Sabtu, 11 Juli 2020

Cekrek Makanan Tradisional dan Upload, Begini Cara Melestarikanya


Semarang Kota Tercinta

Semarang merupakan kota yang unik. Perpaduan tiga budaya yang semuanya menyatu dengan harmonis. Peninggalan budaya dari Belanda , Hinda dan Cina masih terus terawat dan dilestarikan dengan sangat baik, Semuanya ada di Kawasan kota lama. Ada gereja Blenduk, masjid besar Kauman juga klenteng Tay Kak Sie. Selama hampir 40 tahun tinggal di sini sejak bayi, kota Semarang menjadi kota yang nyaman juga kota yang aman.



Kota lama merupakan Kawasan di Semarang yang saat ini popular sekali. Nggak hanya untuk kalangan kawula muda saja, yang berumur setengah baya juga suka mengunjungi tempat ini. Setelah dipercantik dan mengalami perbaikkan pada tahun 2018-2019, sekarang kota lama menjadi tempat wisata heritage dengan wajah baru. Nggak hanya terkenal di dalam kota saja, kota lama Semarang sudah popular di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan rombongan blogger Semarang mendapat kesempatan untuk puter-puter Kawasan kota lama Semarang. Seingat saya, perjalanan ini di tahun 2018. Sudah lama ya, tapi kenangannya masih melekat karena berkesan sekali. Jalan kaki sejauh 3,5 km namun nggak terasa capek karena kita melihat bangunan-bangunan tua yang tetap megah. Nggak hanya sekedar jalan-jalan saja, namun juga tahu tentang sejarah bangunan-bangunan yang ada di Kawasan ini. Ingin rasanya mengulang lagi, semoga pandemic corona ini segera berakhir. Aamiin.

Kebudayaan yang beraneka ragam juga memunculkan keanekaragaman kuliner. Apa aja sih kuliner khas Semarang;

Lumpia Semarang



Sebagai kota lumpia, rasanya belum disebut ke Semarang jika belum mengicipi makanan ini. Makanan yang memiliki kulit dari adonan tepung ini memiliki isian rebung yang diiris halus. Perpaduan makanan khas Tiongkok dan Jawa, membuat lumpia sangat populer baik di kota Semarang sendiri maupun di berbagai daerah. Kuliner Indonesia yang juga terken sampai luar negeri ini punya dua variasi basah dan goreng. Isiannya tidak hanya rebung saja, banyak variasi yang membuat lumpia digemari berbagai kalangan.
 Berbagai restoran dan took oleh-oleh khas Semarang banyak yang menyediakan lumpia halal dengan isian daging ayam, udang dan kambing muda. Wow, banyak ya variasinya dan yang pastinya rasanya juga lezat sekali. Lumpia biasanya disajikan dengan pelengkap acar, cabai rawit hijau dan juga tunas daun bawang. Makannya bisa juga dicocol dengan saos.

Tahu Gimbal


Selintas nama ini unik sekali ya. Yang belum pernah makan dan nggak tahu makanan tradisional ini sering dikira tahu gimbal itu karena yang jual, rambutnya gimbal. Nama gimbal ada karena adonan udang yang digoreng dengan tepung sehingga bentuknya keriting-keriting mirip dengan rambut gimbal. Tahu gimbal terdiri dari tahu yang digoreng ditambah dengan irisan sayuran kol, tauge, udang gimbal kemudian disiram dengan bumbu kacang. Bila suka dan ingin lebih kenyang bisa ditambah dengan lontong nasi.
Tahu gimbal khas Semarang sudah ada sejak abad ke-19 dan masih digemari banyak orang.  Jika suka pedas maka bisa pesan bumbu kacangnya dengan cabai sesuai selera. Lebih nikmat jika  tahu disajikan hangat.

Tahu Petis Semarang


Tahu yang digoreng dan ditengah-tengahnya disisipi olesan petis ini ternyata makanan khas Semarang. Selama ini hanya tahu sering dijual di tukang gorengan yang tersebar di pinggir jalan Bersama dengan jajanan gorengan lain seperti mendoan, tahu isi, pisang goreng dan bahwan.
Tahu petis khas Semarang merupakan makanan yang terdiri dari tahu pong yang dibelah kemudian tengahnya diolesin petis. Petis dengan aroma udang dengan rasa yang asin juga manis ini memang enak dan menggugah selera. Beberapa restoran dan toko oleh-oleh khas Semarang memasukkan makanan ini kedalam daftar menu mereka. Variasi petis juga sekarang beraneka ragam, ada yang original, pedas dan juga ekstra pedas. Menikmati kuliner satu ini bisa dengan cabai rawit hijau dan dijamin nggak bakal berhenti kalua belum habis.

Masih ada banyak lagi makanan khas Semarang yang tentu saja enak sekali dan menggugah selera. Ada soto Semarang. Oiya saya masih ingat sekali tentang soto semarang ini ketika makan dengan teman dari luar kota. Mangkoknya kecil sekali, dibandingkan dengan soto Lamongan, mangkok soto Semarang hanya setengahnya saja. Makan satu mangkok soto Semarang rasanya kurang karena disajikan dengan kuah bening yang segar juga beberbagai pelengkap seperti perkedel, sate kerang, sate puyuh juga kerupuk. Beberapa makanan khas Semarang lainnya yaitu  bandeng presto, nasi ayam Semarang, tahu pong, garang asem, pisang planet, mie kopyok dan masih banyak yang lainnya.

Kebudayaan dan kuliner Semarang yang beraneka ragam ini harus tetap dilestarikan. Agar nanti anak cucu kita masih bisa merasakan kelezatannya. Saya juga masih sering bernostalgia dengan cara menikmati makanan khas Semarang yang sejak kecil sudah saya nikmati. Sekarang juga dengan mudah menemukan kuliner khas kota tercinta. Walaupun jauh letak tempat penjualnya namun dengan layanan ojek online, berbagai makanan lezat sudah bisa tersaji di meja makan. 

Oiya sebelum makan, selalu saya sempatkan untuk memotretnya dan mengupload di social media yang saya punya. Dengan begini saya bisa pamer, eh enggak ya…bisa ikut menyebarkan dan melestarikan makanan khas Semarang.



1 komentar:

Archa Bella mengatakan...

pamer disosmed itu lebih penting sebelum makan, biar ga kehilangan momen, iya kaaann hihii