Selasa, 21 Juli 2020

Tantangan dan Tips Saat Belajar Dari Rumah


Pembelajaran Jarak Jauh

“Mama, aku nggak mau belajar online. Aku maunya berangkatnya sekolah” keluh anak kedua saya. Dia baru saja selesai menyimak video conference dari bu Guru lewat google meet. PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh telah dimulai sejak tanggal 13 Juli ini. Sebagai anak sekolah alam yang bebas bereksplorasi dan belajar Bersama alam, rasanya belajar secara online ini sedikit membelenggunya. Dia tak lagi bisa berlari-lari di halaman sekolah yang luas, main petak umpet di hutan sekolah, menyentuh, mengamati dan menghitung secara nyata benda-benda apa saja yang ditemukan dan mempelajari secara langsung apa saja yang sedang dipelajarinya.

Tantangan PJJ Bagi Siswa


 Saat anak saya masih duduk di kelas 2, pelajaran tentang alat transportasi, maka dia dan teman-teman sekelas beserta guru kelas akan naik Bus Rapid Transportasion menuju simpang lima. Pengalaman ini sangat berkesan dan di sana, mereka akan melihat jenis-jenis transportasi yang ada kemudian mengamati, menghitung dan mempelajarinya. Jika sekarang, tentu saja ini tak bisa dilakukan, Pembelajaran secara online “memaksa” anak dengan gaya belajar kinestatis ini untuk duduk di depan laptop dan menyimak materi.
Anak-anak menghadapi rasa bosan dan juga kurangnya semangat saat belajar online ini. Sudah hampir 4 bulan, mereka tidak berangkat ke sekolah dan tidak bertemu dengan teman-teman. Belajar online di rumah membuat nggak betah dan dia harus belajar menyesuaikan diri. 

Tips PJJ Untuk Siswa


Ini adalah beberapa tips dari saya, yang saya dapatkan di grup kelas. Saya merasa senang, gurunya anak menjadi guru kreatif yang bisa  membuat anak-anak tetap enjoy dan semangat saat belajar online.
  • 1.       Mempersiapkan anak untuk mandi pagi dan sarapan. Jadwal ini dibuat sama seperti saat mau berangkat ke sekolah.
  • 2.       Memakai pakaian yang digunakan saat pergi ke sekolah. Selama ini anak saya memakai seragam sekolah hanya di waktu tertentu saja, misalnya seragam SAS dan merah putih, selebihnya bebas dan rapi. Saat belajar online, kenakan baju yang nyaman  agar anak juga nggak terganggu saat belajar dengan masalah pakaian. Misalnya bajunya kotor membuat gatal-gatal atau basah karena keringat.
  • 3.       Duduk di depan laptop, menyimak materi barangkali agak membosankan ya, maka saat belajar boleh kok mengambil posisi yang nyaman. Jadi boleh juga dong sambal rebahan. Hmm… ini mungkin terlihat kurang baik. Adab saat belajar untuk duduk dengan baik namun dalam kondisi seperti ini bisa dimaklumi kok. Posisi yang nyaman bagi anak-anak bisa membuat mereka lebih fokus.
  • 4.       Perlengkapan sekolah juga telah dipersiapkan terlebih dahulu sebelumnya agar tidak terburu-buru saat mengikuti kelas. Sebaiknya mulai join juga sama seperti masuk kelas. Jangan sampai terlambat ya

