Senin, 11 November 2019

Pengalaman Pertama Naik kereta Api setelah 15 tahun, Sungguh Nyaman dan Mengesankan

Pada bulan Mei 2019 yang lalu, aku mendapatkan kabar bahagia, jika adik sepupuku yang dari Jakarta akan melangsungkan pertunangan. Bahagia namun juga terselip sedikit rasa sedih, karena pada waktu itu saya dan keluarga di Semarang belum dapat hadir. Kesibukkan saya sebagai ibu tunggal dari 3 orang anak dan belum ada dana untuk membeli tiket. Dalam hati saya berdoa, semoga nanti saat acara pernikahan, saya dapat hadir di sana. Merasakan kebahagiaan dan memberikan doa untuk adik bungsuku. Namanya Putri Cahyati, adik sepupu bungsu yang ada di jakarta. Walaupun beda kota namun hubungan kami dekat karena saat lebaran sejak kecil kami bertemu dan berkumpul.

Rencana pernikahannya dilaksanakan pada bulan Oktober. Saat itu masih ada waktu sekitar beberapa bulan untuk menyusun rencana keberangkatan ke Jakarta. Memang jauh-jauh hari saya rencanakan, karena sebagai ibu tunggal dengan tiga anak tentu saja butuh persiapan yang matang. Selain itu saya perlu mempersiapkan budget untuk membeli tiket transportasi dan segala sesuatunya. Saya di saat itu sudah punya niat yang kuat mau ke Jakarta dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Mengapa kereta api? Karena selain terjangkau, kereta api kelas ekonomi sekarang juga nyaman. Tidak ada pedagang asongan maupun pengamen yang masuk ke dalam kereta, begitulah kabar yang saya dengar dari saudara dan kawan yang sudah merasakan naik kereta api ekonomi. Oiya, terakhir saya naik kereta sebelum menikah, sekitar tahun 2004. Sudah sekitar 15 tahun yang lalu.  Duh, sudah lama sekali ya. Memang semenjak menikah saya tak pernah pergi ke Jakarta. Jika pergi ke kota di sekitar Jawa Tengah menggunakan kendaraan pribadi. Kangen banget rasanya naik kereta api.

“Mbak Aning, aku kirim undangan nikahanku ya” kata adikku di ujung sana.
“Iya dik, insya Allah mbak datang sama anak-anak” kataku penuh harap. Kemudian kami ngobrol tentang banyak hal. Beberapa hari kemudian undangan pernikahan adikku datang. Saya semakin menguatkan doa agar Allah memberi rejeki dan kemudahan untukku hingga dapat hadir di Jakarta. Selain memberikan doa secara langsung, saya juga ingin menjalin silaturahmi dengan saudara-saudara yang ada di Jakarta. Banyak saudara yang tinggal di ibu kota. Banyak kerinduan untuk bulik dan paman yang ada di Jakarta. Beberapa dari mereka sudah sepuh sehingga jika lebaran sudah tak pernah lagi mudik. Saya percaya niat baik saya akan mendapatkan kemudahan. Bukankah silaturahmi itu selain memudahkan rizki juga memanjangakan umur. Semoga Sang Maha Pemberi Rizki mengabulkan doa saya, harapan saya saat itu.

Seminggu sebelum hari H, saya sudah mengunduh aplikasi KAI Acces di playstore.
KAI Access merupakan aplikasi resmi dari PT. Kereta Api Indonesia yang dirilis pada tanggal 26 Juli 2013. Kehadiran KAI Access seturut keinginan masyarakat dalam memesan tiket kereta api tanpa perlu antri di loket. Melansir situs web Kereta Api Indonesia, berikut 10 kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi KAI Access:
1. Cukup melakukan pembayaran di channel yang telah disediakan
2. Cukup menunjukan bukti lunas di menu kode booking untuk mendapatkan tiket
3. Bisa pesan tiket kereta api maksimal sampai 3 bulan sebelum keberangkatan Minimal pemesanan sampai 10 jam sebelum kereta api berangkat
4. Jumlah pemesanan bisa sampai 4 Penumpang
5. Identitas penumpang dapat disimpan pada device untuk memudahkan pemesanan berikutnya
6. Terintegrasi dengan sistem kalender ponsel sehingga mengingatkan calon penumpang
7. kapan akan berangkat Dapat memilih tempat duduk
8. Dapat melihat history pemesanan sebelumnya
9. Memiliki fitur peta yang dapat menunjukan di mana stasiun terdekat

 Keren kan. Saya pun segera memilih hari pemberangkatan dan kelas ekonomi.
Ada 4 kelas penumpang yang dikelola oleh PT KAI, yaitu eksekutif, bisnis, premium dan ekonomi.Perbedaan paling mendasar dari 4 kelas ini adalah tempat duduk dan penumpang dalam satu gerbong. Kelas eksekutif hanya dapat diisi oleh 50 penumpang, bisnis berkapasitas 64 penumpang, premium dengan 64 penumpang dan ekonomi 106 penumpang, selebihnya tak jauh beda seperti AC dan TV. Mantap deh pilih kereta api kelas ekonomi karena fasilitas juga tidak berbeda jauh dengan kelas lainnya. Dan yang paling penting adalah sesuai dengan budget. Sempat deg-degan karena iniadalah perjalanan anak-anak dan saya yang pertama. Apalagi saya sendirian harus mengawasi anak-anak, saya ingin kursi yang berhadap-hadapan.

Kereta api menoreh 149 itulah yang saya pilih untuk perjalanan Semarang menuju Jakarta. Saya kemudian mencari twitter PT.KAI dan menanyakannya nomor berapa kursi yang duduk berhadapan. Karena kursi kereta api ekonomi tidak dapat diubah posisinya. Admin @KAI121 meresponnya dengan sangat baik dan sangat cepat. Padahal saat itu saya bertanya pukul 9 malam. Tak menunggu lama, saya segera dapat jawaban yang memuaskan. Alhamdulillah selesai sudah urusan pemesanan tiket dan lega karena mendapatkan informasi yang tepat dan cepat.



Hari pemberangkatan pun tiba. Sabtu pagi saya bersama anak-anak menuju stasiun Tawang, Semarang. Kami memang sengaja berangkat lebih pagi agar tak terjebak kemacetan dan saat itu saya juga belum mencetak tiket. Oiya, cetak tiket dapat dilakukam 2 jam sebelum keberangkatan kereta. Mesin cetak tiket atau yang dikenal dengan nama mesin CIC (check in counter) ada di bagian lobi stasiun. Saya segera mengikuti instruksi yang ada untuk memasukkan kode booking. Dalam beberapa detik tiket sudah ada di tangan. Termasuk mudah bagi saya yang belum mempunyai pengalaman pesan dan cetak tiket secara on line ini. Jika teman-teman mempunyai kendala, maka dapat meminta bantuan petugas yang berada di dekat mesin CIC dengan menunjukkan e boarding pass yang ada di telepon seluler.

Kereta api Menoreh 149 berangkat pada pukul 08.00 pagi dan saya sudah sampai stasiun pukul 07.00. Untuk mengisi waktu saya sempatkan untuk foto-foto dan mendokumentasikan tempat ini. Ada playground juga untuk anak-anak di dekat pemeriksaan tiket. Anak-anak juga gembira karena bisa bermain dahulu sebelum naik ke kereta.

Kereta api berangkat tepat waktu. Sesaat setelah kami duduk, kami sudah disapa oleh operator yang memberikan informasi tentang petugas kereta dan no hp yang bisa dihubungi serta informasi mengenai beberapa stasiun yang menjadi tempat pemberhentian selama perjalanan dari kota Semarang menuju Jakarta. Saya dan anak-anak dapat tempat duduk yang berhadapan sehingga saya bisa mengawasi mereka. Selama perjalanan kami asyik ngobrol dan melihat pemandangan. Anak-anak nampak antusias karena ini adalah perjalanan mereka yang pertama kali.

Setengah jam kereta meninggalkan kota Semarang tiba-tiba Caca mencolek tangan saya dan berkata.“Mah, aku mau pipis”. Baik sayang, kita ke kamar mandi ya. Saya dan Caca anak ketiga yang berumur lima tahun segera menuju toilet. Untuk kamar mandinya kereta api menoreh 149 bersih dan air yang ada cukup untuk membersihkan diri setelah BAK (Buang air kecil) maupun BAB ( Buang Air Besar). segera setelah urusan di toilet selesai kami segera kembali le tempat duduk. Tak lama kemudian datang mbak-mbak yang menawarkan sarapan. Duh, senang sekali kami karena dari rumah tak sempat sarapan dan membawa bekal. Makanan dan minuman yang ditawarkan resmi dari PT KAI jadi sudah dijamin ya kebersihannya. Selain itu harganya juga sesuai dengan kantong. Nggak terlalu mahal. Tenang deh jadinya, karena kami bisa menikmati sarapan dan segelas teh hangat di atas kereta.

Perjalanan Semarang menuju Jakarta sekitar satu jam tiga puluh menit. Selama itu ada puluhan foto dan video yang saya ambil, baik kegiatan dengan anak-anak maupun mengabadikan stasiun-stasiun di kota yang telah kami lewati. Saya juga membagikannya di laman media sosial. Wah tak terasa baterai hp sudah hampir habis, tapi tenang saja karena tersedia colokan listrik yang diperuntukkan hp, power bank dan laptop. Saya tak perlu khawatir hp lowbatt. Aman deh, masih bisa mainan facebook, swafoto maupun chat dengan teman dan saudara di whatsapp.

Dalam satu gerbong saya berkenalan dengan Mbak Dita, yang duduknya di sebelah kursi kami. Perempuan mandiri yang tinggal di Semarang ini akan menghadiri sebuah pertemuan bisnis di Jakarta. Beliau juga memilih kereta api karena moda transportasi ini selain terjangkau, aman dan bebas dari kemacetan. Betapa semua urusan menjadi mudah bila sarana dan prasarana perhubungan ditangani dengan baik, seperti saat ini. Para pekerja, karyawan maupun pengusaha dapat melakukan pekerjaan mereka tanpa kendala. Tentu saja hal ini akan membuat Indonesia akan semakin maju. Akses informasi tentang kementrian perhubungan dapat teman-teman ketahui di web resmi kemehub dan instagramnya@kemenhub151 ya.  

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang kereta api dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Sepanjang Januari 2019, BPS menyatakan bahwa jumlah penumpang kereta api tercatat mencapai 35 juta orang penumpang.
Dalam empat tahun terakhir, BPS mencatat jumlah penumpang kereta api mencapai 277 juta orang penumpang di tahun 2014. Jumlah itu akumulasi dari pengguna kereta wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), lalu Jawa dan Sumatera. Di tahun 2018, jumlahnya melonjak 145 juta orang menjadi 422 juta penumpang, atau setara kenaikan 52 persen.
Kenaikan jumlah penumpang kereta api ini adalah salah satu bentuk peralihan tren pilihan transportasi publik di masyarakat. Kereta api dianggap moda transportasi yang murah, cepat, dan tidak terkendala dengan macet. Apalagi, saat ini pelayanan kereta api semakin memberikan keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, dan kemudahan.
 
sumber : safetysign.co.id

Alhamdulillah pukul setengah tiga sore kami sampai di stasiun jatinegara dan saudara yang menjemput kami sudah tiba duluan. Keeskokkan harinya, di hari Minggu tanggal 6 Oktober 2019 saya merasakan keharuan dan kebahagiaan bisa datang menghadiri pernikahan adik tercinta.

Betapa bahagianya saya dapat hadir di pernikahan adik dan dapat berjumpa secara langsung dengan keluarga besar. Saya juga mempunyai keluarga baru yaitu keluarga besar dari pengantin laki-laki. Betapa silaturahmi membuat hidup lebih berkah. Terima kasih kereta api indonesia dan kementrian perhubungan yang sudah memfasilitasi sarana transportasi ini sehingga harapan saya terkabul. Untuk Adik tercinta semoga sakinah ya…

Referensi

 "Download KAI Access, Cara Mudah Pesan Tiket Kereta Api Via Aplikasi", https://tirto.id/ekz7


Rabu, 30 Oktober 2019

Dengan Warung Anak Sehat, Anak Mendapatkakan Jajanan Sehat Dan Perempuan Indonesia Berdaya.


Anakku Suka Jajan

“Mama, aku belum dikasih uang saku” kata Barra sambil mengulurkan tangan saat akan berangkat sekolah pagi ini. Aku mengeluarkan dompet dan mengeluarkan uang dua ribu rupiah dari dompet dan memberikan padanya. Uang saku untuk anak kelas dua SD di sekolah anakku memang hanya dua ribu menurut peraturan sekolahnya.
“Ingat ya nak, jangan jajan yang aneh-aneh” kataku tegas. Jajan yang aneh-aneh itu sebuah kode untuknya agar dia nggak jajan minuman dan jajanan yang pakai pemanis buatan dan pakai pewarna. Barra mengangguk setuju. Setiap pagi aku harus selalu mengulangi perkataan ini agar dia paham apa yang boleh dimakan dan apa yang nggak boleh dimakan. Uang saku terkadang masih ututh karena aku selalu membawakan bekal makanan untuknya dari rumah.

Apa Sih Jajanan Sehat?

Anak sekolah dasar dengan rentang usia 7-12 tahun memang gemar jajan ya. Aku merasakan hal seperti itu. Walaupun di rumah sudah sarapan dan tersedia makanan homemade masakkan mama, tapi tetap aja pengen beli sesuatu di warung. Kalau sudah begitu maka saya mengarahkannya untuk memilih jajanan yang sehat. Jajanan sehat yang mama ijinkan untuk dibeli di kantin sekolah seperti jus mangga, jus jambu merah, nasi goreng, martabak mie serta aneka gorengan seperti mendoan, bakwan dan tahu isi. Salah satu jajanan yang nggak saya ijinkan untuk dia beli seperti permen dengan warna mencolok. Rasanya akan tenang jika jajanan di kantin adalah semua makanan yangsehat dan bernutrisi.


Program Warung Anak Sehat


PT. Sarihusada Generasi Mahardika dan Danone Ecosystem Fund mengadakan sebuah program sosial yang mempunyai tujuan untuk membentuk kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bernutrisi pada anak-anak usia Sekolah Dasar. Program ini bernama Warung Anak Sehat atau yang disingkat dengan WAS. 

Program ini sudah ada sejak tahun 2011 dan sudah menjangkau ke 446 sekolah dengan jumlah Ibu WAS sebanyak 350 orang. Sungguh program yang perlu diapresiasi dan didukung oleh semua lapisan baik dari orang tua murid, guru, sekolah dan juga pemerintah. 

Tujuan program warung anak sekolah adalah memberikan fasilitas kepada anak-anak usia sekolah dasar untuk mendapatkan jajanan yang sehat dan bernutrisi. Tujuan kedua adalah membangun kesadadaran bagi para orang tua untuk menyadari pentingnya gaya hidup sehat. Tujuan berikutnya adalah memberikan peningkatan kepada ibu warung anak sehat sebagai duta nutrisi yang mengedukasi pengetahuan nutrisi ke sekolah-sekolah.

Aktifitas Warung Anak Sehat



Ada banyak aktifitas yang dilakukan dalam program warung anak sehat antara lain ibu kantin atau yang disebut dengan Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) akan diberikan pelatihan, pendampingan dan peningkatan kemampuan bisnis. Bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuan bisnis yaitu dengan mencatat dan menghitung setiap keuntungan serta mendapatkan saran yang pasti dari para ahli untuk mengembangkan usaha. Selain itu IWAS dapat mengembangkan diri menjadi pengusaha yang profesional, menjalin relasi dengan pengusaha perempuan lainnya sekaligus menjadi duta nutrisi yang mengedukasi pengetahuan tentang nutrisi ke sekolah-sekolah.


Sungguh program warung anak sehat ini selain memberikan kemudahan kepada anak-anak untuk mendapatkan jajanan yang sehat dan bernutrisi juga peduli dengan perempuan Indonesia. Para perempuan Indonesia diberdayakan untuk menjadi pengusaha. Tidak hanya sekedar ibu kantin saja namun pengusaha perempuan yang profesional. Salut untuk PT. Sarihusada Generasi Mahardika dan Danone Ecosystem Fund yang sudah mengadakan sebuah program yang keren ini.

Program Warung Anak Sehat yang sampai saat ini telah berjalan selama 9 tahun akan terus dikembangkan. Semoga saja seluruh kota di Indonesia akan mendapatkan program ini. Berharap Semarang, kota tercinta akan menjadi kota berikutnya. aamiin


Rabu, 23 Oktober 2019

Karya Wisata SLB Autisma Semarang Ke Kopeng Tree Top Dan Cimory


Salah satu agenda tahunan sekolah SLB Autisma Semarang adalah mengadakan karya wisata. Jalan-jalan ini, walaupun selalu diadakan di sekitar Semarang namun selalu seru dan menyenangkan. Siswa-siswi yang merupakan anak berkebutuhan khusus menikmati kegiatan karya wisata dengan gembira. Kami mengadakan karya wisata di sekitar kabupaten Semarang dengan tujuan agar siswa tidak kelelahan dan tetap happy. Beberapa tempat wisata yang pernah kami kunjungi di tahun-tahun sebelumnya yaitu Museum kereta api Ambarawa, Cimory, Eling bening dan Nisin Factory. Hari kamis tanggal 17 Oktober kami mengunjungi Kopeng Tree Top dan Cimory.



Keluarga Besar SLB Autisma Semarang


Kopeng Tree Top

Kopeng tree top yang terletak di Getasan Kabupaten Semarang ini memiliki udara yang sejuk. Dikelilingi dengan pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang maka tempat ini juga asri dan indah. Ada arena outbound yang dibagi menjadi dua bagian untuk anak-anak dan yang sudah berumur diatas 12 tahun. Dengan membayar 125 ribu setiap anak dapat menikmati petualang dan serunya berjalan di one bridge, panjat tali dan banyak jenis permainan menantang lainnya selama dua jam.

Mengangkat tema dengan karya wisata meningkatkan kemandirian, ketrampilan dan mempererat tali kekeluargaan di antara keluarga besar SLB Autisma Semarang maka kegiatan ini tidak hanya sekedar jalan-jalan saja. Beberapa wali murid dan juga guru mengisi acara karya wisata dengan menari bersama. Indonesia menari adalah tarian yang dipilih untuk memeriahkan karya wisata ini. Dilatih oleh salah satu wali murid yang memiliki sanggar tari. Sanggar tari Nawang Wulan adalah milik mama Faris, maka dengan latihan selama 2 minggu kami bisa kompak dan inilah cuplikan saat kami menarikannya.



Sebagian tim penari . 


