Rabu, 30 Oktober 2019

Dengan Warung Anak Sehat, Anak Mendapatkakan Jajanan Sehat Dan Perempuan Indonesia Berdaya.


Anakku Suka Jajan

“Mama, aku belum dikasih uang saku” kata Barra sambil mengulurkan tangan saat akan berangkat sekolah pagi ini. Aku mengeluarkan dompet dan mengeluarkan uang dua ribu rupiah dari dompet dan memberikan padanya. Uang saku untuk anak kelas dua SD di sekolah anakku memang hanya dua ribu menurut peraturan sekolahnya.
“Ingat ya nak, jangan jajan yang aneh-aneh” kataku tegas. Jajan yang aneh-aneh itu sebuah kode untuknya agar dia nggak jajan minuman dan jajanan yang pakai pemanis buatan dan pakai pewarna. Barra mengangguk setuju. Setiap pagi aku harus selalu mengulangi perkataan ini agar dia paham apa yang boleh dimakan dan apa yang nggak boleh dimakan. Uang saku terkadang masih ututh karena aku selalu membawakan bekal makanan untuknya dari rumah.

Apa Sih Jajanan Sehat?

Anak sekolah dasar dengan rentang usia 7-12 tahun memang gemar jajan ya. Aku merasakan hal seperti itu. Walaupun di rumah sudah sarapan dan tersedia makanan homemade masakkan mama, tapi tetap aja pengen beli sesuatu di warung. Kalau sudah begitu maka saya mengarahkannya untuk memilih jajanan yang sehat. Jajanan sehat yang mama ijinkan untuk dibeli di kantin sekolah seperti jus mangga, jus jambu merah, nasi goreng, martabak mie serta aneka gorengan seperti mendoan, bakwan dan tahu isi. Salah satu jajanan yang nggak saya ijinkan untuk dia beli seperti permen dengan warna mencolok. Rasanya akan tenang jika jajanan di kantin adalah semua makanan yangsehat dan bernutrisi.


Program Warung Anak Sehat


PT. Sarihusada Generasi Mahardika dan Danone Ecosystem Fund mengadakan sebuah program sosial yang mempunyai tujuan untuk membentuk kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bernutrisi pada anak-anak usia Sekolah Dasar. Program ini bernama Warung Anak Sehat atau yang disingkat dengan WAS. 

Program ini sudah ada sejak tahun 2011 dan sudah menjangkau ke 446 sekolah dengan jumlah Ibu WAS sebanyak 350 orang. Sungguh program yang perlu diapresiasi dan didukung oleh semua lapisan baik dari orang tua murid, guru, sekolah dan juga pemerintah. 

Tujuan program warung anak sekolah adalah memberikan fasilitas kepada anak-anak usia sekolah dasar untuk mendapatkan jajanan yang sehat dan bernutrisi. Tujuan kedua adalah membangun kesadadaran bagi para orang tua untuk menyadari pentingnya gaya hidup sehat. Tujuan berikutnya adalah memberikan peningkatan kepada ibu warung anak sehat sebagai duta nutrisi yang mengedukasi pengetahuan nutrisi ke sekolah-sekolah.

Aktifitas Warung Anak Sehat



Ada banyak aktifitas yang dilakukan dalam program warung anak sehat antara lain ibu kantin atau yang disebut dengan Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) akan diberikan pelatihan, pendampingan dan peningkatan kemampuan bisnis. Bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuan bisnis yaitu dengan mencatat dan menghitung setiap keuntungan serta mendapatkan saran yang pasti dari para ahli untuk mengembangkan usaha. Selain itu IWAS dapat mengembangkan diri menjadi pengusaha yang profesional, menjalin relasi dengan pengusaha perempuan lainnya sekaligus menjadi duta nutrisi yang mengedukasi pengetahuan tentang nutrisi ke sekolah-sekolah.


Sungguh program warung anak sehat ini selain memberikan kemudahan kepada anak-anak untuk mendapatkan jajanan yang sehat dan bernutrisi juga peduli dengan perempuan Indonesia. Para perempuan Indonesia diberdayakan untuk menjadi pengusaha. Tidak hanya sekedar ibu kantin saja namun pengusaha perempuan yang profesional. Salut untuk PT. Sarihusada Generasi Mahardika dan Danone Ecosystem Fund yang sudah mengadakan sebuah program yang keren ini.

Program Warung Anak Sehat yang sampai saat ini telah berjalan selama 9 tahun akan terus dikembangkan. Semoga saja seluruh kota di Indonesia akan mendapatkan program ini. Berharap Semarang, kota tercinta akan menjadi kota berikutnya. aamiin


Rabu, 23 Oktober 2019

Karya Wisata SLB Autisma Semarang Ke Kopeng Tree Top Dan Cimory


Salah satu agenda tahunan sekolah SLB Autisma Semarang adalah mengadakan karya wisata. Jalan-jalan ini, walaupun selalu diadakan di sekitar Semarang namun selalu seru dan menyenangkan. Siswa-siswi yang merupakan anak berkebutuhan khusus menikmati kegiatan karya wisata dengan gembira. Kami mengadakan karya wisata di sekitar kabupaten Semarang dengan tujuan agar siswa tidak kelelahan dan tetap happy. Beberapa tempat wisata yang pernah kami kunjungi di tahun-tahun sebelumnya yaitu Museum kereta api Ambarawa, Cimory, Eling bening dan Nisin Factory. Hari kamis tanggal 17 Oktober kami mengunjungi Kopeng Tree Top dan Cimory.



Keluarga Besar SLB Autisma Semarang


Kopeng Tree Top

Kopeng tree top yang terletak di Getasan Kabupaten Semarang ini memiliki udara yang sejuk. Dikelilingi dengan pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang maka tempat ini juga asri dan indah. Ada arena outbound yang dibagi menjadi dua bagian untuk anak-anak dan yang sudah berumur diatas 12 tahun. Dengan membayar 125 ribu setiap anak dapat menikmati petualang dan serunya berjalan di one bridge, panjat tali dan banyak jenis permainan menantang lainnya selama dua jam.

Mengangkat tema dengan karya wisata meningkatkan kemandirian, ketrampilan dan mempererat tali kekeluargaan di antara keluarga besar SLB Autisma Semarang maka kegiatan ini tidak hanya sekedar jalan-jalan saja. Beberapa wali murid dan juga guru mengisi acara karya wisata dengan menari bersama. Indonesia menari adalah tarian yang dipilih untuk memeriahkan karya wisata ini. Dilatih oleh salah satu wali murid yang memiliki sanggar tari. Sanggar tari Nawang Wulan adalah milik mama Faris, maka dengan latihan selama 2 minggu kami bisa kompak dan inilah cuplikan saat kami menarikannya.



Sebagian tim penari . 


Cimory The Valley Ungaran


Perjalanan karya wisata dilanjutkan menuju Cimory the valley yang terletak di Ungaran. Di sini anak-anak dapat melihat beberapa binatang yang ada di arena kebun binatang mini. Ada rumah burung, domba, kambing gunung, unta dan wahana berkuda serta kereta mini. Dengan membayar 25 ribu rupiah, maka teman-teman dapat naik kuda yang dituntun oleh pawangnya. Jika ingin naik kereta mini maka cukup dengan membayar 25 ribu per anak. Anak-anak ingin sekali naik kuda dan setelah mereka naik nampak gembira sekali dan tak ada rasa takut. Ini pengalaman mereka pertama kali naik kuda. Waktu sudah berhenti, mereka kompak pengen naik lagi. Duh…duh besok lagi ya kalau kita ada rejeki dan berkunjung di sini lagi. Saya lihat ada beberapa bangunan yang yang dikerjakan oleh tukang. Cimory terus berbenah dan menambah wahana-wahana baru yang semakin asyik untuk dikunjungi.






Di Cimory juga ada wahana baru namanya Miniatur dunia. Dengan menyerahkan potongan tiket maka dapat masuk ke wahana ini gratis. Di sini ada bangunan bersejarah dan yang menjadi icon dari beberapa negara. Seperti misalnya Masjid Aqsa, kastil megah dari negara Jerman, patung liberty di Amerika, menara Pisa di Italia, Merlion di Singapura dan beberapa bangunan terkenal lainnya.

Saat masuk ke dalam Cimory dalam satu tiket ada beberapa potongan tiket kecil-kecil. Teman-teman bisa memukarkan dengan ice tea atau ice cream dengan potongan harga 20%. Kami membeli ice cream 4 buah dan membayar semuanya dengan harga 48 ribu rupiah. Ice creamnya besar sekali dan terasa rasa susunya.

Rasanya masih ingin berlama-lama di sini dan swa foto di setiap bangunan yang dilewati, namun karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 maka kami bergegas menuju bisa untuk melanjutkan perjalanan menuju Nisin membeli oleh-oleh. Berakhir sudah perjalanan wisata SLB Autisma Semarang tshun 2019. semoga semuanya happy dan sampai jumpa lagi di karya wisata tahun berikutnya ya…


Selasa, 01 Oktober 2019

Wisata Air di Pantai Kartini dan Pulau Panjang jepara

Assalamualaikum teman-teman apa kabar?. Semoga semuanya dalam keadaan baik dan sehat ya. Alhamdulillah nih, hari Minggu tanggal 29 September 2019 saya dan anak-anak dapat kesempatan jalan-jalan ke Jepara. Kami rekreasi ke Pantai Marina dan Pulau Panjang yang berada di Kabupaten jepara.

Pantai Kartini


Perjalanan dari Semarang kurang lebih selama 3 jam. Kami berangkat jam 7 pagi dan sampai di parkiran wisata Pantai Kartini kurang lebih jam 10 pagi. Di pantai Kartini ada kios-kios yang menyediakan oleh-oleh makanan khas pantai seperti terasi dan ikan asin. Selain itu juga ada oleh-oleh berupa kerajinan tangan seperti hiasan dari kerang dan keong serta baju bertuliskan Jepara.
Di Pantai Kartini selain bermain-main dengan air laut dan pasir juga ada wahana kolam renang.

Anak-anak dapat bermain air di sini dengan membayar tiket masuk seharga 5.000 rupiah. Tak perlu khawatir jika lupa membawa pelampung karena juga disediakan sewa pelampung dengan harga yang terjangkau.

Kura-kura



Di Pantai ini juga ada Kura-kura sebutan sebuah tempat dengan bentuk kura-kura raksasa. Ternyata di dalamnya ada aquarium yang sangat banyak yang berisi berbagai jenis bintang laut. Ini merupakan tempat yang asyik untuk melihat berbagai macam jenis hewan laut dan bisa jadi tempat edukasi yang menarik. Begitu juga dengan lantai dua yang terdapat wahana edukasi. Namun sayangnya banyak peralatan yang sudah rusak. Menurut petugas di sana, wahana edu park ini sudah ada sejak tahun 2009. Sudah 10 tahun berlalu pantas saja mainannya sudah banyak yang rusak. Sayang sekali ya tidak ada perawatan dan perbaikkan padahal bisa jadi tempat yang seru dan asyik untuk belajar.
Di lantai 2 ini juga ada theater 3D.  Untuk tiket masuk anak-anak seharga 5000 rupiah sedangkan untuk dewasa 10.000 rupiah. Saat masuk ke dalam ruangan, tiap peserta akan mendapatkan kacamata 3D yang nanti harus dikembalikan ketika film sudah selesai. Sekitar 15 menit film 3D diputar dan mampu membuat penonton teriak kaget bahkan histeris karena seolah-olah mereka akan dimakan ular atau terkena tendangan bola. Tak perlu hawatir jika perut terasa keroncongan setelah selesai menjelajahi pantai Kartini karena ada warung makan yang menyediakan makanan khas kota jepara dengan harg yang terjangkau.

Pulau Panjang





Sudah sampai di Pantai Kartini tak puas rasanya jika tidak mengunjungi pulau Panjang. Dengan membayar tiket perahu seharga 20.000 rupiah untuk perjalanan berangkat dan kembali. Perjalanan naik perahu dari dermaga di Pantai Kartini menuju pulau Panjang kurang lebih selama 20 menit. Saat melintasi lautan kami juga berpapasan dengan kapal yang mengangkut penumpang dari kepulauan Karimunjawa. Setelah terombang-ambing di lautan, sampailah kami di Pulau Panjang. Untuk masuk ke kawasan Pulau Panjang kami juga membayar tiket lagi. Nggak perlu khawatir karena harga tiket masuk sangat terjangkau. Pulau Panjang ini dikenal dengan pasir putihnya yang indah. Di sini kami juga menjumpai beberapa pemuda yang camping. Wah, sepertinya asyik sekali ya. Mendirikan tenda di pinggir pantai, menyalakan api unggun dan menghabiskan malam dengan mendengarkan suara deburan ombak. Setelah puas bermain air di pulau Panjang, saatnya kembali lagi ke Pantai Kartini untuk pulang ke Semarang. Oiya saat membeli tiket perahu, selalu ingat nama kapalnya ya, karena saat berangkat dan pulang menggunakan kapal yang sama. Kalau ternyata saat pulang dengan kapal berbeda maka wajib membeli karcis lagi. Di dermaga pantai Kartini ada beberapa agen yang menyediakan jasa transportasi air ini.
Wisata air di Pantai Kartini dan Pulau Panjang Kabupaten memang seru dan mengasyikkan. Rasanya masih kurang waktu seharian yang kami habiskan di sana. Barangkali, di lain kesempatan bisa mengunjungi tempat wisata ini lebih lama. Di sini juga ada homestay dan hotel untuk wisatawan yang ingin menginap. Nah, nggak perlu khawatir kan kalau mau lebih lama menikmati keindahan pantai Kartini. 

Jumat, 06 September 2019

Beberapa Pertimbangan, Jika Saya Ingin Menikah Lagi


Sudah lebih dari tiga tahun saya menjali hidup sebagai ibu tunggal. Menjadi single mom karena cerai mati atau cerai hidup bukanlah hal yang mudah. Tak ada satupun wanita ketika menikah mempunyai cita-cita menjadi janda. Semua ingin pernikahan yang langgeng hingga kakek dan nenek dan mengantarkan anak-anak sampai dewasa menuju gerbang pernikahan.
Beberapa kali saya mendapat pertanyaan “ kapan mau menikah lagi” atau pertanyaan sejenis “ kapan anak-anak dapat papah baru”. Menikah lagi juga bukanlah hal mudah, karena saya mempunyai 3 anak. Kalau mau menikah juga pastinya mau menerima kehadiran anak-anak. Apalagi nanti jika saya mendapatkan duda, yang juga sudah mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya. Pasti akan tambah kompleks permasalahan yang timbul.
Almarhum suami-semoga Allah merahmatinya 

Keinginan untuk menikah lagi pernah saya pikirkan, jika hal itu terjadi atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka inilah yang akan menjadi bahan pertimbangan ;

Tujuan Menikah

“Nikah Hap, anak-anakmu masih kecil dan mereka butuh sosok ayah” pernyataan seperti itu pernah dilontarkan seorang sahabat. Saya, tentu saja berusaha memahami perhatiannya.
“Menikahlah  untuk kebahagiaan anak-anak” itu juga bentuk dorongan dan semangat para sahabat. Ayah yang tegas, cinta pertama bagi putrinya, humoris, penyayang dan penegak disiplin dalam keluarga adalah gambaran ideal seorang ayah. Namun, sejujurnya saya tak berharap terlalu muluk-muluk. Jika saya terlalu berharap orang lain akan membahagiakan, takut terlalu kecewa. Lebih baik saya mencari pa kebahagiaan sendiri kemudian bisa berbahagia dengan anak-anak. Apa bisa bahagia dengan kesendirian? Tentu saja bisa, dengan travelling, olahraga, melakukan hal-hal yang disukai dan lain sebagainya.
Tujuan pernikahan bukan hanya untuk kebahagiaan anak-anak, justru ketika saya sudah bahagia saat ini, saya bisa membagi kebahagiaan dengan anak-anak dan juga orang lain. Bahagiakan dirimu sendiri dulu lalu berbagia bahagia. Gelas yang kosong tentu saa tak akan bisa berbagi dengan yang lain. Tujuan pernikahan adalah sama-sama bisa bersama di Surga saat di akhirat nanti. Aamiin

Minta Pendapat Anak-anak

Satu tahun yang lalu, saya pernah dekat dengan laki-laki dan saya kenalkan juga dengan anak-anak. Saya berusaha bertanya dan meminta pendapat anak-anak tentang bagaimana sosok oom ini. Walaupun ada pendapat, jangan mengenalkan laki-laki yang belum pasti akan menjadi ayah baru, karena takut berdampak pada psikologi anak, namun saya berpendapat sebaliknya. Anak-anak juga perlu tahu jika mamanya memiliki teman laki-laki, walalupun pada akhirnya gagal menjadi ayah baru bagi mereka. Minta pendapat anak berarti menghargai pendapat anak dan menganggap mereka penting bagi saya. Walaupun kadang jawaban mereka lucu-lucu ketika saya tanya “Barra, gimana oom baik nggak?” terus jawab Barra “ Baik, soalnya aku dibelikan mainan” . Anak-anak memang masih polos, jawaban mereka kadang mengundang tawa. Alasan mereka ingin punya papa lagi, biar kalau ada arisan bapak-bapak di kampung mereka jadi bisa keluar dan main di malam hari. :-)

Beberapa kesepakatan

Selama ini saya mendidik anak-anak dengan cara saya. Jika nanti menikah dan papa baru juga sudah mempunyai anak, tentu saja kami perlu mengatur beberapa kesepakatan. Misalnya, saat anak saya mendapatkan masalah, maka saya yang perlu menegur dan menghukumnya bila diperlukan. Begitu pula anak sambung yang tentu saja sudah berbeda cara mendidiknya.
Inilah beberapa pertimbangan jika saya akan menikah lagi. Keinginan itu terkadang timbul tenggelam tergantung kondisi. Kalau lagi baper, ya pengennya makan. Eh itu kalau lagi laper ya. Jika nanti masih ada jodoh, semoga saja menemukan pasangan yang baik, menyayangi anak-anak sepenuh hati dan jadi iman yang memuliakan istri. Aamiin 

Selasa, 03 September 2019

Jangan Lakukan Hal Ini Kepada Orang Tua Yang Memiliki Anak Autis.


 Mempunyai anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan sindrom autis bukanlah hal yang mudah bagi orang tuanya. Sebuah istilah mengatakan jika memiliki satu anak berkebutuhan khusus sama dengan memiliki anak 7 yang terlahir normal. Mengapa bisa diatakan demikian? Karena satu saja anak berkebutuhan khusus yang lahir dalam sebuah keluarga akan membutuhkan lebih banyak kesabaran, lebih banyak waktu, energi dan tentu saja uang untuk mendidik dan menerapinya.
Orang tua yang memiliki anak autis, termasuk saya, sering membawa Arfa ke tempat umum misalnya lapangan olah raga, mall, pasar atau ke masjid. Selain untuk bersosialisasi dan mengenalkan lingkungan sekitar, rasanya tak mungkin saya mengurungnya terus menerus di dalam rumah. Seringkali saya menjumpai hal-hal yang tak nyaman ketika membawa Arfa ke luar rumah. Sebaiknya jangan lakukan hal ini ketika bertemu dengan anak autis ya ;
1. Memandangnya lama 
Pada anak dengan sindrom autis yang secara fisik tak ada bedanya dengan anak normal lainnya namun mempunyai ciri khas seperti flapping atau mengepak-ngepakkan tangan, mengeluarkan suara yang terdengar aneh dari bibirnya dan melakukan gerakkan yang tak biasa.  Arfa juga sering kali melakukan hal itu. Jika ada yang disukai ia akan mengeluarkan suara seperti bergumam atau kadang sedikit melengking. Ini dilakukannya karena komunikasinya yang terbatas. Jika bertemu dengan mereka tak perlu memandang lama-lama dengan tatapan aneh.  Jika penaasaran, bisa menghampiri dan menanyakan kepada orang tuanya langsung. Tentu saja ini lebih baik daripada menatap ABK mereka berlama-lama, yang membuat orang tuanya merasa tak nyaman. Ada sebuah aturan tak tertulis yang menyatakan jangan memandang lebih dari 5 detik. Jika terlalu lama akan membuat orang tua ini merasa terpojok.
2.  ‘Kasihan Banget Ya Anak Kamu’
Kasihan sekali ini seperti kata yang bisa diartikan betapa hidupnya nelangsa dan merana. Hidup orang tua dan anak autis seperti tak punya masa depan. Kata kasihan ini seolah saya seperti mendapatkan beban yang sangat berat. Anak dengan sindrom autis seperti sebuah ujian atau fitnah bagi orang tuanya, padahal kami menyakini sebaliknya. Anak autis adalah anak-anak penduduk Surga yang sedang dititipkan kepada kami. Mereka dengan pola pikir yang sangat terbatas bahkan tak akan dihisab kelak di akhirat. Maka ini adalah ladang pahal yang sangat besar jika saya bersabar dan bersyukur.
3. Diam-diam mengambil foto
Anak autis dengan segala tingkah lakunya yang tak biasa terkadang memang mencuri perhatian orang. Entah merasa aneh, kasihan atau penasaran kadang ada yang diam-diam mengambil foto atau video untuk kemudian di upload di sosial media. Tak perlu melakukan hal ini. Jika tak bisa melakukan hal yang menguatkan mereka, setidaknya jangan membuat hal yang merugikan atau menyakitkan mereka. Terkadang mereka hanya butuh support dengan mengatakan “ Semoga terapinya lancar ya” atau “ tetap semangat mas Arfa dan mama”.
4. Mengatakan “Bagaiamana Nanti Dengan Masa Depannya”.
Anak autis dengan beberapa bakat akan tetap memiliki masa depan yang baik. Ada yang dianugerahi kepintaran bernyanyi, coding, membentuk lego menjadi sesuatu yang indah, melukis dan lain sebagainya. Anak autis juga bisa mempunyai masa depan yang cemerlang sebagaimana anak normal lainya. Insya Allah
5. Mengatakan Hal-Hal Yang Menyakitkan Orang Tua ABK
Saat arfa masih berumur sekitar 3 tahun dan belum bisa bicara ada yang menanyakan apakah saya dulu pernah berusaha menggugurkannya. Tentu saja tidak. Dia adalah anak pertama, yang kami tunggu-tunggu kehadirannya. Mengatakan sesuatu yang menyakitkan ini tak perlu dilakukan karena selain menambah kesedihan juga tak pantas untuk diucapkan. Jangan pula katakan “anak kamu begitu karena menanggung dosa orang tuanya”.  Setiap orang pasti memiliki dosa dan kesalahan namun akan ditanggungnya masing-masing. Tak ada anak yang akan menanggung dosa orang tuanya.

Inilah lima hal yang tidak boleh dilakukan kepada orang tua yang mempunyai anak dengan sindrom autis. Walaupun anak autis mengalami banyak sekali gangguan seperti gangguan kognitif atau kecerdasan, gangguan komunikasi, sosialisasi namun mereka tetap anak-anak yang disayangi dan diterima kehadirannya.
Semoga bermanfaat.