 Tantangan PJJ Untuk Orangtua

Tantangan PJJ, ternyata tidak hanya dihadapi oleh anak-anak saja namun juga orang tua yang mendampingi belajar di rumah. Beruntungnya, saya dapat membersamai mereka dari mulai awal hingga selesai pembelajaran jarak jauh ini. Bagaimana jika kedua orangtua bekerja sehingga tantangan yang dihadapi orangtua semakin kompleks. Belum lagi masalah teknologi yang seringkali membuat orang tua pusing, seperti saya ini misalnya. Sekolah anak saya saat vicon menggunakan fasilitas google meet, sedangkan untuk pengumpulan tugas dengan menggunakan google classroom. Ini merupakan hal yang baru buat saya. Ini beberapa kendala sebagai orangtua yang menemani anak saat pembelajaran jarak jauh ;
  • 1.       Anak-anak diminta membuat akun dengan nama anak dengan email gmail. Saya kira jika punya dua anak berarti harus punya 2 gadget, kalau punya anak berarti punya 3 gadget. Oh ternyata tidak seperti itu ya. Bisa kok membuat akun masing-masing dalam 1 gadget. Inipun hasil setelah saya bertanya-tanya kepada teman yang sudah mengenal teknologi lebih jauh. Jadi tiap anak saya buatkan akun di chrome yang berbeda-beda. Tujuannya agar mereka bisa bergabung di GC atau google classroom masing-masing. Alhamdulillah, walaupun lahir di tahun 80an, saya masih bisa mengikuti perkembangan teknologi yang pesat ini. Mengerti cara membuat email, unduh, download dan mengedit foto maupun video untuk tugas anak. Saya nggak dapat membayangkan orangtua yang sebelumnya tidak mengenal teknologi lalu harus menemani anak-anak mereka belajar melalui dunia maya,  tentu saja mempunyai kendala yang lebih besar.
  • 2.     Membagi waktu saat menemani pembelajaran jarak jauh, mengerjakan tugas dan mengumpulan tugas antara masing-masing anak. Memiliki 3 anak dengan jenjang kelas yang berbeda-beda dan semuanya masih membutuhkan pendampingan jadi kendala juga bagi saya. Alhamdulillah, pengumpulan tugas tidak harus diselesaikan di hari yang sama. Ada waktu untuk mengerjakan dan mengumpulan antara 1-2 hari hingga 1 minggu. Belum lagi membagi waktu dengan pekerjaan rumah tangga.

Semua tantangan yang dirasakan orangtua rasanya hampir sama ya. Saat membaca status wa teman-teman, mereka dan saya merasakan pusing, lelah dengan keadaan ini dan ingin sekolah seperti sedia kala. Semoga pandemic segera berakhir ya aamiin. Dan kita semua hendaknya menyadari jika Pendidikan anak-anak berawal dari rumah. 

Setiap orangtua dapat menjadi guru dan setiap rumah dapat menjadi sekolah.


Tetap Semangat.



Sabtu, 11 Juli 2020

Cekrek Makanan Tradisional dan Upload, Begini Cara Melestarikanya


Semarang Kota Tercinta

Semarang merupakan kota yang unik. Perpaduan tiga budaya yang semuanya menyatu dengan harmonis. Peninggalan budaya dari Belanda , Hinda dan Cina masih terus terawat dan dilestarikan dengan sangat baik, Semuanya ada di Kawasan kota lama. Ada gereja Blenduk, masjid besar Kauman juga klenteng Tay Kak Sie. Selama hampir 40 tahun tinggal di sini sejak bayi, kota Semarang menjadi kota yang nyaman juga kota yang aman.



Kota lama merupakan Kawasan di Semarang yang saat ini popular sekali. Nggak hanya untuk kalangan kawula muda saja, yang berumur setengah baya juga suka mengunjungi tempat ini. Setelah dipercantik dan mengalami perbaikkan pada tahun 2018-2019, sekarang kota lama menjadi tempat wisata heritage dengan wajah baru. Nggak hanya terkenal di dalam kota saja, kota lama Semarang sudah popular di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan rombongan blogger Semarang mendapat kesempatan untuk puter-puter Kawasan kota lama Semarang. Seingat saya, perjalanan ini di tahun 2018. Sudah lama ya, tapi kenangannya masih melekat karena berkesan sekali. Jalan kaki sejauh 3,5 km namun nggak terasa capek karena kita melihat bangunan-bangunan tua yang tetap megah. Nggak hanya sekedar jalan-jalan saja, namun juga tahu tentang sejarah bangunan-bangunan yang ada di Kawasan ini. Ingin rasanya mengulang lagi, semoga pandemic corona ini segera berakhir. Aamiin.

Kebudayaan yang beraneka ragam juga memunculkan keanekaragaman kuliner. Apa aja sih kuliner khas Semarang;

Lumpia Semarang



Sebagai kota lumpia, rasanya belum disebut ke Semarang jika belum mengicipi makanan ini. Makanan yang memiliki kulit dari adonan tepung ini memiliki isian rebung yang diiris halus. Perpaduan makanan khas Tiongkok dan Jawa, membuat lumpia sangat populer baik di kota Semarang sendiri maupun di berbagai daerah. Kuliner Indonesia yang juga terken sampai luar negeri ini punya dua variasi basah dan goreng. Isiannya tidak hanya rebung saja, banyak variasi yang membuat lumpia digemari berbagai kalangan.
 Berbagai restoran dan took oleh-oleh khas Semarang banyak yang menyediakan lumpia halal dengan isian daging ayam, udang dan kambing muda. Wow, banyak ya variasinya dan yang pastinya rasanya juga lezat sekali. Lumpia biasanya disajikan dengan pelengkap acar, cabai rawit hijau dan juga tunas daun bawang. Makannya bisa juga dicocol dengan saos.

Tahu Gimbal


Selintas nama ini unik sekali ya. Yang belum pernah makan dan nggak tahu makanan tradisional ini sering dikira tahu gimbal itu karena yang jual, rambutnya gimbal. Nama gimbal ada karena adonan udang yang digoreng dengan tepung sehingga bentuknya keriting-keriting mirip dengan rambut gimbal. Tahu gimbal terdiri dari tahu yang digoreng ditambah dengan irisan sayuran kol, tauge, udang gimbal kemudian disiram dengan bumbu kacang. Bila suka dan ingin lebih kenyang bisa ditambah dengan lontong nasi.
Tahu gimbal khas Semarang sudah ada sejak abad ke-19 dan masih digemari banyak orang.  Jika suka pedas maka bisa pesan bumbu kacangnya dengan cabai sesuai selera. Lebih nikmat jika  tahu disajikan hangat.

Tahu Petis Semarang


Tahu yang digoreng dan ditengah-tengahnya disisipi olesan petis ini ternyata makanan khas Semarang. Selama ini hanya tahu sering dijual di tukang gorengan yang tersebar di pinggir jalan Bersama dengan jajanan gorengan lain seperti mendoan, tahu isi, pisang goreng dan bahwan.
Tahu petis khas Semarang merupakan makanan yang terdiri dari tahu pong yang dibelah kemudian tengahnya diolesin petis. Petis dengan aroma udang dengan rasa yang asin juga manis ini memang enak dan menggugah selera. Beberapa restoran dan toko oleh-oleh khas Semarang memasukkan makanan ini kedalam daftar menu mereka. Variasi petis juga sekarang beraneka ragam, ada yang original, pedas dan juga ekstra pedas. Menikmati kuliner satu ini bisa dengan cabai rawit hijau dan dijamin nggak bakal berhenti kalua belum habis.

Masih ada banyak lagi makanan khas Semarang yang tentu saja enak sekali dan menggugah selera. Ada soto Semarang. Oiya saya masih ingat sekali tentang soto semarang ini ketika makan dengan teman dari luar kota. Mangkoknya kecil sekali, dibandingkan dengan soto Lamongan, mangkok soto Semarang hanya setengahnya saja. Makan satu mangkok soto Semarang rasanya kurang karena disajikan dengan kuah bening yang segar juga beberbagai pelengkap seperti perkedel, sate kerang, sate puyuh juga kerupuk. Beberapa makanan khas Semarang lainnya yaitu  bandeng presto, nasi ayam Semarang, tahu pong, garang asem, pisang planet, mie kopyok dan masih banyak yang lainnya.

Kebudayaan dan kuliner Semarang yang beraneka ragam ini harus tetap dilestarikan. Agar nanti anak cucu kita masih bisa merasakan kelezatannya. Saya juga masih sering bernostalgia dengan cara menikmati makanan khas Semarang yang sejak kecil sudah saya nikmati. Sekarang juga dengan mudah menemukan kuliner khas kota tercinta. Walaupun jauh letak tempat penjualnya namun dengan layanan ojek online, berbagai makanan lezat sudah bisa tersaji di meja makan. 

Oiya sebelum makan, selalu saya sempatkan untuk memotretnya dan mengupload di social media yang saya punya. Dengan begini saya bisa pamer, eh enggak ya…bisa ikut menyebarkan dan melestarikan makanan khas Semarang.



Rabu, 01 Juli 2020

Pengalaman Pertama Travelling Sebagai Ibu Tunggal, Tancap Gas Keluar Kota



Menjadi Ibu Tunggal

Tahun 2016 saya menjalani kehidupan baru sebagai seorang ibu tunggal. Suami tercinta meninggal di bulan Februari disebabkan kena serangan jantung. Saya harus belajar mandiri. Mengasuh anak sendiri, mengurus rumah sendiri dan kemana-mana sendiri karena sudah nggak ada lagi yang bisa mengantar.  Bukan hal yang mudah karena kepergiannya sungguh mendadak. Begitulah kematian datang menyapa, tanpa permisi, yang ditinggalkan belum menyatakan kesiapan. Saya harus belajar banyak hal, termasuk ketika untuk keluar rumah Bersama anak-anak termasuk dengan si bungsu yang saat itu masih berumur 1,5 tahun.

Sekitar 2 bulan sebelum hari raya Idul Fitri di tahun 2016 saya mulai menyusun rencana agar nanti bisa pulang ke Solo dengan mengendarai mobil sendiri. Padahal waktu itu belum bisa nyetir mobil. Jangankan nyetir, manasin mobil saja belum berani. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya kursus stir mobil. Saya ambil kursus di UKI, saat itu buka cabang baru di dekat rumah. Tentang memilih tempat kursus stir mobil saya pernah menuliskannya di sini.

Kursus Stir Mobil


Saya ambil paket 300 ribu rupiah untuk 5 kali pertemuan, setiap pertemuan belajar mengemudi selama1 jam. Jadi setelah lima jam saya dinyatakan lulus. Lalu saya mengambil paket tambahan untuk melancarkan kemampuan mengemudi selama 5 jam.  Jadi total selama 10 jam kursus stir membuat saya dengan rasa percaya diri mengemudikan mobil sendiri ke luar kota. Ini benar-benar permata pengalamanku yang nggak akan bisa dilupakan.  

Buat teman-teman, khususnya ibu-ibu yang ingin belajar stir mobil, saya ada beberapa tips biar lancar mengemudikan kendaraan roda empat ;

1. Niat Kuat

Niat memang jadi alas an kita untuk melakukan suatu. Niat saya waktu itu, harus bisa stir mobil sendiri karena sebagai single mom yang harus kemana-mana dengan membawa anak bertiga. Beberapa teman perempuan mengemukakan niat berbeda. Ada yang saying atau eman-eman ada mobil nganggur di garasi, ada yang biar bisa kemana-mana tanpa harus tergantung pada suami atau biar bisa mandiri. Apapun niat ingin kursus stir mobil, niat kuat untuk bisa ya.


       2. Hilangkan kecemasan, keraguan dan ketakutan.
S   Saat punya mobil pertama kalinya, tahun 2011, suami pernah menawarkan apa saya mau belajar stir mobil. Saya jawab nggak perlu. Sebenarnya alasan agar bisa bermanja-manja dan biar bisa diantar kemana-mana hanya alasan kesekian. Saya takut menabrak orang. Jauhkan pikiran-pikiran buruk tentang kecelakaan, menabrak orang atau kendaraan lain atau hal buruk lainnya. Saya saat mendaftarkan diri untuk kursus justru tidak pernah mempunyai pikiran buruk. Yang saya pikirkan adalah bisa mengemudikan mobil, asiknya traveling berempat Bersama anak-anak dan hal-hal indah yang lainnya.

3.      3.  Jam terbang.
Pengalaman mengemudi di jalan raya akan menambah kelancaran dan mengasah ketrampilan. Jangan ragu-ragu untuk menjajal kemampuan mengemudi di tanjakkan, macet saat di tanjakkan, masuk ke jalan tol dan parkir. Semuanya merupakan tantangan seru, yang bikin deg-degan dan keringetan. Saya pernah menjajal sendiri tanpa instruktur menghentikan mobil di tanjakkan dan hasilnya mobil melorot beberapa meter. Untungnya saat itu jalanan sepi . Fiuuuhhh, rasanya benar-benar mendebarkan. Jam terbang tinggi juga membuat pengemudi semakin mengenal kendaraannya.

4.      4.  Penumpang

Penumpang, menurut saya juga sangat mempengaruhi konsentrasi dan mood driver. Saat kursus stir, anak-anak masih berusia 8, 5 dan si bungsu hamper berumur 2 tahun. Heboh pastinya. Sedikit tips dari saya adalah usahakan agar penumpang tenang dan mengerti tentang kondisi sopir yang butuh ketenangan dan konsentrasi, Anak-anak waktu itu saya kondisikan dengan sudah kenyang dan semuanya sehat serta happy. Alhamdulillah perjalanan-perjalanan Bersama anak-anak berjalan dengan lancar.

Traveling pertama dengan mengemudikan mobil sendiri memang mendebarkan dan berkesan. Sayangnya waktu itu tidak banyak foto-foto yang bisa diabadikan. Nggak lupa saya pernah upload dan update status saat pertama kali ke Solo dan melalui jalan tol. Insya Allah, di lain waktu pengalaman ini berulang kembali. Aamiin.