Senin, 08 Februari 2021

Ulang tahun Ratu Tik Tok

 


Resti menatap layar telepon selulernya dengan mata terbelalak. Dia tak menyangka, video yang semalam dia unggah mendapatkan 34 ribu like dan 760 komentar. Joget kreasinya memang unik dan asik. Video itu bahkan telah dibagikan sebanyak 430 kali. Resti melihat beberapa seleb yang juga membuat video duet dengan dirinya.

“Yeay, aku terkenal…aku terkenal”teriak Resti sambil lompat-lompat kegirangan. Dia membuka kolom komentar dan sebagian besar menuliskan pujian untuknya. Keren, harus viral nih, luar biasa dan kata pujian lainnya. Beberapa seleb tik tok dengan follower jutaan dan telah centang biru juga mengisi kolom komentarnya. Emak gokil, tulis akun @brambram_mp. Komentar lainnya dari artis yang juga menjadi content creator tik tok adalah bentar lagi masuk tv nih mak tulis akun @putriungu_0025. Resti lalu membuka pesan dan melihat salah satu program acara televise meminta ijin untuk menampilkan videonya. Resti masih tak menyangka, dia kini menjadi viral dan terkenal.

Kegiatan Resti sekarang selalu di depan telepon selulernya. Dia bahkan hampir lupa menyiapkan sarapan untuk anak dan suami.

“Mak, lapar mak…”kata Didit sambil mengelus perut. Didit anak pertama Resti yang berumur 6 tahun itu merengek-rengek sambil menarik daster Resti.

“Bentar lah, emak masih balesin komentar dari fans emak”jawab Resti yang matanya tak lepas dari layar benda pipih itu.

“Emang fans apaan mak?”Tanya Didit penasaran, sambil berusaha mengintip.

“Penggemar. Emakmu ini sudah jadi seleb sekarang, jadi harus ramah dan balas komentar dari penggemar”jawab Resti dan Didit mengangguk-angguk lesu karena lapar.

“Res, itu si Abi sudah bangun dan nangis, buruan diangkat”teriak Heru, suami Resti. Heru sepertinya memasak telur dadar untuk sarapan dirinya dan Didit yang dari tadi sudah merengek karena lapar.

“Bentar bang, nanggung nih. 100 komentar lagi yang harus dibalesin nih”jawab Resti setengah sewot karena keluarganya nggak ada yang mau mengerti dirinya. Dari tadi ribut aja minta diladenin.

Resti keluar dari kamar dan melihat suaminya sedang menggendong Abi, anak kedua mereka yang masih umur 18 bulan sambil makan telur dadar dan kecap.

“Bang, 3 hari ini aku ulang tahun nih. Kita rayakan di restoran di kota yuk bang. Resti nanti sekalian mau bikin video tentang keluarga kita. Lumayan nih bang bisa bikin konten dan makan-makan juga”rayu Resti.

Heru mendesah pelan dan hanya tersenyum kecut. Semenjak punya akun tik tok, Resti jadi seneng joget, mengambil video tentang kelucuan anak-anak mereka dan kegiatan Resti sehari-hari. Walaupun bukan artis tapi Resti pernah membuat video kegiatannya di dapur, entah itu masak ikan asin atau bikin sambal bawang. Suami Resti itu pernah diajak bikin video tik tok joget “aku masih ting-ting…belum berpengalaman”tapi karena Heru nggak bisa joget jadi harus diulang sebanyak 15 kali dan membuat Heru telat masuk kerja. Sejak kejadian itu ditambah anak-anak jadi tak terurus, Heru sudah memberi peringatan agar Resti tidak lagi joget-joget.

“Mau ya bang. Kita juga sudah lama nggak makan di luar bang. Terakhir jajan 4 bulan yang lalu itu juga beli bakso di warung Pak ndut” rayu Resti setengah memaksa

“Abang, belum ada duit dik”jawab Heru singkat.

Resti cemberut melangkah menuju kamar dan membanting pintu. Dirinya kesal dan hampir menangis. Lalu dia membuka aplikasi tik tok dan mulai merekam.

Suamiku tak lagi saying padaku. Cation video yang baru saja diunggahnya. Video 60 detik itu hanya berisi dirinya yang sedang menangis. Tak sampai 30 menit, videonya sudah mendapatkan 5490 like dan 190 komentar yang menanyakan kenapa dirinya menangis. Resti tersenyum karena banyak yang perhatian dibandingkan dengan suaminya. Tak lama Resti menjawab komentar dengan membuat video baru dan menjelaskan kenapa dirinya menangis.

“Aku sebentar lagi mau ulang tahun gaes, tapi suami aku nggak peduli sama aku lagi. Aku Cuma minta merayakan ulang tahun aku dengan keluarga kecilku tapi suamiku nggak kasih ijin. Aku sedih banget gaes. Aku Cuma sedikit saja merasakan bahagia, tapi suamiku ternyata nggak sayang aku lagi….huhuhu”Resti terisak sambil menyeka air mata dan ingus.

