kotor terkena makanan ataupun debu. Buku kain ini juga memiliki gambar serta tulisan yang berwarna-warni sehingga menarik perhatian anak. Selain itu buku kain ini ada mainannya yang bisa bunyi dan pernak-pernik yang bisa dimainkan.

Meluangkan waktu untuk membacakan buku.


 Ini merupakan cara kedua ala saya. Selama 30 menit sehari, saya menemani mereka untuk menceritakan kisah-kisah di dalam buku anak. Punya waktu khusus ini membantu sekali jadi semacam jadwal harian yang harus dipatuhi. Dicentang di daftar to do list ketika rampung. Waktu khusus untuk membaca tidak harus sama dalam setiap keluarga. Bisa jadi 15 menit per hari atau bisa juga 30 menit per dua hari. Lakukan saja senyamannya antara orang tua dan anak. Punya waktu khusus ini juga bisa mendekatkan ikatan batin antara orang tua dan anak. Saya dan anak-anak jadi lebih banyak ngobrol, apalagi saat membacakan buku pasti banyak pertanyaan yang timbul. Jadinya dari membaca terus kami jadi ngobrol dan diskusi.


Meluangkan budget untuk membeli buku.


 

Rasanya jika ingin anak memiliki minat baca maka orang tua juga wajib memiliki anggaran untuk membeli buku. Nggak harus buku baru dan buku mahal. Saya lebih sering membeli buku second yang masih bagus atau beli buku ketika ada diskon. Yang penting anak-anak punya buku berkualitas. Ini saya lakukan bahkan ketika anak-anak belum bisa membaca sendiri. Mereka dulu suka memilih buku yang menarik kemudian meminta saya membacakan untuk mereka. Beberapa koleksi buku anak ini merupakan pemberian teman-teman saya yang merupakan penulis buku anak. Alhamdulillah ya. Semoga teman-teman penulis semakin produktif menghasilkan buku yang laris dan makin sukses yaa...

Pojok Baca Di Kelas


Anak saya yang nomer dua, Barra namanya, sekarang kelas dua di sekolah alam Ar Ridho. Sejak kelas 1 baru mulai belajar membaca. Menurut saya, bukan terlambat. Pas kalau menurut saya. Dia sangat enjoy dan antusias sekali belajar membacanya. Di kelas ada pojok baca, dimana setiap siswa membawa buku favoritnya masing-masing dan diletakkan di pojok baca untuk kemudian di baca saat istirahat. Bisa juga dibaca nyaring oleh seorang siswa dan yang lainnya menyimak. Dengan begini para siswa akan semangat untuk belajar membaca. 

Senang sekali rasanya ketika guru-guru anak  begitu perhatian akan minat baca pada anak didiknya. Jadi harapan orang tua di rumah agar anak memiliki minat baca yang tinggi.


Pekan Literasi Di Sekolah


Pada setiap akhir bulan Oktober, sekolah anak-anak mengadakan acara parenting berupa puncak tema Pekan Literasi. Pada tahun 2019 yang lalu diadakan pada tanggal 20-26 Oktober. 

Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa (wikipedia).

Pekan Literasi di sekolah alam Ar Ridho bukan hanya kemampuan membaca  buku namun juga membaca puisi, story telling yang disampaikan siswa kelas 1. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan launching cerpen antalogi persembahan siswa kelas V. Wow keren yak, anak-anak usia 11 tahun sudah mempunyai buku sendiri. Menjadi penyemangat nih buat saya juga untuk terus produktif dan menghasilkan karya. Selain itu tentu saja akan berpengaruh positif kepada adik-adik kelasnya untuk gemar membaca sehingga banyak ilmu yang didapat termasuk bisa menulis cerpen atau cerita yang bisa dibukukan. Ini akan jadi hal yang membanggakan dan membahagiakan. 

Ini pengalaman saya dalam menumbuhkan minat membaca pada anak-anak. Teman-teman punya cerita apa ini tentang minat baca pada putra putrinya. Sharing yuk...





Tidak ada komentar: