Jumat, 06 September 2019

Beberapa Pertimbangan, Jika Saya Ingin Menikah Lagi


Sudah lebih dari tiga tahun saya menjali hidup sebagai ibu tunggal. Menjadi single mom karena cerai mati atau cerai hidup bukanlah hal yang mudah. Tak ada satupun wanita ketika menikah mempunyai cita-cita menjadi janda. Semua ingin pernikahan yang langgeng hingga kakek dan nenek dan mengantarkan anak-anak sampai dewasa menuju gerbang pernikahan.
Beberapa kali saya mendapat pertanyaan “ kapan mau menikah lagi” atau pertanyaan sejenis “ kapan anak-anak dapat papah baru”. Menikah lagi juga bukanlah hal mudah, karena saya mempunyai 3 anak. Kalau mau menikah juga pastinya mau menerima kehadiran anak-anak. Apalagi nanti jika saya mendapatkan duda, yang juga sudah mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya. Pasti akan tambah kompleks permasalahan yang timbul.
Almarhum suami-semoga Allah merahmatinya 

Keinginan untuk menikah lagi pernah saya pikirkan, jika hal itu terjadi atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka inilah yang akan menjadi bahan pertimbangan ;

Tujuan Menikah

“Nikah Hap, anak-anakmu masih kecil dan mereka butuh sosok ayah” pernyataan seperti itu pernah dilontarkan seorang sahabat. Saya, tentu saja berusaha memahami perhatiannya.
“Menikahlah  untuk kebahagiaan anak-anak” itu juga bentuk dorongan dan semangat para sahabat. Ayah yang tegas, cinta pertama bagi putrinya, humoris, penyayang dan penegak disiplin dalam keluarga adalah gambaran ideal seorang ayah. Namun, sejujurnya saya tak berharap terlalu muluk-muluk. Jika saya terlalu berharap orang lain akan membahagiakan, takut terlalu kecewa. Lebih baik saya mencari pa kebahagiaan sendiri kemudian bisa berbahagia dengan anak-anak. Apa bisa bahagia dengan kesendirian? Tentu saja bisa, dengan travelling, olahraga, melakukan hal-hal yang disukai dan lain sebagainya.
Tujuan pernikahan bukan hanya untuk kebahagiaan anak-anak, justru ketika saya sudah bahagia saat ini, saya bisa membagi kebahagiaan dengan anak-anak dan juga orang lain. Bahagiakan dirimu sendiri dulu lalu berbagia bahagia. Gelas yang kosong tentu saa tak akan bisa berbagi dengan yang lain. Tujuan pernikahan adalah sama-sama bisa bersama di Surga saat di akhirat nanti. Aamiin

Minta Pendapat Anak-anak

Satu tahun yang lalu, saya pernah dekat dengan laki-laki dan saya kenalkan juga dengan anak-anak. Saya berusaha bertanya dan meminta pendapat anak-anak tentang bagaimana sosok oom ini. Walaupun ada pendapat, jangan mengenalkan laki-laki yang belum pasti akan menjadi ayah baru, karena takut berdampak pada psikologi anak, namun saya berpendapat sebaliknya. Anak-anak juga perlu tahu jika mamanya memiliki teman laki-laki, walalupun pada akhirnya gagal menjadi ayah baru bagi mereka. Minta pendapat anak berarti menghargai pendapat anak dan menganggap mereka penting bagi saya. Walaupun kadang jawaban mereka lucu-lucu ketika saya tanya “Barra, gimana oom baik nggak?” terus jawab Barra “ Baik, soalnya aku dibelikan mainan” . Anak-anak memang masih polos, jawaban mereka kadang mengundang tawa. Alasan mereka ingin punya papa lagi, biar kalau ada arisan bapak-bapak di kampung mereka jadi bisa keluar dan main di malam hari. :-)