Ting, tanda pemberitahuan ada pesan masuk di aplikasi tik tok. Resti terbelalak tak percaya membaca pesan. Sebuah program acara televisi swasta mengundangnya menjadi bintang tamu karena jogetnya viral. Acaranya juga pas saat dirinya ulang tahun. Tak mau melewatkan kesempatan emas itu begitu saja, Resti langsung tancap gas ke rumah Bu Titik. Tetangga sebelah rumahnya itu menjual gamis dengan cara kredit. Resti langsung mengambil gamis paling mahal. Perkataan suami dan rengekan anak-anaknya tak didengarnya lagi.

Acara Siang-Siang Ancur, sebuah program di televise swasta dengan host artis ibu kota sungguh meriah. Keluguan Resti mengundang gelak tawa. Kini saatnya Resti tampil setelah selama 10 menit mengobrol. Resti siap-siap dan sudah berdiri di tengah panggung. Joget ubur-ubur ikan duyung ciptaannya yang tengah viral di tik tok langsung dia peragakan di hadapan para penonton. Iringan musik, sorak sorai penonton dan teriakan host semakin membuat Resti panas. Goyangannya semakin dinamis, kuat dan menyentak lalu tiba-tiba brukk… Resti terjatuh dari tempat tidur. Rupanya saat menangis tadi dia ketiduran.

Resti keluar kamar dan menemui suaminya yang sedang mengasuh anak-anak.

“Bang, maafin aku ya”kata Resti sambil mengambil anak bungsunya dari gendongan.

“Maaf kenapa ?” tanya suami Resti heran.

“Aku janji bang, akan lebih perhatian lagi sama abang dan anak-anak, lebih pintar masak dan beres-beres rumah. Setelah pekerjaan rumah aku baru akan main tik tok”jawab Resti panjang lebar dan senyum manis. Resti mendekatkan tubuh kearah suaminya. “Bang, boleh nggak aku minta iphone, biar kalau main tik tok lebih bening bang, nggak akan hp yang ini udah  jad…”

Brukkk…belum selesa Resti bicara, suaminya sudah pingsan duluan. Kaget mendengar permintaan istrinya tercinta.

“Yaaaah, abang kok pingsan, bang…abang”teriak Resti si ratu tik tok sambil mengoyang-goyangkan tubuh suaminya.


Cerita ini adalah fiksi yang diikutsertakan dalam Lomba Blog Menulis Fiksi “Ulang Tahun” yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Semarang Gandjel Rel" 



Ulang Tahun Dita Teristimewa


 

Dita menatap kalender di meja belajar. Tanggal 5 Februari yang bertanda lingkaran merah, adalah ulang tahunnya. Dita tersenyum lalu membuka buku dan menuliskan beberapa nama. Killa, Naya, Azzam, Restu dan Najwa. Dita menggigit ujung pensil dan berusaha mengingat nama-nama teman sekolahnya. Ada juga Pausha, Caca dan Jilan. Dita tersenyum dan mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu ketika meminta ijin pada ayah dan ibu untuk merayakan pesta ulang tahun.

Pagi tadi, Dita sedang duduk santai di ruang keluarga bersama ayah, ibu dan Mas Rizki.

“Ibu, sebentar lagi Dita ulang tahun lho, boleh nggak dirayakan di rumah kita” tanya Dita dengan suara manja sambil memeluk lengan ibu.

Ibu tersenyum lalu menoleh ke arah ayah yang duduk disebelahnya. Dita lalu berdiri dan duduk di tengah, diantara ayah dan ibu.

“Boleh ya ayah?” rayu Dita ke ayah.

Ibu menghela nafas, tersenyum lalu mengelus rambut Dita. Putri kesayangannya ini seminggu lagi ingin merayakan ulang tahunnya yang ke-7. Ibu masih ingat tahun lalu saat ulang tahun Dita, Rizki ingin bergabung. Namun ternyata menimbulkan kekacauan kecil. Kakak Dita merupakan anak berkebutuhan khusus dengan diagnosa autis dan hiperaktif. Saat itu Rizki yang juga ingin ikut bersenang-senang justru menumpahkan gelas-gelas minuman tamu dan merusak roti ulang tahun Dita. Ibu sebenarnya sudah mengawasi namun karena terlalu sibuk, akhirnya Rizki lepas dalam pengawasan ibu.

“Bu…tapi nanti mas Rizki gimana ya?” Dita bertanya lirih sambil menatap kakaknya yang sedang asik menggambar di lantai ruang tamu. Dita juga ingat kekacauan pesta ulang tahunnya. Dita sebenarnya juga sayang dengan kakak tapi tiba-tiba merasa sebal karena kejadian tahun lalu.

“Nanti mas Rizki dititipkan dulu di rumah tante Tati gimana bu?” usul Dita.

Tante Tati merupakan sahabat ibu yang rumahnya tak jauh dari rumah Dita dan beberapa kali ibu meminta bantuan untuk menjaga mas Rizki ketika ada keperluan.

“Baiklah nak” jawab ibu singkat sambil tersenyum menatap Dita dan Rizki bergantian.

“Hore” teriak Dita girang. Kali ini pasti pesta ulang tahunnya akan berjalan dengan seru dan menyenangkan.