Cimory The Valley Ungaran


Perjalanan karya wisata dilanjutkan menuju Cimory the valley yang terletak di Ungaran. Di sini anak-anak dapat melihat beberapa binatang yang ada di arena kebun binatang mini. Ada rumah burung, domba, kambing gunung, unta dan wahana berkuda serta kereta mini. Dengan membayar 25 ribu rupiah, maka teman-teman dapat naik kuda yang dituntun oleh pawangnya. Jika ingin naik kereta mini maka cukup dengan membayar 25 ribu per anak. Anak-anak ingin sekali naik kuda dan setelah mereka naik nampak gembira sekali dan tak ada rasa takut. Ini pengalaman mereka pertama kali naik kuda. Waktu sudah berhenti, mereka kompak pengen naik lagi. Duh…duh besok lagi ya kalau kita ada rejeki dan berkunjung di sini lagi. Saya lihat ada beberapa bangunan yang yang dikerjakan oleh tukang. Cimory terus berbenah dan menambah wahana-wahana baru yang semakin asyik untuk dikunjungi.






Di Cimory juga ada wahana baru namanya Miniatur dunia. Dengan menyerahkan potongan tiket maka dapat masuk ke wahana ini gratis. Di sini ada bangunan bersejarah dan yang menjadi icon dari beberapa negara. Seperti misalnya Masjid Aqsa, kastil megah dari negara Jerman, patung liberty di Amerika, menara Pisa di Italia, Merlion di Singapura dan beberapa bangunan terkenal lainnya.

Saat masuk ke dalam Cimory dalam satu tiket ada beberapa potongan tiket kecil-kecil. Teman-teman bisa memukarkan dengan ice tea atau ice cream dengan potongan harga 20%. Kami membeli ice cream 4 buah dan membayar semuanya dengan harga 48 ribu rupiah. Ice creamnya besar sekali dan terasa rasa susunya.

Rasanya masih ingin berlama-lama di sini dan swa foto di setiap bangunan yang dilewati, namun karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 maka kami bergegas menuju bisa untuk melanjutkan perjalanan menuju Nisin membeli oleh-oleh. Berakhir sudah perjalanan wisata SLB Autisma Semarang tshun 2019. semoga semuanya happy dan sampai jumpa lagi di karya wisata tahun berikutnya ya…


Selasa, 01 Oktober 2019

Wisata Air di Pantai Kartini dan Pulau Panjang jepara

Assalamualaikum teman-teman apa kabar?. Semoga semuanya dalam keadaan baik dan sehat ya. Alhamdulillah nih, hari Minggu tanggal 29 September 2019 saya dan anak-anak dapat kesempatan jalan-jalan ke Jepara. Kami rekreasi ke Pantai Marina dan Pulau Panjang yang berada di Kabupaten jepara.

Pantai Kartini


Perjalanan dari Semarang kurang lebih selama 3 jam. Kami berangkat jam 7 pagi dan sampai di parkiran wisata Pantai Kartini kurang lebih jam 10 pagi. Di pantai Kartini ada kios-kios yang menyediakan oleh-oleh makanan khas pantai seperti terasi dan ikan asin. Selain itu juga ada oleh-oleh berupa kerajinan tangan seperti hiasan dari kerang dan keong serta baju bertuliskan Jepara.
Di Pantai Kartini selain bermain-main dengan air laut dan pasir juga ada wahana kolam renang.

Anak-anak dapat bermain air di sini dengan membayar tiket masuk seharga 5.000 rupiah. Tak perlu khawatir jika lupa membawa pelampung karena juga disediakan sewa pelampung dengan harga yang terjangkau.

Kura-kura



Di Pantai ini juga ada Kura-kura sebutan sebuah tempat dengan bentuk kura-kura raksasa. Ternyata di dalamnya ada aquarium yang sangat banyak yang berisi berbagai jenis bintang laut. Ini merupakan tempat yang asyik untuk melihat berbagai macam jenis hewan laut dan bisa jadi tempat edukasi yang menarik. Begitu juga dengan lantai dua yang terdapat wahana edukasi. Namun sayangnya banyak peralatan yang sudah rusak. Menurut petugas di sana, wahana edu park ini sudah ada sejak tahun 2009. Sudah 10 tahun berlalu pantas saja mainannya sudah banyak yang rusak. Sayang sekali ya tidak ada perawatan dan perbaikkan padahal bisa jadi tempat yang seru dan asyik untuk belajar.
Di lantai 2 ini juga ada theater 3D.  Untuk tiket masuk anak-anak seharga 5000 rupiah sedangkan untuk dewasa 10.000 rupiah. Saat masuk ke dalam ruangan, tiap peserta akan mendapatkan kacamata 3D yang nanti harus dikembalikan ketika film sudah selesai. Sekitar 15 menit film 3D diputar dan mampu membuat penonton teriak kaget bahkan histeris karena seolah-olah mereka akan dimakan ular atau terkena tendangan bola. Tak perlu hawatir jika perut terasa keroncongan setelah selesai menjelajahi pantai Kartini karena ada warung makan yang menyediakan makanan khas kota jepara dengan harg yang terjangkau.

Pulau Panjang





Sudah sampai di Pantai Kartini tak puas rasanya jika tidak mengunjungi pulau Panjang. Dengan membayar tiket perahu seharga 20.000 rupiah untuk perjalanan berangkat dan kembali. Perjalanan naik perahu dari dermaga di Pantai Kartini menuju pulau Panjang kurang lebih selama 20 menit. Saat melintasi lautan kami juga berpapasan dengan kapal yang mengangkut penumpang dari kepulauan Karimunjawa. Setelah terombang-ambing di lautan, sampailah kami di Pulau Panjang. Untuk masuk ke kawasan Pulau Panjang kami juga membayar tiket lagi. Nggak perlu khawatir karena harga tiket masuk sangat terjangkau. Pulau Panjang ini dikenal dengan pasir putihnya yang indah. Di sini kami juga menjumpai beberapa pemuda yang camping. Wah, sepertinya asyik sekali ya. Mendirikan tenda di pinggir pantai, menyalakan api unggun dan menghabiskan malam dengan mendengarkan suara deburan ombak. Setelah puas bermain air di pulau Panjang, saatnya kembali lagi ke Pantai Kartini untuk pulang ke Semarang. Oiya saat membeli tiket perahu, selalu ingat nama kapalnya ya, karena saat berangkat dan pulang menggunakan kapal yang sama. Kalau ternyata saat pulang dengan kapal berbeda maka wajib membeli karcis lagi. Di dermaga pantai Kartini ada beberapa agen yang menyediakan jasa transportasi air ini.
Wisata air di Pantai Kartini dan Pulau Panjang Kabupaten memang seru dan mengasyikkan. Rasanya masih kurang waktu seharian yang kami habiskan di sana. Barangkali, di lain kesempatan bisa mengunjungi tempat wisata ini lebih lama. Di sini juga ada homestay dan hotel untuk wisatawan yang ingin menginap. Nah, nggak perlu khawatir kan kalau mau lebih lama menikmati keindahan pantai Kartini. 

Jumat, 06 September 2019

Beberapa Pertimbangan, Jika Saya Ingin Menikah Lagi


Sudah lebih dari tiga tahun saya menjali hidup sebagai ibu tunggal. Menjadi single mom karena cerai mati atau cerai hidup bukanlah hal yang mudah. Tak ada satupun wanita ketika menikah mempunyai cita-cita menjadi janda. Semua ingin pernikahan yang langgeng hingga kakek dan nenek dan mengantarkan anak-anak sampai dewasa menuju gerbang pernikahan.
Beberapa kali saya mendapat pertanyaan “ kapan mau menikah lagi” atau pertanyaan sejenis “ kapan anak-anak dapat papah baru”. Menikah lagi juga bukanlah hal mudah, karena saya mempunyai 3 anak. Kalau mau menikah juga pastinya mau menerima kehadiran anak-anak. Apalagi nanti jika saya mendapatkan duda, yang juga sudah mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya. Pasti akan tambah kompleks permasalahan yang timbul.
Almarhum suami-semoga Allah merahmatinya 