Beberapa kesepakatan

Selama ini saya mendidik anak-anak dengan cara saya. Jika nanti menikah dan papa baru juga sudah mempunyai anak, tentu saja kami perlu mengatur beberapa kesepakatan. Misalnya, saat anak saya mendapatkan masalah, maka saya yang perlu menegur dan menghukumnya bila diperlukan. Begitu pula anak sambung yang tentu saja sudah berbeda cara mendidiknya.
Inilah beberapa pertimbangan jika saya akan menikah lagi. Keinginan itu terkadang timbul tenggelam tergantung kondisi. Kalau lagi baper, ya pengennya makan. Eh itu kalau lagi laper ya. Jika nanti masih ada jodoh, semoga saja menemukan pasangan yang baik, menyayangi anak-anak sepenuh hati dan jadi iman yang memuliakan istri. Aamiin 

Selasa, 03 September 2019

Jangan Lakukan Hal Ini Kepada Orang Tua Yang Memiliki Anak Autis.


 Mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan sindrom autis bukanlah hal yang mudah bagi orang tuanya. Sebuah istilah mengatakan jika memiliki satu anak berkebutuhan khusus sama dengan memiliki anak 7 yang terlahir normal. Mengapa bisa diatakan demikian? Karena satu saja anak berkebutuhan khusus yang lahir dalam sebuah keluarga akan membutuhkan lebih banyak kesabaran, lebih banyak waktu, energi dan tentu saja uang untuk mendidik dan menerapinya.
Orang tua yang memiliki anak autis, termasuk saya, sering membawa Arfa ke tempat umum misalnya lapangan olah raga, mall, pasar atau ke masjid. Selain untuk bersosialisasi dan mengenalkan lingkungan sekitar, rasanya tak mungkin saya mengurungnya terus menerus di dalam rumah. Seringkali saya menjumpai hal-hal yang tak nyaman ketika membawa Arfa ke luar rumah. Sebaiknya jangan lakukan hal ini ketika bertemu dengan anak autis ya ;
1. Memandangnya lama 
Pada anak dengan sindrom autis yang secara fisik tak ada bedanya dengan anak normal lainnya namun mempunyai ciri khas seperti flapping atau mengepak-ngepakkan tangan, mengeluarkan suara yang terdengar aneh dari bibirnya dan melakukan gerakkan yang tak biasa.  Arfa juga sering kali melakukan hal itu. Jika ada yang disukai ia akan mengeluarkan suara seperti bergumam atau kadang sedikit melengking. Ini dilakukannya karena komunikasinya yang terbatas. Jika bertemu dengan mereka tak perlu memandang lama-lama dengan tatapan aneh.  Jika penaasaran, bisa menghampiri dan menanyakan kepada orang tuanya langsung. Tentu saja ini lebih baik daripada menatap ABK mereka berlama-lama, yang membuat orang tuanya merasa tak nyaman. Ada sebuah aturan tak tertulis yang menyatakan jangan memandang lebih dari 5 detik. Jika terlalu lama akan membuat orang tua ini merasa terpojok.
2.  ‘Kasihan Banget Ya Anak Kamu’
Kasihan sekali ini seperti kata yang bisa diartikan betapa hidupnya nelangsa dan merana. Hidup orang tua dan anak autis seperti tak punya masa depan. Kata kasihan ini seolah saya seperti mendapatkan beban yang sangat berat. Anak dengan sindrom autis seperti sebuah ujian atau fitnah bagi orang tuanya, padahal kami menyakini sebaliknya. Anak autis adalah anak-anak penduduk Surga yang sedang dititipkan kepada kami. Mereka dengan pola pikir yang sangat terbatas bahkan tak akan dihisab kelak di akhirat. Maka ini adalah ladang pahal yang sangat besar jika saya bersabar dan bersyukur.
3. Diam-diam mengambil foto
Anak autis dengan segala tingkah lakunya yang tak biasa terkadang memang mencuri perhatian orang. Entah merasa aneh, kasihan atau penasaran kadang ada yang diam-diam mengambil foto atau video untuk kemudian di upload di sosial media. Tak perlu melakukan hal ini. Jika tak bisa melakukan hal yang menguatkan mereka, setidaknya jangan membuat hal yang merugikan atau menyakitkan mereka. Terkadang mereka hanya butuh support dengan mengatakan “ Semoga terapinya lancar ya” atau “ tetap semangat mas Arfa dan mama”.
4. Mengatakan “Bagaiamana Nanti Dengan Masa Depannya”.
Anak autis dengan beberapa bakat akan tetap memiliki masa depan yang baik. Ada yang dianugerahi kepintaran bernyanyi, coding, membentuk lego menjadi sesuatu yang indah, melukis dan lain sebagainya. Anak autis juga bisa mempunyai masa depan yang cemerlang sebagaimana anak normal lainya. Insya Allah
5. Mengatakan Hal-Hal Yang Menyakitkan Orang Tua ABK
Saat arfa masih berumur sekitar 3 tahun dan belum bisa bicara ada yang menanyakan apakah saya dulu pernah berusaha menggugurkannya. Tentu saja tidak. Dia adalah anak pertama, yang kami tunggu-tunggu kehadirannya. Mengatakan sesuatu yang menyakitkan ini tak perlu dilakukan karena selain menambah kesedihan juga tak pantas untuk diucapkan. Jangan pula katakan “anak kamu begitu karena menanggung dosa orang tuanya”.  Setiap orang pasti memiliki dosa dan kesalahan namun akan ditanggungnya masing-masing. Tak ada anak yang akan menanggung dosa orang tuanya.

Inilah lima hal yang tidak boleh dilakukan kepada orang tua yang mempunyai anak dengan sindrom autis. Walaupun anak autis mengalami banyak sekali gangguan seperti gangguan kognitif atau kecerdasan, gangguan komunikasi, sosialisasi namun mereka tetap anak-anak yang disayangi dan diterima kehadirannya.
Semoga bermanfaat. 

Senin, 12 Agustus 2019

Vivo S1, Smartphone Dengan Banyak Keunggulan Sesuai Untuk Generasi Digital




Dalam dunia teknologi ada yang namanya digital native dan digital immigrant. Digital native adalah orang-orang yang begitu lahir, lingkungan di sekitarnya sudah mengenalkan dan menggunakan teknologi. Saya ketika melahirkan maka keesokkan harinya foto putri saya yang berumur satu hari dapat dilihat di laman media sosial. Begitu juga para artis, ketika setelah melahirkan dan belum ada hitungan waktu 1x24 jam, foto anaknya sudah terpampang di akun instagramnya.

Sedangkan digital immigrant yang berarti adalah perpindahan. Era tahun 1980 di mana saya menghabiskan waktu dengan bermain engklek, lompat tali dan gobak sodor. Dalam waktu itu, saya belum mengenal internet dan smartphone. Ketika tahun 2001 saya sudah kuliah di semester akhir dan mulai mengenal internet. Waktu itu yang populer di jamannya miRc dan yahoo messenger. Sungguh merasa bahagia dan nggak nyangka bisa menemukan dan ngobrol dengan teman baru yang ada di daerah lain. Pagi hari rela lari ke warnet karena sudah janjian dengan teman di ujung sana mau chatting. Sungguh, masa-masa yang indah hehehe

Sekarang perkembangannya teknologi sungguh luar biasa pesat. Smartphone dengan berbagai fitur seakan memanjakan para penggunanya. Mau apa saja bisa dilakukan dengan satu genggaman. Kangen dan ingin bertatapan muka dengan keluarga yang berada di luar pulau, bisa dengan mudah melalui video call. Melakukan transaksi keuangan pun bisa dilakukan sambil duduk tanpa perlu datang ke bank dan mengantri dengan mobile banking. Mengecek keberaadaan orang atau benda, bisa dengan GPS.

 Bagi saya, yang “berpindah” dari kebiasaaan membaca koran dan menonton tv menjadi streaming dan live facebook perlu suatu adaptasi dan diskusi. Adaptasi jelas diperlukan karena ada perubahan yang harus disesuaikan dengan jamannya. Diskusi yang saya maksud adalah ngobrol tentang suatu hal dengan orang-orang yang memliki minat yang sama. Selain bisa tukar pikiran dan mendapatkan informasi terbaru juga bisa menambah kawan dan jaringan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan bergabung dengan komunitas.

Sebagai seorang blogger dan penulis, saya juga tergabung dengan beberapa komunitas yang anggotanya blogger kondang dan ada juga penulis best seller. Merasa suatu kebahagiaan tersendiri bisa bergabung dengan komunitas ini karena selain berbagi ilmu tentang kepenulisan juga berbagi info job nulis. Penting banget menurut saya untuk masuk dalam suatu komunitas. Termasuk komunitas smartphone Vivo, karena saya juga pakai vivo 1606 Y53. Komunitas yang dimiliki vivo adalah vivo club. Vivo club adalah komunitas smartphone android Vivo dari Vivo Indonesia. Komunitas ini menjadi forum diskusi pengguna vivo dan juga forum handphone android.

Banyak banget manfaatnya kalau bergabung di vivo club, selain bertukar informasi tentang teknologi dan berita yang hits di media sosial juga ada give away yang diadakan untuk para fans vivo. Buat teman-teman, bisa bergabung dibeberapa akun media sosial vivo, antara lain
Ig : @vivoclub_indonesia
Fb fanspage : Vivo Club Indonesia
Youtube Channel : Vivo Club Indonesia
Forum : vivoclub.id

Keunggulan Vivo S1
Vivo telah meluncurkan smartphone versi terbaru yaitu Vivo s1. Dan inilah penampilan serta keunggulan vivo s1 yang super keren

Screen Touch ID Unlock Your Style

Smartphone model anyar memang sudah memiliki teknologi screen touch ID dan vivo s1 ini memberikan lebih baik karena layar s1 akan terbuka dengan cepat hanya dengan satu sentuhan. Selain itu juga ada macam-macam efek animasi yang membuat pembukaan kunci jadi lebih asyik.

Super Amoled Ultra All Screen
S1 memiliki disain layar ultra all screen dengan rasio bodi ke layar yang sangat tinggi. Bentuknya yang simetris ini membuat s1 memiliki kesempurnaan yang keren banget. Dengan layar super AMOLED, berukuran 6,38 inci, rasio layar 19,5 :9 dan rasio bodi ke layar hingga 90% membuat para penggunanya dapat menikmati tampilan yang luas


32MP Front Camera Membuat Bidikan Jadi lebih Tajam

 Uwooo…ini bener-bener fantastis ya temen-teman. 32 MP gitu lho. Kecanggihan kamera depan ini bikin foto selfie punya ketajaman dan kejernihan yang tinggi. Kayaknya kalau punya vivo s1 jadi foto selfie terus setiap saat. Selain itu juga dilengkapi dengan mode Al Face beauty, Al Selfie Lighting, Al Fiter, AR Stickers dan yang lainnya sehingga foto selfie jadi makin asyik dan cihuy.

Al Triple Rear Camera.

Ada tiga lensa yang mempunyai resolusi 16 MP, 8MP dan 2 MP. Ini beneran lho ada tiga kamera belakang yang akan membantu pengambilan foto jadi lebih oke. Terkadang saya susah mengatur komposisi yang sesuai dengan yang saya inginkan, karena memang nggak gampang untuk mengatur komposisi. Dengan Al triple rear kamera ini pengaturan komposisi jadi lebih mudah serta rasio yang pas.

Tahan Lama dengan 4500 mAh Battery

S1 dilengkapi dengan baterai daya sebesar 4500 mAh sehingga lebih lama dan tenang ketika berada di luar menggunakan smartphone keren ini. Nggak perlu panik low batt atau ketika power bank tertinggal di rumah. Aman kok say, karena tahan lama.

Sebagai informasi tambahan,  vivo S1 mempunyai dua variasi warna yang berbeda dan jelas menawan,  yaitu cosmic green dan skyline blue.  

Dengan semua keunggulan ini, rasanya pengen ngelem biru (nglempar,beli baru) vivo lama dengan s1 ini. Rasanya sesuai banget dengan apa yang saya butuhkan. Butuh apa bu? . Tentu saja butuh selfie dengan kejernihan dan ketajaman yang paripurna dong. Dan cocok banget buat kita-kita sebagai kaum generasi digital.  

Teman-teman tertarik juga?. Saya infokan sekalian ya harganya. Dengan semua keunggulan ini, teman-teman bisa mendapatkan vivo s1 dengan harga berkisar 3 jutaan rupiah. Sudah sesuai kan dengan budget kan, kuy buruan miliki vivo s1 ini.

Semoga bermanfaat.






Senin, 29 Juli 2019

Air Terjun Jumog Dan Amanah Agrowisata, Dua Tempat Wisata Yang asyik Di Karanganyar

Apa kabar teman-teman? 

Dua Tempat Wisata Asyik di Karanganyar Solo

Waktu liburan lebaran yang lalu,  saya dan keluarga jalan-jalan ke karanganyar Solo.  Jika ke tempat ini,  barangkali banyak yang sudah mengenal Tawangmangu.  Air terjun dan penginapannya yang ada di sekitar lokasi sudah terkenal dikalangan wisatawan  baik lokal maupun nasional.

Air Terjun Jumog



Kali ini kami berwisata di air terjun Jumog,  letaknya di Jalan Plesungan, Gandu, Berjo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Dua jam perjalanan dari Kartasura.  Jarak antara air terjun Jumog dan Tawangmangu sekitar 10km.  Air terjun jumog juga nggak kalah asyiknya lho teman-teman.

Waktu itu, karena liburan jadi banyak banget pengunjung yang datang dan kami mendapat parkir di bawah. Untuk naik ke atas mencapai tiket masuk ada ojek yang bersedia mengantar dengan biaya lima ribu rupiah.  Tapi kami memilih jalan kaki,  sembari melihat pemandangan.


Tiket masuknya sangat terjangkau yaitu 5ribu rupiah per orang. Udara yang sejuk begitu terasa ketika berada di sini, karena berada di lereng Gunung Lawu. Suasana yang alami benar-benar terasa karena kanan kiri jalan setapak yang kami lalui adalah hutan.

Brrr... Segarnya Air Terjun 

Kami sekeluarga memutuskan untuk langsung menuju air terjun.  Saya sendiri,  sudah sangat lama tidak melihat air terjun dan menikmati kesegarannya.  Sampai di atas, saya benar-benar merasakan kesegaran air terjun yang begitu dingin.  Sesaat melupakan panasnya kota Semarang dan memberikan sensasi yang menyenangkan.  Maklum emak-emak kurang piknik.. Hehehe...



Anak-anak sebenarnya ingin renang.  Di sini disediakan beberapa kolam renang.  Airnya juga air pegunungan yang sejuk dan dingin.  Namun melihat padatnya kolam renang,  kami memutuskan untuk kecehan di sungai-sungai kecil yang dilalui oleh aliran air dari air terjun.  Senangnya anak-anak bisa main kecehan dan saya menikmati teh hangat serta sate kelinci yang dijajakan di pinggir sungai.  Untuk sate seporsi seharga 15ribu rupiah dan teh hangat seharga 3ribu rupiah.


Saat perjalanan turun ke tempat parkir,  banyak dijumpai pedagang yang menjual sayuran dan buah segar. Teman-teman juga bisa membeli oleh-oleh khas seperti kripik bayam,  kripik ubi ungu dan hasil olahan dari masyarakat sekitar.

 Amanah Agrowisata dan Outbond

Waktu menunjukkan pukul 12 siang.  Tapi karena sejuk kami berasa betah disini dan tak ingin buru-buru pulang.  Perut sudah keroncongan lagi,  maklum deh ya,  di udara dingin lebih cepat lapar.

Kami melanjutkan perjalanan ke Amanah agrowisata yang berjarak kurang lebih 3km dari air terjun Jumog.  Pertama kali datang,  di tempat parkir yang ada di depan,  sudah disambut dengan wahana permainan flying fox dan bola air.

Anak-anak sangat antusias ingin mencoba flying fox di sini karena memang sudah terbiasa di sekolah alam ataupun di temlat lain.  Untuk flying fox  harganya 10ribu per anak sekali main.  Sedangkan untuk wahana bola air biayanya 15ribu per anak.

Puas bermain-main kami segera memesan makanan dengan menu ikan dan teh hangat.  Di sini juga disediakan persewaan alat pancing ya.  Cukup dengan membayar sewa 10ribu sudah mendapat pancing dan umpan.

Ikan Bakar dan Teh Poci hangat


Makan siang datang dan kami sudah tak sabar untuk menyantapnya.  Sungguh nikmati makan ikan bakar dan teh poci dengan gula batu.  Apalagi di tempat wisata yang sejuk dengan keluarga. Rasanya masih ingin berlama-lama di tempat ini. 

Jika suatu hari nanti ada kesempatan kesini lagi,  saya ingin mengajak anak-anak menginap di Amanah Agrowisata. Tempat wisata yang sangat luas karena menyediakan fasilitas yang lengkap. Dari kolam renang,  tempat pemancingan dan tempat makan,  toilet yang bersih dan juga mushola yang luas.
Aminkan ya teman-teman...

Senin, 15 Juli 2019

Pengalaman Terapi Okupasi dengan BPJS Kesehatan Di RSND Semarang


Assalamualaikum teman-teman, apa kabar semoga sehat selalu ya.

Beberapa tahun terakhir ini, saya sudah mendengar kalau BPJS Kesehatan dapat digunakan untuk fisoterapi bagi anak berkebutuhan khusus. Sejak bulan April 2019 saya membuktikan sendiri jika anak pertama saya dengan diagnosis ASD (Autism Spektrum Disorder) bisa terapi dengan BPJS Kesehatan. Di blog ini saya akan membagikan pengalaman dan  langkah-langkah jika ingin terapi bagi anak berkebutuhan khusus.

Langkah Pertama, Fasilitas Kesehatan Tingkat 1

Pertama, datang ke dokter keluarga atau puskesmas atau klinik tempat dimana fasilitas pertama BPJS Kesehatan yang kita tunjuk. Ceritakan gejala atau perilaku anak yang tidak sesuai dengan tumbuh kembangnya. Anak saya, Arfa sudah berumur 11 tahun saat ini dan belum dapat berkomunikasi dengan baik. Selain itu ada ciri lainnya seperti kontak mata buruk, hanya beberapa detik saja (kurang dari 1 menit), suka dengan hal yang berputar seperti roda dan kipas angina serta beberapa tanda lainnya seperti gambar di bawah ini..

Dokter Spesialis Anak, faskes Tingkat 2

Dokter di faskes (fasilitas kesehatan) pertama akan memberikan surat rujukkan ke Dokter Spesialis Anak di RS type C atau type B. Saat itu saya memilih Rumah Sakit Nasional Diponegoro yang terletak di kawasan kampus UNDIP Tembalang, Semarang. RS ini walaupun tipe C namun memiliki fasilitas dan standart seperti RS tipe B. 
Saya segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak. Saya ditanya tentang segala hal yang berhubungan dengan Arfa, termasuk dulu dilahirkan dengan usia kehamilan berapa, berat badan lahir, panjang badan saat lahir serta tahapan tumbuh kembangnya dari merangkak, mulai berjalan hingga saat ini. Kemudian dokter juga melihat Arfa yang memang terlihat sekali ciri autisnya dan segera memberikan surat rujukkan ke dokter rehabilitasi medik di RS yang sama. Inilah langkah kedua ya teman-teman untuk mendapatkan terapi bagi abk dengan BPJS kesehatan.

Dokter Rehabilitasi Medik Di Faskes Tingkat 2

Selanjutnya, di langkah ketiga ini saya mendatangi dokter rehabilitasi medik di keesokkan harinya. Dengan BPJS kesehatan hanya bisa periksa di satu dokter dalam satu hari. Dokter rehabilitasi medik melakukan pengamatan lebih detail pada Arfa. Dokter juga bertanya di umur sekarang ini Arfa ( 11 tahun) sudah bisa apa saja.
Saya kemudian menceritakan bahwa sejak umur 3 tahun sudah mendapatkan terapi wicara di rumah terapis wicara secara mandiri (Biaya sendiri) untuk sekarang ini. Jadi saya ingin menambahkan terapi agar tumbuh kembangnya semakin baik dan ketertinggalannya dapat terkejar. Kemudian dokter mengajak kami menemui terapis okupasi dan meminta untuk melihat kemampuan Arfa serta menjadwalkan kunjungan terapi setiap minggunya.

Terapi Okupasi, Semangat ya Sayang...

Ruang fisioterapi di RSND ini cukup luas dan nyaman. Selain bagian untuk fisioterapi anak terdapat juga ruang untuk fisioterapi bagi para eyang dengan diagnosa osteoporosis, patah tulang atau yang habis kecelakaan. Jadi, kalau mengantar anak terapi butuh kesabaran dan meluangkan waktu karena dipastikan bisa menunggu selama 2-3 jam.

 Ternyata, banyak juga anak-anak yang umur 2 tahun yang menjalani terapi okupasi. Memang lebih cepat didiagnosa akan lebih cepat ditangani sehingga perkembangannya bisa mengalami kemajuan. Orang tua terkadang menunggu dan berkata nanti juga akan bicara sendiri jika sudah waktunya. Nanti juga akan jalan sendiri kalau sudah waktunya. Nanti juga akan bisa sendiri kalau sudah umur segini. Tanpa disadari, waktu berjalan begitu cepat dan anak semakin terlihat berbeda dengan teman-temannya yang sebaya. Saya dulu termasuk terlambat karena merasa nanti anak akan bisa sendiri saat waktunya tiba. Semoga segala usaha hari ini mampu mengejar keterlambatannya.

Arfa dijadwalkan terapi okupasi sekali dalam seminggu setiap hari Selasa dengan terapis bernama mbak Anis. Dalam beberapa kali kunjungan, saya melihat ada kemajuan seperti kontak mata lebih lama dan menurut pada instruksi. Sabar dan disiplin adalah dua kunci untuk orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus saat terapi. Hargai setiap proses yang sudah dicapai anak agar kita merasa semakin semangat dan bersyukur. Jika ada pertanyaan di mana ya tempat terapi anak berkebutuhan khusus yang baik maka jawaban saya adalah di rs mana saja pasti baik karena sudah ada standart yang diberlakukan, yang penting adalah terus berlatih dan diulang di rumah. Karena di RS hanya beberapa menit saja (sekitar 45 menit) sedangkan anak akan menghabiskan waktu selama berjam-jam di rumah.

Inilah pengalaman saya menggunakan BPJS Kesehatan untuk terapi okupasi bagi anak saya dengan diagnose autis. Bagi saya, BPJS Kesehatan ini membantu sekali ya untuk kesehatan serta perkembangan anak saya. Semoga kedepannya ada perbaikkan di setiap layanan dan memberikan lebih banyak manfaat untuk masyarakat. Aamiin.