----------------

Dita sudah selesai menyiapkan daftar nama teman-teman yang akan dia undang di pesta ulang tahunnya. Baju kesayangannya yang masih bagus juga sudah dicoba. Masih muat dan terlihat rapi. Baju itu Cuma Dita pakai saat tertentu saja seperti undangan ke pernikahan saudara. Sebentar lagi Dita mau menanyakan apakah Kak Pipit, tetangganya yang biasa mengatur pesta ulang tahun dan berbagai acara lainnya bisa membantunya. Kak Pipit saat ini sedang kuliahdan bisa mengatur acara pesta dari undangan, acara sampai snack dan roti ulang tahun. Jadi Dita, ibu dan bapak tidak perlu repot untuk menyiapkannya. Kata ayah, kak pipit bekerja sebagai event organizer.

Dita melihat ayah, ibu dan mas Rizki sedang duduk ruang makan. Mas Rizki sedang makan bubur sumsum.

“Ma-kan” kata ibu dengan suara tegas.

“Riz-ki ma-kan bu-bur” kata ibu dengan tegas dan suara lebih lantang. Begitulah ibu mengajari mas Rizki berbicara.

Dita melihat kakaknya, usianya sudah 12 tahun namun kemampuan bicaranya masih seperti anak berumur 5 tahun. Tidak jelas dan suka mengatakan hal yang sama berulang-ulang. Rizki tiba-tiba berdiri dan berlari kearah Dita dan menarik jilbabnya.

“Aduh…” Dita menjerit kesakitan

Ibu segera meghampiri kedua anaknya dan menuntun Rizki kembali ke kursi makan. Dita masih cemberut dan kesal lalu ikut ibu duduk.

“TI-DAK’’ kata ibu lebih tegas.

“Riz-ki TI-DAK ta-rik ram-but Di-ta” kata ibu. Rizki hanya menatap ibu dan Dita sambil nyengir. Huh, Dita membuang muka dan mendengus pelan.

“Dita, ibu sudah telpon Tante Tati nggak bisa menjaga mas Rizki tanggal 5 besok karena beliau ada acara”kata ibu yang membuat Dita sedikit kecewa.

“Kalau tante Tati nggak bisa, lalu siapa yang bisa untuk sementara waktu menjaga mas Rizki nanti bu?” tanya Dita dengan mata berkaca-kaca. Dita hampir menangis membayangkan pesta ulang tahunnya akan kacau seperti tahun lalu.

Ibu tersenyum dan mengelus lembut kepala Dita.

“Ayah dan ibu sudah sudah berdiskusi dan nanti ibu akan membawa mas Rizki jalan-jalan keluar selama Dita merayakan ulang tahun”kata ibu lemah lembut. “Nggak apa-apa kan nanti Dita ditemani ayah saja? tanya ibu.

Dita ingin merayakan pesta ulang tahun tapi Dita juga ingin ditemani ayah dan ibu. Tiba-tiba mas Rizki berdiri dan menuju rak yang berisi buku-buku dan peralatan menggambarnya. Mas Rizki mengambil selembar kertas yang ada gambar ayah, ibu, Rizki dan Dita sedang bergandengan tangan dan banyak tanda love dimana-mana. Di atasnya ada angka 7 tahun yang merupakan usia Dita sebentar lagi. Mas Rizki walaupun mempunyai kekurangan dalam hal komunikasi namun pintar menggambar. Beberapa kali memenangkan lombar gambar antar sekolah luar biasa sekota Semarang.

Tiba-tiba Rizki memeluk Dita, walaupun pelukannya terasa sedikit kuat dan kaku namun Dita tahu kalau mas Rizki sayang dengannya.

“Ayah dan ibu, Dita nggak jadi merayakan pesta ulang tahun. Dita nggak mau saat pesta tidak ditemani ibu dan mas Rizki”kata Dita sambil tersenyum kemudian berlari dan memeluk ibu. Dita lalu memeluk kakak satu-satunya itu dan berkata dalam hati “Maafkan Dita ya mas, saat Dita mau merayakan ulang tahun justru ingin mas Rizki pergi”.

“Alhamdulillah, uang ayah utuh”kata ayah sambil tertawa.

“Ehh..tunggu dulu ayah, walaupun nggak ada pesta ulang tahun tapi tetap Dita mau merayakan ulang tahun dengan ayah, ibu dan mas Rizki. Dita punya rencana paginya kita ke pantai, trus beli pizza yang paling besar buat dimakan bersama di rumah, beli brownies sekat buatan Ibu Dila trus Dita juga ingin minta hadiah kucing ya lalu Dita mau…” kata Dita dengan posisi berpikir.

“Duh…uang ayah nggak jadi utuh nih”kata ayah dengan ekspresi pusing memijit kening.

Dita dan ibu tertawa terbahak-bahak. Ibu tersenyum bahagia dan Dita juga bahagia karena baginya merayakan ulang tahun bersama keluarga yang dicintai lebih berarti. Ini akan jadi uang tahun paling istimewa, Dita akan menerima dan selalu sayang Mas Rizki.