Keinginan untuk menikah lagi pernah saya pikirkan, jika hal itu terjadi atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka inilah yang akan menjadi bahan pertimbangan ;

Tujuan Menikah

“Nikah Hap, anak-anakmu masih kecil dan mereka butuh sosok ayah” pernyataan seperti itu pernah dilontarkan seorang sahabat. Saya, tentu saja berusaha memahami perhatiannya.
“Menikahlah  untuk kebahagiaan anak-anak” itu juga bentuk dorongan dan semangat para sahabat. Ayah yang tegas, cinta pertama bagi putrinya, humoris, penyayang dan penegak disiplin dalam keluarga adalah gambaran ideal seorang ayah. Namun, sejujurnya saya tak berharap terlalu muluk-muluk. Jika saya terlalu berharap orang lain akan membahagiakan, takut terlalu kecewa. Lebih baik saya mencari pa kebahagiaan sendiri kemudian bisa berbahagia dengan anak-anak. Apa bisa bahagia dengan kesendirian? Tentu saja bisa, dengan travelling, olahraga, melakukan hal-hal yang disukai dan lain sebagainya.
Tujuan pernikahan bukan hanya untuk kebahagiaan anak-anak, justru ketika saya sudah bahagia saat ini, saya bisa membagi kebahagiaan dengan anak-anak dan juga orang lain. Bahagiakan dirimu sendiri dulu lalu berbagia bahagia. Gelas yang kosong tentu saa tak akan bisa berbagi dengan yang lain. Tujuan pernikahan adalah sama-sama bisa bersama di Surga saat di akhirat nanti. Aamiin

Minta Pendapat Anak-anak

Satu tahun yang lalu, saya pernah dekat dengan laki-laki dan saya kenalkan juga dengan anak-anak. Saya berusaha bertanya dan meminta pendapat anak-anak tentang bagaimana sosok oom ini. Walaupun ada pendapat, jangan mengenalkan laki-laki yang belum pasti akan menjadi ayah baru, karena takut berdampak pada psikologi anak, namun saya berpendapat sebaliknya. Anak-anak juga perlu tahu jika mamanya memiliki teman laki-laki, walalupun pada akhirnya gagal menjadi ayah baru bagi mereka. Minta pendapat anak berarti menghargai pendapat anak dan menganggap mereka penting bagi saya. Walaupun kadang jawaban mereka lucu-lucu ketika saya tanya “Barra, gimana oom baik nggak?” terus jawab Barra “ Baik, soalnya aku dibelikan mainan” . Anak-anak memang masih polos, jawaban mereka kadang mengundang tawa. Alasan mereka ingin punya papa lagi, biar kalau ada arisan bapak-bapak di kampung mereka jadi bisa keluar dan main di malam hari. :-)

Beberapa kesepakatan

Selama ini saya mendidik anak-anak dengan cara saya. Jika nanti menikah dan papa baru juga sudah mempunyai anak, tentu saja kami perlu mengatur beberapa kesepakatan. Misalnya, saat anak saya mendapatkan masalah, maka saya yang perlu menegur dan menghukumnya bila diperlukan. Begitu pula anak sambung yang tentu saja sudah berbeda cara mendidiknya.
Inilah beberapa pertimbangan jika saya akan menikah lagi. Keinginan itu terkadang timbul tenggelam tergantung kondisi. Kalau lagi baper, ya pengennya makan. Eh itu kalau lagi laper ya. Jika nanti masih ada jodoh, semoga saja menemukan pasangan yang baik, menyayangi anak-anak sepenuh hati dan jadi iman yang memuliakan istri. Aamiin